Artikel OJK Kembali Gandeng BPS Lakukan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kerjasama antara OJK dan BPS adalah kerja sama kedua setelah sukses pada tahun 2024.” Katanya.
Perhitungan hasil 2025 diharapkan lebih berkelanjutan sampai perhitungan hasil 2025 diharapkan lebih berkelanjutan, sehingga indeks yang diperoleh dapat menjelaskan kondisi literasi Indonesia modern dan keterlibatan keuangan.
Ferica berpartisipasi dalam Surveillance 2025 (pada hari Jumat, 7/2/2025 di DKI Jakarta, di Pegangsaan 2 di Jakarta Utara, dan dengan perwakilan BPS Amalia Adalia Adinenggar widyasanti.
“Undang -undang Pengembangan dan Pengembangan Sektor Keuangan (P2SK) mensyaratkan apakah hasil pelatihan perusahaan jasa keuangan efektif dengan PUJK dan apakah program OJK OJK efektif sesuai dengan tujuan aktivitas.” Katanya.
Frideerica mengatakan bahwa sebuah studi yang dilakukan oleh Badan Pengembangan Ekonomi Koperasi (OECD) secara positif terkait dengan tingkat kesejahteraan tingkat melek keuangan di negara tersebut.
“Oleh karena itu, kami terus mendorong orang tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga untuk menggunakan produk jasa keuangan dan pada saat yang sama untuk membaca dan menulis dengan baik.” Katanya.
Saksi camilan bertujuan untuk memastikan bahwa pengumpulan data survei dilakukan dengan benar dan benar oleh Field Registration Officer (PPL). Selain itu, saksi dilakukan oleh kantor OJK lokal dan BPS pusat di setiap negara bagian untuk mempertahankan kualitas proses pengumpulan data.
Antara 22 Januari dan 11 Februari 2024, pengumpulan data SNLIK 2025 berlangsung di 34 negara bagian, termasuk 120 Legin dan City, delapan area kantor OJK dan total 1.080 blok daerah (BS).
Pengumpulan Data Lapangan dilakukan oleh 375 ppl dan 121 Field Inspector (PMLS) Face -To -Face Contacts (PMLS) Menggunakan Aplikasi Wawancara Pribadi Bantuan Komputer (CAPI). Setiap ppl bertanggung jawab untuk 2-3 bs dengan PML.
Hasil SNLIK 2025 menjelaskan kondisi literasi keuangan dan keterlibatan rakyat Indonesia pada tahun 2024. 2020 Peraturan Presiden (Perpres) no. 114 diselenggarakan untuk target inklusi keuangan bahwa Indonesia harus mencapai 90% pada tahun 2024.
Untuk alasan ini, OJK bekerja dengan semua pemangku kepentingan, termasuk bank, pasar modal, asuransi, dana pensiun, pembayaran, asosiasi dan banyak lagi untuk menerapkan program literasi keuangan dan inklusi yang penting melalui Gerakan Cerdas Keuangan Nasional (Penguatan). Selain itu, OJK telah menggabungkan pemerintah daerah dengan program inklusi keuangan melalui Tim Akselerasi Keuangan Regional (TPAKD).
“Seluruh seri program bertujuan untuk membuat daftar, untuk menciptakan populasi Indonesia yang berpendidikan dan terlindungi.” Katanya.
Artikel OJK Kembali Gandeng BPS Lakukan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dukung Program OJK, Prudential Berdayakan Perempuan Indonesia Cerdas Kelola Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Acara ini menjangkau lebih dari 1.000 peserta yang hadir secara langsung dan online melalui platform Zoom dan YouTube.
Acara tersebut merupakan rangkaian program ‘Literasi Keuangan untuk Perempuan’ yang berlangsung di beberapa kota besar di Indonesia mulai Agustus 2024. Kota-kota tersebut antara lain Kendal, Pekalongan, Bogor, Tangerang, Purwakarta, Batam, dan Jakarta.
Program pendidikan keuangan untuk perempuan telah menjangkau lebih dari 6.000 peserta. Sejak diluncurkan pada tahun 2009, program ini telah menjangkau lebih dari 65 ribu peserta perempuan dan menciptakan lebih dari 20 juta kesadaran media sosial.
Melalui acara ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan perempuan Indonesia di bidang keuangan dan asuransi, sehingga perempuan dapat mandiri secara finansial, merencanakan masa depannya dengan baik dan panjang umur.
“Prudential percaya bahwa perempuan di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan keluarga dan perekonomian negara,” kata Karin Zulkarnen, Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia.
