Artikel Budi Arie: Kemenkop Dapat 7 Mandat Inpres Koperasi Desa Merah Putih pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Budi Arie: Kemenkop Dapat 7 Mandat Inpres Koperasi Desa Merah Putih pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Menkop Sepakat Gapoktan Bertransformasi Jadi Koperasi Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sebab, koperasi itu perusahaan komersial, sedangkan gapoktan itu LSM atau panitia massa, kata menteri koalisi itu, dalam pertemuan dengan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirzwatmodjo dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi. Jakarta, Kamis (28/11).
Hadirin dalam diskusi Gapoktan Institute mengenai penyaluran pupuk bersubsidi, Menteri Koperasi Budi Ari menjelaskan, situasi saat ini penyaluran pupuk bersubsidi sudah menurun dari perusahaan langsung ke pengecer.
Secara khusus, terjadi perubahan kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi, tidak melalui agen atau broker, melainkan langsung ke penerima manfaat seperti Gapoktan.
Oleh karena itu, Gapoktan harus segera menetapkan pasal undang-undang kerjasama sebagai prasyarat penyaluran pupuk dari produsen, tegas Menteri Koperasi Budi Ari.
Kami jelaskan, saat ini terdapat 64.629 Gapoktan di seluruh Indonesia dan 27.000 toko atau pengecer pupuk yang berbadan hukum. Hampir 4.000 dari jumlah Gapoktan terdaftar sebagai badan hukum koperasi. Jadi, ada 52.300 Gapoktan yang belum menjadi koperasi.
“Dalam hal ini Gapoctan dan kios atau retailer bisa bekerjasama untuk menjalin kemitraan,” kata Menteri Koperasi Budi Ari.
Mengenai uji coba koperasi penyalur pupuk bersubsidi, Menteri Koperasi Budi Ari menjelaskan, saat ini pihaknya memiliki anggaran pengembangan untuk 500 koperasi yang didorong menjadi koperasi,” kata Menteri Koperasi Budi Ari.
Selain itu, lanjut Menteri Persatuan, pihaknya menggandeng Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk memfasilitasi penerapan standar pelaporan keuangan yang kooperatif. “Kita punya 1200 Koperasi Penyuluh sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap Gapoctan ke depan. Ada juga mahasiswa Koperasi Penyuluh atau SPK yang kita butuhkan sekitar 9000 SPK,” kata Menko.
Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirzotmodjo menjelaskan proses bisnis pengelolaan pupuk bersubsidi berdasarkan proses proaktif (R-Prepress). Terungkap bahwa Gapoctan bisa membentuk koperasi yang bertanggung jawab dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
“Di sini dewan yang dibuat oleh Gapoktan mempunyai dasar hukum yang kuat dan jelas, serta dapat meningkatkan peran kemitraan dalam mendukung program ketahanan pangan,” kata Kartika.
Oleh karena itu, lanjut Wamen BUMN, diperlukan dukungan Kementerian Koperasi untuk mengubah bentuk organisasi Gapoctan menjadi satu, guna memudahkan implementasi Kebijakan Presiden tentang Pupuk Bersubsidi untuk meningkatkan kapasitas Gapoctan. kolaborasi
Pekerjaan tersebut, pertama, dukungan teknis dan manajemen terkait proses perubahan organisasi Gapoktan, meliputi pendaftaran Gapoktan Massal dan pembukaan rekening bank untuk mengelola biaya operasional koperasi Gapoktan.
Kedua, membantu meningkatkan integrasi hukum dan proses adopsi Koperasi Gapoctan. Ketiga, memberikan pelatihan dan pendidikan kepada pengurus dan anggota koperasi di Gapoktan, kata Wakil Menteri BUMN itu.
Karthika berharap perubahan struktur dari Gapoktan menjadi koperasi dapat selesai pada April 2025 atau dalam waktu enam bulan sejak diumumkan, sejalan dengan masa transisi yang dituangkan dalam R-Persiapan Pengelolaan Pupuk Berkelanjutan.
