Artikel Realisasi Investasi Manufaktur 2024 Capai Rp 721,3 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Ini memiliki upaya pemerintah untuk mendorong pekerjaan dalam investasi.” Kata Argus.
“Keterlibatan Industri, Lingkup, Penting
Artikel Realisasi Investasi Manufaktur 2024 Capai Rp 721,3 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Segini Dana yang Dibutuhkan RI untuk Hilirisasi 28 Sektor pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Segini Dana yang Dibutuhkan RI untuk Hilirisasi 28 Sektor pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pemerintah Fokuskan Kebijakan Ekonomi pada Hilirisasi dan Dukungan untuk UMKM pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Erlanga menjelaskan, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan program terkait lintas impor, bantuan pelabuhan impor, dan penetapan harga gas untuk beberapa sektor industri.
“Pemerintah akan membentuk gugus tugas khusus untuk membahas program-program tersebut secara detail,” kata Erlanga.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan pasar dalam negeri agar usaha kecil dan menengah (UMKM) dapat lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekspor. “Tentunya akan kami diskusikan lebih lanjut dengan kementerian terkait,” ujarnya.
Erlanga juga menyinggung keberlanjutan program seperti Creidais Ghivachas an Sluaigh (KUR), Mekar dan Makmur yang akan terus digalakkan Kementerian BUMN. “Kami meyakini, mendukung UMKM melalui program-program tersebut sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan komitmen pemerintah terhadap hilirisasi pembangunan, termasuk pengembangan hilirisasi aluminium di Kalimantan Barat. “Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam kita, tetapi akan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing nasional,” ujarnya.
Artikel Pemerintah Fokuskan Kebijakan Ekonomi pada Hilirisasi dan Dukungan untuk UMKM pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dukung Hilirisasi, Freeport Indonesia dan Antam Sepakati Perjanjian Jual Beli Emas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Dengan adanya kerjasama ini, kami melihat MIND ID, ANTAM dan Freeport Indonesia bekerja sama demi kebaikan negara. Indonesia harus menjadi negara yang mandiri,” kata Eric dalam sambutannya.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri ESDM Juliet Tanjung menjelaskan pentingnya peran smelter PTFI dalam pengembangan industri pemurnian emas di Indonesia. “Pemerintah telah mengamanatkan PTFI untuk membangun smelter tembaga dan pabrik pemurnian tanah liat anoda atau Pemurnian Logam Mulia (PMR) melalui Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK),” kata Elliott.
Ulliot menambahkan, kerja sama PTFI dengan ANTAM merupakan komitmen untuk mengembangkan industri pengolahan mineral di Indonesia dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Sementara itu, Tony Venas menyampaikan PMR PTFI merupakan salah satu kilang emas murni di Indonesia yang mampu mengolah 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun, serta logam Grup Platinum yaitu 30 kg platinum, 375 kg. paladium.
“Produksi emas pertama dari PMR PTFI direncanakan pada minggu kedua Desember 2024. Perkiraan saat ini 0,5 ton pada akhir tahun 2024 dan 4,75 ton pada triwulan I tahun 2025,” kata Tony.
Tony menegaskan, penandatanganan perjanjian jual beli emas antara Freeport Indonesia dan ANTAM merupakan komitmen penerapan aliran tersebut di Tanah Air.
Direktur Utama ANTAM Nico Kanter menjelaskan sinergi PTFI dan ANTAM merupakan langkah penting dalam mewujudkan kemandirian Indonesia di sektor pertambangan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan mendorong konsumsi produk dalam negeri.
Sinergi pengadaan emas dari PTFI ini merupakan komitmen ANTAM untuk memperkuat bisnis emas logam mulia guna memenuhi kebutuhan investasi emas masyarakat. Selain itu, dengan meningkatkan pengadaan komoditas dalam negeri, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan impor, kata Niko.