Wanita Indonesia yang memiliki pengetahuan finansial, termasuk asuransi, dan kebijaksanaan dalam merencanakan keuangan pribadi dan keluarga, akan mampu menghadapi banyak permasalahan dan risiko dalam hidup. Prudential terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk OJK dan komunitas ekonomi syariah untuk menjangkau lebih banyak perempuan Indonesia agar mampu mempelajari permasalahan keuangan sehingga memiliki kekuatan finansial.
Inisiatif ini juga bertepatan dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Genkarkan) OJK untuk meningkatkan literasi keuangan dan asuransi di Indonesia. “Kami percaya bahwa asuransi tidak boleh dilihat hanya sebagai produk keuangan, namun sebagai jaring pengaman penting yang melindungi keluarga terhadap berbagai risiko di masa depan.” Sehingga jika masyarakat mempunyai kemampuan dalam mengelola keuangannya, maka ia dapat membangun secara mantap dan mantap. posisi keuangan yang sukses,” tambah Karin.
Artikel Dukung Program OJK, Prudential Berdayakan Perempuan Indonesia Cerdas Kelola Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Gencarkan Literasi Keuangan, BRI Insurance Edukasi Pondok Pesantren di Sukabumi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Untuk mendukung upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan, Asuransi BRI berkomitmen untuk berpartisipasi dalam program GENCHARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Finansial) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukabumi, Chibadak pada Kamis (14/11/2024). ).
Literasi Asuransi Syariah Asuransi BRI bertujuan untuk memberikan edukasi keuangan syariah khususnya asuransi dalam lingkup prinsip syariah, sekaligus meningkatkan akses layanan asuransi di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Lebih dari 120 orang, termasuk santri, guru, dan pengurus Pondok Pesantren Darül İhsan, mengikuti program literasi tersebut.
Kusnul Hilal, Deputy General Manager Departemen Syariah, mengatakan Asuransi BRI akan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui prinsip saling melindungi atau gotong royong dan transparansi khususnya di bidang Asuransi Syariah. Ini juga merupakan program asuransi BRI yang mendukung program OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
“Saya berharap dengan adanya literasi asuransi syariah, santri di pesantren khususnya Pondok Pesantren Darul Ihsan dan santri di seluruh lapisan masyarakat sekitar dapat memahami, menerima dan merasakan manfaat perlindungan yang aman dan patuh,” Hilal mengatakan pada Sabtu (16/11/2024) dalam keterangannya, “Kami akan bertindak dengan prinsip syariah saat ini dan di masa depan.”
Saat dan lokasi acara, Ustaz Budi Setiabudi, Kepala Pondok Pesantren Darul Ihsan, berharap kedepannya Asuransi BRI tetap berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan santri dan masyarakat luas serta terus berkembang sebagai perusahaan asuransi. . Perusahaan yang menawarkan layanan pelanggan terbaik dan paling dapat diandalkan. Ia berharap kerjasama ini semakin meluas sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya asuransi syariah sebagai bagian dari perlindungan keuangan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.
“Kami sangat mengapresiasi Asuransi BRI yang menyelenggarakan kegiatan asuransi literasi dan edukasi syariah bagi santri Pondok Pesantren Darul Ihsan. Kegiatan ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami konsep asuransi sesuai prinsip syariah dan juga membantu mereka lebih siap menghadapi tantangan perekonomian beserta berbagai risiko di masa depan secara Islam atau prinsip syariah,” kata Budi.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan asuransi di wilayah Jawa Barat khususnya di Sukabumi dan sekitarnya, serta memberikan akses yang setara dan semakin luas terhadap produk dan layanan asuransi syariah. Literasi yang baik juga akan membantu masyarakat membuat keputusan keuangan yang lebih cerdas dan mengantisipasi risiko keuangan di masa depan.
Artikel Gencarkan Literasi Keuangan, BRI Insurance Edukasi Pondok Pesantren di Sukabumi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel OJK: 35 Bank dan 1,5 Juta Agen ikut Program Laku Pandai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Afiliasi Laku Pandai memiliki 1.507.463 afiliasi individu dan 17.208 afiliasi korporasi yang memberikan peluang penghasilan kepada lebih dari 30 juta nasabah.
Didirikan untuk meningkatkan inklusi keuangan, program Laku Pandai berhasil menggalang dana sebesar Rp1,31 triliun dari nasabah Basic Saving Account (BSA). Program ini tidak hanya berfokus pada penghematan uang, namun juga berperan penting dalam memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, terutama di daerah yang dulunya sulit mengakses cabang bank.
