Artikel British School Jakarta dan SDN Pondok Jagung 02 Cemerlang di Milklife Soccer Challenge pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Peserta sebanyak 1.351 orang berasal dari 125 sekolah dasar (SD) di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Mereka tergabung dalam 125 tim yang terdiri dari 40 tim KU 10 dan 85 tim KU 12.
Direktur program MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, bertambahnya peserta MilkLife Soccer Challenge Series 2 di setiap kota acara, serta perkembangan sepak bola wanita di Tanah Air, merupakan ‘iklim sejuk’ bagi penyelenggara. Tangerang yang merupakan turnamen ke-16 dari total 17 event tahun ini memiliki peserta yang unik dan beragam dengan kemampuan dasar yang relatif baik.
“MilkLife Soccer Challenge – Tangerang Seri 2 2024 cukup menarik dan sangat menggembirakan bagi kami melihat calon-calon penyelenggara unggulan baru. Dibandingkan seri pertama, kualitas seri kedua ini mengalami peningkatan. Meski jumlah pesertanya sedikit di seri pertama, namun lonjakannya sangat besar di seri kedua. “Mereka datang dari sekolah negeri hingga sekolah internasional dengan karakter yang berbeda-beda dan menjadikan pertandingan ini kompetitif dan sportif,” kata Teddy.
Tetap semangat Teddy, juara MilkLife Soccer Challenge – Tangerang Seri 2 2024 tidak boleh berpuas diri dan bagi yang gagal jangan menyerah. Makanya masih ada waktu untuk mengembangkan potensi diri menuju #DaretoCreateGoals. Selain turnamen tambahan yang kembali digelar tahun depan, ada MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang dipastikan digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Januari 2025.
“Bukan hanya MilkLife Soccer Challenge yang akan mengakhiri kompetisi, namun MilkLife Soccer Challenge All-Stars akan semakin terkenal dimana prestasi mereka akan mengharumkan kotanya. Jadi dorong mereka untuk terus berlatih semaksimal mungkin dan mengembangkan kecintaan terhadap sepak bola. “Dengan begitu, kita berharap atlet-atlet profesional yang berlaga di Piala Dunia Wanita bisa keluar dari turnamen ini,” kata Tedi.
Sebelum MilkLife Soccer Challenge All-Stars, tim di setiap kota mendapat pelatihan khusus di turnamen MilkLife Soccer Challenge All-Stars dengan calon siswa yang masuk radar tim Talent Scout di MilkLife Extra Training yang dipelopori oleh Soccer Challenge Kepala pelatih MilkLife, Timo Scheneumann, telah melakukannya. UEFA A memiliki lisensi pelatihan di Jerman sejak 2007.
Program latihan khusus menganut sistem promosi degradasi. Oleh karena itu, jika ada peserta yang kemampuannya stagnan maka posisinya akan digantikan oleh calon pemain lain yang memenuhi kriteria. Hal ini tidak lepas dari upaya untuk mendorong siswi agar lebih mengembangkan kemampuan bermain sepak bolanya.
Timo mengungkapkan, 21 peserta terpilih dari Tier 1 dan Tier 2 Tangerang dan akan menjalani pelatihan tambahan untuk MilkLife. “Dari 21 pemain, kami akan memilih kurang lebih 14 pemain untuk berkompetisi di MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Setiap kota yang mengikuti kompetisi ini memiliki karakter yang berbeda-beda. Di Tangerang, kemampuan pemain tengah dan cadangan hampir sama dan merata. Jadi kami tidak mengandalkan satu atau dua pemain, kata pelatih Timo.
Coach Timo berterima kasih atas keikutsertaan sekolah internasional dalam MilkLife Soccer Challenge – Series Tangerang 2 2024, yakni Jakarta Intercultural School di KU 10 dan Jakarta British School yang menurunkan dua tim untuk KU 10 dan KU 12. “Itu adalah langkah yang tidak biasa. hal ini dan terima kasih atas kerja sama dari berbagai pihak yang menyukseskan kompetisi ini “Selain itu, tujuan kami adalah mendorong SSB untuk membuka kelas bagi anak perempuan, sehingga ada jenjang karir yang berkesinambungan bagi mereka di masa depan. atlet,” kata Timo.
Seri Air Terjun Juara 1
Sementara itu, laga final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) – Tangerang Seri 2 2024 yang digelar di Stadion Kera Sakti, Minggu malam (17/11) berlangsung seru dengan semangat juang yang tinggi. Juara Liga 1 MLSC Tangerang di kedua sektor KU 12 dan KU 10 gagal mempertahankan gelarnya. Di KU 12, British School Jakarta berhasil menorehkan hasil gemilang dan berhasil menyingkirkan SDN Buaran 01. Sementara itu, usaha tim KU 10, SDN Pondok Jagung 02, membuahkan hasil manis setelah mereka juga berhasil mengalahkan rivalnya di babak final. . game seri sebelumnya, SDN Kunciran 4.
