Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

mandi susu Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/mandi-susu/ berita dari seluruh kalangan dunia Thu, 08 May 2025 01:45:22 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://jahangircircle.org/wp-content/uploads/2024/10/cropped-jc-32x32.png mandi susu Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/mandi-susu/ 32 32 Peternak Boyolali Tolak Diskriminasi Susu Lokal: Dorongan untuk Perpres Baru https://jahangircircle.org/peternak-boyolali-tolak-diskriminasi-susu-lokal-dorongan-untuk-perpres-baru/ https://jahangircircle.org/peternak-boyolali-tolak-diskriminasi-susu-lokal-dorongan-untuk-perpres-baru/#respond Thu, 08 May 2025 01:45:22 +0000 https://jahangircircle.org/peternak-boyolali-tolak-diskriminasi-susu-lokal-dorongan-untuk-perpres-baru/ Republic.co.id, Jakarta – Peternak daging sapi, Boyolala, mengorganisir aktivitas yang melempar susu di Boyolali yang diculik dalam laporan pusat pada awal November. Aktivitas penghilangan susu itu sendiri (2011.11.204) bukan pertama kalinya di berbagai wilayah Indonesia. Pada awal 2023, peternak melakukan...

Artikel Peternak Boyolali Tolak Diskriminasi Susu Lokal: Dorongan untuk Perpres Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
Republic.co.id, Jakarta – Peternak daging sapi, Boyolala, mengorganisir aktivitas yang melempar susu di Boyolali yang diculik dalam laporan pusat pada awal November. Aktivitas penghilangan susu itu sendiri (2011.11.204) bukan pertama kalinya di berbagai wilayah Indonesia.

Pada awal 2023, peternak melakukan hal yang sama dengan industri menolak kuota dan pembatasan. “Jadi pada bulan Oktober, November dan Desember (2023) kami (peternak) benar -benar lebih banyak truk yang menolak massa susu,” kata peternak dan juga pemilik Cow Farm Milk Bay.

Karena pemerintah tidak memiliki peraturan resmi atau peraturan tentang dunia pengolahan susu, acara knalpot akhirnya berulang. “Alasan utama (knalpot susu) adalah bahwa kita perlu secara khusus meningkatkan keadaan keragaman di Indonesia. Ini bukan hanya perusahaan di B2B (bisnis perusahaan) di antara pengumpul susu Amerika, koperasi atau dengan industri susu (IPS),” kata Bay pada hari Rabu (12 April 2012).

Produk Bay (peternakan sapi perah) ditolak dan mengalami kerugian hingga 10 miliar. Mereka semua muncul dalam susu impor, yang naik dengan harga yang sangat murah dibandingkan dengan susu lokal. Akhirnya, peternak lokal dipaksa untuk menikmati situasi.

Setelah itu, perhatian difokuskan pada kedua kalinya tahun ini untuk menghilangkan susu, baik dalam hal manusia maupun dalam pemerintahan. Untungnya, Undang -Undang tersebut dapat membuat undangan untuk berdebat dengan Kementerian Pertanian, serta wacana Primos, yang dijanjikan oleh Kementerian Negara (Mensoneg).

Ini sangat penting bagi industri untuk industri, karena dapat digunakan untuk mengatur aturan lain yang tidak disebutkan dengan jelas dalam aturan pemerintah. Ini sebagai regulasi produk susu lokal penyerap wajib.

Peraturan ini diharapkan akan diterapkan segera, karena peraturan tersebut dapat menjadi jaminan keamanan bagi petani untuk memotivasi untuk meningkatkan produksi dan mempertahankan kualitas susu.

