Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

lsf Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/lsf/ berita dari seluruh kalangan dunia Mon, 18 Nov 2024 22:20:17 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://jahangircircle.org/wp-content/uploads/2024/10/cropped-jc-32x32.png lsf Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/lsf/ 32 32 Aktor Bryan Domani Sering Lihat Orang Tua Bawa Anak Kecil Nonton Film yang tak Sesuai https://jahangircircle.org/aktor-bryan-domani-sering-lihat-orang-tua-bawa-anak-kecil-nonton-film-yang-tak-sesuai/ https://jahangircircle.org/aktor-bryan-domani-sering-lihat-orang-tua-bawa-anak-kecil-nonton-film-yang-tak-sesuai/#respond Mon, 18 Nov 2024 22:20:17 +0000 https://jahangircircle.org/aktor-bryan-domani-sering-lihat-orang-tua-bawa-anak-kecil-nonton-film-yang-tak-sesuai/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktor Brian Domani menilai penerapan budaya sensor diri di kalangan masyarakat, khususnya orang tua, masih terlalu sedikit. Aktor Pantaska Aku Berhijab kerap melihat orang tua mengajak anak kecilnya menonton film 13+ atau 17+. “Saya pikir budaya sensor...

Artikel Aktor Bryan Domani Sering Lihat Orang Tua Bawa Anak Kecil Nonton Film yang tak Sesuai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktor Brian Domani menilai penerapan budaya sensor diri di kalangan masyarakat, khususnya orang tua, masih terlalu sedikit. Aktor Pantaska Aku Berhijab kerap melihat orang tua mengajak anak kecilnya menonton film 13+ atau 17+.

“Saya pikir budaya sensor diri masih hilang. “Saya masih sering melihat orang tua mengajak anak kecilnya menonton film segala usia,” kata Brian Senin (18/11) di acara Gerakan Nasional Budaya Sensor Independen LSF. / 2024).

Karena permasalahan tersebut, Brian meminta masyarakat khususnya para orang tua agar lebih berhati-hati dan bijak dalam memilih film yang akan ditonton. Ia mencontohkan, menonton film yang tidak sesuai dengan usia anak dapat berdampak buruk pada psikologi anak.

“Dan itu ada pengaruhnya (ketika anak-anak menonton film yang tidak sesuai usianya). “Mungkin dampaknya tidak langsung terlihat, tapi dampaknya akan terlihat di masa depan,” kata Brian.

Brian juga mengungkapkan bahwa sensor film memegang peranan penting dalam dunia film, terutama dalam melindungi kepentingan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, dari konten-konten yang tidak pantas. “Sensor film tidak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga di negara lain. “Sensor ini tergantung norma dan budaya negaranya, dan menurut saya apa yang diterapkan di Indonesia saat ini sudah bagus,” kata Brian.

Sekadar informasi, Lembaga Sensor Film (LSF) telah menetapkan empat kategori klasifikasi usia menonton film yang harus dipatuhi berdasarkan UU 33 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah 18 Tahun 2014. Pertama, kategori SU atau penontonnya berbeda-beda usia. Film dan iklan film SU Code menyertakan judul, gambar, adegan, subjudul yang tidak berbahaya dan membantu anak-anak mengenali keberagaman, mengenali fakta dan fantasi, serta mengembangkan keterampilan untuk membedakan mana yang benar dan salah.

Kategori kedua adalah 13+ atau penonton berusia 13 tahun ke atas. 13+ film dan iklan film berisi judul, tema, gambar, adegan, suara, dan teks yang cocok untuk anak-anak yang sudah beranjak remaja.

Kemudian kategori ketiga adalah 17+ yang artinya judul dan adegan filmnya cocok untuk penonton berusia di atas 17 tahun. Kategori terakhir adalah 21+ yang artinya film tersebut boleh ditonton oleh orang-orang yang berusia di atas 21 tahun.