Setelah jalannya pertandingan, tim KU 12 SDN Buaran 01 berhasil mendapatkan gol pertama pada menit ke-3 melalui tendangan keras Airo Septiyani dari luar kotak penalti. Berusaha membalikkan kedudukan, British School Jakarta bermain lebih mendesak dengan serangan cepat dan tembakan ke arah gawang. Namun penampilan apik kiper SDN Buaran 01 Chasyafa Nur Chasanah berhasil memblok beberapa tembakan lawan.
Sayangnya, pada menit ke-15 jelang turun minum, gawangnya jebol akibat tembakan keras pemain kedua Jakarta British School, Mali Heaume. Pada babak kedua, kedua British School Jakarta dan SDN Buaran 01 saling beradu strategi dan menampilkan strategi terbaiknya untuk meraih gelar juara. Namun hingga peluit panjang usai, skor masih imbang 1-1 hingga dilanjutkan dengan adu penalti. Kegagalan penendang ketiga SDN Buaran 01, Ainun Fadillah, membuahkan kemenangan bagi British School di Jakarta yang merebut posisi teratas KU 12.
“Saya senang sekali bisa mengikuti MilkLife Soccer Challenge karena selain bisa bertanding sepak bola, saya juga bisa mendapatkan teman. Mereka bagus dan bermain bagus. Di final, lawan SDN Buaran 01 cukup solid dalam pertahanan sehingga sulit mencetak gol. “Kedepannya kami akan terus berlatih dan bisa mengikuti serta mempertahankan gelar juara di kompetisi ini tahun depan,” kata kapten tim British School Jakarta, Evelyn Crane-walker.
“Saya sangat terkejut bahwa ini adalah kompetisi yang bagus dan dikelola dengan baik seperti MilkLife Soccer Challenge. Selain itu, banyak pemain potensial di sini. Hal ini menambah motivasi tim kami untuk bertanding maksimal, karena hingga saat ini sulit mencari lawan. “Kami juga senang bisa menjadi juara KU 12, karena ini pertama kalinya kami berpartisipasi,” kata pelatih British School Jakarta Steven Jackson, yang memiliki 20 tahun pengalaman mengajar dan 12 tahun peran kepelatihan di Manchester. Kota. .
Sementara di KU Sektor 10, SDN Pondok Jagung 02 dan SDN Kunciran 4 kembali bertemu di babak final, setelah dikalahkan SDN Kunciran 4 pada seri sebelumnya. Serangan jual beli pun hadir sejak risalah tersebut.
Memasuki menit ke-8 babak pertama, SDN Pondok Jagung 02 memanfaatkan serangan balik lewat skill solo Rayna Adeeva Piscessa. Ia dengan percaya diri mengarahkan bola dari lini pertahanan hingga berhasil bersarang di pojok belakang lawan untuk menjadikan skor 1-0.
Memasuki babak kedua, SDN Kunciran 4 mencoba mengejar ketertinggalan dengan permainan yang lebih agresif. Usahanya berhasil, dribbling tunggal Angelina Putri Sarealita Mongan membuat tim lain kesulitan hingga wasit meniup peluit tanda pelanggaran di kotak penalti. Sayangnya, Angelina kurang maksimal memanfaatkan penalti yang diberikan kepada SDN Kunciran 4 karena sepakannya masih melebar di sisi kiri gawang.
Pada menit ke-25, SDN Kunciran mencetak 4 gol melalui tembakan Michelle Anandita Wibowo. Skor 1-1 tak bertahan lama, semenit kemudian SDN Pondok Jagung 02 menambah satu gol berkat kemampuan luar biasa Rayne Adeeva melewati pertahanan lawan.
“Saya senang sekali bisa menjadi juara, saya tidak menyangka karena dalam satu seri tim saya berada di posisi kedua. Sebelum bertanding di seri kedua ini, tim saya berlatih rutin tiga kali seminggu dan mengutamakan pertahanan agar lawan tidak mudah ketahuan. “Setelah ini kami berlatih lebih keras lagi dan saya ingin menjadi anggota timnas untuk berlaga di Piala Dunia Wanita,” kata Rayna.
Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge – Tangerang Seri 2 2024:
Kategori usia 10
Juara : SDN Pondok Jagung 02
Juara II : SDN Kunciran 4
Setengahnya dibeli: British School Jakarta dan SDN Pinang 3
Pencetak gol terbanyak: Angelina Putri Sarealita Mongan (19 gol) – SDN Kunciran 4
Pemain terbaik: Nitya Safira Jaya – SDN Pinang 3
Penjaga gawang terbaik: Naura Alifa Sheinafia – SDN Pinang 3
Tim Fairplay: Sekolah Inggris Jakarta
Kategori usia 12
Juara : British School Jakarta
Juara II : SDN Buaran 01
Belanja separuh: SDN Meruya Selatan 04 dan SDN Gebang Raya 1 B
Pencetak gol terbanyak: Aira Septiyani (31 gol) – SDN Buaran 01
Pemain terbaik : Aira Septiyani – SDN Buaran 01
Penjaga gawang terbaik : Zara Campbell – British School Jakarta
Tim Fairplay : SDN Gebang Raya 1 B
Kunjungi www.milklifesoccer.com untuk melihat jadwal, hasil pertandingan, klasemen dan daftar pencetak gol MilkLife Soccer Challenge – Liga 2 Tangerang 2024 serta ikuti akun media sosial MilkLife Soccer Challenge (Instagram @milklifesoccer, TikTok @milklifesoccer, YouTube. @milklifesoccer. ) Temukan informasi menarik seputar perkembangan sepak bola wanita.