“Kerja Agen Laku Pandai sangat penting dalam meningkatkan keterampilan dan inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap perbankan. Laku Pandai hadir di 33 provinsi dan 512 kabupaten/kota yang memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan akses terhadap layanan perbankan,” kata Kepala Pengawasan Perbankan OJK. Direktur Jenderal Dian Ediana Ray menanggapi konferensi pers RDKB Oktober 2024 yang diterima Kamis (14/11/2024).
Selain itu, agen Laku Pandai kini terlibat dalam promosi pinjaman mikro. Pada triwulan II tahun 2024, terdapat 147.659 peminjam dengan total pinjaman sebesar Rp996,26 miliar, sehingga semakin meningkatkan dukungan bank dalam mendukung peluang perekonomian masyarakat.
OJK, lanjut Dian, akan terus mendukung pengembangan program Laku Pandai, terutama memperluas jangkauan layanan yang diberikan, serta mengimbangi perkembangan teknologi informasi yang menjamin kelancaran dan efektivitas layanan komersial. Program ini diawali dengan POJK No. 19/POJK.03/2014, kemudian diubah pada tahun 2022 dengan POJK No. 1/POJK.03/2022 agar selaras dengan sistem perbankan.
Dian Fath Risale.
Artikel OJK: 35 Bank dan 1,5 Juta Agen ikut Program Laku Pandai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel OJK dan OECD Kolaborasi Bangun Inisiatif Edukasi Keuangan Global pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Dengan semakin kompleksnya produk keuangan, penting bagi kami untuk membekali nasabah dengan pengetahuan, keterampilan, dan alat untuk mengambil keputusan keuangan yang tepat,” kata Wakil Presiden Dewan Penasihat OJK Mirza Adityaswara di Jakarta, Sabtu (9 /) . 11/2024).
Kesepakatan tersebut dicapai pada KTT dan konferensi OECD/INFE yang diselenggarakan pada 6-8 November di Nusa Dua, Bali. OJK menyelenggarakan pertemuan dan acara yang dihadiri oleh kelompok OECD yang terdiri dari 1.000 peserta dari 30 negara yang berpartisipasi secara online dan offline.
Mirza mengatakan pemberdayaan konsumen melalui edukasi keuangan penting dilakukan di tingkat global, terutama di era digital dan semakin kompleksnya produk dan layanan keuangan.
Sementara itu, Kepala Perlindungan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi berharap kerja sama dan kolaborasi antara OJK dan OECD/INFE sedang dalam proses membangun hubungan yang lebih kuat dan lebih baik. masyarakat inklusif. dan konsumen untuk mendapatkan kekuatan finansial untuk menghadapi berbagai tantangan perekonomian.
“OJK telah memperoleh banyak manfaat sejak bergabung dengan OECD/INFE. Melalui forum ini, anggota OECD/INFE dapat berbagi informasi, pengalaman dan tantangan terkait upaya peningkatan kompetensi dan perlindungan konsumen. “Untuk dapat membuat program dan kebijakan baru berdasarkan kebutuhan,” kata Friderica.
OJK terus melakukan berbagai kegiatan edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi dan perlindungan konsumen. Sejak 1 Januari hingga 28 Oktober 2024, OJK telah melaksanakan 4.393 kegiatan edukasi keuangan yang melibatkan 5.795.083 peserta di seluruh Indonesia.
Saat itu, Wakil Sekretaris Jenderal OECD Yoshiki Takeuchi mengatakan bahwa dengan pemahaman yang lebih baik tentang keuangan berkelanjutan, masyarakat dapat membuat keputusan keuangan yang terinformasi dan bertanggung jawab sehingga jumlah pinjaman dan penguatan keberlanjutan keuangan bermanfaat bagi lingkungan. lingkungan dan masa depan ekonomi.
Ketua OECD/INFE Magda Bianco mengatakan OECD/INFE berkomitmen untuk terus menciptakan dan mengembangkan strategi efektif untuk meningkatkan literasi dan perlindungan konsumen di sektor keuangan. Peningkatan literasi keuangan dilakukan dengan membuat pedoman yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat.
Magda mengatakan literasi keuangan berpotensi meningkatkan partisipasi masyarakat dan tingkat kepercayaan untuk lebih terlibat di sektor keuangan dan mengambil keputusan keuangan yang baik.
“Melek finansial membuat masyarakat lebih kuat secara finansial untuk menghadapi situasi masa depan yang tidak pasti. Juga memungkinkan masyarakat memilih produk atau layanan berdasarkan strategi investasi dan tujuannya,” ujarnya.
