Artikel IDEAS: Guru Honorer di 220 Kabupaten/Kota Masih Bergaji di Bawah Rp 1 Juta pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Bahkan di 220 kabupaten/kota yang gajinya turun di bawah Rp 1 juta, ini merupakan peringatan keras bahwa sistem pendidikan kita masih jauh dari ideal,” kata Agung Pardini, Direktur Advokasi Kebijakan IDEAS di Jakarta (2024) (25 November , 2016).
Ia menekankan, langkah konkrit dan kerja sama antardepartemen harus segera dilakukan untuk memastikan kesejahteraan guru honorer tidak lagi menjadi pekerjaan rumah yang terus menerus. Sebab, permasalahan ini tidak hanya terjadi pada tingkat sekolah dasar. Situasi yang lebih buruk terjadi di madrasah.
Sebanyak 328 kabupaten/kota dari 492 kabupaten/kota memberikan gaji kurang dari Rp 1 juta kepada guru Madrasah Ibtidaiya (MI). Sementara itu, 320 kabupaten/kota dari 483 kabupaten/kota memberikan gaji kurang dari Rp 1 juta kepada guru Madrasah Tsanawija (MTS).
Kedua, gaji guru besar emeritus Madrasah Aliya (MA) di 239 kabupaten/kota juga berada pada kisaran gaji rendah yang sama.
Artikel IDEAS: Guru Honorer di 220 Kabupaten/Kota Masih Bergaji di Bawah Rp 1 Juta pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Sekolah Indonesia Davao Semarakkan Hari Guru dengan Kegiatan Unik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Peringatan kali ini mengusung tema Guru Hebat, Indonesia Kuat, diawali dengan upacara bendera yang dihadiri seluruh keluarga besar SID, dengan seluruh guru mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang dibacakan oleh Bapak M. Heru Santoso, ditegaskan bahwa peran guru selain sebagai agen ilmu pengetahuan juga mempunyai peran sebagai agen peradaban. Dari tangannya lahir manusia Indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia.
Usai penyerahan bendera, kegiatan dilanjutkan dengan fashion show dan lomba matematika.
“Guru bukanlah orang yang hebat, namun orang yang hebat lahir dari tangan guru yang baik,” demikian pesan Bapak Rinto Soehartono selaku wakil direktur Sarpras dalam sambutannya sebelum dimulainya peragaan busana dan lomba matematika. Pesan ini mengingatkan kita betapa pentingnya peran guru dalam berbangsa dan bernegara.
Peragaan busana tersebut menampilkan karya para siswa SMA yang mendesain pakaian dari bahan plastik, kertas, dan koran bekas sisa KJRI Davao City dan kantor SID.
Acara diakhiri dengan ramah tamah, dimana para siswa menempelkan kesan dan pesan atau gambar gurunya ke dalam bingkai bekas kartun buatan pengurus OSIS.
Acara Hari Guru Nasional Tahun 2024 ini terealisasi berkat dukungan Kantor Atase Pendidikan KBRI Manila, dan dukungan KJRI Davao City.
Artikel Sekolah Indonesia Davao Semarakkan Hari Guru dengan Kegiatan Unik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Segini Rata-rata Gaji Guru Honorer di Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Di bawah ini adalah data rata-rata gaji guru ternama di Indonesia.
Guru SD : Rp 1,2 juta per bulan Guru SMP : Rp 1,9 juta per bulan Guru SMA : Rp 2,7 juta per bulan Guru SMK : Rp 3,3 juta Guru Madrasah Ibtidaiya (MI) : Rp 780 ribu per bulan Madrasah Tsanavi (MT ) ) Guru : Rp 785.000 per bulan Madrasah Aliyah (MA) Guru : Rp 984.000 per bulan
“Dari 3,7 juta guru di Indonesia, 56 persennya merupakan guru terhormat, namun rata-rata pendapatan mereka masih di bawah standar yang relevan,” kata Agung Pardini, direktur advokasi kebijakan IDEAS di Jakarta, Senin (25/11/2024).
Agung mengatakan, meski alokasi Dana BOS mencapai 50-60 persen untuk gaji guru-guru terhormat, namun masih belum mencukupi. Situasi menjadi sulit di daerah yang jumlah siswa dan gurunya sedikit, terutama di sekolah madrasah.
Agung menegaskan, perlu langkah konkrit seperti penerapan kebijakan Guru Kontrak Swasta (KKI) di DKI Jakarta yang terbukti mampu meningkatkan pendapatan dan status guru terhormat. “Kebijakan ini dapat diambil sebagai solusi sementara sambil menunggu reformasi besar-besaran pada sistem pendidikan di tingkat daerah lainnya,” tambahnya.
