Artikel Indonesia dan Kanada Percepat Kesepakatan Perdagangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami akan bekerja sama untuk menyelesaikan ICA-CEPA secepatnya. Kami berharap usulan-usulan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan ditandatangani di kemudian hari,” kata Menko Airlangga melalui keterangan tertulis, Kamis (7/11). /2024).
Selain itu, Airlangga fokus pada beberapa prioritas pemerintah Indonesia, antara lain sektor energi, pangan, dan energi baru terbarukan. “Kami berharap dapat mengembangkan peluang energi baru terbarukan dan bekerja sama dengan Kanada dalam transisi energi negara ini,” kata Airlangga.
Kedua negara juga membahas berbagai bidang kerja sama yang dapat ditingkatkan, seperti kunjungan delegasi bisnis Kanada ke Indonesia pada Desember mendatang. Duta Besar Dutton mengatakan, “Menteri Perdagangan Kanada dan perwakilan lebih dari 200 pengusaha Kanada akan datang untuk mencari peluang kerja sama di berbagai bidang dan memahami aturan bisnis di Indonesia.”
Dalam pertemuan tersebut, Dutton fokus pada proyek energi bersih yang akan dilaksanakan kedua negara melalui kerja sama dalam program Just Energy Transition Partnership (JETP), serta dukungan Indonesia untuk bergabung dengan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan Trans. . – Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).
Artikel Indonesia dan Kanada Percepat Kesepakatan Perdagangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Airlangga: Perjanjian CEPA Indonesia-Kanada Telah Selesai Secara Substansi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Perundingan ICA CEPA pada dasarnya telah selesai,” kata Airlanga dalam keterangan resmi, Sabtu (16/11/2024).
Rencananya, penandatanganan Pernyataan Bersama Menteri yang menandai berakhirnya perundingan ICA CEPA dijadwalkan pada 2 Desember 2024, kata Airlanga. Saat kunjungan Menteri Perdagangan Kanada Mary Ng ke Jakarta. Namun menurutnya, masih ada beberapa bab yang harus menuntaskan kesepakatan bersama kedua negara.
Selain itu, di sela-sela pertemuan bilateral, Airlanga menyatakan Indonesia mendorong kemitraan yang kuat dengan Kanada khususnya di empat bidang.
Pertama, mineral penting untuk mengoptimalkan investasi industri hilir nikel untuk kendaraan listrik di Indonesia. Kemitraan ini akan meningkatkan penciptaan nilai dan lapangan kerja serta berkontribusi terhadap pencapaian tujuan nol emisi.
Kedua, ketahanan dan kemandirian pangan untuk menyediakan pangan bergizi dan menurunkan stunting di Indonesia. Prabowo mengusulkan agar Kanada berkolaborasi di sektor pertanian dan perikanan budidaya dengan mengintegrasikan teknologi dan inovasi pertanian.
Ketiga, di sektor ketahanan energi, Indonesia menawarkan kerja sama penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kapasitas inovasi demi masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Hal ini untuk mendukung komitmen Indonesia untuk mencapai nol emisi pada tahun 2060. Dengan nilai investasi sebesar US$1 triliun.
Keempat, pertahanan, di tengah meningkatnya ketegangan regional, Indonesia berharap kerja sama pertahanan dan keamanan dengan Kanada dapat ditingkatkan untuk kontra-terorisme, dukungan logistik dan pengembangan industri pertahanan kedua negara.
Diketahui, dalam pertemuan Prabowo dengan Trudeau dibahas berbagai kemungkinan peningkatan kerja sama RI dan Kanada. Prabowo menyampaikan apresiasi atas kemajuan signifikan dalam perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada ICA CEPA, CEPA pertama Indonesia di Amerika Utara. Perjanjian tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan perdagangan dan memperkuat rantai pasok di sektor pertanian dan manufaktur.
Artikel Airlangga: Perjanjian CEPA Indonesia-Kanada Telah Selesai Secara Substansi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>