Artikel Baju Thrifting Berisiko Paparkan Bakteri Penyebab Infeksi Kulit dan Darah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Namun, terlepas dari daya tariknya, penting bagi konsumen untuk memastikan bahwa pakaian bekas terlindungi dengan baik sebelum memakainya. Sebab, pakaian bekas bisa menjadi sumber berbagai penyakit menular.
Para peneliti di Universitas Leicester menemukan bahwa pakaian dapat menampung banyak patogen, termasuk bakteri seperti Staphylococcus aureus (yang menyebabkan infeksi kulit dan darah), salmonella, E coli, norovirus, dan rotavirus (demam, muntah). dan diare) dan jamur yang dapat menyebabkan kaki dan kurap. Setelah memeriksa pakaian bekas, khususnya yang dijual di pasar Pakistan, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar sampel yang dikumpulkan mengandung Bacillus subtilus dan Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi kulit dan darah. Pakaian bekas juga mengandung kuman penyebab penyakit kulit (seperti dermatitis dan kudis).
Tak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa kuman dari berbagai patogen, seperti E coli, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes, dapat bertahan hidup di pakaian selama berbulan-bulan jika disimpan dalam suhu ruangan. Kuman dapat hidup pada pakaian berbahan katun atau serat campuran hingga 90 hari.
Namun pada kain poliester, mikroba tersebut mampu bertahan selama 200 hari saat kelembapan udara tinggi. Artinya pakaian sebaiknya disimpan di tempat yang kering untuk mengurangi pertumbuhan kuman.
Artikel Baju Thrifting Berisiko Paparkan Bakteri Penyebab Infeksi Kulit dan Darah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Waktu Ideal Ganti Handuk Agar Terhindar dari Bau Apek dan Kulit Gatal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Handuk bekas bersifat lembap, menjadikannya tempat yang sempurna bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. “Semakin basah handuk, semakin lama jamur, bakteri, ragi, dan virus tetap hidup dan aktif,” kata dokter kulit Cleveland Clinic Alok Vij seperti dikutip Best Life Selasa (5/11/2024).
Menurutnya, handuk kotor dapat menyebabkan jamur kuku kaki, borok pada kaki dan tungkai, serta penyakit kulit yang menular. Handuk kotor dapat menyebabkan eksim atau dermatitis atopik.
Naturopath dan ahli gizi Pedi Mirdamadi menjelaskan seberapa sering mencuci handuk. Menurutnya, setelah mandi pun kuman masih menempel di kulit. “Saat Anda mengeringkan tubuh, kelembapan pada handuk bercampur dengan bakteri yang diserap dari tubuh Anda, menciptakan campuran bakteri menular,” katanya.
Dr Mirdamadi mengatakan Anda bisa “memperbanyak” bakteri hanya dengan mencuci handuk pada hari pertama sebelum menggunakannya. Jumlah bakteri meningkat pada hari pertama. “Saya yakin sebagian dari Anda masih bisa mencium bau handuk di hari kelima pemakaian karena penuh bakteri. Dari situlah bau handuk basah yang tidak sedap itu berasal. Bakteri hidup di tubuh dan memakan minyak tubuh. Bahan handuk,” ujarnya. dikatakan.
Menurutnya, masalah serupa juga terjadi pada handuk muka. “Jadi yang perlu dilakukan adalah mengganti handuk tiga kali seminggu, pada hari ketiga, karena handuk Anda banyak bakterinya, jadi cuci atau ganti, dan itu membantu mengatasi jerawat dan banyak masalah kulit lainnya. masalah,” katanya. .
Handuk lebih berisiko karena digunakan oleh beberapa orang dalam satu rumah. Charles Gerba, ahli mikrobiologi di Universitas Arizona, mengatakan kepada majalah Time pada tahun 2017 bahwa jika Anda mengeringkan tangan dengan handuk setelah dicuci, handuk tersebut mungkin mengandung bakteri tinja. Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa 90 persen handuk mandi terkontaminasi bakteri coliform, dan 14 persennya mengandung E coli.
Menurut Gerba, handuk yang sudah dicuci berkali-kali bakterinya lebih sedikit. “Jika Anda mengeringkan wajah dengan handuk setelah dua hari, Anda akan menaruh lebih banyak E coli di wajah Anda dibandingkan jika Anda memasukkan kepala ke dalam toilet dan mencucinya,” katanya.
Menurut perhitungannya, rencanakan untuk mencuci handuk setiap hari. Jadi seberapa sering Anda harus mencuci handuk? Lebih dari sekarang. Patuhi jadwal pencucian dua hingga tiga kali, dan jika Anda mencium bau nyamuk, langsung masukkan ke dalam mesin cuci.
Artikel Waktu Ideal Ganti Handuk Agar Terhindar dari Bau Apek dan Kulit Gatal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>