Dalam perjanjian bisnis ini, ANTAM akan membeli 30 ton emas dengan kemurnian 99,99 persen dari PTFI. Bahan baku emas PTFI akan diolah ANTAM di fasilitas pengolahan dan pemurnian logam mulia yang nantinya akan menjadi produk logam mulia ANTAM. Melalui kemitraan strategis ini, PTFI dan ANTAM terus berkontribusi membangun industri pertambangan nasional yang berdaya saing. Untuk mempercepat realisasi visi Emas Indonesia, inflow merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar.
Artikel Dukung Hilirisasi, Freeport Indonesia dan Antam Sepakati Perjanjian Jual Beli Emas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Ini Optimisme BRI Pada Kebijakan Ekonomi di Era Pemerintahan Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sumber daya mineral dan produk pertanian, seperti minyak sawit, mengalami penurunan. Kemudian pemerintah juga akan melihat kebijakan yang mengarah pada pangan dan energi.
Terkait kebijakan pemerintah tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso memaparkan dua rencana tersebut saat menjawab pertanyaan media pada Konferensi Pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2024 di Jakarta (30/10/2024). Pertama, sistem sasaran nasional, dimana Bank selalu melakukan analisis terkait. Tahap kedua, BRI melihat peluang bisnis terkait kebijakan pemerintah.
“Dan berdasarkan analisis kami, seharusnya data yang kami analisis, hasilnya adalah sebagai berikut. Minimal 6 persen, menurut perhitungan BRI,” kata Sunarso dalam konferensi pers, Rabu (30/10/10) memaparkan kinerja BRI tahun ketiga. . /2024).
Saat ini, target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen sudah melampaui hasil survei BRI. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan keduanya selaras dalam mencapai tujuan keluar dari jebakan tengah.
Sunarso mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, faktor penentu terpenting adalah sumber daya manusia.
“Setelah kita simpulkan tentang human capital, apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kualitas human capital? Itu sumber pangan, ketersediaannya, dan kualitasnya. Kalau program pemerintah, baru lihat pangannya,” tutupnya. mendengarkan
Untuk mendukung swasembada, Sunarso mengatakan, menjamin ketersediaan dan kecukupan pangan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemudian masyarakat dapat memperoleh pendidikan, dalam upaya mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang baik.
Nah, terkait pengurangan di sektor energi, Sunarso menyebut akan sangat meningkatkan perputaran perekonomian.
“Jadi menurut kami di BRI, apakah itu disumbangkan oleh BRI atau diberikan oleh pemerintah, tidak ada bedanya.
Tahap kedua, BRI melihat peluang bisnis terkait kebijakan pemerintah. Hilirisasi merupakan proses penciptaan nilai tambah bagi produk pertambangan dan pertanian dalam negeri.
“Setiap proses penciptaan nilai tambah menghasilkan kemampuan untuk meningkatkan penyerapan kerja. Pada tingkat yang lebih tinggi karena tersentuh oleh teknologi, pekerjaan dan sebagainya,” kata Sunarso.
Oleh karena itu, lanjutnya, akan memperkuat penyerapan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan merangsang pertumbuhan. “Bank akan sangat menikmati bisnis dari peningkatan pendapatan, dan pertumbuhan ekonomi yang berasal dari aktivitas yang menghasilkan produk pertambangan dan produk pertanian.
Sunarso mencontohkan proses pemanenan produk minyak sawit, yang kemudian diolah menjadi minyak sawit, oleokimia, atau kosmetik. Jika tersedia di dalam negeri, maka proses perekonomian di negara tersebut. Soonerso mengatakan penjualan, ekspor, atau konsumsi lokal akan meningkat. Demikian pula pengurangan asupan makanan juga terkait dengan distribusi makanan berlemak.
“Memiliki sejarah yang panjang, mulai dari bidang tujuan pembangunan nasional yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tuntutan antara lain swasembada pangan dan energi, komoditas dan produk pertanian untuk menumbuhkan dan menyeimbangkan perekonomian. Bagi bank pendapatan, ada peluang,” jelas Sunarso.
Artikel Ini Optimisme BRI Pada Kebijakan Ekonomi di Era Pemerintahan Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Incar Swasembada Pangan dan Energi, Ini Arahan Prabowo pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam pimpinan rapat pertama pemerintahan, Presiden juga menyinggung tujuan pangan dan kekuatan pribadi. Menurutnya, hal itu merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Alasannya bisa bersifat internal dan eksternal.