“Kami sangat berharap bahwa dengan peraturan tersebut, dengan kehadiran pemerintah, kami akan lebih bersemangat menjalankan perusahaan ini karena ada kepastian,” kata Batang

Artikel Peternak Boyolali Tolak Diskriminasi Susu Lokal: Dorongan untuk Perpres Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/peternak-boyolali-tolak-diskriminasi-susu-lokal-dorongan-untuk-perpres-baru/feed/ 0
Ironi Susu, Digadang Masuk Program Strategis Nasional, tapi Dibuang-buang  https://jahangircircle.org/ironi-susu-digadang-masuk-program-strategis-nasional-tapi-dibuang-buang/ https://jahangircircle.org/ironi-susu-digadang-masuk-program-strategis-nasional-tapi-dibuang-buang/#respond Thu, 21 Nov 2024 17:01:25 +0000 https://jahangircircle.org/ironi-susu-digadang-masuk-program-strategis-nasional-tapi-dibuang-buang/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Demo pelemparan susu sapi atau “cuci susu” digelar di Boyolali, Jawa Tengah, dan Pasuruan, Jawa Timur, serta beberapa tempat lainnya. Pasalnya, situasi ini menimbulkan skandal karena produk tersebut seharusnya masuk dalam program nasional yakni Pangan Bergizi Gratis...

Artikel Ironi Susu, Digadang Masuk Program Strategis Nasional, tapi Dibuang-buang  pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Demo pelemparan susu sapi atau “cuci susu” digelar di Boyolali, Jawa Tengah, dan Pasuruan, Jawa Timur, serta beberapa tempat lainnya. Pasalnya, situasi ini menimbulkan skandal karena produk tersebut seharusnya masuk dalam program nasional yakni Pangan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 

Salah satu peternak sapi perah, Rifqi Maulana melihat keanehan situasi tersebut. Ia mengaku turut bersimpati dengan kejadian yang dialami rekan-rekannya di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang kecewa hingga akhirnya membuang susu tersebut. 

Rifqi mengatakan, pelaku penembakan asyik membicarakan persoalan “pencucian susu” di grup WhatsApp, misalnya. Meski diakuinya belum jelas apa alasan utama diadakannya aksi demonstrasi ini. 

Namun alasannya berbeda-beda menurut informasi yang didapat dan ‘kacamata’ dirinya sebagai peternak sapi perah. Dimulai dari permasalahan perpajakan yang dihadapi para peternak yang membuat mereka semakin banyak terjun dalam bisnis susu sapi, menjadi alasan terhentinya kiprah Industri Pengolahan Susu (IPS) untuk mengatasi ketatnya persaingan susu dari luar negeri. 

“Sungguh menyakitkan melihat orang-orang di daerah ini melakukan hal seperti itu (membuang susu/mandi susu). Apalagi kalau itu hanya urusan mereka saja, kata Rifqi saat ditemui di peternakan sapi perah Jalan Mampang Prapatan XV No 1, Minggu (10/11/2024). 2, Jakarta Selatan. 

Rifqi menilai membuang susu atau “mencuci susu” merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan kekesalan para peternak, meski ia mengakui susunya terbuang percuma. Menurut dia, tindakan tersebut harus mendapat respons dari pemerintah. 

“Pemerintah harus mendengarkan tindakan ini. Sekarang pemerintah termasuk tentara, kalau tidak viral maka tidak ada pemerintahan. Itulah situasi kami. “Kami sangat menyesal tidak diikuti oleh teman-teman kami (para penembak),” ujarnya. 

Rifqi mengatakan, peternak sapi perah perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Berbagai kendala yang dihadapi peternak sapi perah harus disoroti dan diatasi. Misalnya, dalam hal pendirian seksi dengan IPS, harus ada komunikasi antara berbagai pihak termasuk pemerintah, peternak, IPS atau industri susu. 

Menurutnya, sulitnya menentukan jumlah susu sapi di peternakan, melihat berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi sapi dalam produksi susu. Sebaliknya, IPS menetapkan kuota peternak sesuai dengan kebutuhan atau kesukaannya. 

Terkadang ketika susu sapi bagus tapi kurang, para peternak bingung mau menjualnya ke mana. Seringkali, pada akhirnya, para peternak memberikan “sisa” susu yang tidak terjual secara gratis. Namun jika hal ini terjadi dan terus terjadi, sementara biaya produksi tidak sedikit, tentu para penembak akan malu dan menunjukkan perasaannya, salah satunya dengan ‘mandi susu’. 

Rifqi menggambarkan harga sapi tersebut berkisar antara $25 ke atas. Sedangkan susu sapi produksinya dijual dengan harga Rp 6.000 per liter. Waktu pengembalian modal, kata Rifqi, memakan waktu lama, apalagi jika ada kendala triwulanan atau kendala berarti lainnya pada usaha. 

