Artikel Psikolog: Rehabilitasi Pecandu Judi Online Perlu Minimal 3 Bulan, Ini Alasannya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Ada tiga aspek utama pengobatan yang terlibat.” Obat-obatan dari psikiater untuk mengatasi stres atau depresi, psikoterapi dari psikolog untuk membantu pemulihan pola pikir dan perilaku, serta dukungan keluarga yang memberikan kontrol dan pengawasan selama masa pemulihan,” kata Sani lulusan fakultas Psikologi Universitas Indonesia Online di Jakarta , Rabu (37/11/2024).
Selain terapi psikologis, teknik spiritual seperti berpaling kepada Tuhan juga dilakukan selama rehabilitasi untuk memperkuat pikiran.
Prosedur tersebut dilakukan untuk menetralisir dampak kecanduan judi online dan agar mereka yang ketahuan dapat hidup sehat secara fisik, mental, dan sosial.
Sunny menegaskan, pengobatan harus dilakukan secara merata dan konsisten agar pecandu judi online bisa keluar dari lingkaran hitam tersebut.
Pecandu judi online, kata Sunny, mengalami dampak psikologis yang parah, misalnya karena terlilit utang. Judi online tidak hanya merugikan Anda secara finansial, namun juga dapat merugikan hubungan emosional dan sosial Anda.
“Orang yang mempunyai hutang akibat perjudian online seringkali mengalami kekurangan finansial, kehilangan kepercayaan dari lingkungannya, bahkan konflik dengan keluarga, pasangan, atau teman. Akibatnya, mereka menjadi terisolasi, penuh kebencian, dan sangat stres atau depresi. Faktanya, Stres ini membuat mereka “Tidak jarang mendapat tekanan untuk “mengambil tindakan nekat seperti bunuh diri,” kata Sunny.
Menurut Sunny, mereka yang tetap bermain online meski terlilit utang memiliki kelainan mental. Orang ini menganggap perjudian online bisa dihitung, padahal itu hanya soal kebetulan.
Kemenangan yang mereka lakukan justru memicu kecanduan karena tergiur dengan janji uang lebih dan sulit untuk berhenti, apalagi jika sudah terlanjur kecanduan.
Artikel Psikolog: Rehabilitasi Pecandu Judi Online Perlu Minimal 3 Bulan, Ini Alasannya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BRI Blokir 3.003 Rekening Mencurigakan Demi Berantas Judi Online pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“BRI berkomitmen penuh untuk menghilangkan aktivitas perjudian online dan mendukung keselamatan masyarakat dan nasabah kami,” kata Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto di Jakarta, Jumat.
Penutupan ini diikuti dengan pemantauan ketat terhadap penanganan konten mencurigakan dan berpotensi melanggar.
Mereka mengatakan tindakan ini merupakan upaya lain perusahaan untuk melindungi konsumen dari praktik berbahaya.
“Langkah ini merupakan wujud peran kami dalam menjamin keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan di Indonesia,” kata Ags.
Ia mengatakan, pihaknya sedang menelusuri berbagai situs perjudian online untuk mengumpulkan data.
Jika terdapat indikasi penggunaan rekening BRI untuk top up atau deposit uang untuk bermain judi online, maka tampilan halaman judi online akan tetap dipertahankan sebagai alasan penutupan rekening.
Selain menutup rekening terkait, perusahaan terus memperkuat metode pemantauan, teknologi pendeteksi kecepatan, dan edukasi kepada masyarakat.
Pelanggan didorong untuk melaporkan aktivitas mencurigakan dan melindungi privasi data pribadi dan akun setiap saat untuk mencegah penyalahgunaan.
“Langkah drastis yang kami lakukan merupakan bukti bahwa BRI tidak pernah berhenti berinovasi dan bekerja sama untuk menjamin keamanan dan integritas ekosistem perbankan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengakhiri praktik-praktik merugikan, termasuk perjudian online. Ajak untuk berperan,” katanya.
Artikel BRI Blokir 3.003 Rekening Mencurigakan Demi Berantas Judi Online pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Cegah Judi Online, BI Perkuat Sistem Pembayaran Jadi Dua Lapis Pertahanan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Tahap pertama akan diberikan kepada penyedia jasa jasa (PJP), perbankan, dan lembaga keuangan non-bank. PJP wajib memiliki sistem pendeteksi penipuan yang mampu mengidentifikasi akun yang terlibat dalam transaksi perjudian online atau kejahatan keuangan lainnya.
