Artikel Pemerintah Catat Investasi KEK Capai Rp 242,5 Triliun pada Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Dengan adanya 394 pelaku usaha di KEK, pemerintah semakin optimistis dapat memenuhi target investasi KEK,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang dalam keterangannya di Jakarta (27/11). /2024).
Edwin berharap seluruh KEC bisa mencapai tujuannya. “Sisa tahun 2024, kami berharap seluruh KEK dapat memenuhi kewajibannya dan mendukung program investasi dan penciptaan lapangan kerja yang menjadi fokus kami,” ujarnya.
Di antara 24 zona khusus yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, 8 KEK unggulan seperti KEK Kendal, Sei Mangkei, Mandalika, Nongsa, Sanur, Singhasari, Kura Kura Bali, dan KEK Lido telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. membersihkan. dari target (lebih dari 75 persen).
Di sisi lain, banyak KEK seperti KEK Batam Aero Technic (BAT), KEK Sanur, dan KEK Kura Kura Bali yang memiliki kinerja sangat baik dalam hal penyerapan tenaga kerja.
“Pemerintah terus mendukung berbagai langkah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan KEK di Indonesia. Salah satu upayanya adalah meningkatkan pembangunan KEK dengan melibatkan pemangku kepentingan untuk lebih meningkatkan pembangunan KEK,” jelasnya.
Selanjutnya, Sekjen Dewan Nasional KEK bekerja sama dengan LPEM UI untuk memastikan hasil evaluasi kinerja KEK akurat dan terpercaya. “Agar lebih komprehensif, pada tahun ini LPEM UI mengembangkan kriteria evaluasi KEK menjadi 3 pilar untuk melakukan penelitian dengan evaluasi pada pilar prestasi kerja, keberhasilan kerja dan dampak besar,” ujar Yusuf Reza Kurniawan, tim peneliti LPEM UI.
Bekerja sama dengan LPEM UI, Edwin berharap dapat memperoleh ringkasan kinerja pencapaian selama ini dan mengevaluasinya bersama LPEM UI. Edwin menambahkan, “untuk memberikan optimalisasi guna mempercepat pencapaian tujuan pembangunan KEK Indonesia.”
Artikel Pemerintah Catat Investasi KEK Capai Rp 242,5 Triliun pada Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Incar Investasi Data Center, Airlangga Dorong Pengembangan KEK dan PSN pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>KEK mencatatkan investasi sebesar Rp 242,5 triliun pada kuartal III 2024 dan menyerap 151.260 tenaga kerja. Sepanjang tahun ini hingga September, investasinya mencapai Rp 68,43 triliun dengan jumlah pekerja 34.000 169 orang. Menko Airlangga mengatakan, keberhasilan ini menunjukkan potensi besar KEK dalam mengatasi perbedaan wilayah dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.
“KEK harus terus didorong untuk menarik lebih banyak investasi, termasuk hasil kunjungan kerja Presiden dari beberapa negara. Data center merupakan salah satu sektor pertama yang perlu kita permudah,” kata Menko Airlangga.
Terkait PSN, Menko Airlangga menyampaikan, direncanakan 18 proyek infrastruktur strategis seperti bendungan dan jalan tol pada tahun 2024 dan 30 proyek lainnya akan selesai pada tahun 2025. Giant Sea Wall (GSW) yang akan dibiayai melalui Pemerintah- Skema Kemitraan Badan Usaha (KPBU).
“Proyek Strategis Nasional ini penting diselesaikan pada waktu yang tepat karena merupakan salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuhnya.
Menko Airlangga juga memperhatikan arahan Presiden mengenai pentingnya ketahanan energi dan pangan yang menjadi agenda besar pemerintah. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat basis perekonomian nasional dalam dinamika global.
Ke arah itu, KEK dan PSN diharapkan tidak hanya mendorong investasi dan ekspor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, mengatasi perbedaan wilayah, dan mempercepat transformasi perekonomian nasional.
Artikel Incar Investasi Data Center, Airlangga Dorong Pengembangan KEK dan PSN pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kawasan Ekonomi Khusus Dinilai Percepat Hilirisasi Sawit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Hal tersebut diungkapkan Dida Gardera, Deputi II Menteri Koordinator Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian Republik Indonesia dalam pidato pembukaan seminar “Peran Kawasan Ekonomi Kepentingan Khusus dalam Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Bernilai Tambah Tinggi. Sedikit Industri Hilir Kelapa Sawit” diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia dan Dewan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (DMSI) pada tanggal 4 November 2024 di Jakarta.