Selain itu, menurut Rifqi, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami permasalahan yang dihadapi petani di Boyolali dan Pasuruan. Soal pembatasan, misalnya di Jakarta sendiri, pemburunya berhubungan dengan Koperda Jakarta, dan Koperda Jakarta lah yang berkomunikasi langsung dengan IPS soal kuota. Konon komunikasi atau keharmonisan selalu dilakukan. 

Pembahasan ini dinilai wajar, meski persaingan dengan produk susu dari sapi asing membuat para peternak lokal khawatir. Mereka berharap, meski susu impor masih masuk ke dalam negeri, susu yang diproduksi oleh peternak lokal diharapkan menjadi penting. 

“Bagus jika politisi mendengarkan. Ya, harus ada suatu peristiwa (“mandi susu”) sebelum hal itu terjadi. “Kalau ada masalah, selesaikan, ini yang terbaik,” ujarnya. 

Rifqi kemudian menyambar susu yang termasuk dalam Program Gizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo-Gibran sejak awal kampanye. Dalam keadaan yang berbeda ini, menurutnya, pemerintah harus mendengarkan. 

Rifqi mengatakan para pemburu lokal menyambut baik proyek tersebut karena mereka ingin berpartisipasi dalam proyek pemerintah yang akan datang. Ia pun mengaku saat Pilpres 2024 lalu, dirinya didekati pihak terkait yang menjanjikan proyek MBG, salah satunya penggunaan susu. Namun belum ada klarifikasi lebih lanjut mengenai rencana tersebut. Tampaknya para petani masih menunggu klarifikasi dari pemerintah. 

“Tentu ada masalah dengan susu, kami senang. Namun, kami tidak tahu bagaimana proyeknya berjalan, apa aturannya. “Kalau itu terjadi, letakkan di depan tempatnya, masyarakat sendiri yang menikmatinya,” kata Rifqi. 

Diketahui bahwa peternak sapi perah setempat telah tertular dan memutuskan untuk membuang susu sapi mereka. Kisah ini terjadi di beberapa tempat seperti Boyolali dan Pasuruan. 

Demonstrasi ini dilakukan dengan cara menyemprot tubuh dengan susu yang dikenal dengan sebutan “susu mandi”. Keadaan tersebut terlihat dari beberapa video di media sosial yang memperlihatkan beberapa orang sedang melakukan praktik “mandi susu”. 

Menanggapi hal tersebut, DPN Dewan Persusuan Nasional mengaku prihatin dengan nasib para peternak ASI yang terpaksa menerima keputusan membuang susu yang baru keluar. Menurut sumber DPN, ada lebih dari 200 ton susu segar yang terpaksa dibuang peternak setiap harinya. 

Ketua DPN Bapak Teguh Boediyana mengatakan, persoalan pembuangan susu produksi peternak sapi perah dilakukan karena tidak dikumpulkan atau dibeli oleh IPS. Teguh mengaku khawatir dengan tindakan IPS yang tidak mengambil susu segar produksi peternak. Hal ini dianggap sebagai tindakan tidak etis dan merupakan penolakan terhadap komitmen IPS sebelumnya dalam mencari dan membeli susu segar yang diproduksi oleh peternak lokal. 

Langkah-langkah dalam IPS juga dipandang meningkatkan penderitaan para peternak kecil yang saat ini terpinggirkan dan tidak pernah mendapatkan manfaat dari susu segar yang mereka hasilkan. DPN juga menemukan bahwa praktik tidak membeli susu segar dari peternak disebabkan oleh kurangnya undang-undang yang melindungi usaha peternak kecil dan menjamin pasar yang adil atas susu segar yang dihasilkan. 

Meski demikian, DPN meminta pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap permasalahan yang dihadapi peternak sapi perah. Menurut Teguh, pemerintahan Prabowo Subianto harus mengeluarkan peraturan yang berpihak pada petani kecil, apalagi susu saat ini menjadi salah satu item yang masuk dalam rencana nasional. 