Artikel OJK dan OECD Kolaborasi Bangun Inisiatif Edukasi Keuangan Global pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Great Eastern dan OCBC Luncurkan Produk Baru dengan Kepastian Imbal Hasil pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang melek akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik. Sejalan dengan indeks literasi tersebut, hasil Financial Fitness Index (FFI) OCBC 2024 yang dirilis OCBC bekerja sama dengan NielsenIQ juga menunjukkan bahwa pada tahun 2024, kondisi keuangan masyarakat Indonesia mencapai stabil pada angka 41,25 persen.
Berdasarkan skor tersebut, terdapat peningkatan signifikan sebesar 25 persen generasi milenial yang kini mulai memiliki dana darurat untuk hidup tenang di masa depan atau di masa pensiun.
Tren meningkatnya minat atau kesadaran terhadap perencanaan dana darurat atau pensiun, terutama di kalangan generasi milenial, merupakan peluang besar bagi perusahaan jasa keuangan. Sebab, peningkatan kesadaran finansial harus diimbangi dengan tersedianya akses masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan. Dalam hal ini, produk keuangan yang menawarkan pertumbuhan kekayaan yang pesat dapat menjadi solusi tepat bagi masyarakat untuk mencapai tujuan keuangannya.
Bulan ini, Great Eastern Life Indonesia bersama PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) meluncurkan produk GREAT Prestige Optima Protector untuk membantu masyarakat mencapai tujuan finansialnya. “Great Eastern Life Indonesia berkomitmen untuk terus menjawab kebutuhan nasabah melalui solusi perlindungan yang relevan. Dengan diluncurkannya GREAT Prestige Optima Protector, Great Eastern Life Indonesia menawarkan jaminan pengembalian yang bergaransi selama 3 atau 5 tahun. “Keunggulan ini dapat membantu masyarakat yang ingin mengembangkan aset dan mencapai aspirasinya lebih cepat dalam waktu 3 hingga 5 tahun, tergantung pilihan dan kebutuhan nasabah,” kata Direktur Bancassurance Great Eastern Life Indonesia Sisca dalam konferensi pers, Minggu (20/10/2024). .
Produk ini memiliki 3 keunggulan utama. Dengan kata lain, nasabah mendapat jaminan tingkat profitabilitas yang sama untuk 3 atau 5 tahun pertama sesuai dengan perencanaan keuangan nasabah.
Kedua, fleksibilitas uang pertanggungan. Pelanggan dapat secara fleksibel menentukan harga pertanggungan hingga 5 kali lipat premi tunggal sesuai kebutuhannya.
Ketiga, Anda hanya membayar premi satu kali saja. Nasabah dapat menambah kekayaan dan mendapatkan perlindungan jiwa hingga usia 99 tahun hanya dengan satu kali pembayaran premi.
Seiring dengan kondisi perekonomian Indonesia yang tetap dinamis dan kebutuhan hidup yang semakin beragam, menjaga stabilitas keuangan menjadi tantangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain memberikan pertumbuhan aset yang optimal dan cepat, GREAT Prestige Optima Protector juga menawarkan perlindungan jiwa yang komprehensif.
Dengan fleksibilitas dalam menentukan Uang Pertanggungan, nasabah dapat menyesuaikan besaran perlindungan hingga lima kali lipat premi tunggal sesuai kebutuhan nasabah dan keluarga. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, ahli waris mendapatkan manfaat yang dapat membantu meringankan beban keuangan.
“Sebagai mitra, Great Eastern dan OCBC menawarkan pilihan dan instrumen perlindungan investasi kepada klien yang secara alami disesuaikan dengan aspirasi keuangan masing-masing individu. Produk bancassurance ini dapat dibeli melalui OCBC untuk membantu klien mencapai aspirasi keuangannya lebih cepat”, ujar Head of OCBC. Manajemen Kekayaan Juky Mariska.
Artikel Great Eastern dan OCBC Luncurkan Produk Baru dengan Kepastian Imbal Hasil pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Ikut Panggung Rakyat, Bank DKI Dorong Inklusi Produk dan Layanan Perbankan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pesta Rakyat yang dihadiri ribuan orang ini digelar untuk menyambut peralihan kepemimpinan yang signifikan terhadap Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Direktur Utama Bank DKI Agus H Widodo menjelaskan pentingnya memahami produk dan layanan perbankan.
