Artikel Presiden Prabowo Menitikkan Air Mata di Hadapan Para Guru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami memahami, kami memahami upaya kami, upaya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, upaya Menteri Keuangan, kami memahami bahwa apa yang kami berikan saat ini bukanlah apa yang dibutuhkan, ingatlah ini adalah upaya kami. dan kami akan terus berusaha,” kata Prabowo.
Dia berteriak sampai dia menitikkan air mata dan harus menyeka hidungnya. Lalu Prabowo teringat akan foto ayahnya yang seorang guru. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan komitmen dan tekad pemerintahnya untuk meningkatkan pendidikan.
Prabowo menegaskan, pendidikan yang berkualitas adalah kunci keberhasilan bangsa, dan kunci dari pendidikan yang berkualitas adalah guru. Ia juga mengatakan telah meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan guru dan berjanji akan membekali setiap sekolah dengan televisi canggih agar tidak ada sekolah terpencil yang tidak memiliki pengajaran yang baik.
Prabowo menegaskan, segala bentuk kebocoran informasi mengenai korupsi, perjudian internet, penyelundupan, dan segala bentuk penipuan harus dihentikan. Oleh karena itu, saya mohon kekuatan para guru, saya mohon kesabaran para guru, saya mohon kepercayaan para guru kepada kami, kata Prabowo.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar puncak Hari Guru Nasional 2024 dengan menghadirkan Presiden Prabowo Subianto dan rombongan menteri serta pejabat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, kehadiran Presiden Prabowo Subianto beserta para menteri dan pejabat lainnya merupakan bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan pendidikan Tanah Air sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, yang telah hadir pada acara Hari Guru Nasional Tahun 2024. Kedatangan Presiden ini menunjukkan kedekatan beliau dengan para guru dan komitmennya terhadap kemajuan guru. pendidikan nasional,” kata Muti di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis.
Sejumlah menteri dan pejabat yang hadir pada puncak acara penutupan perayaan Hari Guru 2024 adalah Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Hak Asasi Manusia Muhaimin Iskandar, Menteri Negara Prasetyo Hadi. .
Kemudian Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Satryo Soemantri Brojonegoro, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Dalam Negeri. Pembangunan Perdesaan dan Kawasan Miskin Yandri Susanto.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Bina Teknik Rini Widyantini, Menteri Tenaga Kerja Yassierli, Menteri Pemuda dan Olahraga A.B. Nandito Ariotedjo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima RI Pol Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Presiden Letjen. Jenderal. TNI (Purn) AM Putranto, Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Layanan Umum Haryomo Dwi Putranto.
Kemudian, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi.
Siswa yang luar biasa…
Artikel Presiden Prabowo Menitikkan Air Mata di Hadapan Para Guru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Guru: Dunia Pendidikan di Persimpangan yang Berbahaya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Setiap kali Anda mengganti menteri, Anda mengubah kurikulumnya.” Kata-kata ini sering diucapkan ketika pemerintahan baru dilantik. Namun pergantian menteri atau pergantian kurikulum, pendidikan Indonesia memang seperti itu, tidak banyak berubah.
Hal itu diungkapkan Muhammad Ali Sodikin (43 tahun), guru SMK di Kecamatan Jambu, Semarang, Jawa Tengah. Ali menilai kondisi pendidikan Indonesia saat ini jauh dari harapan.
Kualitas pendidikan masih kalah jauh dibandingkan negara maju, banyak guru yang terjebak pada formalitas, pendidikan terfokus pada mencetak anak dalam jumlah besar di atas kertas, sebagai produk sistem pendidikan anak.
Permasalahan tersebut hanyalah sebagian kecil dari permasalahan yang dihadapi pendidikan Indonesia saat ini. Ali menggambarkan dunia pendidikan saat ini berada di persimpangan jalan yang berbahaya. Menurut Ali, perubahan kurikulum tidak akan mengubah mutu pendidikan menjadi lebih baik jika permasalahan mendasar dalam dunia pendidikan tidak diatasi.
Menurutnya, berapa kali pun kurikulum diubah, pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Meski demikian, Ali tidak memungkiri bahwa kurikulum dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Contohnya program Merdeka, ketika dilaksanakan banyak yang salah kaprah tentang kurikulumnya. Banyak yang punya target angka dan memenuhi angka itu penuh manipulasi, yang penting bisa capai angkanya, jadi programnya bikin senang, padahal Yang terjadi di bawah tidak,” kata Ali di SMK Negeri 1 Jambu Republik Guru, Selasa (26/11/2024).
Faktanya, berapa kali pun kurikulum diubah, itu akan terjadi. Karena kurikulum yang tepat, guru sendirilah yang menjadi pemimpin dan teladan bagi anak. “Karena berapa kali pun kurikulum diubah, hasilnya tetap sama,” ujarnya yang sudah menjadi guru sejak tahun 2005 itu.
Ali mencatat, masih banyak guru atau pendidik yang mengajar anak-anak, seraya menekankan banyaknya angka yang tertulis di kertas. Faktanya, hubungan antara guru dan anak tidak hanya sebatas tembok akademis saja, namun lebih dari itu.
Menurutnya, banyak guru yang masih fokus pada konten atau pengetahuan materi. Padahal seharusnya guru fokus pada pengembangan manusia, dalam hal ini siswa.
“Kita perlu fokus pada orangnya, bagaimana orang tersebut bisa berempati, bagaimana anak ini bisa menghargai orang lain dan lebih menghargai pemikiran orang lain, dan itu tidak terjadi di Indonesia,” jelas Ali.
Artikel Guru: Dunia Pendidikan di Persimpangan yang Berbahaya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>