Artikel Aktor Bryan Domani Sering Lihat Orang Tua Bawa Anak Kecil Nonton Film yang tak Sesuai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/aktor-bryan-domani-sering-lihat-orang-tua-bawa-anak-kecil-nonton-film-yang-tak-sesuai/feed/ 0
Lindungi Anak dari Konten Negatif, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Sensor Mandiri https://jahangircircle.org/lindungi-anak-dari-konten-negatif-menteri-kebudayaan-fadli-zon-dorong-sensor-mandiri/ https://jahangircircle.org/lindungi-anak-dari-konten-negatif-menteri-kebudayaan-fadli-zon-dorong-sensor-mandiri/#respond Mon, 18 Nov 2024 18:24:20 +0000 https://jahangircircle.org/lindungi-anak-dari-konten-negatif-menteri-kebudayaan-fadli-zon-dorong-sensor-mandiri/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan budaya swasensor sangat penting dan harus diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat. Fadli menjelaskan, di era globalisasi, film juga merupakan alat penetrasi budaya sehingga harus dilindungi dari konten negatif yang tidak sesuai...

Artikel Lindungi Anak dari Konten Negatif, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Sensor Mandiri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan budaya swasensor sangat penting dan harus diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat. Fadli menjelaskan, di era globalisasi, film juga merupakan alat penetrasi budaya sehingga harus dilindungi dari konten negatif yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan jati diri bangsa.

“Oleh karena itu, budaya self-censorship menjadi kebutuhan yang sangat penting. “Gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran kolektif dengan memilih tayangan atau film yang menghormati norma dan budaya,” kata Fadli dalam sambutannya pada acara sosial Sensor Independen Gerakan Kebudayaan, bukan film, musik dan media. sutradara Ahmad Mahendra, di Jakarta, Senin (18/11/2024).

Fadli mengatakan, gerakan nasional budaya self-censorship merupakan upaya kolektif untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, komunitas, hingga lembaga pendidikan, agar lebih selektif dan bijak dalam mengonsumsi konten media. Dalam hal ini orang tua adalah benteng pertama, perannya sangat mendasar, orang tua wajib mendampingi dan membimbing anaknya dalam memilih tayangan yang berkualitas.

Fadli mengatakan, Lembaga Sensor Film (LSF) tidak hanya bertugas menyensor dan mengklasifikasikan film, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk menjadi lembaga sensor yang independen. Hal ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem media yang sehat, tidak hanya mendidik tetapi juga memperkuat kearifan lokal dan identitas budaya bangsa.

“Melalui aksi ini, kita bersama-sama mendukung budaya self-censorship sebagai upaya penguatan moral bangsa,” kata Fadli.

Fadli memastikan Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung pengembangan sinema sebagai media budaya. Melalui Undang-Undang Kemajuan Kebudayaan n. 5 Tahun 2017 dan UU Sinema n. 33 Tahun 2009, Kementerian akan memfasilitasi kreativitas, memperluas jaringan internasional dan meningkatkan literasi sinema di masyarakat.

“Bersama kita bisa menjadikan film Indonesia sebagai langkah penting dalam peradaban dunia,” kata Fadli.

Presiden LSF Naswardi mengatakan sosialisasi budaya swasensor akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun 2025, LSF akan mengunjungi 125 kota/kabupaten di Indonesia untuk melakukan sosialisasi budaya swasensor.

“Gerakan ini sangat penting karena merupakan upaya kita untuk menanamkan nilai-nilai dan mengedukasi tentang bahaya menonton film di luar kelas pada usia” Setelah itu kita akan melakukan sosialisasi dengan berkolaborasi dengan komunitas, jaringan bioskop bahkan para aktor di dalamnya. industri film,” kata Naswardi.

 

Artikel Lindungi Anak dari Konten Negatif, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Sensor Mandiri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/lindungi-anak-dari-konten-negatif-menteri-kebudayaan-fadli-zon-dorong-sensor-mandiri/feed/ 0
LSF: Masih Banyak Penonton tak Peduli Kategori Usia Saat Nonton Film di Bioskop https://jahangircircle.org/lsf-masih-banyak-penonton-tak-peduli-kategori-usia-saat-nonton-film-di-bioskop/ https://jahangircircle.org/lsf-masih-banyak-penonton-tak-peduli-kategori-usia-saat-nonton-film-di-bioskop/#respond Mon, 18 Nov 2024 12:33:32 +0000 https://jahangircircle.org/lsf-masih-banyak-penonton-tak-peduli-kategori-usia-saat-nonton-film-di-bioskop/ REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA – Presiden Lembaga Pengawasan Film (LSF) Naswardi mengimbau masyarakat menerapkan self punishment jika ingin menonton film di bioskop. Menyalahkan diri sendiri ini dinilai penting untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, dari pengaruh buruk dan tidak pantas...