“Hal ini merupakan upaya agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses dan memahami dengan baik produk dan layanan perbankan. “Literasi dan inklusi keuangan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/10/2024).
Selain perkenalan booth untuk memberikan informasi produk dan layanan perbankan, acara Panggung Rakyat juga diisi dengan berbagai kegiatan interaktif. Pertunjukan musik oleh bintang tamu ternama antara lain Vali, Pagi Boeta, Yeni Inka, Dara Ayu.
Hal ini juga merupakan wujud upaya Bank DKI untuk lebih mendekatkan diri kepada warga Jakarta dan sekitarnya. Turut mendorong penyebaran literasi dan inklusi keuangan melalui pengenalan produk dan layanan perbankan digital yang dimiliki Bank DKI.
Selain itu, terdapat berbagai kegiatan menarik seperti Zumba Fitness yang gratis dan terbuka untuk umum. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kuis menarik, menikmati pasar UMKM binaan perusahaan dan Pemprov DKI Jakarta. Termasuk kesempatan memenangkan berbagai doorprize menarik serta hadiah tamu istimewa.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI Ari Rinaldi menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan sosialisasi literasi keuangan melalui partisipasi aktif dalam acara serupa. Manajemen ingin masyarakat dapat memanfaatkan layanan perbankan secara optimal.
“Bank DKI memiliki rangkaian produk dan layanan yang inovatif dan digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan keuangan masyarakat,” kata Ari.
Artikel Ikut Panggung Rakyat, Bank DKI Dorong Inklusi Produk dan Layanan Perbankan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BRI Insurance dan PNM Bersinergi Tingkatkan Literasi Asuransi ke Pelaku Usaha Ultra Mikro pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pada acara yang diadakan di Yogyakarta, sekitar 60 nasabah PNM Mekaar dilatih untuk memahami pentingnya asuransi mikro khususnya asuransi kecelakaan bisnis dan residensial, serta cara mudah mendapatkan asuransi melalui aplikasi mobile BRINS milik BRI Insurance (BRINS). Selain itu, program ini merupakan wujud komitmen BRI Insurance dalam melaksanakan program Gerakan Nasional Cerdas Finansial (GENCARKAN) dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (FIM) 2024.
Diluncurkan oleh OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia secara masif dan merata.
Kegiatan ini merupakan wujud rasa terima kasih PNM dan BRINS kepada badan usaha ultra mikro yang dianggap sebagai tulang punggung perekonomian daerah dan nasional serta berdampak besar terhadap pertumbuhan perekonomian negara.
Kepala PNM Cabang Yogyakarta Danang Setya Budi mengatakan, kerja sama ini merupakan upaya meningkatkan literasi asuransi yang diharapkan dapat melindungi nasabah Mekaar dari risiko bisnis. “Terutama aset usaha agar tetap produktif dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (24/10/2024) di Kimaya Hotel Yogyakarta.
Ia juga menegaskan agar PNM Mekaar terus menangani asuransi hak milik bagi para pelanggannya. “Untuk memberikan manfaat bagi nasabah Mekaar, mereka perlu memahami dan memiliki asuransi sehingga dapat menjaga stabilitas keuangan dalam menjalankan usahanya,” tambah Danang.
Hadir dengan sikap yang sama. “Sebagai Kepala BRINS Cabang Yogyakarta, Ari Pratama menyatakan dukungannya untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan, khususnya asuransi bagi pelaku UMKM untuk melindungi usahanya dan aset lainnya,” ujarnya.
Ari juga mengatakan, produk asuransi BRI bagi badan usaha ultra mikro (nasabah PNM) dan usaha mikro untuk melindungi tempat usaha dan rumahnya sangat ekonomis dan bermanfaat dengan premi mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu per tahun.
Selain memberikan kemudahan layanan asuransi mulai dari kerugian harta benda hingga pelaporan klaim asuransi secara online, BRINS juga memiliki aplikasi BRINSmobile yang dapat dengan mudah digunakan dalam layanan asuransi oleh UMKM dan masyarakat umum.
Asuransi BRI merupakan perusahaan asuransi non jiwa dan bagian dari BRI Group untuk meminimalisir kesalahan dalam pengeditan dan pemilihan ilustrasi. Asuransi BRI merupakan perusahaan yang berbeda dengan Bank BRI, BRI Life, BRI Finance dan anak perusahaan BRI lainnya. dari segi tampilan bisnis dan logo resmi.
Artikel BRI Insurance dan PNM Bersinergi Tingkatkan Literasi Asuransi ke Pelaku Usaha Ultra Mikro pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>