Artikel Airlangga: Perpanjangan Insentif PPN dan Tax Holiday Dukung Pertumbuhan Ekonomi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Airlangga menjelaskan, insentif negara terkait pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi faktor penting bagi masyarakat kelas menengah, terutama dalam hal pembelian rumah dan kebutuhan mobilitas dalam bekerja.
“Kedua hal itu kami usulkan untuk diperpanjang,” kata Airlangga. “Namun jangka waktu perpanjangannya akan kami diskusikan lebih detail dengan Menteri Keuangan.”
Ia menekankan pentingnya melanjutkan insentif tersebut untuk mendukung kelas menengah di tengah tantangan perekonomian saat ini. Terkait tax holiday, Airlangga mengatakan perpanjangan sudah disetujui Kementerian Keuangan.
“Tax holiday memegang peranan yang sangat penting, menyumbang lebih dari 25% investasi di Indonesia,” ujarnya.
Namun ia juga menyebutkan tantangan baru yang timbul dari Pajak Minimum Global (JMT), yang diterapkan oleh lebih dari 100 negara dengan tarif 15%. Jika pajak minimum global diberlakukan, negara-negara yang tidak memungut pajak 15% akan kehilangan prinsip manfaat, dan negara lain akan memungut pajak tersebut.
Airlangga juga meyakinkan bahwa bentuk insentif lain dapat diberikan kepada perusahaan dalam negeri untuk mendorong investasi. Airlangga juga menyatakan mendukung kebijakan penghapusan dan penghapusan yang dipandang perlu untuk mendukung kementerian dan lembaga terkait sektor perbankan.
Ia menegaskan, program tersebut bertujuan untuk memudahkan pekerjaan masyarakat, khususnya petani dan nelayan yang terdaftar di database Kementerian Keuangan namun kesulitan mengakses perbankan. “Ini semacam moratorium bagi mereka yang bermasalah. Harapannya dengan membereskan pembukuan dan melunasi utang, kepercayaan masyarakat akan pulih kembali,” jelasnya.
Airlangga menambahkan, dukungan ini diharapkan dapat diperluas tidak hanya kepada bank-bank milik negara tetapi juga kepada bank-bank swasta. “Bank swasta punya kebijakan berbeda, tapi saya berharap bank swasta bisa membersihkan pembukuan dan koleksinya dengan cara yang sama,” ujarnya.
Artikel Airlangga: Perpanjangan Insentif PPN dan Tax Holiday Dukung Pertumbuhan Ekonomi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pemerintah Harus Pastikan Penerimaan PPN 12 Persen Kembali ke Rakyat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kenaikan tarif pajak menjadi 12 persen tentu akan mendatangkan tambahan pendapatan yang sangat besar. Untuk selanjutnya, pemerintah harus memastikan tambahan pendapatan berupa fasilitas umum dan kesejahteraan sosial tersalurkan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. “Saat itu akhir pekan saya menghubungi Fajri.
Menurut dia, pemerintah harusnya memberikan manfaat lebih kepada masyarakat menengah ke bawah setelah menerapkan kebijakan pajak 12 persen.
Misalnya, jika kenaikan pajak yang dibayarkan kepada pemerintah oleh kelas menengah sebesar Rp200, maka pemerintah harus mengembalikan manfaat senilai Rp250 kepada kelompok tersebut, ujarnya.
“Ini posisi yang bagus untuk kelas menengah,” katanya.
Direktur Eksekutif Institute for Economic Development and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengusulkan subsidi bunga pinjaman bank, beasiswa sekolah, dan insentif dunia usaha untuk mengurangi tekanan sosial akibat kebijakan pajak 12 persen.
Ia berpendapat bahwa mendorong kewirausahaan penting untuk menghindari risiko keruntuhan ekonomi.
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Parmata Joshua Parde menyarankan bantuan sosial dan insentif sebagai langkah untuk meringankan tekanan kenaikan PPN.
Kebijakan bantuan sosial diharapkan dapat membantu mengimbangi penurunan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga barang dan jasa.
Artikel Pemerintah Harus Pastikan Penerimaan PPN 12 Persen Kembali ke Rakyat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Gelar Rakor Percepat Regulasi Ekonomi, Airlangga Usul Sejumlah Kebijakan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Airlangga menekankan pentingnya undang-undang yang mendukung pembangunan ekonomi. “Kami akan mengusulkan beberapa prioritas, antara lain PPN atas Barang Mewah Insentif Negara (PPnBM DTP) dan PPN DTP untuk kendaraan listrik baterai,” ujarnya.
Ia juga mengklarifikasi program pendanaan seperti Dana Perusahaan Umum (KUR) dan Kredit Revitalisasi Industri Padat Karya yang diharapkan mampu membawa pertumbuhan signifikan bagi perekonomian.
Pada pertemuan ini seluruh menteri juga memaparkan rencana keberhasilan cepat, rencana menengah, dan tujuan jangka panjang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan peluang berbagai sektor perekonomian dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.
Airlangga juga mengingatkan, reformasi tiket pesawat domestik juga perlu dibicarakan untuk meningkatkan persaingan di pasar. Selain itu, Menlu Airlangga menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional untuk mendukung perekonomian. Ia mencontohkan berbagai pertemuan puncak seperti Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), G20 dan BRICS sebagai cara strategis untuk mendorong kerja sama ekonomi.
Hasil rapat koordinasi ini akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan arahan lebih lanjut. Pertemuan kali ini dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan sejumlah menteri lainnya yang menunjukkan niat pemerintah untuk bekerja sama mengatasi tantangan perekonomian.
Artikel Gelar Rakor Percepat Regulasi Ekonomi, Airlangga Usul Sejumlah Kebijakan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>