Artikel Bank Jateng Salurkan KUR Rp 7 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami berharap bahwa satu rencana distribusi tahun telah dicapai. Pada kenyataannya, Java Bank telah dinobatkan sebagai distributor terbesar BPD Indonesia (Bank Pembangunan Regional),” Java Irono Harco Saputro, direktur Bank Sentral Kudas, mengatakan pada hari Selasa (1/220).
Meskipun distribusi KUR relatif tinggi, ia mengatakan tingkat pinjaman non -performer (NPL) untuk komponen bisnis mikro kecil dan menengah (NPL) relatif rendah 0,8 persen.
Dia mengungkapkan bahwa pertumbuhan Bank Java pusat saat ini tidak didasarkan pada dana kredit dari konten konsumen yang sebelumnya besar.
“Sekarang merupakan konversi sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah, berpartisipasi dalam pendapatan regional melalui pembiayaan Kur untuk menghasilkan perusahaan MSME (mikro dan media) untuk distribusi,” katanya.
Pinjaman adalah suku bunga pinjaman yang relatif rendah, dengan persentase persentase masyarakat, termasuk plafon pinjaman maksimum.
Namun, distribusi Kur di Bank Sentral Jawa Suci sekarang mencapai 12 miliar dalam distribusi kredit mikro dalam sebulan.
“Pinjaman kurang dari 100 juta, pinjaman keamanan dapat disediakan, tetapi kami terus mengajukan permohonan kebijakan yang berhati -hati untuk menyalurkan kredit,” katanya.
Bupati Suci Sum’i Intacorist berharap bahwa distribusi Satur Kur dapat membantu mengembangkan UMKM.
Selain itu, ia mengatakan bahwa tingkat pengembalian kredit lebih baik daripada tingkat NPL yang relatif rendah.
“Dengan diperkenalkannya berbagai program Kabupaten Pemerintah Suci, UMKM juga sangat membantu dalam peluncuran berbagai program,” katanya.
Dia berharap bahwa Central Java Bank juga dapat meluncurkan kartu e-wang untuk mendukung pemerintah daerah, yang menerapkan program digitalisasi erat di semua tingkatan.
Artikel Bank Jateng Salurkan KUR Rp 7 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemenko Ekonomi Happy, 49 Persen Penerima KUR Adalah Perempuan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Keberhasilan program KUR dalam menjangkau perempuan, lanjut Ferri, merupakan salah satu tanda membaiknya inklusi keuangan di Indonesia. “Kami sangat senang melihat angka yang menunjukkan peningkatan partisipasi perempuan dalam KUR. Perempuan merupakan 49 persen penerima KUR (per 30 Juni 2024),” kata Ferry. Pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan usaha produktif di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah dalam memfasilitasi akses perempuan terhadap uang dengan mudah dan nyaman. Melalui proyek KUR, banyak perempuan yang memiliki akses terhadap usaha kecil seperti memasak, kerajinan tangan, pertanian, dan perikanan di masa yang sebelumnya sulit ditemukan.
Ferry menambahkan, pemerintah akan terus mendorong inklusi keuangan, khususnya bagi kelompok perempuan yang kurang mampu. Peningkatan jumlah penerima KUR juga diharapkan akan menciptakan usaha perempuan yang lebih mandiri dan kompetitif.
Berdasarkan informasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, perempuan penerima KUR tidak hanya berasal dari kota besar, tetapi juga dari daerah terpencil dan tertinggal. Hal ini menunjukkan bahwa program KUR tidak hanya memberikan manfaat bagi mereka yang berada pada pusat perekonomian, namun juga memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di seluruh Indonesia, khususnya pada sektor 3T (yang marginal dan terbatas).
Ia juga berharap dengan terus meningkatkan jumlah masyarakat penerima KUR, program tersebut dapat berkontribusi pada pemerataan ekonomi dan pemberdayaan perempuan di berbagai industri. Saat ini, pemerintah berencana mendorong perempuan untuk mencari uang melalui berbagai program.
“Ke depan, kami akan terus memperluas jangkauan KUR kepada perempuan dan memastikan dukungan berkelanjutan terhadap usaha produktif yang dipimpin perempuan,” kata Ferry.
Artikel Kemenko Ekonomi Happy, 49 Persen Penerima KUR Adalah Perempuan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Bank Mandiri Optimistis Capai Pertumbuhan Kredit 16-18 Persen di 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Strategi kami adalah mendorong pertumbuhan sektor-sektor yang mampu menahan stabilisasi, terutama ketika likuiditas semakin ketat dan biaya pendanaan meningkat,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar, Rabu (30/10/2024).
Bank Mandiri berkomitmen menjaga profitabilitas dengan meningkatkan platform digital seperti Copra dan Livin, tambah Sigt. Tercatat hingga kuartal III tahun 2024, Bank Mandiri telah menyalurkan pinjaman senilai Rp1.590 triliun atau meningkat 20,8 persen year-on-year. Peningkatan tersebut ditopang oleh saham korporasi yang mencapai Rp581 triliun, serta pinjaman korporasi (KUR) yang tercatat sebesar Rp32,2 triliun.
Bank Mandiri juga akan terus fokus pada peningkatan kas dan menjaga likuiditas pada tingkat optimal. “Kami memiliki kapasitas yang kuat dalam menyerap likuiditas, dengan pertumbuhan DPK mencapai 14,9 persen, melampaui pertumbuhan industri yang hanya 7,04 persen,” ujarnya.
Untuk menjaga likuiditas yang lebih baik, perseroan siap menjajaki opsi seperti menerbitkan Euro Medium Term Notes atau Green Bonds. “Kami masih memiliki sisa platform sebesar USD 2,9 miliar dalam medium-term note euro dan IDR 5 triliun dalam green bond,” tambahnya.
Bank Mandiri juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan kredit berkelanjutan, khususnya di sektor energi terbarukan. Hingga September 2024, portofolio berkelanjutan perusahaan terus tumbuh, mencerminkan upaya berkelanjutan dalam mengelola risiko secara cermat dan menjaga kualitas aset.
“Rasio kredit bermasalah kami tetap terjaga di angka 0,97 persen, lebih rendah 39 basis poin YoY,” kata Sigt.
Artikel Bank Mandiri Optimistis Capai Pertumbuhan Kredit 16-18 Persen di 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>