“Penyedia layanan pembayaran memegang peranan penting karena terhubung langsung dengan aktivitas transaksi manusia. Segala sesuatu yang mencurigakan akan terdeteksi oleh sistem ini sehingga dapat dilacak dengan cepat,” jelas Jude Agung usai Rapat Koordinasi Menteri tentang Penghapusan Internet. Desk Perjudian & Keamanan Siber & Perlindungan Data di Batavia, Kamis (21/11/2024).
Setelah akun teridentifikasi digunakan untuk aktivitas perjudian atau penipuan online, informasi tentang akun tersebut akan dibagikan kepada seluruh industri pembayaran. Data ini juga masuk ke Bank Indonesia yang akan masuk ke sistem BI Fast yang dinilai sebagai salah satu inovasi yang dikembangkan BI untuk memperkuat dunia usaha pembayaran di Indonesia.
Sistem ini, menurut Jude, memungkinkan BI memantau dan meninjau seluruh transaksi menggunakan rekening yang terdaftar di sistem sebagai “rekening bermasalah”. Begitu transaksi tercatat, sistem BI Fast otomatis menolak transaksi tersebut sehingga mengurangi aliran uang ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Dengan BI Fast, kita bisa melakukan intervensi langsung terhadap bisnis yang ditetapkan legal, seperti perjudian online. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan sistem tetap aman dan mencegah penyalahgunaan,” jelas Jude Agung.
Selain memperkuat sistem pengawasan, Bank Indonesia juga menyelenggarakan edukasi intensif kepada masyarakat. Menurut Jude Agung, peran masyarakat penting untuk mencegah penyalahgunaan sistem pembayaran perjudian online. BI terus memberikan informasi tentang bahaya perjudian online melalui media sosial, termasuk televisi, radio, dan media sosial.
“Edukasi masyarakat sangat penting agar mereka lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pembayaran. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa perjudian di internet tidak hanya berbahaya bagi uang, tetapi juga membuat mereka terkena bahaya ilegal,” kata Jude Agung.
Selain itu, BI bekerja sama dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan transaksi. Dengan cara ini, BI berharap masyarakat dapat mengenali dan menghindari jebakan yang dapat mengarahkan mereka untuk berjudi di Internet.
Artikel Cegah Judi Online, BI Perkuat Sistem Pembayaran Jadi Dua Lapis Pertahanan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Menekraf Ajak Santri Kampanyekan #StopJudiOnline Lewat Konten pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam ekonomi kreatif, terutama sebagai pencipta konten-konten positif yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat dan membawa perubahan. Salah satunya adalah bagaimana mengkomunikasikan tujuan dan prioritas Presiden Prabowo untuk memberantas perjudian online. Ini sangat berbahaya untuk ini. bangsa.” Rifki memberikan keterangan tertulis di Jakarta pada 17/11/2024.
Hal inilah yang menjadi inti dari Kementerian Ekonomi Kreatif yang akan memperkenalkan KREASI. Riefky mengatakan, program ini menggali peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensinya dalam bidang suara, komunikasi dan kreativitas, mengenalkan mahasiswa pada peluang karir di bidang suara, serta membangun rasa percaya diri melalui kemampuan komunikasi kreatif.
Dengan kursus pertama ini, program KREASI dilengkapi dengan kursus dubbing yang bekerjasama dengan Institut Bunyi Indonesia. Riefky mengatakan hal ini sejalan dengan cita-cita Prabowo mengenai pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi melalui ekonomi digital yang berbasis suara.
“Kami mendorong Santri dan siswi untuk lebih berperan aktif dalam berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia,” lanjut Rifki.
Riefki mengatakan santri di pesantren di Indonesia tidak hanya dikenal dengan tradisi keilmuan yang kuat, namun juga menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Beberapa pesantren sudah mulai mengintegrasikan pendidikan umum dengan bidang kreativitas lain, seperti keterampilan teknologi, seni, dan kewirausahaan.
“Selain misi, banyak mahasiswa yang mulai menguasai teknologi digital seperti pengembangan aplikasi, desain grafis, coding, bahkan menjadi pembuat konten lokal yang mempromosikan produk lokal ke kancah nasional bahkan internasional. Hal ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk lebih sukses dalam menjalankan usahanya, mulai dari bisnis online hingga industri kreatif,” kata Rifki.
