Artikel Unggul Dalam Tata Kelola, BRI Dinobatkan Sebagai The Most Trusted Company 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Penghargaan tersebut dilaksanakan pada tanggal 25 November 2024 di Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta dengan tajuk: Menciptakan pertumbuhan perusahaan dalam kerangka tata kelola perusahaan yang baik.
Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto menegaskan, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen BRI terhadap praktik tata kelola perusahaan yang kuat dan kemampuan beradaptasi di tengah tantangan yang semakin meningkat.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa BRI berhasil menjaga standar tata kelola yang baik dengan penuh kesabaran dan dedikasi. Prinsip-prinsip GCG tidak diterapkan secara resmi, namun sudah menjadi komponen penting dalam penerapan budaya perusahaan BRI. Hal ini memungkinkan BRI. Terus tumbuh, ciptakan nilai tambah bagi mitra, dan dukung perekonomian nasional secara berkelanjutan.”
Dalam evaluasi tersebut diukur 3 aspek yaitu struktur pengelolaan, proses pengelolaan, dan pengelolaan hasil, serta 24 indikator penilaian lainnya. BRI sendiri telah mengikuti penghargaan CGPI sejak tahun 2012, dimana skor kinerja GCG BRI yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja GCG secara berkesinambungan dan berkesinambungan hingga mencapai skor terbaik.
Pada pemeringkatan tahun ini, BRI masuk dalam kategori “paling terpercaya” dengan perolehan nilai tertinggi di antara seluruh peserta ajang evaluasi CGPI. Dengan diraihnya skor BRI sebesar 95,31 membuktikan bahwa BRI merupakan perusahaan dengan praktik manajemen yang sangat baik berdasarkan kriteria pengujian CGPI.
Selain itu, Bapak Solichin menambahkan bahwa penghargaan ini tidak hanya sekedar simbol, namun juga menjadi motivasi spiritual untuk terus berjuang mencapai keunggulan. “BRI meyakini tata kelola yang baik tidak hanya memperkuat posisi BRI sebagai lembaga keuangan terpercaya, namun juga membantu menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan,” ujarnya.
Perusahaan peserta CGPI 2023 telah menyelesaikan seluruh tahapan evaluasi. Pada tahap self-assessment, kuesioner dikumpulkan dari 7.300 responden yang mewakili 23 segmen dari perusahaan dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi. BRI berhasil menunjukkan keberlanjutan yang sangat baik di seluruh parameter penilaian sehingga menjadi tolak ukur dalam praktik tata kelola perusahaan di Indonesia.
Komitmen BRI terhadap praktik GCG juga mencakup anak-anak perusahaan dalam Grup BRI. BRI telah berhasil mendukung dan mendorong perusahaan-perusahaan anak untuk memperkuat praktik GCG di masing-masing perusahaan anak. Hal ini mencerminkan peningkatan skor yang diraih anak perusahaan BRI pada CGPI Indonesia Trusted Companies Award 2024 dibandingkan penilaian tahun lalu.
Artikel Unggul Dalam Tata Kelola, BRI Dinobatkan Sebagai The Most Trusted Company 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kolaborasi BUMN: Sinergi PTBA, KAI, dan SMBR Tingkatkan Logistik Batu Bara di Kertapati pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Manajer Pengembangan Bisnis PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Raffley Yendra. Rudi As Aturridha, Direktur Pengembangan Bisnis dan Kelembagaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Mohamed Syafari, Direktur Operasi PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) Selasa (22/10/2024) di ruang penandatanganan SIG di Jakarta.
Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Suhe pun turut menyaksikan. Hadis Surya Palapa Donny Arsal, Direktur Komersial PT Kereta Api Indonesia, Yosviandri, Direktur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Suherman Yohan, Direktur Supply Chain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), PT Semen Bat Tbk ( ( SMBR) ) Presiden Direktur Rahmat Hidayat, Fungsi Keuangan dan SDM PT Semen Baturaja Tbk (SMBR); dan Freddie Fermancia, CEO PT Carita App Logistics.
Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas kapasitas pemuatan batu bara Pamabang di wilayah Kartapati. Selain itu, kemitraan ini dilandasi oleh prinsip saling menguntungkan dan tata kelola perusahaan yang baik untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing perusahaan.
Manajer Pengembangan Bisnis PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Raffle Yendra mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya PTBA untuk memperluas kapasitas pengangkutan batu bara.
“Kemitraan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pilar logistik dan infrastruktur kita,” kata Rafale Yandra. “Dengan memperluas kapasitas logistik, kami dapat berkontribusi lebih besar terhadap pasokan energi negara yang tidak terputus.”
Dengan cadangan batubara sebesar 2,98 miliar ton dan sumber daya sebesar 5,81 miliar ton, PTBA merupakan salah satu pengelola sumber daya batubara terbesar di Indonesia. Peningkatan kemampuan logistik merupakan langkah penting menuju maksimalisasi jumlah cadangan batubara dan melindungi ketahanan energi negara.
Sementara itu, General Manager SMBR Suherman Yohan mengatakan kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong kerja sama antar BUMN. Ia mengatakan, “Seeman Baturaja sangat mendukung kemitraan ini untuk memperkuat stabilitas pasokan bahan baku energi.” Sinergi ini juga akan membantu efisiensi operasional dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dan pembangunan infrastruktur nasional.
KAI akan bekerja sama dengan PTBA dan SMBR untuk memperluas kapasitas penanganan batubara di Kirtapati dengan target selesai pada tahun 2027. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya pengembangan kawasan bongkar muat batu bara dan semen di Palambang Distrik 3 untuk menunjang kebutuhan energi dan infrastruktur dalam negeri. .
CEO KAI Didik Hartantiu mengatakan KAI mencatatkan kinerja positif angkutan kargo pada Januari hingga September 2024, dimana KAI menangani kargo sebanyak 50.987.328 ton atau meningkat 8 persen dibandingkan 47.174.000 kargo pada periode yang sama.
Pengiriman batu bara berjumlah 40.828.696 ton atau 80% dari seluruh pengiriman KAI. Angkutan barang dengan kereta api mempunyai banyak keunggulan seperti ketepatan waktu, keamanan, kapasitas besar, kemandirian hukum dan sumber daya manusia yang profesional.
Keunggulan lainnya adalah kereta mampu mengangkut muatan jauh lebih besar. Sebuah gerobak dapat menampung 50 ton atau 2 truk kontainer. Padahal, kereta batu bara di Sumsel mampu mengangkut 61 gerbong atau 3.000 ton sekaligus. Jika diangkut dengan truk, dibutuhkan sekitar 120 truk.
Pengangkutan barang dengan kereta api tentunya mendukung biaya logistik yang lebih efisien serta mengurangi dan menurunkan polusi sehingga mendukung kelestarian lingkungan, kata Dedic.
Artikel Kolaborasi BUMN: Sinergi PTBA, KAI, dan SMBR Tingkatkan Logistik Batu Bara di Kertapati pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>