Artikel LSF: Masih Banyak Penonton tak Peduli Kategori Usia Saat Nonton Film di Bioskop pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA – Presiden Lembaga Pengawasan Film (LSF) Naswardi mengimbau masyarakat menerapkan self punishment jika ingin menonton film di bioskop. Menyalahkan diri sendiri ini dinilai penting untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, dari pengaruh buruk dan tidak pantas dalam film tersebut.

“Mengapa budaya menyalahkan diri sendiri itu penting? Karena masih banyak penonton yang tidak memperdulikan kategori usia. Jadi masyarakat ini juga merupakan upaya kami untuk mengedukasi masyarakat agar menonton film sesuai usia.” Naswardi angkat bicara usai acara. acara sosialisasi otonom di XXI Plaza Senayan Jakarta pada Senin (18/11/2024).

LSF menetapkan empat kategori usia menonton film sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2014. Kategori pertama adalah SU atau penonton segala usia. Film dan iklan Film berkode SU memiliki teks, gambar, adegan, subtitle yang tidak berbahaya dan memperkenalkan anak pada keberagaman, mengenali kenyataan dan imajinasi, dan bahkan meningkatkan keterampilan mereka dalam membedakan yang baik dan yang buruk.

Kategori kedua adalah 13+ atau penonton yang berusia 13 tahun ke atas. Film dan Iklan 13+ film berkode dengan caption, gambar, adegan, suara dan teks yang cocok untuk anak-anak yang sedang beranjak remaja.

Kategori ketiga adalah 17+ yang artinya judul dan adegan dalam cerita hanya cocok untuk penonton berusia 17 tahun ke atas. Kategori terakhir adalah 21+ yang artinya film ini hanya bisa ditonton oleh mereka yang berusia 21 tahun ke atas.

Naswardi mengakui penerapan klasifikasi usia ini masih menjadi tantangan di sektor ini. Oleh karena itu, LSF telah bermitra dengan industri film untuk mengkomunikasikan peringkat usia bagi penonton bioskop. Selain itu, LSF telah memasang maskot budaya yang mengutuk diri sendiri dan humor di bioskop, meskipun terdapat batasan usia yang ditentukan pada tiket film.

“Memang sering kita jumpai orang tua yang terlalu keras kepala ketika diminta untuk tidak mengajak anaknya menonton film dewasa, ada yang bilang: ‘Saya baru beli tiket dengan uang saya sendiri. Makanya menurut saya harus ada kesadaran di masyarakat, kata Naswardi.

Naswardi menekankan, praktik self monitoring sangat penting, terutama bagi anak-anak. “Psikologi anak masih dalam tahap awal sehingga mereka cenderung meniru dan terinspirasi dari apa yang dilihatnya,” kata Naswardi.

“Jika seorang anak masih berusia 7 tahun dan menonton film berusia 21 tahun ke atas, kontennya tentu tidak sesuai dengan psikologi perkembangan anak.” Makanya kami menerapkan promosi ini untuk melindungi, khususnya anak-anak yang rentan.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya pemerintahan mandiri, LSF mengadakan promosi di XXI Plaza Senayan pada Senin (18/11/2024). Acara tersebut menghadirkan ratusan mahasiswa dari 12 universitas dan pabrik Narasi Semesta.

“Bentuk sosialisasi yang ada saat ini merupakan model pengembangan yang biasa dilakukan LSF di kampus, sekolah, dan masyarakat. Mulai saat ini, kami akan mencoba menjalin kerja sama tripartit antara pengawas film dan bioskop. Tujuannya untuk memberikan manfaat bersama bagi terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini,” kata Naswardi.

 

Artikel LSF: Masih Banyak Penonton tak Peduli Kategori Usia Saat Nonton Film di Bioskop pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/lsf-masih-banyak-penonton-tak-peduli-kategori-usia-saat-nonton-film-di-bioskop/feed/ 0