“Dalam pidato saya di hadapan Majelis Pertimbangan Rakyat (MPR) di hari pelantikan saya, saya sampaikan bahwa yang menjadi prioritas utama adalah kita harus makan sendiri karena di dunia kita bisa saja terjadi perang besar kapan saja. pastikan kemampuan kita menafkahi rakyat kita sendiri, swasembada kekuatan penuh,” kata Prabowo, Rabu (23 Oktober 2024) di Gedung Negara, Jakarta.
Bahkan, dia tidak ingin Indonesia bergantung pada faktor eksternal. Penyebabnya karena konflik yang terjadi di belahan dunia lain. Risikonya besar jika negara terus bergantung pada produk luar negeri untuk memenuhi sektor pangan dan energi.
Pada saat yang sama, Presiden yakin modal yang dimilikinya cukup. Indonesia, tegasnya, memiliki banyak sumber daya alam. Itu harus dioptimalkan.
“Kita diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah, sehingga kita tidak perlu ragu untuk memanfaatkannya dengan baik,” kata Prabowo.
Dia juga mendarat. Turun adalah kunci kesuksesan rakyat, menurut Presiden. Dia tidak ingin berhenti hanya pada pembicaraan.
Prabowo meminta sejumlah departemen terkait bertindak cepat. Ada Kementerian Investasi dan Anak Perusahaan/Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM), serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
“Bersama banyak menteri lainnya, dengan bantuan Menteri Koordinator Perekonomian dan Ketua Dewan Perekonomian Nasional, saya mohon segera dibuatkan catatan kerja penting dalam program tindak lanjut kita,” kata Presiden.
Prabowo menyebut ada 26 produk mayor alias penting yang harus turun dalam waktu dekat. Dia mengarahkan departemen terkait untuk segera memperbaiki masalah ini.
Artikel Incar Swasembada Pangan dan Energi, Ini Arahan Prabowo pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BKPM Janjikan Formulasi Baru Percepat Izin Investasi dan Aktivasi Hilirisasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pemerintah mengetahui hal ini. Ahmed Faisal, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (CLIC) Kementerian Investasi, mendesak Surala untuk mencari solusi sekarang.
Apalagi ketentuan Kabinet terbaru sudah sangat jelas soal hilirisasi. Tentu saja sebagian besar industri meminta izin untuk memfasilitasi. Hal ini membuat seluruh proses dari satu aliran ke aliran lainnya lebih cepat dari biasanya.
Bagaimana kita, sebagai kementerian atau kementerian yang memimpin kegiatan saat ini, berjanji untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Ahmad Faisal dalam diskusi panel yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, 11 Januari lalu. , 2024. ).
Rumusnya sudah ada. Namun dia tidak dapat berbicara lebih jauh. Menurut dia, Kementerian Investasi dan Pembangunan Hilirisasi/BKPM/pimpinan lebih berwenang mengkomunikasikan hal tersebut kepada masyarakat.
Pada dasarnya, untuk saat ini, lanjut Faisal, pihaknya sedang memikirkan insentif yang tepat untuk mendukung arus tersebut. Dia mengetahui perbedaan kondisi di lapangan. Misalnya, seorang tukang las membutuhkan waktu 2-3 tahun.
“Jadi percepatan yang bapak sebutkan tadi adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurus suatu usaha, misalnya suatu usaha membutuhkan waktu 180 hari, kalau untuk berinvestasi, seorang investor menunggu 180 hari (untuk suatu usaha). Dan tidak ada keuntungannya kan? “
Faisal menjelaskan, pemerintah mengalami kemajuan dalam penyederhanaan regulasi perizinan. Hal ini akan dilaksanakan melalui Service Level Agreement (SLA/perjanjian layanan bisnis) yang ditetapkan oleh Pemerintah. Detail lebih lanjut mengenai peluncuran ini akan diumumkan dalam satu atau dua bulan ke depan.
