Artikel Tingkatkan Derajat Kesehatan Pekerja, Pertamina EP Cepu Catatkan Rekor Muri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Program yang berlangsung pada Mei hingga Oktober 2024 ini diikuti oleh 250 karyawan dan mitra kerja. Peningkatan derajat kesehatan pekerja diwujudkan dengan tercapainya kumulatif kalori yang terbakar lebih dari 6,5 juta kalori, penurunan kumulatif berat badan pekerja lebih dari 550 kg, penurunan kumulatif lingkar perut lebih dari 6,5 juta kalori. 550kg. dari 10 meter lebih tinggi. enam bulan
Chief Executive Officer PEPC Muhamad Arifin mengatakan program Attractive sukses luar biasa, berhasil menurunkan berat badan sebanyak 550kg. “Saya sangat mengapresiasi pencapaian ini karena tidak mudah untuk mencapainya dalam waktu singkat, yakni hanya dalam waktu enam bulan. Setiap pekerja yang mengikuti program ini harus memiliki tekad yang kuat dan disiplin yang ketat untuk mencapainya,” kata Arifin. .
Arifin berharap melalui program ini akan terbentuk kebiasaan-kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan bahkan setelah program berakhir. “Mudah-mudahan hal ini bisa terus dipertahankan, semoga para pekerja dan rekan kerja memiliki tubuh yang lebih sehat sehingga bisa lebih produktif.” Saya berharap program ini dapat menginspirasi dan menciptakan gaya hidup yang lebih sehat bagi para pekerja lainnya di PEPC dan Wilayah Indonesia Timur,” kata Arifin.
Arifin menyampaikan, program kesehatan karyawan merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap kinerja berkelanjutan dalam kerangka lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), khususnya aspek sosial, dimana kesehatan dan kesejahteraan karyawan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan. tanggung jawab sosial. Dengan memastikan pekerja mempunyai akses terhadap program kesehatan yang baik, perusahaan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. “Dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, perusahaan dapat memastikan mereka memiliki tenaga kerja yang sehat dan terampil untuk menghadapi tantangan masa depan.
Dengan memasukkan program kesehatan karyawan ke dalam strategi ESG, kata Arifin, perusahaan tidak hanya berkontribusi terhadap kesejahteraan individu, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Osmar Semesta Susilo, Deputy General Manager MURI, menjelaskan pihaknya turut bangga dan mengapresiasi rekor yang diraih PEPC, yakni akumulasi pengurangan kalori karyawan perseroan tertinggi dalam 6 bulan. “Apa yang dilakukan perusahaan merupakan langkah untuk menjadikan pekerja memiliki tubuh yang sehat dan benar-benar menerapkan mensana in corpore sano,” ujarnya.
Vendy Hendrawan Suprapto, Senior Manager HSSE PEPC, mengatakan selain melakukan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perseroan juga menjalankan program kesehatan pekerja yang dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan. “Ini merupakan investasi yang berharga karena kesehatan dan keselamatan kerja adalah prioritas utama,” kata Vendy.
Pada tahun 2024, program yang mengusung tema “Peningkatan Produktivitas, Kebahagiaan dan Kualitas Hidup Melalui Kesehatan Holistik” ini mendapat antusias dari para pekerja dan mitra usaha di kantor wilayah Pertamina EP Cepu di Indonesia Timur. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 250 orang, meningkat dibandingkan tahun lalu.
Vendy menambahkan melalui Attractive Wellness Program, para pekerja didorong untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan kemudahan dan pengawasan dari perusahaan. “Proses bisnis perusahaan akan baik jika perusahaan memperhatikan kesehatan para pekerjanya melalui program serupa untuk dapat meningkatkan kesehatan para pekerjanya,” imbuhnya.
Artikel Tingkatkan Derajat Kesehatan Pekerja, Pertamina EP Cepu Catatkan Rekor Muri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Jelang Pembatasan Subsidi Energi, Bahlil Jadwalkan Ketemu Pejabat Baru Pertamina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sehingga dia tertarik mengetahui dinamika BUMN. Bahlil mencontohkan, 65 persen ekspor migas Indonesia dikuasai Pertamina. Ke depan, banyak upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas minyak.
Begitulah teknis perbincangan di lapangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berencana mengundang para pemimpin terkini dari industri milik negara. Agar kita bisa berdiskusi lebih tajam mengenai tujuan yang harus dicapai.
“Setelah ini saya akan undang mereka untuk rapat koordinasi. Minggu ini,” kata Bahlil di kantornya, Senin (04-11-2024).
Ia kemudian membeberkan sesuatu tentang isi diskusi saat pertemuan mereka. Tentu saja, ini tentang upaya meningkatkan oil lift secara umum. Hal ini dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya yang tidak terpakai, intervensi teknologi, dll.
Eksplorasi lebih lanjut selanjutnya akan dilakukan di wilayah kerja Pertamina. Itu semua adalah rencana strategis. Tujuan utamanya adalah mengurangi jumlah impor.
Bahlil tak banyak bicara mengenai sosok-sosok yang masuk dalam jajaran pimpinan puncak Pertamina. Dia menilai hal itu merupakan kewenangan Kementerian BUMN. Menurutnya, semuanya sudah diperhitungkan dengan matang.
“Tentu Menteri BUMN punya penilaian khusus untuk diedarkan yang akan diganti, termasuk Pertamina.”
