Artikel Hadiri KTT BRICS, PM India Minta Rusia Hentikan Perang dengan Ukraina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“India siap memfasilitasi gencatan senjata untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II,” kata Modi di Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Modi mengatakan India memiliki sejarah panjang persahabatan dan kerja sama dengan Rusia. Modi mendukung pemulihan perdamaian dan stabilitas, dengan mengutamakan kemanusiaan.
Modi mengaku akan menyampaikan usulan tersebut saat bertemu dengan Putin. Modi memuji peningkatan kerja sama dalam BRICS, namun juga percaya bahwa konflik di Ukraina harus diakhiri dengan damai.
“Kami terus berkomunikasi mengenai konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Kami percaya bahwa masalah ini harus diselesaikan secara damai,” kata Modi.
Putin mengadakan KTT BRICS untuk menunjukkan semakin besarnya pengaruh dunia non-Barat setelah Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa dan Asia berusaha mengisolasi Rusia karena perang tersebut.
Rusia berharap 22 pemimpin, termasuk Presiden Tiongkok Xi Jinping, dapat menghadiri KTT BRICS, yang mencakup 45 persen populasi dunia dan 35 persen perekonomian global.
Putin, yang dianggap sebagai penjahat perang oleh Barat, berterima kasih kepada Modi karena menerima undangan untuk mengunjungi kota sungai Volga, Kazan, dan mengatakan Rusia dan India memiliki kemitraan strategis khusus.
Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengumumkan bahwa krisis Ukraina juga akan dibahas dalam pertemuan antara Xi dan Putin. Namun Peskov belum bisa memberikan rincian mengenai rencana perundingan tersebut.
Artikel Hadiri KTT BRICS, PM India Minta Rusia Hentikan Perang dengan Ukraina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Gelar KTT BRICS, Putin Ingin Saingi Hegemoni Barat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>KTT BRICS, yang akan diadakan di Kazan, Rusia, pada tanggal 22 hingga 24 Oktober 2024, merupakan pertemuan terbesar yang diadakan di Rusia sejak invasi negara tersebut ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin telah mencoba menunjukkan bahwa upaya Barat untuk mengisolasi Rusia telah gagal.
Beberapa pemimpin anggota BRICS dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam KTT BRICS, seperti Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Di sisi lain, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva tiba-tiba membatalkan rencana pertemuan tersebut setelah mengalami cedera kepala yang menyebabkan pendarahan otak ringan.
“Rusia telah menjadikan perluasan kelompok BRICS (singkatan dari nama-nama anggota utama seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) sebagai pilar kebijakan luar negeri negaranya,” kata ilmuwan politik yang berbasis di Moskow. , Konstantinus. kata Kalachev kepada AFP di Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Di Kazan, Putin akan bertemu secara terpisah dengan Modi dan Xi, serta dengan para pemimpin Afrika Selatan dan Mesir, dan kemudian mengadakan pembicaraan terpisah dengan Presiden Turki Recep Erdogan dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Artikel Gelar KTT BRICS, Putin Ingin Saingi Hegemoni Barat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BRICS Jadi Kekuatan Baru Dukung Kemerdekaan Palestina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Abbas juga meminta masyarakat internasional untuk memastikan implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB, sehingga Israel segera mengakhiri genosida, masyarakat Gaza menerima bantuan kemanusiaan, dan menarik tentara Yahudi Zionis sepenuhnya dari wilayah tersebut.
Abbas menambahkan, “Kami sangat bergantung pada negara-negara BRICS, yang perannya semakin efektif dan penting dalam menjamin landasan perdamaian dan keamanan internasional,” kata Abbas saat memaparkan agenda pertemuan BRICS yang digelar di Kazan, Kamis (10/1). /24/2024). ketika
Ia mengatakan, penerapan keadilan bagi rakyat Palestina merupakan ujian terbesar yang dihadapi masyarakat dunia saat ini, dan sudah saatnya menghentikan penindasan dan pemerintahan kolonial atas Palestina.
Komunitas internasional diminta untuk memastikan bahwa resolusi PBB mengenai nasihat hukum Mahkamah Internasional, yang mewajibkan Israel untuk mengakhiri pendudukannya di seluruh wilayah Palestina, termasuk termasuk Yerusalem Timur, diikuti oleh semua pihak dalam satu kesatuan. tahun.
Abbas menyerukan sanksi internasional terhadap Israel jika menolak menerapkan resolusi PBB. Ia juga meminta komunitas internasional untuk mengabaikan keputusan Israel yang menutup markas UNRWA di timur Yerusalem.
Selain pentingnya terselenggaranya Konferensi Perdamaian Dunia dengan kerja sama PBB dan pihak terkait, ia juga mendorong reformasi sistem internasional agar adil dan seimbang.
Abbas juga menekankan niat Palestina untuk bergabung dengan kelompok BRICS dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara BRICS.
Presiden Palestina juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin yang telah menyetujui mengundang Palestina dalam pertemuan internasional ini.
Dikatakannya, agenda ini merupakan pengembangan kerja sama antara negara-negara BRICS dengan negara-negara selatan dunia dalam rangka kerja sama di berbagai bidang dan memberikan strategi penyelesaian konflik di belahan dunia lain, khususnya masalah Palestina.
Artikel BRICS Jadi Kekuatan Baru Dukung Kemerdekaan Palestina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>