Dilandasi semangat kemandirian dan pengabdian kepada masyarakat yang diajarkan di pesantren pesantren (daya), para santri tidak hanya bisa fokus pada keuntungan ekonomi, tapi juga menciptakan peluang usaha yang memberikan manfaat sosial, sehingga berujung pada ekspor ekonomi kreatif lokal. pasar.
“Dulu kita sudah melihat hasil langsung dari workshop mahasiswa. Potensi suara yang dikembangkan secara kreatif bisa dikemas dengan sangat baik dan dimanfaatkan secara praktis untuk kebaikan sosial,” kata Rifki.
Hal ini tentunya sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo yang mendukung ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
“Hal ini sejalan dengan misi pemerintahan Prabowo-Gibran di Astachita yang menekankan pentingnya peningkatan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif menuju Indonesia emas pada tahun 2045,” kata Rifki.
Riefki juga berharap pesantren bisa menjadi pusat pelatihan bagi para kreator digital Tanah Air di masa depan. Bagaimanapun, hal itu akan mampu berkontribusi terhadap pemulihan perekonomian daerah dan nasional.
Wakil Kepala Pondok Pesantren Mudi Mesra Abah Syed Maheddin Daya mengucapkan terima kasih telah memilih Mudi Mesra untuk memulai program KREASI. “Saya berharap dengan adanya program ini dapat menjadi penyemangat bagi para santri dan siswi kedepannya untuk tetap menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus meningkatkan kreativitasnya dalam segala bidang. Juga mendorong semakin kuatnya tali persaudaraan dan bersinergi untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat dalam bidang agama. , negara,” kata Abah Syed.
Artikel Menekraf Ajak Santri Kampanyekan #StopJudiOnline Lewat Konten pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dompet Digital Diminta Menindak Transaksi Terkait Judi Online pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami juga bertanya kepada teman-teman e-wallet yang platformnya kami yakini banyak digunakan untuk aktif berjudi online. Teman-teman Dana, GoPay, OVO, Link Aja juga sudah kami komunikasikan agar kami bisa terus memberikan e-walletnya. .- dompetnya masing-masing, “kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Jakarta, Kamis (21/11/2024).
Berdasarkan data yang disampaikan Meutya saat pemaparannya, beberapa dompet digital yang terdeteksi umum digunakan dalam transaksi perjudian online antara lain Dana (25,68 persen), GoPay (24,84 persen), LinkAja (21,47 persen), EGG (21,26 persen). persen), Sakuku (2,32 persen), dan ShopeePay (2,11 persen).
Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga mengatakan pihaknya menyediakan beberapa saluran pelaporan untuk memudahkan masyarakat melaporkan aktivitas perjudian online. Melalui website aduankonten.id, masyarakat dapat melaporkan pelanggaran konten seperti perjudian online.
Selain itu, ada juga website aduannomor.id untuk melaporkan nomor ponsel yang diperuntukkan bagi perjudian online, dan cekrekening.id untuk memeriksa akun yang diduga ikut serta dalam aktivitas ilegal tersebut.
“Kemenkominfo tidak mungkin melakukan pengawasan sendirian dan akan sangat membantu jika teman-teman juga menyampaikan pengaduan,” kata Meutya.
Kemkomdigi, kata dia, juga selalu menutup akun Instagram dan pihak-pihak yang terindikasi terlibat aktivitas perjudian online. Diakui Meutya, pemberitaan Kementerian Komunikasi dan Pendidikan Tinggi berpotensi menimbulkan tuntutan hukum.
Artikel Dompet Digital Diminta Menindak Transaksi Terkait Judi Online pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Bank Indonesia: 7.500 Rekening Judi Online Telah Diblokir pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Sebagai otoritas sistem pembayaran, BI ingin memastikan sistem pembayaran kita tidak digunakan atau difasilitasi oleh kegiatan ilegal, termasuk perjudian online,” kata Juda Agung dari Bidang Perjudian Online dan Keamanan Siber dan Pemberantasan Data usai Rakormen Menteri pada. Meja Keamanan di Jakarta, Kamis (21/11/2024).