Sekretaris Greater Edunia, Dompet Duafa Mulyadi Saputra, menekankan perlunya kerja sama lintas sektoral. “Negara tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak, termasuk lembaga amal, harus bersatu mendukung kesejahteraan guru-guru terhormat,” kata Mulyadi.
Artikel Segini Rata-rata Gaji Guru Honorer di Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Miris, Rerata Gaji Guru Honorer Madrasah tak Sampai Rp 1 Juta pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>REPUBLIKA.COID, JAKARTA – Secara umum, kesejahteraan guru honorer di Indonesia masih memprihatinkan. Tampaknya, situasi guru honorer yang mengajar di berbagai jenjang madrasah bahkan lebih buruk lagi.
Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Institute for Demographic and Welfare Studies (IDEAS) melaporkan bahwa 56 persen dari 37 juta guru di Indonesia, atau sekitar 2,06 juta, adalah guru honorer.
Paling rendah Rp 1,2 juta per bulan untuk guru honorer tingkat sekolah dasar menengah pertama di sekolah negeri. Sedangkan rata-rata gaji guru honorer tingkat SMP sebesar Rp1,9 juta, SMA sebesar Rp2,7 juta, dan tingkat SMK sebesar Rp3,3 juta.
Di tingkat Madrasah, keadaannya bahkan lebih buruk lagi. Rata-rata gaji guru Madrasah Kehormatan SD (MI) hanya Rp780.000 per bulan, Madrasah Tsanawi (MTs) Rp785.000, dan Madrasah Ali (MA) Rp984.000.
“Di beberapa daerah, masih banyak guru honorer yang berpenghasilan kurang dari Rp500.000 per bulan,” kata Agung Pardini, Direktur Pembelaan Kebijakan Ide, Senin (25/11/2024).
Sebagai contoh kecil dari data tersebut, rata-rata upah minimum provinsi (UMP) di Indonesia pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 3,1 juta. Gaji daerah tertinggi Rp5,3 juta dan terendah Rp2 juta.
Temuan IDEAS juga menunjukkan adanya variasi yang besar dalam pendapatan guru honorer di berbagai daerah, dimana 220 kabupaten/kota membayar gaji guru honorer SD kurang dari Rp 1 juta. Faktanya, kondisinya lebih buruk di tingkat MI, dimana 328 kabupaten/kota menawarkan gaji yang setara.
Sumber utama gaji guru honorer adalah Dana Dukungan Operasional Sekolah (OSF). Meskipun maksimal 50 persen anggaran dialokasikan untuk sekolah komunitas dan 60 persen untuk sekolah madrasah, namun hasilnya tidak memberikan pendapatan yang diperlukan bagi guru honorer.
“Simulasi kami menunjukkan, meski porsi dana BOS besar, namun situasi tersebut tidak akan cukup meningkatkan kesejahteraan guru honorer secara signifikan,” kata Agung.
IDEAS merekomendasikan beberapa langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah mencontoh kebijakan DKI Jakarta yang mengangkat guru honorer menjadi guru kontrak swasta (KKI). Kebijakan ini memberikan kejelasan status pekerjaan dan penghasilan yang baik bagi guru honorer.
Agung juga menekankan pentingnya intervensi langsung oleh pemerintah pusat dan daerah. “Kesejahteraan guru honorer harus menjadi prioritas utama, tidak bisa hanya bergantung pada alokasi dana BOS saja,” tegasnya.
Anak tiri dari sistem pendidikan…
Artikel Miris, Rerata Gaji Guru Honorer Madrasah tak Sampai Rp 1 Juta pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Deretan Artis yang Pernah Jadi Guru dan Dosen, Ada yang Masih Aktif pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Seniman Indonesia ada yang berperan sebagai guru atau pendidik sebelum dikenal masyarakat, dan ada pula yang masih mengajar hingga saat ini. Berikut daftarnya:
1.Kiky Saputri
Sebelum menjadi komedian terkenal, Kiky Saputri pernah bekerja sebagai guru terhormat di sebuah sekolah swasta di Jakarta Timur. Kiky yang memiliki gelar sarjana ini mengajar kelas bahasa Indonesia SMP dan SMA. Kiky pun bercerita, gajinya saat itu sangat kecil yakni Rp 600 ribu per bulan.
2. Dodit Mulyanto
Dodit Mulyanto juga berprofesi sebagai guru sebelum beralih profesi menjadi komedian. Dalam sebuah acara wawancara, Dodit mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang guru yang mengajar Geografi di sekolah menengah pertama (SMP) di Surabaya.
