Artikel Kalahkan Udinese, Atalanta Geser Inter Milan dari Posisi Dua Klasemen Serie A Liga Italia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dengan hasil ini, tim asuhan pelatih Gian Piero Gasperini berhasil meraih enam kemenangan beruntun di Liga Italia. Atalanta telah menyingkirkan Inter Milan dari peringkat kedua dan sejajar dengan pemuncak klasemen Napoli dengan 25 poin. Napoli dan Inter Milan baru akan bertemu WIB pada Senin dini hari (11/11) di Giuseppe Meazza.
Berdasarkan laman resmi Liga Italia, Udinese berada di peringkat 9 dengan 9 poin setelah 12 pertandingan.
Atalanta unggul terlebih dahulu pada menit ke-13 lewat gol Matteo Letegui yang menerima bola rebound tembakan Matteo Ruggeri. Namun gol tersebut dianulir karena Ademola Lookman berada dalam posisi offside.
Udinese memimpin pada menit 45+3. Hassan Kamara mengkonversi umpan Florian Thauvin dengan tendangan jauh untuk mengubah skor menjadi 1-0.
La Dea, julukan Atalanta, kemudian mencetak gol pada menit ke-56. Mario Pašić dengan mudah mencetak gol dari titik penalti setelah menerima umpan dari Raul Belanova. Skornya 1-1.
Pertandingan dimenangkan pada menit ke-60. Isaac Toure mencoba mencegat umpan pemain Atalanta, namun umpan tersebut malah masuk ke gawangnya sendiri.
Artikel Kalahkan Udinese, Atalanta Geser Inter Milan dari Posisi Dua Klasemen Serie A Liga Italia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Gasperini Tepis Pembicaraan Soal Peluang Atalanta Juara Serie A Liga Italia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Atalanta kini berada di urutan kedua dengan 22 poin, tertinggal tiga poin dari Napoli, setelah mencatatkan lima kemenangan beruntun di Serie A. Namun Gasperini tak mau terlalu bersemangat.
“Masih ada 27 pertandingan tersisa dan jika Anda melihat Atalanta memenangkan Scudetto, saya menghargai pendapat Anda,” ujarnya kepada wartawan.
“Tetapi semua pemain berbeda, saya tidak tahu apakah kami akan selalu bisa memiliki struktur yang kuat. Jika kami bisa sedikit memperluas lingkaran dengan pemain lain, kami akan meningkat, tapi kita lihat saja nanti.
Pelatih berusia 66 tahun itu menyebut ada potensi perkembangan seiring masuknya pemain baru ke dalam tim.
“Inti dari tim ini sangat kuat karena tahun lalu kami menghadapi Liga Europa dan mengamankan tempat di Liga Champions di mana kami bermain setiap tiga hari,” ujarnya.
Atalanta, kata dia, kehilangan Teun Koopmeiners yang pindah ke Juventus, namun La Dea mendapatkan beberapa pemain baru. Mateo Retegui dinilai Gasperini sebagai yang tercepat.
“Seberapa baik kami dapat mengintegrasikan pemain-pemain baru ini akan menentukan daya saing kami,” tegasnya.
Wakil kapten Atalanta Marten De Roon mendukung pernyataan pelatihnya. Ia menyebut Atalanta menunjukkan mereka berada di level tinggi dengan sejumlah hasil positif yang diraih.
“Kami belum memikirkan Scudetto, itu masih sangat jauh dari tujuan kami. Kami harus tetap rendah hati. Di akhir kompetisi kita akan lihat ke mana kami bisa melangkah. Kami punya cara bermain yang sangat jelas, selalu menekan tinggi untuk ‘Untuk menjaga agar para striker tetap tinggi’, katanya kepada DAZN.
Artikel Gasperini Tepis Pembicaraan Soal Peluang Atalanta Juara Serie A Liga Italia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>