Artikel Menkop Sepakat Gapoktan Bertransformasi Jadi Koperasi Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Wamenkop: Koperasi Bagian Penting Pertahanan Negara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Presiden Prabowo Subianto mengatakan dalam berbagai situasi, bahwa pertahanan terkuat suatu negara adalah kesejahteraan rakyatnya. Tidak hanya dilindungi oleh militer yang kuat, tetapi juga oleh perekonomian masyarakat yang mandiri dan berdaulat pada Selasa (12/11/ 2024), Manifesto Ekonomi 5.0 di Universitas Pertahanan Jakarta.
Wakil Menteri Koperasi Ferry menyampaikan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan melalui koperasi dengan mengedepankan kewirausahaan sosial, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. “Koperasi memastikan manfaat pembangunan tidak dinikmati segelintir orang saja, tapi merata ke seluruh pelosok tanah air,” kata Ferri.
Melalui koperasi, terlihat bahwa yang menjadi objek bukan hanya masyarakat tetapi juga pembangunan itu sendiri. Masyarakat merupakan aktor kunci dalam rantai perekonomian dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Ferry mengatakan saat ini aset seluruh koperasi di Indonesia hanya sekitar 281 triliun, sedangkan aset BUMN sekitar 10 miliar triliun. “Bagaimana kita bisa mendorong agar gedung-gedung koperasi ini bisa bersaing dengan BUMN? Itu penting bagi Kementerian Koperasi,” kata Ferri.
Selain itu, Wakil Menteri Koperasi menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga perlindungan keamanan. Koperasi hendaknya menjadi instrumen perjuangan pembangunan perekonomian nasional, sebagaimana disampaikan Bapak Koperasi Indonesia, Muhammad Hatta.
Menurutnya, buku Pikiran Prabowo memberi kita wawasan tentang pentingnya stabilitas, kedaulatan, dan kesejahteraan sebagai tiga elemen dasar pembangunan bangsa. Oleh karena itu, koperasi harus menciptakan kemandirian ekonomi yang akan mengurangi ketergantungan kita terhadap impor, khususnya di bidang pangan.
Wakil Menteri Koperasi Ferry menyampaikan bahwa strategi pengembangan kerja sama harus fokus pada pemerataan pembangunan (development with justice) dan tidak hanya pada pembangunan yang berdampak negatif. Kementerian Koperasi disebut saat ini memiliki tiga fokus bidang yang akan berdampak pada peningkatan keterlibatan masyarakat dalam keanggotaan koperasi, yaitu Rebranding, Digital, Tata Kelola, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
“Ketiga kebijakan ini bertujuan untuk memperluas keterlibatan masyarakat, khususnya Gen Z, meningkatkan efisiensi operasional dan merestrukturisasi layanan kolaboratif dan bisnis melalui pengenalan teknologi,” kata Wakil Menteri Koperasi.
Dekan Fakultas Keamanan Nasional Mayjen (Mayor) TNI Pujo Widodo mengatakan, dalam konteks Ekonomi 5.0, koperasi mempunyai potensi besar menjadi wadah yang dapat menggabungkan teknologi dan inovasi sekaligus meningkatkan dan menyebarkan efisiensi produksi. . mendapatkan keuntungan yang adil dengan menggunakan teknologi digital.
“Koperasi dapat menjangkau lebih banyak orang dan membantu menciptakan perekonomian inklusif. Koperasi adalah bentuk ekonomi teknologi yang militan yang dipengaruhi oleh prinsip keanggotaan dan kerja sama. “Di masa depan, koperasi dapat berperan penting dalam teknologi manusia yang inovatif, inklusif, dan berdaya ekonomi,” kata Mayjen TNI Pujo.
Artikel Wamenkop: Koperasi Bagian Penting Pertahanan Negara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>