Artikel Holding Perkebunan dan RSI Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>CEO Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) Muhammad Abdul Ghani mengatakan RSI merupakan asosiasi dimana para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit mempunyai peran strategis dalam aksi khususnya Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Oleh karena itu, Holding Perkebunan Nusantara siap berkolaborasi dengan RSI, yang merupakan wadah bagi seluruh pelaku industri kelapa sawit, mulai dari perusahaan besar hingga petani kecil seperti perkebunan. Menurut Ghani, holding dengan strategi inisiatif 2024-2025 untuk mendukung swasembada pangan dan menuju kemandirian pangan. program baru sumber energi terbarukan, memiliki berbagai program lanjutan.
Strategi tersebut antara lain peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit melalui pengelolaan ramah lingkungan, bottom line pangan dan percepatan peremajaan perkebunan kelapa sawit skala kecil menjadi dorongan penguatan ketahanan pangan melalui program peremajaan PTPN,” jelasnya.
Tumpangsari merupakan program menanam dua tanaman berbeda dalam satu lahan melalui program Peremajaan Kelapa Sawit (PSR), kata dia, sehingga perlu mempercepat PSR menjadi 400.000 hektar per tahun.
Pada tahun 2025, dimungkinkan untuk menciptakan 136.000 ha lahan tanam padi dan memperoleh 476.000 ton tanaman kering di wilayah SSR. Insya Allah dengan dukungan semua pihak, termasuk kerja sama dengan RSI, setidaknya bisa dihasilkan beras sebanyak 238 ribu ton melalui proyek tersebut.
Penanaman tanaman buruan di kawasan PSR,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, kerja sama antara RSI dan PTPN harus semakin diperkuat guna mewujudkan cita-cita Asta Presiden Prabowo untuk mencapai swasembada pangan.
Artikel Holding Perkebunan dan RSI Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Pertamina RNE dan SGN Kolaborasi Bangun Pabrik Bioethanol pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pada Rabu (16 Oktober 2024), kedua belah pihak melakukan kunjungan manajemen untuk membahas lebih lanjut rencana pengembangan proyek bioetanol Glenmore PNRE – SGN. “Hari ini manajemen mengunjungi lokasi setelah sebelumnya melakukan kegiatan uji tanah. Kegiatan ini merupakan bagian dari usulan Proyek Pembangunan Pabrik Bioetanol Terpadu di Kawasan Pabrik Gula Glenmore yang memenuhi amanat Peraturan Presiden Nomor 2. Hal ini bertujuan untuk mendukung persiapan studi kelayakan “40 tahun 2023,” jelas Mahmudi.
SGN merupakan anak perusahaan Holding Perkebunan PTPN III (Persero) yang bergerak di bidang produk gula. Sedangkan Pertamina Energi Baru Terbarukan (Pertamina NRE) merupakan anak perusahaan Pertamina (Persero).
Menurut Mahmudi, dana pembangunan pabrik etanol tersebut akan bersumber dari Pertamina. Sedangkan SGN sedang menyiapkan bahan baku produksi produk gula. Pabrik bioetanol terletak di sebelah selatan pabrik gula, sehingga memudahkan pendistribusian molase mentah atau molasses tebu yang dipasok oleh PG Glenmore.
“Kami berharap ini menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban pemerintah berdasarkan Perpres Nomor 40 Tahun 2023 untuk menyediakan bioetanol selain swasembada gula. Ini akan menjadi pabrik kedua yang melakukan hal tersebut, yang pertama di Mojokerto,” Mahmudi lanjutnya. .
Direktur Manajemen Risiko RNE Pertamina Iain Febriana mengatakan, pembangunan pabrik bioetanol ini merupakan komitmen Pertamina dalam mencapai ketahanan energi. “Kami telah berhasil mengembangkan biodiesel dan hari ini kami berencana untuk memajukan kerja sama bioetanol dengan SGN dengan mengembangkan pabrik bioetanol kedua,” ujarnya.
Hingga minggu kedua bulan Oktober, PG Glenmore telah mengolah 799.000 ton tebu, lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan yang sama tahun lalu sebesar 728.000 ton pada tahun 2023. Demikian pula dengan realisasi produksi gula yang mencapai 56 ribu ton hingga Oktober, dibandingkan 52 ribu ton pada tahun 2023.
Peningkatan ini juga terjadi pada kumulatif tebu yang digiling oleh seluruh pabrik gula SGN, dengan jumlah produksi tebu hingga saat ini sebesar 11 juta ton dan produksi tebu pada tanggal giling yang sama sebesar 10 juta ton pada tahun 2023. Sementara gula yang diproduksi saat ini sebanyak 807 ribu ton. , lebih tinggi. Dibandingkan tahun lalu yang sebesar 745 ribu ton.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Pertamina RNE dan SGN Kolaborasi Bangun Pabrik Bioethanol pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>