Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

hiv aids Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/hiv-aids/ berita dari seluruh kalangan dunia Thu, 28 Nov 2024 16:56:34 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://jahangircircle.org/wp-content/uploads/2024/10/cropped-jc-32x32.png hiv aids Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/hiv-aids/ 32 32 Cegah HIV/AIDS, Kemenkes Tekankan Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Usia 10 Tahun https://jahangircircle.org/cegah-hiv-aids-kemenkes-tekankan-pentingnya-pendidikan-seks-sejak-usia-10-tahun/ https://jahangircircle.org/cegah-hiv-aids-kemenkes-tekankan-pentingnya-pendidikan-seks-sejak-usia-10-tahun/#respond Thu, 28 Nov 2024 16:56:34 +0000 https://jahangircircle.org/cegah-hiv-aids-kemenkes-tekankan-pentingnya-pendidikan-seks-sejak-usia-10-tahun/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kesehatan menyatakan, pembentukan perilaku seksual yang baik dan pemahaman bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS harus dilakukan sedini mungkin untuk mengatasi masalah HIV/AIDS. situasi di Indonesia. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ina Agustina...

Artikel Cegah HIV/AIDS, Kemenkes Tekankan Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Usia 10 Tahun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kesehatan menyatakan, pembentukan perilaku seksual yang baik dan pemahaman bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS harus dilakukan sedini mungkin untuk mengatasi masalah HIV/AIDS. situasi di Indonesia. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ina Agustina Isturini mengatakan, pembentukan karakter ini dimulai sejak usia sepuluh tahun atau kelas lima sekolah dasar, karena saat ini anak sudah memiliki hal-hal yang berkaitan dengan jenis kelaminnya, misalnya menstruasi. .

Ina menilai informasi ini penting agar mereka dapat menjaga kesehatan reproduksinya, termasuk mencegah mereka tertular penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Selain itu, penting juga untuk dipahami bahwa kita tidak boleh mendiskriminasi atau mengolok-olok pengidap HIV karena hal ini merupakan salah satu hambatan dalam deteksi dan pengobatan.

Mengutip Indeks Stigma 2023, mereka mengatakan 19,5% mengalami diskriminasi oleh petugas kesehatan saat menerima layanan kesehatan terkait HIV dalam 12 bulan terakhir, sementara 15,9% mengalami diskriminasi pada saat yang sama. periode. Koordinator Nasional Inti Muda Indonesia Bella Aubree mengatakan, selain kesehatan reproduksi, membangun perilaku seksual yang sehat juga dengan mengajarkan anak tentang consent, yaitu jika ingin terlibat dalam suatu hal, kebersihan, serta menginformasikan bagian sensitifnya. dari tubuh. yang tidak boleh ditangani oleh orang lain untuk mencegah kekerasan seksual.

Ketika anak tumbuh dan dewasa, mereka diajarkan untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya. Kemudian, kata Aubree, mereka diajarkan tentang seks dan dampaknya, seperti HIV dan AIDS.

Ia mengatakan terdapat modul pendidikan seksualitas (CSE) yang komprehensif baik untuk program sekolah maupun non-sekolah. Sementara itu, pihaknya sebagai jaringan yang mencakup kelompok besar generasi muda juga menggalakkan pendidikan melalui programnya dalam rangka mendidik generasi muda yang tidak bisa bersekolah.

“Sebenarnya banyak orang yang ingin bekerja, termasuk keluarga, keluarga inilah yang seharusnya melakukan tugas memberikan pendidikan seks,” ujarnya.

Ketua UNAIDS di Indonesia, Muhammad Saleem, mengatakan undang-undang terkait pendidikan reproduksi berbeda-beda di setiap negara, bergantung pada budaya dan agama, namun diberikan kepada generasi muda. Dalam pencegahan penularan HIV melalui pendidikan, ia mencontohkan pihaknya yang sedang menggalakkan dokumen Afrika, Education Plus, dimana anak-anak, terutama perempuan, didorong untuk berkonsentrasi belajar selama sepuluh tahun.

“Pengalaman dan penelitian menunjukkan bahwa ketika anak perempuan, maupun anak laki-laki, terutama anak perempuan, bersekolah selama sepuluh tahun, menyelesaikan sekolah menengah atas, peluang mereka terkena masalah kesehatan seksual, HIV/AIDS, sangat rendah, katanya.

Selain itu, kata Saleem, kekerasan terhadap perempuan juga berkurang jika mereka tidak bersekolah. Dokumen ini dibuat karena banyaknya anak-anak yang putus sekolah di Afrika.

