Artikel Dukung Program untuk Petani, Yayasan GSN dan Atthaya Kemi Mandiri Berkolaborasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu petani Indonesia sekaligus mendukung visi ketahanan pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, kedua belah pihak menekankan pentingnya kerja sama ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengatasi masalah kemiskinan yang masih relevan di sektor pertanian.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian mencatat angka kemiskinan tertinggi di Indonesia, mencapai 40 persen dari total penduduk miskin. GSN Foundation dan PT Atthaya Kemi Mandiri berkomitmen menyikapi permasalahan ini dengan memberikan bantuan berupa pupuk sebanyak 10 ton per bulan yang akan disalurkan langsung ke petani.
“Kami berharap langkah ini menjadi awal dari perubahan nyata dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani serta mencapai tujuan utama ketahanan pangan Indonesia,” kata Nanik.
Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung sektor pertanian sebagai tumpuan perekonomian Indonesia.
Artikel Dukung Program untuk Petani, Yayasan GSN dan Atthaya Kemi Mandiri Berkolaborasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Desa di Serang Jadi Percontohan Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Desa di Serang Jadi Percontohan Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel IsDB dan IFAD Kerjasama Dukung Ketahanan Pangan Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Perwakilan organisasi internasional akan mengawasi langsung pelaksanaan proyek UPLAND di tiga desa di dua kabupaten, yakni Bujon dan Ngantang, Provinsi Malang. Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan potensi pertanian dataran tinggi Indonesia.
Country Director Asia Tenggara dan Pasifik, Sub-Regional Office of the International Fund for Agricultural Development, Hani Al-Saadani Salem, menjelaskan kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, terutama pasca krisis penyebaran global virus corona. 19 virus.
Hani Al-Saadani Salem di Malang, Kamis (21/1/2024), “Program ini bertujuan untuk mencapai ketahanan pangan. Produk-produk seperti beras, sayur mayur, dan ternak semuanya memiliki nilai tambah.
Selain itu, IFAD berkomitmen untuk mendukung petani miskin di Indonesia. Hani Al-Saadani Salem meyakini bantuan langsung kepada petani dalam banyak hal akan bermanfaat bagi pertanian.
Ia menjelaskan, “Dana tersebut berkomitmen untuk mendukung petani miskin di pedesaan dengan meningkatkan produksi mereka. Kami juga fokus pada akses pasar, penyediaan fasilitas pertanian, dan upaya pengentasan kemiskinan.”
Program ini menyasar pertanian di dataran tinggi yang selama ini kurang mendapat perhatian dan bantuan. Ia berpendapat, bantuan harus diberikan kepada petani dataran tinggi karena mereka merasa memiliki potensi besar.
Hani Al-Saadani Salem mengatakan, “Sampai saat ini, pelayanan hanya terfokus pada daerah dataran rendah, sedangkan daerah dataran tinggi kurang mendapat perhatian.”
Lanjutnya, “Program ini memiliki dua tujuan utama: pertama, meningkatkan ketahanan pangan, dan kedua, meningkatkan penghidupan petani dan petani lainnya.”
Sementara itu, perwakilan kota sekaligus Direktur Islamic Development Bank, Amer Bukvic, berbicara tentang potensi besar Indonesia dalam mengembangkan sumber daya alamnya. Amer bercerita, saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ia mempelajari geografi Indonesia dan bangga dengan kekayaan yang dimilikinya.
“Kami ingin berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan membantu Indonesia sejahtera, Insya Allah,” ujarnya.
Amer menambahkan, tujuan utama proyek UPLAND adalah untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Proyek ini juga berupaya memberikan dampak positif pada pasar produk di tingkat regional dan internasional.
“Kami ingin mendukung terwujudnya Visi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Gubernur Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, kemitraan ini telah berlangsung sejak tahun 2021 dan dampaknya telah dirasakan oleh para petani di tiga desa di dua kota, Bugun dan Ngantang.
“Program ini mendapat respon yang baik dari masyarakat, khususnya para petani, dan memberikan dampak yang besar. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, program ini tidak hanya bermanfaat bagi petani, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat di luar pertanian.” kata Didek.
Diharapkan para petani dapat memanfaatkan UPLAND dan tetap melanjutkannya meskipun ada larangan dari pemerintah terhadap UPLAND. Kapasitas, fasilitas dan pelatihan diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
“Program ini fokus pada produk khususnya jenis batu hijau.
Artikel IsDB dan IFAD Kerjasama Dukung Ketahanan Pangan Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemenhut Genjot Program Kehutanan Sosial untuk Ketahanan Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemenhut Genjot Program Kehutanan Sosial untuk Ketahanan Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel SAM Air dan Asian One Air Bantu Distribusikan Beras ke Daerah Terpencil pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendukung program distribusi pangan yang dicanangkan Badan Pangan Nasional (BAPNAS) di Bulog, kata Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Agus mengatakan SAM Air dan Asian One Air akan fokus memastikan pengiriman beras ke daerah-daerah terpencil di Indonesia, khususnya provinsi tengah dan pegunungan Papua. Agus meyakini pengalaman dan keahlian Asian One Air dalam penerbangan regional jarak jauh dapat sangat membantu dalam menjamin kelancaran dan keseragaman distribusi beras.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pangan di daerah yang mengalami kendala logistik sehingga masyarakat di daerah terpencil dapat mengakses pangan dengan lebih baik.”
Agus mengatakan, kerja sama dengan Asian One Air merupakan langkah transformasi perusahaan yang kini berada di bawah manajemen baru pasca akuisisi PT Yasa Artha Trimanungal. Agus mengatakan manajemen baru fokus mengembangkan layanan penerbangan yang andal.
