Artikel OJK: Pilkada Serentak 2024 Dorong Optimisme Perbankan dan Ekonomi Domestik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae SBPO mengindikasikan Indeks Orientasi Bisnis Bank (IBP) berada pada zona optimis dengan nilai 66. Ekspektasi tersebut didukung oleh ekspektasi membaiknya kondisi perekonomian dalam negeri. , meningkatkan kerja perantara perbankan, serta menerapkan manajemen risiko.
“Peningkatan konsumsi masyarakat, termasuk pilkada serentak, menjadi faktor penting dalam prakiraan pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2024. Peningkatan belanja masyarakat untuk persiapan dan pelaksanaan Pilkada memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian dalam negeri, khususnya perekonomian kecil. dan usaha menengah,” kata Dian dalam keterangan tertulis, Selasa (26/11/2024).
Sektor transportasi, media, akomodasi, pangan, dan hiburan diharapkan mendapat manfaat langsung dari kegiatan promosi dan Pilkada. Kampanye kandidat daerah merangsang permintaan tambahan yang merangsang perekonomian lokal, meningkatkan sirkulasi dan menciptakan lapangan kerja sementara.
Hasil SBPO juga menunjukkan risiko perbankan pada triwulan IV 2024 diperkirakan masih terkendali dengan indeks persepsi risiko (IPR) sebesar 55 dengan kategori terkendali. Risiko kredit dan risiko pasar tetap terkendali, sedangkan kualitas kredit dan likuiditas perbankan diperkirakan tetap stabil.
Penyaluran kredit diperkirakan akan meningkat seiring dengan tumbuhnya aktifnya kegiatan usaha di masyarakat. Hal ini juga didukung oleh perkiraan Dana Ketiga (DPK) yang diperkirakan akan tumbuh baik karena membaiknya aktivitas perekonomian dan upaya perbankan dalam menghimpun sumber pendanaan.
“Dengan optimisme perbankan dan perekonomian nasional, kami yakin tujuan Rencana Bisnis Perbankan (RBP) tahun 2024 dapat tercapai. Pilkada sekaligus juga menjadi faktor penting dalam mendorong perekonomian, kata Dian .
Dian mengatakan, penyelenggaraan pilkada serentak tidak hanya menjadi momen politik yang penting, namun juga menjadi peluang untuk menggairahkan aktivitas perekonomian di berbagai daerah. Dampak positif ini diharapkan semakin memberikan dorongan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional, berkat peningkatan peredaran uang dan dukungan konsumsi yang lebih tinggi.
Artikel OJK: Pilkada Serentak 2024 Dorong Optimisme Perbankan dan Ekonomi Domestik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Bank Indonesia Catat Indeks Keyakinan Konsumen Turun pada Oktober 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Survei konsumen perbankan Indonesia bulan Oktober 2024 menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian masih optimis. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (CII) Oktober 2024 yang tercatat sebesar 121,1,” kata Ramdan Danny Prakoso, Direktur Eksekutif Bank Indonesia. Departemen Komunikasi BI, demikian keterangan resmi, Senin (11/11/2024).
Denny mencatat, terjaganya kepercayaan konsumen pada Oktober 2024 ditopang oleh indeks kondisi perekonomian saat ini (IKE) dan indeks ekspektasi konsumen (IEK) masing-masing sebesar 109,9 dan 132,4.
Revisi IKE Oktober 2024 didukung oleh indeks pendapatan saat ini, indeks ketersediaan lapangan kerja, dan indeks pembelian barang tahan lama yang berada dalam wilayah menjanjikan masing-masing sebesar 117,9, 104,7 dan 107,0 – jelas.
Ekspektasi responden terhadap pendapatan saat ini masih kuat untuk semua pengeluaran dan kelompok umur. Tingkat tertinggi tercatat pada pengeluaran responden di atas Rp5 juta dan kelompok umur 20-30 tahun, demikian laporan BI.
Pada saat yang sama, pendapat responden tentang mencari pekerjaan kini berbeda-beda. Berdasarkan kelompok pendidikan, penurunan indeks secara keseluruhan terjadi pada jenjang pendidikan SMA, Perguruan Tinggi, Sarjana, dan Pascasarjana. Sementara itu, indeks tenaga kerja kelompok umur hanya meningkat pada kelompok umur 20-30 tahun dan di atas 60 tahun.