Artikel Cegah HIV/AIDS, Kemenkes Tekankan Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Usia 10 Tahun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/cegah-hiv-aids-kemenkes-tekankan-pentingnya-pendidikan-seks-sejak-usia-10-tahun/feed/ 0
Kemenkes Gencarkan Edukasi HIV/AIDS Tekan Prevalensi pada Anak Muda https://jahangircircle.org/kemenkes-gencarkan-edukasi-hiv-aids-tekan-prevalensi-pada-anak-muda/ https://jahangircircle.org/kemenkes-gencarkan-edukasi-hiv-aids-tekan-prevalensi-pada-anak-muda/#respond Thu, 28 Nov 2024 12:10:52 +0000 https://jahangircircle.org/kemenkes-gencarkan-edukasi-hiv-aids-tekan-prevalensi-pada-anak-muda/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pendidikan kesehatan seksual, khususnya pendidikan seks, dipandang sebagai salah satu kunci utama upaya pencegahan HIV/AIDS dan mencapai goal zero. Dengan memberikan informasi yang akurat dan lengkap tentang seks, HIV/AIDS dan cara mencegahnya, mereka yakin hal ini akan...

Artikel Kemenkes Gencarkan Edukasi HIV/AIDS Tekan Prevalensi pada Anak Muda pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pendidikan kesehatan seksual, khususnya pendidikan seks, dipandang sebagai salah satu kunci utama upaya pencegahan HIV/AIDS dan mencapai goal zero. Dengan memberikan informasi yang akurat dan lengkap tentang seks, HIV/AIDS dan cara mencegahnya, mereka yakin hal ini akan memberdayakan generasi muda untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab dan melindungi diri mereka sendiri dan orang lain.

Kementerian Kesehatan telah menetapkan bahwa tujuan pendidikan kesehatan reproduksi bagi generasi muda adalah untuk mencapai tiga tujuan zero HIV/AIDS, yaitu pemberantasan penyakit baru, diskriminasi dan kematian akibat AIDS, serta pengurangan angka kematian ibu dan anak. penularan HIV pada anak, masing-masing. sipilis. Prevalensi HIV di kalangan generasi muda dan dewasa muda, yaitu pada kelompok usia 15-24 tahun pada tahun 2023, mengalami peningkatan di banyak negara dibandingkan tahun 2019. Dewasa, di beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia menunjukkan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dunia. Rata-rata,” ujarnya Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ina Agustina Isturini dalam siaran di sana. Jakarta, Kamis (28/11/2024).

Data SIHA hingga September 2024, kata Ina, menunjukkan 71 persen orang dengan HIV (ODHIV) mengetahui identitasnya, sedangkan 64 persen ODHIV hanya menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) dan hanya 48 persen ODHA yang ikut serta. Perawatannya adalah menguji virus dan membunuh virus. “Untuk mencapai tiga angka nol tersebut, maka 95 persen ODHA, 95 persen ODHIV yang memakai ARV seumur hidupnya, dan 95 persen dari 100 persen ODHA akan tertular HIV, bagi 95 persen ODHA, sebagai bukti efektivitas. pengobatan ARV pada tahun 2030,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ina juga mengapresiasi perlunya peningkatan pendidikan kesehatan reproduksi di kalangan generasi muda dan generasi muda untuk pencegahan dan pengendalian. Beliau menyatakan pentingnya kemitraan dan kerja sama dalam proses ini.

Penasihat Senior Monitoring dan Evaluasi USAID Bantu II Bidang HIV, Aang Sutrisna, mengatakan hingga Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2024, trennya tampak berbeda dari gambar. Pada SDKI 2017 versi 2017, ia menyampaikan bahwa pihaknya memperkenalkan kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS, serta dua perilaku berbahaya, yaitu seks dan penggunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif (narkotika).

Ia mengatakan pengetahuan keseluruhan tentang HIV meningkat antara tahun 2007 dan 2017, namun pengetahuan tersebut meningkat di kalangan usia 20-24 tahun dan perempuan. Ia menambahkan, prakiraan SDKI 2024 menunjukkan pengetahuan masih jauh dari target dan skor pada kedua kelompok umur masih rendah.

Diperkirakan pada tahun 2024 terdapat 40 juta penduduk berusia 15-24 tahun. Data SDKI 2017 menunjukkan, angka hubungan seksual pada penduduk usia 15-20 tahun, tidak termasuk populasi kunci (laki-laki, waria, pelacur, pengguna seks, pengguna narkoba suntik), tidak mencapai lima persen. . .