“Mengenai permasalahan ini, Dewan Persusuan Nasional meminta pemerintah segera menerbitkan peraturan pemerintah baik berupa Perpres maupun Inpres untuk menjaga eksistensi dan keberlangsungan usaha persusuan,” kata Teguh. 

Teguh mengatakan undang-undang ini dapat menggantikan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1985 tentang Koordinasi Pembangunan Nasional dan Pengembangan Susu dan Produk Susu yang dibatalkan pada awal tahun 1998 karena diatur dalam Letter of Intent antara pemerintah Indonesia dan Pemerintah. IMF.

Selain itu, Pak Teguh mengatakan pemerintah harus mengembalikan kebijakan impor susu yang terkait dengan pembelian susu asli. Aturan ini dibuat sebelum masa Reformasi dan dikenal dengan sebutan Bukti Penyerapan (Busep). 

Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah tegas terhadap industri susu untuk mendapatkan susu segar dari peternak kecil agar tidak terjadi masalah pemborosan susu seperti yang terjadi saat ini, ujarnya. 

Artikel Ironi Susu, Digadang Masuk Program Strategis Nasional, tapi Dibuang-buang  pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/ironi-susu-digadang-masuk-program-strategis-nasional-tapi-dibuang-buang/feed/ 0
Peternak Sapi Perah Mandi Susu Sebagai Bentuk Protes, Ini Sikap Dewan Persusuan Nasional https://jahangircircle.org/peternak-sapi-perah-mandi-susu-sebagai-bentuk-protes-ini-sikap-dewan-persusuan-nasional/ https://jahangircircle.org/peternak-sapi-perah-mandi-susu-sebagai-bentuk-protes-ini-sikap-dewan-persusuan-nasional/#respond Fri, 15 Nov 2024 00:28:43 +0000 https://jahangircircle.org/peternak-sapi-perah-mandi-susu-sebagai-bentuk-protes-ini-sikap-dewan-persusuan-nasional/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dewan Persusuan Nasional (DPN) meminta pemerintah mengambil tindakan tegas atas permasalahan yang dihadapi peternak kecil, termasuk mengambil tindakan membuang susu yang diduga akibat pembatasan kuota di industri susu. Industri (IPS). Menurut DPN, sebaiknya pemerintahan Prabowo Subianto mengeluarkan...

Artikel Peternak Sapi Perah Mandi Susu Sebagai Bentuk Protes, Ini Sikap Dewan Persusuan Nasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dewan Persusuan Nasional (DPN) meminta pemerintah mengambil tindakan tegas atas permasalahan yang dihadapi peternak kecil, termasuk mengambil tindakan membuang susu yang diduga akibat pembatasan kuota di industri susu. Industri (IPS).

Menurut DPN, sebaiknya pemerintahan Prabowo Subianto mengeluarkan peraturan yang berpihak pada petani kecil, apalagi susu saat ini menjadi salah satu bahan baku yang masuk dalam program strategis nasional.

Terkait hal itu, Dewan Persusuan Nasional meminta kepada pemerintah untuk segera menerbitkan peraturan pemerintah minimal dalam bentuk keputusan presiden atau arahan presiden untuk melindungi keberadaan dan keberlangsungan peternakan sapi perah kecil, kata Ketua DPN itu. , Teguh Boediyana. . dalam keterangannya, Minggu (11/10/2024).

Teguh mengatakan aturan tersebut bisa menggantikan Inpres No. 2 Tahun 1985 tentang Koordinasi Pembangunan dan Pengembangan Persusuan Nasional, yang dicabut pada awal tahun 1998 menyusul nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan IMF.

Kedua, pemerintah akan mengembalikan kebijakan rasio impor susu terkait perolehan susu segar saat ini, ujarnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Teguh, diterapkan sebelum era reformasi dan dikenal dengan istilah Bukti Penyerapan (Busep).

Artikel Peternak Sapi Perah Mandi Susu Sebagai Bentuk Protes, Ini Sikap Dewan Persusuan Nasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/peternak-sapi-perah-mandi-susu-sebagai-bentuk-protes-ini-sikap-dewan-persusuan-nasional/feed/ 0