Menurut Bahlil, Pertamina merupakan perusahaan pelat merah yang sangat bereputasi. Sistem bekerja dengan baik dan profesional. Pergantian kepemimpinan merupakan hal biasa di perusahaan pada level ini.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perubahan susunan pimpinan Pertamina pada Senin (4/11/2024) melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Perubahan tersebut terkait dengan pengangkatan CEO dan Dewan Pengawas yang akan memimpin Pertamina di masa depan.
RUPST yang memuat keputusan SK-258/MBU/11/2024 dan SK-259/MBU/11/2024 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota dewan pengawas dan direksi perusahaan perseroan (persero) PT Pertamina kepada Mohamad Iriwan Ketua Komisaris Doni Oscaria diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama Roden Adjeng Soundaryani sebagai independen. Komisaris dan Simon Aloysius Mantiri CEO Pertamina.
Vice President Corporate Communications PT Pertamina (Persero), Federer Joko Santoso menjelaskan, pengangkatan dan pemberhentian direksi dan komisaris BUMN, termasuk Pertamina, merupakan hak pemerintah yang diwakili oleh Menteri BUMN.
Pergantian pimpinan perusahaan merupakan proses yang wajar dan wajar sesuai aturan yang berlaku saat ini, kata Fedger dalam keterangan resmi Pertamina.
Menurut dia, kehadiran pemimpin baru akan membawa energi baru untuk menjamin stabilitas Pertamina di masa depan. Kepemimpinan direksi sebelumnya akan memberikan landasan yang kokoh untuk memajukan perusahaan dan mencapai ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Bergabung dalam jajaran Dewan Pengawas yang baru adalah Mohamad Iriwan, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina, pensiunan perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan terakhir menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS). Donny Oscaria yang menjabat Wakil Komisaris Utama Pertamina saat ini menjabat Wakil Menteri BUMN. Sementara itu, sebagai komisaris independen Pertamina, Raden Adjeng Soundaryani sebelumnya menjabat Ketua Ikatan Alumni Perminyakan Universitas Trishakti.
Pada saat yang sama, Pertamina juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nikki Vidyawati dan Bapak Ahmed Fikri Assegf yang telah menjalankan tugasnya sebagai CEO dan Komisaris Independen Pertamina.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ibu Nikke dan Bapak Fikri yang telah mengantarkan Pertamina mencapai kinerja terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir,” kata Fadjar.
Artikel Jelang Pembatasan Subsidi Energi, Bahlil Jadwalkan Ketemu Pejabat Baru Pertamina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Teknologi Pendeteksi Kebocoran Bisnis BBM Diminati Sejumlah Negara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menurut United Nations University Institute for World Development Economics (UN-WIDER), FIS merupakan jawaban atas permasalahan penipuan dan kebocoran perdagangan bahan bakar global yang diperkirakan mencapai US$130 miliar atau sekitar Rp2.000 triliun. Jumlah tersebut menjadikan bahan bakar sebagai sumber daya alam dengan nilai kebocoran tertinggi.
Berbagai negara di Eropa, Asia, Afrika, dan Timur Tengah telah mengadopsi teknologi analisis bahan bakar ini. Teknologi ini terbukti membantu menjaga dan memaksimalkan pendapatan pajak bahan bakar dengan memerangi penipuan dalam rantai distribusi dan memastikan konsumen menerima bahan bakar berkualitas. Dengan menjaga kualitas bahan bakar, polusi udara dapat dikendalikan dengan lebih baik.
“Solusi integritas bahan bakar SICPA diakui oleh lembaga-lembaga pemerintah di seluruh dunia. Melalui gabungan inovasi selama satu abad dalam ilmu material, ilmu digital dan ilmu data, kami memberikan lembaga-lembaga pemerintah kemampuan forensik ultra-cepat dari uji lapangan yang ‘dapat digunakan sebagai bukti dalam pengadilan,” kata Pemimpin Divisi Bahan Bakar SICPA Omar Meslem, seperti dikutip Kamis (17/10/2024).
“Melalui sistem ini, pemerintah dapat mengatasi kekurangan bahan bakar dan dengan demikian mendukung pengelolaan cadangan minyak strategis, kemandirian energi, dan keamanan nasional,” lanjutnya.
Selain itu, pelabelan bahan bakar SICPA juga membantu pemerintah dalam memerangi berbagai permasalahan perdagangan bahan bakar ilegal seperti penyelundupan, pelaporan yang kurang, penyelewengan, penimbunan, pemalsuan atau bahkan pemalsuan.
Misalnya saja di Timur Tengah, solusi pelabelan bahan bakar SICPA efektif dalam mencegah ekspor bahan bakar ilegal dari satu negara ke negara tetangga, sekaligus mencegah penyalahgunaan di pasar domestik.
SICPA bekerja dengan melampirkan tanda hukum yang spesifik dan tidak dapat diidentifikasi pada setiap sumber bahan bakar di wilayah tersebut. Sinyal-sinyal ini akan diukur oleh kendaraan penelitian di lapangan.
Kesulitannya adalah bahan bakar yang tercampur atau dipalsukan dapat diidentifikasi dalam waktu kurang dari 5 menit. Dengan menggunakan teknologi informasi, data hasil pengujian akan segera dikomunikasikan untuk mengidentifikasi pola risiko pemalsuan bahan bakar di berbagai lokasi.
Secara global dan di berbagai negara, SICPA bekerjasama dengan perusahaan Swiss SGS.
Kolaborasi antara SICPA dan SGS telah memberikan keyakinan terhadap kinerja, stabilitas, dan keandalan program integritas bahan bakar bersama mereka.
Artikel Teknologi Pendeteksi Kebocoran Bisnis BBM Diminati Sejumlah Negara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>