“Tapi karena jumlah penduduknya besar, 40 juta, maka jumlahnya juga meningkat, jadi kalaupun 5 persen, atau 40 juta, atau bahkan setengahnya, 20 juta, katakanlah 20 juta, besar sekali kalau bisa mencapai 5 persen. 100 ribu Warga berusia 15 tahun atau lanjut usia “Yang berusia 15 hingga 19 tahun pernah melakukan hubungan seks,” ujarnya.

Menurutnya, data yang sama menunjukkan antara tahun 2007 hingga 2017, 0,3-0,1 persen pria berusia 15-24 tahun menggunakan narkoba suntik. Meski angka tersebut terbilang kecil, namun kata dia, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang berjumlah 40 juta jiwa, namun masih banyak.

Artikel Kemenkes Gencarkan Edukasi HIV/AIDS Tekan Prevalensi pada Anak Muda pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/kemenkes-gencarkan-edukasi-hiv-aids-tekan-prevalensi-pada-anak-muda/feed/ 0
Kasus HIV/AIDS di Surabaya Didominasi Usia Produktif, Pakar Bongkar Penyebabnya https://jahangircircle.org/kasus-hiv-aids-di-surabaya-didominasi-usia-produktif-pakar-bongkar-penyebabnya/ https://jahangircircle.org/kasus-hiv-aids-di-surabaya-didominasi-usia-produktif-pakar-bongkar-penyebabnya/#respond Sun, 17 Nov 2024 03:10:28 +0000 https://jahangircircle.org/kasus-hiv-aids-di-surabaya-didominasi-usia-produktif-pakar-bongkar-penyebabnya/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kasus HIV kembali meningkat. Mulai tahun 2024 Sejak Januari hingga Oktober, terdapat 243 pasien aktif pengobatan antiretroviral (ART) di Surabaya. Jumlah ini didominasi oleh penduduk usia kerja. Tentang fenomena ini, pakar imunologi dan mikrobiologi Universitas Airolanga. Agung...

Artikel Kasus HIV/AIDS di Surabaya Didominasi Usia Produktif, Pakar Bongkar Penyebabnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kasus HIV kembali meningkat. Mulai tahun 2024 Sejak Januari hingga Oktober, terdapat 243 pasien aktif pengobatan antiretroviral (ART) di Surabaya. Jumlah ini didominasi oleh penduduk usia kerja.

Tentang fenomena ini, pakar imunologi dan mikrobiologi Universitas Airolanga. Agung Dwi Wahiu Widodo mengatakan salah satu faktor utama penyebab meningkatnya infeksi HIV pada masa produksi adalah kebiasaan merokok. narkoba dan seks bebas. “Salah satu faktornya adalah pengguna narkoba yang tertular melalui jarum suntik. Agung seperti dikutip, Jumat (15/11/2024): “Selain itu penularannya juga melalui hubungan seksual.”

Agung menjelaskan, HIV menular melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi. Oleh karena itu, pengguna narkoba dan seks disebut-sebut sebagai jalur utama penularan HIV pada masa reproduksi.

“Merokok narkoba sangat berbahaya. Mereka menggunakan obat-obatan mirip morfin yang mempercepat penyebaran HIV. Belum lagi jarum suntik yang diganti, kata Agung.

Ia menegaskan, proses mutasi dan glikosilasi terjadi setelah penularan HIV. Ini adalah dua mekanisme yang membantu HIV bertahan hidup di dalam tubuh, menghindari respons imun, dan bahkan tetap menular dalam kondisi yang berbeda.

“Ini tidak signifikan dan menunjukkan proses penularan yang cukup berbahaya di kalangan usia kerja,” ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran HIV selama masa produksi, Agung menyarankan strategi pencegahan yang efektif. Menurutnya, upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi dan informasi yang memadai mengenai pencegahan HIV sedini mungkin.

“Khususnya bagi Generasi Z, pelajar dan masyarakat usia kerja.” “Dengan kampanye ABC, kita bisa mencegah AIDS,” ujarnya.

Kegiatan ABC terdiri dari pantang, yaitu sikap berhenti atau tidak melakukan aktivitas seksual, terutama pada pasangan yang belum menikah. Kemudian setia atau setia dan tekankan kesetiaan kepada mereka yang menjadi pasangannya. Dan yang terakhir adalah apartemen.

“Kampanye kondom bukan berarti kita mengajarkan hal yang salah (melegitimasi seks kasual),” ujarnya.