Terkait kepercayaan konsumen untuk membeli barang tahan lama, peningkatan pengeluaran hanya terjadi antara Rp 1 – Rp 2 juta, dan sisanya mengalami penurunan. Sementara itu, menurut kelompok umur, terjadi penurunan indeks pembelian barang tahan lama.
Laporan BI juga memperkirakan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian akan tetap kuat selama enam bulan ke depan. Hal ini tercermin dari IEK Oktober 2024 yang berada pada zona menjanjikan 132,4. Indikator-indikator tersebut didukung oleh optimisme seluruh sektor, yaitu perkiraan pendapatan, lapangan kerja, dan kegiatan usaha masing-masing sebesar 138,4, 129,5, dan 129,2.
“Belanja responden antara Rp1 juta-Rp3 juta hingga lebih dari Rp5 juta pada Oktober 2024 mengalami peningkatan ekspektasi konsumen terhadap pendapatan di masa depan. Dari sisi usia, pertumbuhan indeks tercatat pada kelompok usia 20-an. 50,” tulisnya.
Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap perolehan pekerjaan dalam enam bulan ke depan dikatakan berada pada zona optimis untuk semua jenjang pendidikan. Perkiraan indeks tenaga kerja kelompok umur hanya meningkat pada kelompok umur 20-30 dan 41-50 tahun.
Setelah itu, ekspektasi nasabah terhadap pengembangan bisnis ke depan tercatat meningkat pada tingkat pembelanjaan Rp2,1 juta-Rp3 juta dan Rp4,1 juta-Rp5 juta. Usia puncak tercatat pada usia 20-30 tahun.
Artikel Bank Indonesia Catat Indeks Keyakinan Konsumen Turun pada Oktober 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Akui Daya Beli Masyarakat Turun, Ini Harapan Mendag Zulhas untuk Pemerintahan Selanjutnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Ya, pemerintahan berikutnya akan datang. Waktunya singkat, tinggal sedikit lagi. Dalam jangka pendek, kita perlu memberikan Uang Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu kelas menengah yang kemarin tumbang,” ujarnya. Zulkifli Hassan di Tangerang, Banten pada Rabu (9/10/2024).
Ia berharap pemerintahan baru mampu memberikan bantuan kepada petani dalam situasi inflasi ini. Mendag mengatakan, situasi inflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut membebani para pedagang dan petani.
“Tentu saya ke pasar, lima bulan uangnya sedikit susah pedagang, petani lada dan bawang merugi. Kalau murah risikonya cepat jatuh. Kalau telur murah ayam sangat banyak. murah., orang ini akan cepat bangkrut, tidak ada bantuan. Namun jika harganya tinggi, Anda bisa menguranginya. Ada uang dari pewaris takhta, kaisar. Inflasi dapat diatasi. Tapi kalau jatuh, masuk ke bank,” ujarnya.
Diakui Zulkifli Hassan, saat ini daya beli masyarakat Indonesia sedang menghadapi penurunan.
“Satu hal, pasokan karena peralihan musim hujan musim panas, produksi cukup. Kedua, daya beli harus kita akui menurun. Harus kita akui,” ujarnya.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan inflasi pada September 2024 sebesar 0,12 persen (month-on-month/mm), melanjutkan tren inflasi selama lima bulan berturut-turut karena pengaruh penyesuaian sisi pasokan pangan.
Tren devaluasi terjadi sejak Mei 2024 dan berlanjut hingga September. Rekor deflasi September 2024 ini secara historis merupakan penurunan terbesar dibandingkan bulan tersebut dalam lima tahun terakhir.
Kepala BPS MM Amalia Edingar Vidyasanti menjelaskan, inflasi lima bulan terakhir kerap disumbang oleh penurunan harga volafile food.
Artikel CIRCLE NEWS Akui Daya Beli Masyarakat Turun, Ini Harapan Mendag Zulhas untuk Pemerintahan Selanjutnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>