Artikel British School Jakarta dan SDN Pondok Jagung 02 Cemerlang di Milklife Soccer Challenge pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel SD Cinta Kasih Tzu Chi dan SDN Kebagusan 03 Raih Juara di MilkLife Soccer Challenge pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kemenangan SD Cinta Kasih Tzu Chi tidak lepas dari penampilan gemilang pemain bintang Andien Haifa Syakira yang mencetak delapan gol dalam kemenangan tersebut, beberapa di antaranya dicetak secara spektakuler dengan tendangan jarak jauh yang dahsyat. Sedangkan dua gol yang dicetak SDN Cipedak 01 diciptakan oleh Madinah Alatas dan Khanza Lofa Azzahra.
Delapan gol lagi di laga final membawa Andien menjadi top skorer MilkLife Soccer Challenge – Jakarta Series 2 2024 dengan 39 gol. Hasil bagus di Kingkong Soccer Arena ini membuat Andie semakin memantapkan cita-citanya meniti karir sepak bola.
“Menjadi juara MilkLife Football Challenge merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Saya bertekad untuk terus bekerja keras dalam latihan dan meraih prestasi lebih banyak lagi. Saya juga berharap bisa mewujudkan cita-cita saya menjadi pemain timnas wanita Indonesia ketika saya sudah hebat,” kata Andien. .
Sementara itu, keberhasilan SDN Kebagusan 03 menjadi juara KU 12 tidak lepas dari kontribusi besar Albianca Raula. Pemain yang mulai serius bermain sepak bola di usia 7 tahun ini berhasil mencetak enam gol, sedangkan dua gol lainnya dicetak oleh Zaskia Rahmadanti dan satu gol bunuh diri pemain lawan.
Bianca mengungkapkan, kemenangan timnya pada laga final MilkLife Soccer Challenge – Jakarta Series 2 2024 karena strategi yang diterapkan timnya berhasil dengan baik. Ia mengaku mendapat tugas khusus untuk lebih banyak melepaskan tembakan ke gawang lawan dari jarak jauh. Meski baru pertama kali mengikuti MilkLife Soccer Challenge, Bianca langsung menjadi top skorer dengan 41 gol.
“Saya senang sekali tim saya langsung menang, padahal saya baru pertama kali mengikuti turnamen MilkLife Soccer Challenge. Saat final, saya diminta banyak melakukan tembakan dari jarak jauh ke gawang lawan. Syukurlah saya berhasil untuk mencetak enam gol.
Ketua Djarum Foundation Victor Hartono mengatakan melalui MilkLife Soccer Challenge, Indonesia harus mampu melahirkan pesepakbola wanita berbakat yang mampu menjadi atlet sepak bola profesional dan mengharumkan nama bangsa di masa depan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Djarum Foundation bersinergi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Federasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) agar anak perempuan yang saat ini berusia 10 dan 12 tahun selalu memiliki wadah untuk terus meningkatkan kemampuannya. bermain sepak bola pada usia 14, 16, 18 dan di level dewasa.
“Indonesia sebetulnya banyak sekali talenta-talenta alam di usia muda yang perlu dibina dan dikembangkan agar kelak bisa menjadi pemain yang utuh. Namun, butuh proses yang panjang untuk bisa memiliki banyak pemain hebat. Talenta-talenta usia yang lahir sejak dini MilkLife Soccer Tantangannya tentu tidak akan kita biarkan begitu saja. PSSI juga sudah menyiapkan Piala Pertiwi untuk usia 14 dan 16 tahun yang didukung penuh oleh Dinas Olahraga Djarum Foundation, tegasnya. Pemenang.
Ia juga mengatakan, dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, Indonesia harus memiliki pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing dan berpartisipasi di Piala Dunia. Artinya, talenta-talenta yang mulai berkembang saat ini akan menjadi pemain berkualitas kelas dunia ketika berusia antara 20 hingga 26 tahun.
“Butuh proses panjang untuk bisa memiliki banyak pemain hebat kelas dunia dan mengatakan Indonesia berpeluang besar lolos ke Piala Dunia. Harapannya Indonesia bisa ikut Piala Dunia. Namun, ke depan sepuluh tahun lagi, atau mungkin lebih cepat, kita harus realistis dan mendukung talenta-talenta baru hingga mereka mencapai kedewasaan sebagai pesepakbola.
Artikel SD Cinta Kasih Tzu Chi dan SDN Kebagusan 03 Raih Juara di MilkLife Soccer Challenge pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>