Artikel Pemerintah akan Turunkan Harga Tiket Pesawat untuk Nataru, Ini Respons Inaca pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (20/11/2024), Denon mengatakan: “Inaka memahami keinginan pemerintah untuk menurunkan tarif angkutan udara agar terjangkau masyarakat.”
Namun, Denon mengingatkan situasi keuangan dan operasional maskapai saat ini sedang sulit. Denon mengatakan semua maskapai penerbangan masih merugi karena biaya melebihi pendapatan.
Denon menjelaskan, maskapai penerbangan membutuhkan pendapatan tambahan untuk menutupi biaya operasional dan menghasilkan keuntungan guna menjaga kelangsungan usaha dan menjaga koneksi udara yang aman, tenteram, dan nyaman. Denon yakin bahwa menurunkan harga tiket pesawat akan mengurangi pendapatan maskapai penerbangan secara signifikan, namun biaya yang ditimbulkan tetap sama.
Oleh karena itu, kami (Inaca) dan pihak maskapai nasional telah menyampaikan bahwa kebijakan ini dapat dilaksanakan dengan berbagai ketentuan, ”kata Denon.
Denon meminta PJP2U (PSC) dan PJP4U serta Airnav menurunkan biaya navigasi penerbangan lebih dari 10 persen di seluruh bandara. Denon mengatakan, jika PPN dihapuskan atas tiket yang merupakan PPN masukan, maka seluruh PPN keluaran juga harus dihapuskan, khususnya pada bahan bakar jet, PJP4U dan lain-lain.
Inaca, lanjut Denon, juga telah meminta Otoritas Energi Nasional untuk menetapkan harga jual bahan bakar minyak (avtur) sesuai MOPS. Denon mengatakan, tuntutan Inaka lainnya adalah penghapusan seluruh bea masuk suku cadang pesawat, penambahan jam operasional di banyak bandara tanpa biaya tambahan, dan pemisahan Biaya Bandara (PSC) PJP2U dari tiket.
“Keenam langkah ini harus dilakukan bersamaan dengan pengurangan TBA atau penghapusan biaya bahan bakar (fuel surcharge), sehingga biaya yang ditanggung maskapai juga berkurang dan kerugian yang dialami maskapai tidak bertambah,” kata Denon.
Dengan demikian, Denon yakin maskapai penerbangan dapat terus beroperasi, menjaga konektivitas transportasi udara, dan penerbangan yang aman, terjamin, dan nyaman. Inaka, lanjut Denon, mengharapkan angkutan udara dapat beroperasi dengan lancar hingga Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Artikel Pemerintah akan Turunkan Harga Tiket Pesawat untuk Nataru, Ini Respons Inaca pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS Inaca Tekankan Kolaborasi Atasi Tantangan Industri Penerbangan RI pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Situasi geopolitik global mempengaruhi banyak faktor terkait penerbangan. Misalnya harga minyak yang tinggi (tidak masuk akal), nilai tukar mata uang yang selalu berubah, kesulitan pembelian pesawat dan suku cadang, serta terganggunya jalur penerbangan,” kata Denon dalam keterangan tertulisnya. . di Jakarta, Jumat (18/10/2024).
Denon mengatakan, hasil Sidang Umum (RUA) Inaka menilai perlunya kolaborasi yang lebih baik antar pemangku kepentingan dirgantara. Denon mengatakan koordinasi perlu dibangun dengan otoritas penerbangan, operator bandara, pemasok bahan bakar penerbangan, ground handler, MRO, akademisi, media dan penumpang.
“Industri penerbangan sepertinya sudah terpuruk. Sebab, pemulihan ekonomi belum 100% selesai akibat dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020-2022 dan saat ini masih terdampak krisis geopolitik global,” kata Denon.
Menurut Denon, maskapai dalam negeri sudah berusaha meningkatkan produksi untuk meningkatkan pendapatan, namun maskapai juga terkendala biaya yang besar. Dan mengingat melemahnya daya beli masyarakat, hasil akhirnya tidak terlalu menggembirakan.
“Berbagai persoalan yang melanda industri penerbangan menyadarkan kita bahwa jika ingin bertahan, kita perlu menjalin kerja sama dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Tantangannya terlalu besar untuk kita hadapi sendiri,” lanjut Denon.
Sebagai asosiasi maskapai penerbangan nasional, Denon mengatakan INACA berupaya untuk menjadi mitra negosiasi dalam upaya pengembangan industri penerbangan dalam negeri. Beberapa tindakan yang dilakukan INACA antara lain dengan menerbitkan Peraturan Perdagangan (Permendag) No. 3 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Ketentuan Impor serta kebijakan Bank Indonesia mengenai dimulainya kuotasi mata uang asing dan pembayaran rupiah untuk angkutan udara charter. transaksi menggunakan rupiah.
“INACA juga melakukan kajian dan mengirimkan surat kepada Menteri Perhubungan untuk meminta diberlakukannya bea masuk nol atas suku cadang pesawat,” lanjut Denon.
Denon mengatakan Inaka 2024 juga akan dimeriahkan dengan Inaka Festival yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis penerbangan dalam negeri. Acara yang dilanjutkan Denon juga diisi dengan seminar penerbangan dengan pembicara dan panelis dari dalam dan luar negeri.
“Di antara rangkaian kegiatan tersebut, diadakan sesi forum yang merupakan diskusi panel yang didedikasikan untuk isu-isu yang relevan dan penting bagi pemangku kepentingan industri penerbangan, baik regulator, operator, dan masyarakat. Selain itu juga diadakan turnamen golf dan juga malam apresiasi,” kata Denon.
Artikel JAHANGIR NEWS Inaca Tekankan Kolaborasi Atasi Tantangan Industri Penerbangan RI pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>