Untuk mengatasi tantangan tersebut, BI menerapkan pertahanan dua lapis untuk memblokir transaksi perjudian online. Pertama, penyedia jasa pembayaran (PJP) baik bank maupun non bank harus memiliki sistem pendeteksi penipuan yang dapat mengidentifikasi akun-akun yang terlibat dalam aktivitas perjudian online atau aktivitas ilegal lainnya.
“Rekening yang terdeteksi terlibat perjudian online dibagikan kepada industri terkait agar dapat diperkirakan bersama. Daftar rekening ini juga dikirimkan ke Bank Indonesia dan sistem BI Fast untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang menggunakan akun-akun ini dibatalkan,” jelasnya.
Langkah ini tidak hanya melibatkan perbankan, namun juga mengedukasi masyarakat, khususnya nasabah sistem pembayaran. Edukasi juga dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi seperti televisi dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif perjudian online dan pentingnya menjaga keamanan transaksi keuangan.
Sejauh ini, lebih dari 7.500 akun yang diduga digunakan untuk transaksi perjudian online telah ditemukan dan hampir 100 persen dibekukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk mencegah penyebaran aktivitas ilegal tersebut.
“Dengan langkah-langkah tersebut kami ingin memberikan keamanan kepada masyarakat dan menjaga sistem pembayaran tetap aman, efisien dan bebas dari penyalahgunaan,” kata Judah Agung.
Artikel Bank Indonesia: 7.500 Rekening Judi Online Telah Diblokir pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Telanjur Kecanduan Judi Online? Jangan Menyerah, Dokter Ungkap Ada Terapinya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Psikiater Santi Iuliani mengatakan, ada banyak jenis pengobatan yang bisa digunakan untuk mengatasi perjudian internet, seperti psikoterapi, terapi kelompok, manajemen stres dan emosi, atau pengobatan. Santi tergabung dalam proyek Kementerian Kesehatan yang diberi nama “Bisakah Kecanduan Judi Online Dihentikan?” Dijelaskannya, kecanduan judi online disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain imbalan yang tidak terduga, pelepasan dopamin, kemudahan akses, promosi, sosial, dan niat. masalah kesehatan
Santi mengatakan, dengan psikoterapi, pola pikir yang maladaptif digantikan dengan pola pikir yang sehat. Dalam kasus pelatihan kelompok, misalnya Gamblers Anonymous, untuk dukungan mental bagi orang-orang yang mengalami hal yang sama, sehingga bisa mendapatkan sumber dopamin yang sehat, seperti olahraga.
“Kemudian stres dan manajemen emosi. Ini tentang akar permasalahannya. Ada penyakit, ada kecemasan, ada depresi,” ujarnya.
Dia berkata: Dalam kasus kedokteran, obat-obatan digunakan agar reseptor tidak mengirimkan emosi yang membutuhkan dopamin. Dia berkata: Dan tentu saja, jika Anda dapat bergabung dengan keluarga dan penasihat keuangan Anda dalam proses ini, akan lebih baik membantu Anda memecahkan masalah keuangan jika timbul masalah.
Ia juga mengingatkan: Jika Anda menggunakan pengobatan untuk mengobati kecanduan judi internet, Anda harus mengikutinya sampai akhir. Menurut dia, lamanya masa pemulihan pada setiap orang berbeda-beda dan bergantung pada tingkat kesulitan dan dukungan pemulihannya, namun biasanya enam bulan.
Ia berkata: “Jadi jangan berhenti berlatih lebih dari enam bulan. Itu sebabnya tahap pertama disebut tahap pemulihan. Tahap pemulihan ini sekitar satu hingga tiga bulan.”
Selama tiga bulan ini, dokter fokus untuk menghentikan perjudian dan mengobati gejala pertama sesuai keinginan. Menurutnya, return kali ini lebih tinggi.
“Barulah tahap selanjutnya tahap transisi ya. Ini tiga sampai enam bulan. Jadi di masa transisi ini ide pengobatan kita adalah untuk menciptakan kebiasaan baru dan memperkuat pengendalian diri. fungsi otak, untuk mengendalikan pikiran.”
Ia mencontohkan, kali ini ia berusaha menempatkan pasien dalam lingkaran teman-teman sehat yang tidak akan mendorongnya untuk kembali bermain judo. Langkah selanjutnya adalah perawatan jangka panjang, dimana pasien benar-benar terpisah dari alasan yang memberi mereka akses ke perjudian online.