“Kami sangat antusias dengan kerja sama ini. Melalui koordinasi ini, kami yakin dapat mendukung rencana pemerintah untuk memastikan distribusi beras menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Presiden Asia One Air Sylvie Haravati menyambut baik kemitraan dengan Sam Air. Silvey menilai kerja sama ini mencerminkan semangat gotong royong dalam mengatasi tantangan distribusi di daerah terpencil.
Ia berkata: “Kami berharap melalui kolaborasi ini, distribusi pangan akan menjadi lebih efisien dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.”
Artikel SAM Air dan Asian One Air Bantu Distribusikan Beras ke Daerah Terpencil pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Peran Sektor Ritel Serap Produk Petani Peternak Dalam Negeri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Peran Sektor Ritel Serap Produk Petani Peternak Dalam Negeri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel AHY Fokus Keterhubungan Infrastuktur Demi Kelancaran Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Untuk mencapai tujuan ini, Kementerian Pembangunan dan Pembangunan Daerah sedang mengoordinasikan diskusi mengenai infrastruktur untuk mendukung inisiatif pemasaran pangan. Pengumuman tersebut disampaikan AHY usai rapat departemen yang diselenggarakan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah di Jakarta.
AHY dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (11 Februari 2024), mengatakan, “Pangan merupakan prioritas utama yang harus dicapai dan setiap sektor harus terkoordinasi secara terpadu untuk menjamin tersedianya infrastruktur pendukung sektor pertanian. .
Berdasarkan pemberitaan AHY, Prabowo telah menetapkan tujuan Indonesia mencapai ketahanan pangan dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Sejalan dengan target yang dicanangkan presiden, Menteri Pertanian Andi Amran Suleiman mengatakan persoalan pangan merupakan program prioritas nasional Kabinet Merah Putih dan keberhasilan program tersebut diwajibkan undang-undang. Oleh karena itu, pekerjaan pembangunan infrastruktur harus terkoordinasi antar berbagai departemen dan lembaga di bawah kepemimpinan menteri koordinator untuk menghindari terjadinya insiden besar.
“Sementara Kementerian Pertanian (Kementan) dikoordinasikan oleh Menteri Pangan, konsep pangannya sendiri merupakan rencana presiden, namun ada juga harapan dari menteri koordinator terkait seperti berbagai Asisten Menteri Pembangunan untuk membantu menyelesaikan permasalahan di bidang pangan. Program andalan Presiden, khususnya dalam mengidentifikasi permasalahan pasokan air sektor pertanian,” kata Amran.
Amran melanjutkan, untuk mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian mencanangkan program perluasan lahan sawah seluas 3 juta hektar. Selain itu, pusat pertanian juga terhubung dengan air dan waduk yang disediakan oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU).
“Kepuasan terhadap infrastruktur yang ada sangat penting. Akses terhadap air bersih dan kanal harus segera diselesaikan untuk menjamin stabilitas air lahan pertanian,” kata Amran. “
Selain dukungan infrastruktur, Amran juga menyampaikan perlunya koordinasi berbagai departemen untuk mengelola perbedaan data dan memperkuat kerja sama dengan Kemendagri agar bisa memimpin pemerintahan dengan lebih baik.
“Melalui kerja sama antar kementerian dan dukungan penuh pemerintah, Indonesia diharapkan bisa mencapai swasembada dalam waktu dekat sejalan dengan visi presiden untuk kekuatan dan keberlanjutan pangan negara,” kata Amran.
Artikel AHY Fokus Keterhubungan Infrastuktur Demi Kelancaran Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kementan Ajak Investor Uni Eropa Garap Potensi Pertanian Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menurutnya, Indonesia dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah produk tersebut dengan menerapkan teknologi pertanian modern dari Uni Eropa. “Indonesia dengan sumber daya yang luas, lokasi yang strategis, dan komitmen terhadap pertanian berkelanjutan memberikan lahan subur bagi kerja sama tersebut,” ujarnya dalam acara EU-Indonesia Agribusiness Forum di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Ia mengatakan meningkatnya permintaan masyarakat Indonesia terhadap produk susu dan daging berkualitas tinggi juga membuka peluang besar bagi perusahaan-perusahaan UE untuk berinvestasi di sektor peternakan Indonesia. Menurut Heru, inovasi teknologi, pengolahan dan produksi dari Uni Eropa dapat membantu memenuhi kebutuhan daging dan susu masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas produk peternakan di Indonesia.
Selain itu, Uni Eropa dinilai memiliki sejarah panjang dan keahlian mendalam di bidang produksi susu dan daging. Ia mengatakan, keahlian tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk pangan yang aman, berkualitas, dan dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta mendorong pembangunan pedesaan dan pertumbuhan ekonomi.
“Kepada para pengusaha dan investor UE, saya mengundang Anda untuk mempertimbangkan lanskap yang menjanjikan di Indonesia. Inovasi, pengetahuan, dan praktik berkelanjutan Anda sangat penting untuk membangun sistem pertanian berkelanjutan yang akan menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Heru menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian sedang fokus pada upaya mencapai ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut antara lain mengidentifikasi dan menerapkan strategi transformasi sistem pertanian agar dapat menyediakan pangan berkelanjutan, bergizi, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ia berharap forum bisnis tersebut mampu menggali potensi peluang investasi di bidang pangan.
“Dengan bermitra bersama pemangku kepentingan Indonesia, kami dapat membuka rantai pasokan baru, meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan memenuhi kebutuhan pelanggan global yang terus meningkat,” ujarnya.
Artikel Kementan Ajak Investor Uni Eropa Garap Potensi Pertanian Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>