“Jadi nanti Pak Menteri harus sampaikan, saya pastikan PS terbit 180 hari, 180 hari, dan ZGH lima, lima hari,” ujarnya.
Kebetulan, lanjutnya, Menteri Investasi dan Hilir Rosanna Reslani pernah aktif sebagai wirausaha dan berada di KADIN. Dia mengetahui masalah industri dengan sangat baik. Saat ini sedang melakukan peralihan izin dari hulu ke hilir.
“Jadi ini adalah kebijakan yang kami ikuti untuk memverifikasi validitas SLA.”
Ditekankan bahwa ini adalah langkah besar. Apalagi setelah pergantian nama. Agar proses investasi lebih efisien, semua peraturan dibuat di awal.
Artikel BKPM Janjikan Formulasi Baru Percepat Izin Investasi dan Aktivasi Hilirisasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemenperin Perkuat Hilirisasi, Tingkatkan Daya Saing Tembaga dan Timah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Setia Dierta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Angkut, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, menjelaskan, Indonesia memiliki cadangan tembaga yang besar. Volumenya sekitar 28 juta ton. Hal ini menjadikannya negara terbesar ketujuh di dunia yang memiliki cadangan tembaga.
Di sisi lain, Indonesia juga merupakan produsen timah terbesar kedua di dunia, menyumbang 14 persen dari total produksi dunia, kata Setia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Menurut Dirjen ILMATE, potensi besar tersebut perlu lebih dioptimalkan. Sehingga memberikan nilai tambah lebih bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, Direktorat Industri Logam akan menyelenggarakan Forum Industri Tembaga dan Timah 2024 di Jakarta pada Selasa (29/10/2024), acara tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan industri tembaga dan timah. dan mendidik.
“Semoga forum ini dapat menjadi wadah diskusi dan kerja sama untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya tembaga dan timah Indonesia serta memperkuat sektor hilir agar lebih kompetitif di pasar global,” kata Setia.
Forum Industri Tembaga & Timah 2024 merupakan kesempatan bagi produsen bahan baku tembaga dan timah untuk bertemu dengan industri pengguna seperti industri kabel listrik, peralatan listrik, dan otomotif. “Dengan menyatukan sektor-sektor tersebut diharapkan dapat tercipta sinergi yang optimal untuk memperkuat rantai pasok nasional dan membuka peluang investasi dan kolaborasi,” imbuhnya.
Selain itu, Dirjen Ilmet menyampaikan salah satu tantangan besar industri tembaga dan timah adalah mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah. Saat ini, sebagian besar tembaga Indonesia diekspor dalam bentuk konsentrat yang bernilai tambah rendah.
Artikel Kemenperin Perkuat Hilirisasi, Tingkatkan Daya Saing Tembaga dan Timah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Mengintip Efek Hilirisasi, Warisan Jokowi yang Siap Dilanjut Prabowo pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terus menerapkan konsep tersebut. Suatu saat, Jokowi menyarankan hal itu harus dilanjutkan. Khususnya di bidang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sektor ESDM sangat penting bagi perekonomian nasional, jelasnya.
“Penambahan nilai di sektor ESDM ini sangat penting, karena nilainya sangat besar. (Pengolahan) penambahan nilai itu harus terjadi di internal, yang kita kirimkan tidak mentah, baru diuntungkan oleh negara lain,” kata Presiden. HUT Tambang dan Shakti ke-79, Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Ia juga mengatakan, kejadian di masa lalu tidak boleh terulang kembali. Tidak mungkin seperti ini lagi. Pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi menciptakan banyak industri spin-off. Karena produk yang dihasilkan harus dimanfaatkan dan dijual kepada konsumen.
Pengaruh ada dimana-mana. Dengan banyaknya peluang kerja yang terbuka. Menurut Presiden, hal ini merupakan sebuah keuntungan yang didapat negara asing, padahal saat ini Indonesia belum tegas menerapkannya.
“Yang kaya, yang negara maju, kita tidak bisa lompat. Saya sering bicara pentingnya hilirisasi. Hilirisasi dalam industri itu penting sekali. Jangan sampai ada yang mundur dari persoalan ini dengan alasan apapun,” kata Jokowi. .