3.Lukman Sardi
Dalam beberapa podcast, aktor kondang itu mengaku mencoba mengajar Taman Kanak-Kanak (TK). Lukman mengaku sangat menyukai anak-anak sehingga tertarik dengan pekerjaan sebagai guru di Cikal. Melalui mengajar dan berinteraksi dengan anak-anak, Lukman mengaku menemukan kebahagiaan.
4.Isyana Saraswati
Setelah menyelesaikan studi musiknya di Nanyang Academy of Fine Arts Singapura, Isyana Sarasvati nampaknya akan mengajar sebagai guru musik anak-anak. Musisi serba bisa ini telah menjadi guru selama dua tahun dan memiliki sekitar 10 siswa.
Artikel Deretan Artis yang Pernah Jadi Guru dan Dosen, Ada yang Masih Aktif pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Hari Guru, Mendikdasmen Upayakan tak Ada Lagi Kriminalisasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Departemen berupaya menjamin keselamatan para guru agar dapat bekerja dengan damai dan bebas dari segala bentuk ancaman dan kekerasan dari siapapun,” kata Mendikbud dalam keterangannya menyambut Hari Guru. Pidato selamat datang hari guru. Jakarta, Senin (25/11/2024). “Bahkan guru pun tidak boleh melakukan kekerasan apa pun,” katanya.
Terkait upaya perlindungan guru, Kementerian Pendidikan Dasar menandatangani nota kerja sama dan kolaborasi dengan Polri. Menteri Pendidikan yang pertama mengatakan hal itu mencakup kesepakatan bahwa masalah kekerasan dalam pendidikan harus diselesaikan dengan cara damai dan bersahabat atau bahwa guru hanya boleh diberi kompensasi tanpa menjadi pelaku.
Kesepakatan mengenai hal ini sebelumnya telah ditandatangani Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Polri pada tahun 2022. Saat itu kedua pihak menandatangani nota kesepahaman mengenai perlindungan hukum terhadap profesi guru. Nota Kesepahaman tersebut diberi tanda PGRI 606/Um/PB/XXII/2022 dan Polri NK/26/VIII/2022.
Secara khusus perlindungan dan penegakan hukum pada profesi guru dijelaskan dalam Pasal 4 ayat 1 dan 2, PGRI dan POLRI bekerja sama untuk melindungi profesi guru, guru, dan tenaga kependidikan dari kekerasan, ancaman, perilaku diskriminatif. , intimidasi atau perlakuan tidak pantas di masyarakat.
Kemudian dari sisi penegakan hukum, Pasal 5 ayat 1, 2, dan 3 menyebutkan apabila PGRI atau Polri menerima laporan atau pengaduan masyarakat mengenai adanya tuntutan pidana yang dilakukan oleh guru, maka kedua belah pihak akan dimudahkan dalam penyidikannya. Apabila hasil penyidikan pidana tidak membuahkan hasil, pengelolaannya diserahkan kepada Dewan Kehormatan Guru (DKG) dan jika terbukti tindak pidana ditangani oleh kepolisian sesuai aturan yang ditetapkan undang-undang.
Apabila guru merasa mengalami kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perilaku tidak pantas dari masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 Ayat 1, 2, 3, dan 4; Guru dapat meminta bantuan keamanan dari polisi baik secara pribadi melalui praktik penemuan, investigasi, pengamanan dan kegiatan perekrutan, atau melalui keamanan terbuka melalui peraturan, patroli, pengawalan dan patroli.
Meskipun ada perjanjian ini, kejahatan terhadap guru terus berlanjut. Hal terbaru menimpa Supriya, guru ternama di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Baito 4 di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Dia ditangkap atas tuduhan penyerangan terhadap anak seorang anggota polisi.
Supriyani membantah bahwa dialah yang memukulnya dan mengatakan bahwa dia mencoba menyalahkannya. Setelah menarik perhatian publik dan menghasut aksi mogok guru, jaksa menuntut pembebasan guru tersebut.
Menurut Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, sepanjang tahun 2015 hingga 2020, terdapat lebih dari 150 kasus kejahatan guru di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar kasus ini berkaitan dengan tindakan guru yang bertujuan untuk menghukum siswa.
Namun di sisi lain, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merilis sejumlah guru terlibat kasus kekerasan di bidang pendidikan pada Januari-Juli 2024. Saat itu, ada sekitar 15 kasus. kekerasan Ini diklasifikasikan sebagai berbahaya dan ditangani oleh polisi. Dari jumlah tersebut, 13,33 persen dilakukan oleh kepala sekolah, 20 persen oleh guru, 53,3 oleh teman sejawat, dan 13,33 oleh siswa senior.
Artikel Hari Guru, Mendikdasmen Upayakan tak Ada Lagi Kriminalisasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>