Artikel Kasus HIV/AIDS di Surabaya Didominasi Usia Produktif, Pakar Bongkar Penyebabnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/kasus-hiv-aids-di-surabaya-didominasi-usia-produktif-pakar-bongkar-penyebabnya/feed/ 0
Rawat Penderita HIV, Dokter Ingatkan Bisa Tertular Jika Terjadi Kondisi Ini https://jahangircircle.org/rawat-penderita-hiv-dokter-ingatkan-bisa-tertular-jika-terjadi-kondisi-ini/ https://jahangircircle.org/rawat-penderita-hiv-dokter-ingatkan-bisa-tertular-jika-terjadi-kondisi-ini/#respond Wed, 30 Oct 2024 09:05:09 +0000 https://jahangircircle.org/rawat-penderita-hiv-dokter-ingatkan-bisa-tertular-jika-terjadi-kondisi-ini/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Jika tidak diobati, infeksi HIV dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Salah satu pertanyaan paling umum yang sering muncul adalah apakah HIV dapat menular...

Artikel Rawat Penderita HIV, Dokter Ingatkan Bisa Tertular Jika Terjadi Kondisi Ini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Jika tidak diobati, infeksi HIV dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Salah satu pertanyaan paling umum yang sering muncul adalah apakah HIV dapat menular dari orang sakit ke orang yang merawatnya melalui kontak langsung dengan luka terbuka atau cairan tubuh seperti darah. Dokter spesialis penyakit dalam, konsultan hematologi, ahli onkologi RS Sipto Mangunkusumo Kenkana Jakarta, dr Antika Rachman Sp.PD-KHOM, mengatakan HIV menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti luka terbuka atau darah penderita. . Untuk merawat mereka

Antika bercerita tentang kematian seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di Surabaya, Jawa Timur, setelah merawat ibunya yang mengidap HIV. “Dalam kasus anak kecil yang dirawat oleh ibu yang terinfeksi HIV, kontak langsung antara luka terbuka anak dengan darah ibunya berpotensi menimbulkan risiko,” kata Antica, Rabu (30/10/2024).

Pada kasus bayi meninggal saat merawat ibu yang terinfeksi HIV, Anthika mengatakan kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi bisa menjadi penyebabnya. Selain darah, cairan tubuh antara lain cairan vagina, air mani, dan ASI.

Penggunaan alat kesehatan atau jarum suntik yang tidak steril atau saat menyusui meningkatkan risiko penularan pada bayi jika ibu memiliki viral load atau kadar virus HIV yang tidak terkontrol dalam darahnya. Gunakan sarung tangan saat merawat luka, hindari penggunaan jarum suntik atau non-steril. alat kesehatan yang steril, dan gunting kuku. Atau jangan berbagi benda tajam seperti sikat gigi,” ujarnya.

Antika mengatakan, penting juga bagi orang tua untuk mengetahui apakah anaknya berisiko tertular HIV jika ibunya diketahui mengidap HIV positif. Idealnya, bayi yang lahir dari ibu yang HIV-positif harus dites dalam 48 jam pertama setelah lahir, diikuti pada usia 1 hingga 2 bulan, dan 4 hingga 6 bulan untuk menentukan apakah bayi tersebut terinfeksi.

“Anak-anak bisa dites dengan PCR-DNA untuk mendeteksi keberadaan HIV,” ujarnya.

Anak yang terinfeksi HIV menunjukkan gejala seperti pertumbuhan terhambat, sulit menambah berat badan, sering diare kronis, batuk berulang, infeksi oportunistik seperti pneumonia, atau pembesaran kelenjar getah bening di berbagai bagian tubuh. Antika juga menjelaskan gejala lain yang sulit diobati, seperti infeksi kulit berulang atau infeksi jamur di mulut.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua atau pengasuh untuk mewaspadai gejala yang dialami anak dan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut. HIV tidak dapat menular melalui pelukan, berbagi peralatan makan, atau tinggal serumah dengan pengidap HIV.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengenang, sebagai penderita HIV, penularan HIV tidak terjadi melalui sentuhan, pelukan, berbagi peralatan makan, atau tinggal serumah. Untuk mengurangi stigma, HIV Melanjutkan pendidikan juga penting untuk diketahui semua orang bahwa penularannya tidak melalui kontak sehari-hari.

Artikel Rawat Penderita HIV, Dokter Ingatkan Bisa Tertular Jika Terjadi Kondisi Ini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/rawat-penderita-hiv-dokter-ingatkan-bisa-tertular-jika-terjadi-kondisi-ini/feed/ 0