Artikel Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Utama Inflasi pada Oktober 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Komoditas utama yang menjadi pendorong inflasi pada Oktober 2024 adalah emas perhiasan. “Harga emas di pasar internasional terus menunjukkan tren peningkatan dan fenomena tersebut juga tercermin pada harga emas perhiasan di dalam negeri,” kata Plt Kepala BPS Amalia Odininggar Vidyasanthy dalam jumpa pers, Jumat (11/11). ). ). /2024).
Amalia mengatakan perhiasan emas merupakan salah satu item pada kelompok produk perawatan diri dan jasa lainnya pada tahun 2024. memberikan kontribusi inflasi terbesar sebesar 0,06 persen pada bulan Oktober.
“Secara historis, bahan baku emas perhiasan mengalami deflasi sebanyak lima kali pada tahun 2022, dan tiga kali pada tahun 2023. Namun sejak tahun 2023 di bulan September, Inflasi emas perhiasan terus berlanjut hingga bulan Oktober 2024,” ujarnya.
Selain itu, BPS mencatat ada sembilan posisi yang berkontribusi terhadap inflasi yang terjadi pada tahun 2024. pada bulan Oktober Rinciannya meliputi emas perhiasan (0,06 persen), ayam ras (0,04 persen), bawang merah (0,03 persen), tomat (0,02 persen), lauk pauk (0,02 persen), kopi bubuk (0,01 persen), sayur-sayuran minyak (0,01 persen). %), asap rokok (0,01%) dan telur ayam ras (0,01%).
“Tujuh dari sembilan produk tersebut berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” kata Amalia.
Amalia mengatakan, sejak April 2024 dalam kondisi deflasi, kelompok makanan jadi minuman dan tembakau tahun 2024 di bulan Oktober kembali mengalami inflasi, sumbangan inflasinya sebesar 0,03 persen.
Begitu pula dengan inflasi beberapa barang pada kelompok ini, yakni bawang merah, ayam ras, dan telur ras yang inflasinya menjadi penyebab utama deflasi pada beberapa bulan lalu.
Artikel Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Utama Inflasi pada Oktober 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BPS Ungkap Dua Alasan Emas Jadi Penyumbang Utama Inflasi Oktober 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kepala Eksekutif BPS Amalia Adininger Vidyasanti dalam jumpa pers mengatakan ketidakpastian geopolitik seperti konflik di Timur Tengah dan konflik Rusia dan Ukraina turut berdampak. , Jumat (1/11/2024).
Amalia mengatakan, faktor ketidakpastian geopolitik mendorong masyarakat berinvestasi pada instrumen safe-haven seperti emas.
Selain karena situasi geopolitik, kenaikan harga emas disebabkan oleh kebijakan moneter yang diterapkan The Fed, dimana suku bunga The Fed diturunkan. Ia juga mengatakan hal ini turut mendorong investor untuk berinvestasi pada produk emas.
BPS merilis data inflasi Oktober 2024 yang menunjukkan sedikit kenaikan sebesar 0,08 persen, mengakhiri tren deflasi sejak Mei 2024. BPS mengungkapkan emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi pada Oktober 2024, dengan harga emas global yang cenderung menguat.
Emas perhiasan menjadi komoditas utama yang mengalami inflasi pada Oktober 2024 Amalia mengatakan, harga emas di pasar internasional terus meningkat, fenomena yang juga tercermin pada harga emas perhiasan di dalam negeri.
Amalia mengatakan emas perhiasan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar sebesar 0,06 persen pada Oktober 2024.
“Secara historis, emas perhiasan mengalami penurunan lima kali lipat pada tahun 2022 dan tiga kali lipat pada tahun 2023. Namun emas perhiasan terus mengalami inflasi pada September 2023 hingga Oktober 2024, ujarnya.
Artikel BPS Ungkap Dua Alasan Emas Jadi Penyumbang Utama Inflasi Oktober 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BPS: Inflasi Oktober 2024 Akhiri Tren Deflasi Sejak Mei pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>BPS mencatat akan terjadi inflasi bulanan sebesar 0,08 persen pada Oktober 2024 atau kenaikan indeks harga konsumen dari 105,93 pada September menjadi 106,01 pada Oktober 2024. Sementara secara year-on-year (tahun-ke-tahun) inflasi sebesar 1,71 persen. dan tahun kalender atau year-to-date (YTD) sebesar 0,82 persen.
“Inflasi pada Oktober 2024 mengakhiri tren deflasi yang terjadi sejak Mei 2024,” kata Plt Direktur BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam jumpa pers, Jumat (1 November 2024).
Amalia menjelaskan, kelompok pengeluaran yang paling besar menyumbang inflasi bulanan adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 0,94 persen dan sumbangan inflasi sebesar 0,06 persen. Produk penopang inflasi yang dominan pada kelompok ini adalah emas perhiasan dengan sumbangan inflasi sebesar 0,06 persen.
Produk lainnya juga memberikan sumbangan inflasi, antara lain daging ayam ras dengan sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen, bawang merah dengan sumbangan inflasi sebesar 0,03 persen, tomat dan nasi lauk-pauk dengan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Kopi bubuk, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan telur ayam murni memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen.
“Inflasi bulanan atau mtm berdasarkan komponen inflasi yang muncul pada Oktober 2024 sebesar 0,08 persen didorong oleh komponen inflasi inti. Komponen inti mencatatkan inflasi sebesar 0,22 persen. Komponen ini menyumbang inflasi sebesar 0,14 persen,” jelas Amalia.
Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi terutama pada komponen pokok adalah emas perhiasan, nasi lauk pauk, kopi bubuk, dan minyak goreng.
Sementara itu, lanjut Amalia, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,25 persen dengan kontribusi deflasi sebesar 0,05 persen. “Produk utama penyumbang deflasi adalah tarif minyak dan udara,” ujarnya.
Sedangkan komponen harga yang fluktuatif mengalami deflasi sebesar 0,11 persen. Komponen ini menyumbang deflasi sebesar 0,01 persen. Amalia mengatakan komponen harga yang fluktuatif telah mengalami deflasi selama tujuh bulan berturut-turut, namun tekanan deflasi akan mereda pada Oktober 2024. Produk utama penyumbang deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, kentang, dan ikan segar.
Artikel BPS: Inflasi Oktober 2024 Akhiri Tren Deflasi Sejak Mei pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>