Pola penghargaan yang tidak tepat mengganggu proses dopamin, jelasnya. Ketika seseorang merasakan kenikmatan menang, otak meningkatkan reseptor dopamin, sehingga keinginan untuk menang selalu meningkat.
Menurutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa di era sekarang ini, para pengusaha dapat dengan mudah mengakses informasi apapun. Dengan alat yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari, iklan dan pembayaran dari judo dan pinjaman online menjadi lebih mudah untuk menyertakan algoritma media sosial.
Dia berkata: Hal berikutnya tentang alasan kesehatan mental adalah orang yang stres, cemas atau depresi memerlukan gangguan untuk melepaskan diri dari masalah atau untuk menghabiskan waktu luang. Ketika mereka mencari gangguan, mereka memilih sumber dopamin yang salah, katanya.
Dampak psikologis dari perjudian internet antara lain emosi yang tidak terkendali, perubahan suasana hati, hilangnya hubungan dengan orang-orang terdekat, dan kesulitan untuk mengatasinya, katanya. Jodol bisa membuat seseorang mudah marah dan marah, ujarnya.
“Saat seseorang berjudi atau berpikir untuk berjudi, tidurnya terganggu. Siklus tidurnya terganggu. Hormon stres, kortisol, meningkat. Kalau kortisol, reaksi tubuh jelas, lalu jantung berhenti bekerja, hormon berhenti.
Artikel Telanjur Kecanduan Judi Online? Jangan Menyerah, Dokter Ungkap Ada Terapinya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Psikiater Beberkan Tips Cegah Kecanduan Judi Online untuk Anak-Anak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Mencegah mereka yang tidak terpapar perjudian online dengan memberikan informasi dan pemahaman tentangnya,” kata dr Made Wedastra SpKJ, psikiater di Denpasar, Bali, Senin (18 November 2024).
Psikiater Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali Kabupaten Bangli mengatakan, masyarakat khususnya generasi muda perlu memahami sejak dini iming-iming jackpot besar yang ditawarkan judi online. Pada proses awal transaksi, peserta judi online akan diminta untuk menang agar dapat menarik lebih banyak peserta dan membuat mereka terus menerus memasang taruhan.
Meski sederhana, aktivitas berulang ini dapat membuat ketagihan dan mungkin berimplikasi pada gangguan mental berupa kecemasan, khususnya gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan depresi. Dr SpKJ lulusan Universitas Udayana (Unud) Denpasar ini menambahkan, seseorang bisa terjerumus dalam perjudian online karena berbagai faktor lingkungan pribadi (internal) atau eksternal.
Secara internal, katanya, orang-orang yang narsis, histrionik, dan ketergantungan dapat dengan mudah terjerumus ke dalam daya pikat perjudian online. “Orang narsisis merasa dirinya pintar dan cakap, sehingga mereka menggunakan perjudian untuk mempertahankan diri, sedangkan pelaku suka menggunakan penampilan yang berlebihan untuk mencari perhatian. “Untuk menjaga penampilan, mereka bisa berjudi dan mengandalkan orang lain, atau terlalu mengandalkan yang lain. orang-orang,” katanya.
Sementara itu, dari luar, lingkungan dan pola asuh juga berperan besar dalam membuat seseorang terjerumus dalam perjudian, karena pola asuh yang suka membanding-bandingkan akan membuat psikologis anak menjadi rapuh ketika sudah besar nanti. Oleh karena itu membuat anak tidak memiliki norma atau superego yang kuat dalam dirinya dan hanya mengikuti apa yang dianggap benar, salah satunya melalui judi online karena dapat menghasilkan uang dengan cepat.
Faktor stres juga turut berperan, imbuhnya, terutama mereka yang kehilangan pekerjaan dan terlilit hutang, sehingga langsung memikirkan perjudian online. Made Wedastra menjelaskan penanganan korban perjudian online melalui pengobatan farmakologis dan nonfarmakologis atau psikoterapi.
Pengobatan, jelasnya, melibatkan penggunaan antipsikotik atau antidepresan generasi kedua untuk menurunkan kadar dopamin. Ada pula cara pengobatan terhadap korban perjudian online yang mirip dengan kecanduan narkotika. Secara biologis, peningkatan dopamin di nukleus accumbens atau pusat kesenangan di otak, menyebabkan pecandu menjadi lebih gemar berjudi dan menjadi lebih bahagia.
