Artikel JAHANGIR NEWS Merajut Identitas: Pelestarian Batik Lewat Literasi di Era Modern pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Literasi batik yang mencakup pemahaman mendalam tentang sejarah, teknik produksi, dan filosofi di balik setiap motif menjadi kunci pelestarian batik sebagai warisan budaya suatu negara.
Menurut Sophia Nuraini, Kepala Perpustakaan Universitas Nusa Mantri (UNM), perpustakaan memainkan peran kunci dalam inisiatif ini sebagai pusat informasi dan pengetahuan. Dengan koleksi buku batik, jurnal, dan berbagai sumber digital, perpustakaan menjadi referensi penting bagi siapa saja yang ingin mendalami keindahan dan kompleksitas batik.
“Menjadi Batik bukan sekedar mengetahui perbedaan tema dan nama Batik. Konsepnya mencakup pemahaman tentang sejarah, teknik, makna simbolik dan peran Batik dalam masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (7/10/2024). ).
Sophia menekankan, berbagai inisiatif bisa dilakukan untuk meningkatkan literasi Patik. Pemanfaatan teknologi merupakan salah satu cara untuk menjangkau masyarakat luas.
“Generasi muda mempunyai peran penting dalam menjaga kerentanan. Dengan memperbanyak pengetahuan tentang batik sejak kecil, mereka diyakini bisa lebih menghargai dan mencintai batik sebagai bagian dari jati diri bangsa. “Melalui literasi batik, kami berharap masyarakat khususnya generasi muda dapat memahami dan melestarikan batik sebagai bagian integral dari identitas budaya Indonesia,” jelasnya.
Hari Batik Nasional ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga Batik dengan baik, kata Sophia. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan rajin membaca buku, artikel, atau mengikuti workshop vokal.
“Undang keluarga dan teman Anda untuk bergabung dalam upaya ini. “Bersama kita bisa melestarikan batik dan terus meminati generasi muda,” tegas Sophia.
Ia menambahkan, Batik bukan sekedar gelar melainkan cerminan jati diri bangsa. Dengan meningkatkan literasi membatik, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih baik.
“Mari kita wariskan kecintaan terhadap pati kepada generasi penerus agar pati Indonesia dikenal dan diakui di seluruh dunia,” tutupnya.
Artikel JAHANGIR NEWS Merajut Identitas: Pelestarian Batik Lewat Literasi di Era Modern pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Mengenalkan Batik Sejak Usia Dini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sesi konferensi diawali dengan rincian rencana program Astra Sustainable Social Contribution to Smart Indonesia yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.
YPA-MDR senantiasa berkontribusi dalam peningkatan kualitas manusia di daerah tertinggal dan strategis dengan kerangka umum 4 pilar untuk mewujudkan generasi Indonesia cerdas yang mengikuti standar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
Setiap mahasiswa dibekali untuk sukses secara akademis, memiliki kecakapan hidup yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, menikmati seni dan budaya daerah, dan membangun karakter berdasarkan nilai-nilai terbaik Indonesia serta memiliki prasarana dan sarana fisik.
Pada tahun 2024, YPA-MDR akan menerima 4 wilayah baru untuk Program Dukungan Pendidikan, yaitu 13 sekolah di Kecamatan Leuwidamar Wilayah Lebak, 14 sekolah di Kabupaten Pandawai Provinsi Sumba Timur, 6 sekolah di Kecamatan Bentian Besar dan 3 di Kabupaten Damai. , Provinsi Kutai Barat, dan 6 sekolah di Kecamatan Cikande, Provinsi Serang.
Secara total, YPA-MDR telah menambah 42 sekolah negeri untuk menjadi sekolah sasaran status sekolah unggul dalam perspektif global.
Prestasi yang diraih YPA-MDR tahun ini antara lain keberhasilan 3 siswa yang lolos ke peringkat nasional pada Olimpiade Sains Nasional (OSN), panen perdana tiket Hidroponik produksi SMKN 1 Pandak, tambah guru 5 yang dinobatkan sebagai juara. Lomba Kreativitas Guru (LINKAR), dan peluncuran Batik Kitengesari Kido dan Batik Gedangsari Kido Ciptakan wadah belajar.
Pada tanggal 2-3 Oktober 2024, YPA-MDR merayakan Hari Batik Nasional dengan mengadakan pameran karya Batik di Kantor Pusat Astra, Gedung B dan Menara Astra yang mengundang anggota PFI-J untuk membatik canting bersama Masyarakat Kecil Pembatik dari Yogyakarta.
Masyarakat Kecil Pengrajin Batik merupakan program pengembangan khusus yang dilaksanakan sejak tahun 2021 bagi siswa-siswa terpilih dari seluruh sekolah binaan, hingga kini berjumlah 134 siswa, sebagian besar 99 siswa berasal dari Kecamatan Gedangsari dan 35 siswa dari Kecamatan Pandak yang memiliki passion dan bakat. batik
“Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengakuan dan sarana bagi siswa untuk berkreasi serta meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri karena kami percaya bahwa kesuksesan dapat dicapai melalui bidang belajar mandiri yang dapat memberikan kecakapan hidup di masa depan”, ujar YPA. . . – Presiden MDR Gunawan Salim.
YPA-MDR terus mendukung peningkatan pendidikan di sektor tertinggal dan strategis melalui pendidikan akademik dan non-akademik dengan tujuan membangun masa depan siswa yang berkelanjutan.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Mengenalkan Batik Sejak Usia Dini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>