Artikel Kids Festival ISEF 2024 Kenalkan Ekonomi Syariah Sejak Usia Dini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kids Festival ISEF 2024 Kenalkan Ekonomi Syariah Sejak Usia Dini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Nelayan Binaan PSPP UMJ Pamerkan Produk di ISEF 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Produk yang dipajang di Lobi Tembakau Utama adalah kerang asin yang telah diolah untuk konsumsi makanan dan produk obat.
Tombak asin atau ubur-ubur asin yang sudah lama menjadi makanan standar masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di kalangan etnis Tionghoa Pontianak dan Singkawang. Ubur-ubur asin biasanya diolah dalam berbagai masakan seperti rujak dan tumis.
Di kalangan etnis Melayu, ubur-ubur kerap dimasukkan ke dalam masakan seperti sate atau suwiran daging. Kerang yang dihasilkan nelayan Paloh bahkan sudah menjadi produk ekspor ke beberapa negara, antara lain Taiwan, Korea, Singapura, Jepang, dan China.
Nelayan di Paloh telah mendapat dukungan dan bimbingan dari Pusat Kajian Perbatasan dan Pesisir (PSPP) Universitas Muhammadiyah sejak tahun 2022. Rencananya akan terus berlanjut hingga tahun 2025 dan mungkin tahun 2026. Hal ini bertujuan agar mereka dapat mandiri mencapai pertumbuhan ekonomi melalui pengolahan nilai-nilai. menambahkan produk laut.
Endang Rudiatin, Peneliti dan Ketua Umum PPP, mengapresiasi langkah Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia dalam mendorong kelancaran hasil ISEF 2024. produk perikanan dan kelautan untuk meningkatkan nilainya “Saat ini sedang masih menjadi sumber pendapatan utama nelayan pada musim panen antara bulan Maret dan Mei. Harga jualnya masih mengikuti permintaan pelanggan,” jelas Endang.
Program Percontohan Kota Berdikari merupakan kerjasama DEKS Bank Indonesia dengan PPP UMJ yang kini memasuki tahap pendampingan untuk peningkatan sumber daya manusia. Dalam hal ini, literasi keuangan syariah akan semakin kuat melalui berbagai pelatihan bagi masyarakat nelayan.
“Pada masyarakat Melayu Sambas, praktik keuangan syariah sudah menjadi bagian dari gaya hidup, dengan budaya bersedekah dan berzakat. Kami melatih para nelayan untuk memulai pendapatannya dari hasil tangkapan hingga bekerja,” ujarnya.
Meski tidak besar, Endang berharap praktik zakat dan sedekah ini bisa menjadi pengaman finansial mereka di masa sulit.
Dengan dukungan berbagai pihak, Endang berharap nelayan di pesisir pantai Paloh bisa lebih berkembang. Tak hanya itu, ia berharap para nelayan semakin mendapat manfaat ekonomi dari hasil olahan lautnya.
Prof merekomendasikan.
Menurutnya, pembangunan pendidikan menjadi kunci bagi generasi penerus, khususnya dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 menuju masyarakat 5.0.
“Sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya pada anak-anak nelayan harus menjadi prioritas. Pengembangan pendidikan mereka harus mampu bersaing di dunia yang semakin maju,” kata Abdul Mu’ti saat memberikan arahan pada Rakernas ke-2 ( Rakernas) Praktek. Wakaf Pimpinan Pusat Majelis Muhammadiyah di Hotel Ultima Horison, Menteng, Jakarta Pusat, pada 3 November 2024.
Artikel Nelayan Binaan PSPP UMJ Pamerkan Produk di ISEF 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BI Ungkap Lima Strategi Digitalisasi Dorong Industri Halal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dia juga mengidentifikasi lima strategi utama. Pertama, pemanfaatan saluran e-commerce untuk memasarkan produk bersertifikat Halal diharapkan dapat memperluas pasar bagi pelaku usaha. Dengan e-commerce, pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan di berbagai wilayah, bahkan internasional.
“Kita perlu memanfaatkan teknologi untuk membawa produk halal Indonesia ke pasar internasional,” kata Judah.
Kedua, penggunaan sistem pembayaran seperti QRIS sangat penting untuk menyederhanakan operasional dan meningkatkan produktivitas konsumen dan merchant. Dengan QRIS, operasional menjadi cepat dan efisien, memfasilitasi pengembangan ekonomi di sektor halal.
