Artikel Peningkatan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan: Sinyal Baik atau Ancaman? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Peningkatan ini merupakan respon baik dari para korban yang awalnya memilih diam atau diam. Kini setelah ada aturan kebijakan yang melindungi mereka, mereka kini bisa leluasa menyuarakan kasusnya,” kata Tiasari, anggota Komnas HAM. tentang Kekerasan Terhadap Perempuan. . Viandani mengikuti webinar bertema “Studi Kasus Penanganan Kekerasan Seksual dan Pelayanan Bagi Pekerja” di Jakarta pada Senin (11/11/2024).
Ia mengatakan, dengan diterapkannya banyak aturan, kekerasan terhadap perempuan di bidang pendidikan semakin meningkat. Di bidang pendidikan, terdapat Peraturan Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023 yang mengatur tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan di lembaga pendidikan.
Hal ini sesuai dengan Permendikbudristek UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Mereka menyoroti adanya relasi kekuasaan yang digunakan pelaku untuk menyasar korban kekerasan seksual.
Pada saat yang sama, Tiashree Wayandani juga membahas pelecehan seksual di tempat kerja. “(Kasus kekerasan seksual di tempat kerja) semakin meningkat karena didukung oleh kesadaran atau keberanian korban karena ada kebijakan yang membawa mereka ke pengadilan,” ujarnya.
Menurut Thiashree Wayandani, tidak jarang pelaku pelecehan seksual di tempat kerja menggunakan hubungan kekuasaan untuk melemahkan korban. Pihaknya mencontohkan seorang pekerja perempuan yang diajak menginap di hotel oleh manajer pabrik di Sikarang, Jawa Barat, yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Soal menetap di Sikarang akhirnya disepakati pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dengan Kementerian Hak-Hak Perempuan dan Kesejahteraan Anak, ujarnya.
Artikel Peningkatan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan: Sinyal Baik atau Ancaman? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Jadi Bapak Kasar di Film Terbaru, Surya Saputra: Ini Bukan Saya Banget pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktor Suriya Saputra berbagi pengalamannya memerankan ayah Pras yang kejam dalam film Hlaklah Sekali Saja Kumenangis. Menurut Surya, karakter tersebut sangat sulit karena bertolak belakang dengan kepribadiannya.
“Sebenarnya bukan aku. “Main fisik saja tidak bisa, apalagi membentak keluarga,” kata Suriya dalam jumpa pers di XXI Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Namun Surya mengaku jatuh hati dengan cerita yang dituturkan dalam film tersebut sehingga menerima tawaran untuk tampil di Mai Once. Selain itu, Suriya menilai film tersebut bisa menjadi upaya untuk melawan racun maskulinitas yang masih ada di masyarakat.
Istilah maskulinitas beracun adalah tekanan budaya terhadap laki-laki untuk bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Istilah tersebut biasanya dikaitkan dengan nilai-nilai yang dianggap maskulin, seperti laki-laki tidak boleh mengeluh, laki-laki harus menghindari kekerasan, unjuk kekuatan dan ekspresi emosi.
Seperti tokoh Pras, kata Suriya, laki-laki kerap menghadapi masalahnya sendirian dan tak mau mengungkapkan perasaannya. Akibatnya, ketika beban menjadi terlalu berat, mereka melimpahkan permasalahan tersebut kepada keluarga.
“Sebenarnya ada masalah dengan Pras tapi dia menolak, jadi dia menyalahkan keluarganya. Perlu dicatat di sini bahwa tidak apa-apa bagi pria untuk menangis dan membicarakan masalahnya. “Jangan takut terlihat lemah, jangan sampai kamu jadi seperti Pras,” kata Surya.
FYI, Once Kumenangis berkisah tentang Tara (Prily Latuconsina) yang harus berjuang sendirian menyelamatkan ibunya (Dominic Sanda) dari ayahnya yang kejam (Sur I Saputra) setelah kakak perempuannya meninggalkan rumah. Penari yang banyak menderita luka sejak kecil ini tidak mampu lagi menanggung beban tersebut. Ditemani Bhaskara (Dikto Wichakson), Tari berusaha mengatasi traumanya.
Disutradarai oleh Rec Vijay, film ini juga dibintangi oleh Vidi Mulia sebagai Nina, Umi Quari sebagai Iki, Christa Emmanuel sebagai Agoya, Gracia JKT48 sebagai Sara, dan Antonio Blanco sebagai Dimash. Ide cerita “Hanya Kumenangis” diciptakan oleh Umay Shahab, Prili Latukonsina dan Eunice Aurelita. Sedangkan skenarionya ditulis oleh Eunice Aurelita.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Jadi Bapak Kasar di Film Terbaru, Surya Saputra: Ini Bukan Saya Banget pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>