Karena kebijakan pemerintah ini, perusahaan pertambangan harus memiliki smelter. PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menyelesaikan pembangunan smelter keduanya di Gracie, Jawa Timur. PTFI memproses 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
Dengan adanya pabrik tersebut, perseroan kini memproduksi produk sekunder di dalam negeri. “Mereka sudah menggarapnya lebih dari 50 tahun. Krisisnya di mana (sebelumnya)? Bukan di dalam negeri,” kata Jokowi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga kerap membahas hilirisasi di berbagai acara. Bahlil mengatakan, kini manfaatnya sudah terasa. Ia mencontohkan apa yang terjadi di PTFI dan PT AMNT.
Artikel Mengintip Efek Hilirisasi, Warisan Jokowi yang Siap Dilanjut Prabowo pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel MIND ID Ungkap Realisasi Beragam Proyek Dukung Hilirisasi Mineral pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Direktur Portofolio dan Pengembangan Bisnis MIND ID, Dilo Seno Vidagdo mengungkapkan, perseroan telah berhasil melaksanakan sejumlah proyek penting untuk mendukung sektor hilir mineral.
Dilo meyakini hilirisasi akan menciptakan integrasi rantai nilai mineral dan batubara yang berdampak positif pada pengurangan impor dan penguatan industri dalam negeri.
“Utang yang kami lakukan dalam 5 tahun terakhir ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mineral dan batubara, baik untuk industri maupun masyarakat. “Tujuannya untuk mencapai swasembada mineral sehingga tidak perlu lagi mengimpor bahan baku atau produk setengah jadi dari luar negeri,” kata Dilo.
Misalnya, jelas Dilo, pasar Indonesia membutuhkan lebih dari 70 ton emas setiap tahunnya. Dulu, bahan baku pembuatan emas harus diekspor terlebih dahulu kemudian diimpor kembali dengan harga pasar global.
Namun dengan beroperasinya Smelter Freeport Indonesia di bawah payung MIND ID Group, Indonesia kini mampu mandiri memproduksi 50 hingga 60 ton emas untuk kebutuhan dalam negeri.
“Sebelum ada smelter, Indonesia harus mengimpor emas untuk kebutuhan dalam negeri. “Sebenarnya masih ada gap dan itu yang sekarang kita coba kurangi ke depannya,” imbuhnya.
Selain emas, MIND ID juga mulai memproduksi asam sulfat yang sangat dibutuhkan di sektor pertanian, khususnya untuk produksi pupuk. Kami berharap produksi asam sulfat dalam negeri dapat menggantikan impor yang diperlukan.
“Kebutuhan ini dulunya berasal dari impor.” “Padahal asam sulfat sangat dibutuhkan untuk produksi pupuk dalam negeri,” tutupnya.
Tahun ini, MIND ID mencapai tonggak penting distribusi mineral dengan selesainya dua proyek hilir besar.
Pertama, pembangunan pabrik pemurnian konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia di Maniar, Gresik, Jawa Timur yang merupakan smelter tembaga terbesar di dunia dengan nilai investasi sekitar Rp58 triliun.
Smelter ini mempunyai kapasitas input 1,7 juta ton konsentrat per tahun dan mampu memproduksi 650.000 ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 210 ton perak.
Kedua, pembangunan Smelter Alumina Refinery (SGAR) Tahap 1 di Mempavah, Kalimantan Barat yang membutuhkan investasi sebesar Rp16 triliun. Pabrik ini mampu menyerap 3,3 juta ton bijih bauksit per tahun dan menghasilkan satu juta ton alumina sebagai bahan baku aluminium.
Kedepannya, MIND ID berencana untuk terus berinvestasi di SGAR Fase 2 yang akan memperkuat kapasitas produksi alumina dan membangun smelter aluminium.
Dengan berbagai inisiatif hilirisasi tersebut, MIND ID optimis dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat industri nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan daya saing produksi dalam negeri.
Artikel MIND ID Ungkap Realisasi Beragam Proyek Dukung Hilirisasi Mineral pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>