Sedangkan pengobatan non farmakologi dilakukan bersamaan dengan terapi perilaku yaitu menghentikan segala media atau apapun yang berhubungan dengan perjudian online. Terapi perilaku kognitif kemudian melibatkan penanaman pemahaman baru tentang perjudian online dengan melihat aspek negatif dan positifnya.
“Dengan membiarkan dia melihat apa saja dampak negatif dari perjudian online sehingga dia mengerti, kami memberinya sudut pandang baru tentang perjudian online yang akan selalu dia ingat. “Dengan pemahaman yang baik maka perilaku pun berubah sehingga menjauhkannya dari perjudian online,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan perjudian online merupakan bencana sosial karena diperkirakan ada 8,8 juta orang yang menjadi korban atau pelakunya.
Artikel Psikiater Beberkan Tips Cegah Kecanduan Judi Online untuk Anak-Anak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemkomdigi Kembali Tutup Situs dan Akun Besar Terafiliasi Judi Online pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Situs-situs tersebut adalah http://wajibselect.uk dan http://pinjamriel.web. Saat ini, akun-akun tersebut dikelola oleh platform Instagram @madamgossip.official2 dengan 133.000 pengikut, @osb138 83 dengan 4.000 pengikut, dan @video.warni.brutal dengan 135.000 pengikut.
“Kami akan terus berupaya menghilangkan konten perjudian internet secara terus menerus,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Teknologi Prabunindya Revta Revolution kepada pers di Jakarta, Rabu (6/11/2024). .
Secara total, hingga Rabu, Kementerian Komunikasi dan Teknologi menghapus 7.176 produk yang mengandung taruhan online. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengekang perjudian online.
Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan Satgas Pemberantasan Judi Online berhasil melakukan intervensi terhadap penyebaran perjudian online.
Artikel Kemkomdigi Kembali Tutup Situs dan Akun Besar Terafiliasi Judi Online pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Mendiktisaintek: Pembinaan Kunci Cegah PMI Jadi Korban Judi Online pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menurutnya, jika PMI mempunyai pengetahuan yang cukup maka mereka tidak akan mencari “jalan pintas” untuk menambah pendapatan dari aktivitas ilegal seperti perjudian online.
“Kalau PMI punya keterampilan, maka mereka tidak akan terpapar perjudian online karena (penghasilannya) cukup dengan keterampilan yang memungkinkan mereka bekerja,” kata Satryo usai wawancara dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI). ), Abdul Kadir Karding di Jakarta, Jumat.
Untuk itu, Kemendikbud dan PPMI sepakat untuk memperkuat pelatihan PMI dengan membentuk tim gabungan untuk memenuhi kebutuhan pengajaran dalam proses mereka.
Satrio mengatakan, pihaknya juga siap mendukung pengembangan PMI dengan memberikan pelatihan, tenaga ahli, dan personel bersertifikat dalam proses yang sederhana dan praktis.
“Dengan begitu, kita akan mendapatkan manfaat dari PMI yang bisa menyumbang devisa Indonesia, PNBP (pendapatan nasional bukan pajak), dan citra Indonesia di luar negeri,” kata Satrio.
Turut berbicara mengenai upaya perlindungan PMI dari perjudian online dan penipuan, Presiden PPMI Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan Badan Eksekutif Pengawas Imigrasi untuk mencegah ketidakpatuhan dan pemberangkatan PMI secara ilegal.
Carding menegaskan dirinya setuju dengan rencana otoritas imigrasi yang akan menyediakan dana minimum dan penghematan sumber daya PMI untuk mengurangi cakupan penipuan kerja dan terorisme orang (TPPO) yang fokus utamanya adalah pada PMI.
Ia juga mendesak kepolisian meningkatkan upaya penindakan “mafia” TIP dan operasi penipuan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imip) Agus Andrianto pada 5 November lalu mengatakan, pihaknya akan menambah aturan di Badan Pengelola Imigrasi, meminta penambahan aturan penukaran uang selama setahun terakhir untuk melindungi TPPO.
“Regulasi ini dimaksudkan untuk diterapkan di wilayah yang berpotensi terjadinya TPPO,” kata Agus.
Artikel Mendiktisaintek: Pembinaan Kunci Cegah PMI Jadi Korban Judi Online pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>