“Kawasan ekonomi khusus dapat mempercepat pertumbuhan investasi pada sumber energi baru terbarukan yang bernilai tambah tinggi seperti bioetanol dan bioavtur,” jelas Dida Gardera dalam seminar yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS): “Sebenarnya , KEK ini merupakan kawasan yang sangat istimewa karena memiliki ciri khas dan fasilitas yang diberikan KEK ini (kepada pelaku ekonomi) sangat luar biasa.
Seminar tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Komnas Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manansang, Deputi Direktur Pembangunan Daerah/Bappenas Tri Dewi Virgiyanti Kementerian PPN, Direktur Industri Pertanian Kementerian Perindustrian Putu Juli. Ardika, Kepala Departemen Proyek Pelayanan BPDPKS Arfie Thahar, Direktur KEK Sei Mangkei Moses Situmorang, Pemimpin Redaksi Majalah Indonesia Sawit Qayuum Amri.
Dida menyarankan agar hal ini perlu dikaji ulang agar KEK bisa mendorong hilirisasi sawit karena memiliki berbagai fasilitas seperti pembiayaan dan perizinan untuk meningkatkan investasi hilirisasi sawit.
Sahat Sinaga, Ketua Dewan Kelapa Sawit Indonesia (DMSI), menyoroti pentingnya kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk menarik minat investor terhadap industri kelapa sawit. KEK merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk mengembangkan pusat perekonomian, mengembangkan perekonomian nasional dan mendukung industrialisasi.
Rizal Edwin Manansang, Sekjen Dewan Kawasan Ekonomi Nasional (KEK), menjelaskan, dari 24 KEK tersebut, ada empat KEK yang sebagian besar bergerak dalam kegiatan terkait pengolahan kelapa sawit, yakni KEK Sei Semangke di Sumut dan Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur. . (MTBK) Kawasan Ekonomi Khusus di Kalimantan, KEK Sorong di barat daya Papua dan KEK Arun Lhokseumawe di Kabupaten Aceh.
Rizal mengatakan, “Khusus pada industri pengolahan kelapa sawit atau kawasan ekonomi khusus bertema industri pengolahan kelapa sawit, sudah ada 37 perusahaan peserta, dengan kumulatif investasi sebesar 21,9 triliun rupiah dan menyerap 6.247 tenaga kerja.
Putu Juli Ardika, Direktur Industri Pertanian Kementerian Perindustrian RI, menjelaskan Visi Emas Sawit Indonesia 2045 bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan konsumsi, menjadi penentu harga global minyak sawit mentah dan turunannya. Strategi ini diterapkan melalui jalur pengembangan hilir industri kelapa sawit tanah air, yaitu pangan dan fitonutrien, bahan kimia, bahan bakar cair, dan serat biomassa.
Putu Juli menjelaskan, saat ini kawasan industri telah memasuki generasi keempat, yaitu kawasan industri ramah lingkungan, yaitu klaster industri yang berada pada kawasan industri yang menghasilkan barang atau jasa, yang di dalamnya para peserta bekerja sama untuk meningkatkan kinerja lingkungan, ekonomi, dan sosial. serta meminimalkan dampak lingkungan dan transformasi digital untuk menyederhanakan konektivitas dan komunikasi. Tujuannya adalah untuk menciptakan desain ramah lingkungan untuk infrastruktur, perencanaan dan penerapan konsep produk ramah lingkungan, pencegahan polusi, dan efisiensi energi di kalangan dunia usaha.
Arfie Thahar, Kepala Badan Perencanaan Pelayanan BPDPKS, mengatakan lembaganya mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus yang berfokus pada produk hilir minyak sawit yang bernilai tambah tinggi. Dukungan tersebut diperoleh melalui program penelitian dan pengembangan yang merupakan bagian dari upaya BPDPKS untuk memperkuat, mengembangkan dan meningkatkan pemberdayaan industri perkebunan dan kelapa sawit dengan sinergi antar sektor di hulu dan hilir guna menciptakan industri yang kokoh dan berkelanjutan. perekonomian sawit nasional. industri minyak.
Artikel Kawasan Ekonomi Khusus Dinilai Percepat Hilirisasi Sawit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>