Selain itu, pembiayaan usaha halal melalui produk keuangan digital syariah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha. “Kami ingin bisnis halal memiliki akses yang memadai terhadap dukungan yang mereka butuhkan,” tegasnya.
Selain itu, Yehuda menekankan pentingnya penggunaan teknologi untuk memastikan produk sah. Dengan teknologi, pelacakan bahan mentah dari permukaan hingga ke tangan konsumen menjadi transparan.
“Kami ingin konsumen yakin bahwa produk yang mereka beli benar-benar aman,” ujarnya.
Terakhir, penerapan sistem autentikasi menggunakan teknologi AI akan mempercepat proses autentikasi dan mengurangi kesalahan. Dengan sistem ini, proses sertifikasi akan menjadi lebih efisien dan cepat sehingga mendukung berkembangnya industri halal yang besar.
Yuda menegaskan, digitalisasi tidak hanya soal teknologi, tapi juga menciptakan jaringan lingkungan halal. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama untuk membangun ekosistem yang mendukung dan memajukan industri halal di Indonesia.
Berdasarkan laporan SGIE 2023, produk halal diperkirakan mencapai 3,1 triliun US$ atau sekitar Rp 48.600 pada tahun 2027. Peningkatan permintaan ini tidak hanya didasari oleh pertumbuhan populasi umat Islam, namun juga didasari oleh minat konsumen terhadap produk halal. komitmen halal menjamin kebersihannya. dan produksi yang baik.
Sebagai salah satu pasar halal terbesar di dunia, Indonesia perlu terus berinovasi dan bersaing secara global. Melalui langkah-langkah tersebut, kami berharap industri halal Indonesia dapat semakin berkembang dan bersaing di pasar global.
Artikel BI Ungkap Lima Strategi Digitalisasi Dorong Industri Halal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Perkuat Ekosistem Halal, BSI Optimalkan Potensi Industri Makanan dan Minuman pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Potensi ekosistem halal di Indonesia sangat besar. “BSI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kemampuan industri makanan dan minuman halal untuk mendorong Indonesia menjadi produsen halal global,” ujarnya.
Mengutip laporan SGIE 2023, diperkirakan permintaan produk halal akan mencapai $3,1 triliun atau setara dengan sekitar Rp 48.600 triliun pada tahun 2027. Peningkatan permintaan ini tidak hanya disebabkan oleh populasi Muslim tetapi juga minat konsumen terhadap produk halal yang berkualitas. .
Lebih lanjut Bob menjelaskan, realisasi nilai sektor industri halal yang bisa beroperasi di Indonesia mencapai 264,92 miliar USD atau sekitar Rp 5.000 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 78,9% atau sekitar USD 209,04 miliar setara Rp 3.900 miliar berasal dari sektor makanan dan minuman halal.
“Sektor makanan dan minuman selain mempunyai potensi yang sangat besar juga mempunyai multiplier effect yang besar terhadap perekonomian dan minuman,” ujarnya.
Untuk mendukung ekosistem halal, BSI telah mengambil langkah-langkah strategis antara lain kemudahan pembayaran sertifikasi halal dan solusi terintegrasi bagi operator industri halal. BSI juga bekerja sama dengan lembaga terkait seperti UPPPH dan BPJPH untuk memperkuat sistem sertifikasi halal nasional.
Kini, BSI telah memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi 1.000 UKM dan mengirimkan lima pelaku ekonominya untuk mengikuti Amazing Indonesia Festival 2024 di Jeddah, Arab Saudi, guna menembus pasar internasional.
BSI juga telah resmi menandatangani nota kesepahaman dengan CV Amanda (Amanda Brownies) untuk optimalisasi layanan digital dalam rangkaian acara ISEF 2024. Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas akses dan layanan produk syariah di bidang pangan.
Dengan pertumbuhan basis pelanggan hingga lebih dari 21 juta orang, BSI menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor makanan halal melalui beberapa kemitraan strategis. Inisiatif-inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial di Indonesia.
Pada kesempatan lain, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menekankan pentingnya produk halal yang lebih dari sekedar label. Ia menegaskan, produk halal menjamin kualitas dan keamanan sehingga memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemimpin pasar halal global.
“Halal merupakan simbol keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi semua,” tegas Haikal.
Artikel Perkuat Ekosistem Halal, BSI Optimalkan Potensi Industri Makanan dan Minuman pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>