Artikel Cinta Dalam Ikhlas, Alih Wahana Novel yang Melebihi Ekspektasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Berdurasi 109 menit, film ini mengikuti perjalanan Athari (diperankan Abun Sungkar) yang memperjuangkan perasaan cintanya pada Ara atau Aurora (Adhisty Zara). Berbeda dengan film romantis remaja, film ini menawarkan sudut pandang baru tentang perjuangan mencari jodoh sejati. Seseorang yang tidak hanya mengikuti ego, namun juga melibatkan Yang Maha Kuasa dalam setiap pengambilan keputusan.
Meski membawa pesan yang menarik, film ini sepertinya bergerak terlalu cepat untuk zamannya. Mungkin karena durasi film ini yang lama, yakni dari masa SMA hingga akhir kuliah, sehingga beberapa adegannya terasa kurang dipercaya. Misalnya saat Athari masih bersekolah, awalnya ia digambarkan sebagai groupie yang nakal hingga akhirnya menjadi anak yang bersemangat dan pergi mencari perhatian Ara. Namun, perubahan sikap yang drastis ini tidak benar-benar “berhasil”.
Film Cinta Dalam Ikhlas diangkat dan terinspirasi dari novel laris berjudul sama karya Kang Abay Adhitya. Dalam jumpa pers usai press screening Epicentrum XXI, Kang Abay mengungkapkan rasa syukurnya karena film tersebut akhirnya rampung dan segera tayang di bioskop.
“Alhamdulillah terima kasih banyak karena pada akhirnya film ini berakhir dengan sangat baik. Kang Abay berkata, “Ini benar-benar impian saya dan Tuhan telah menghubungkan saya dengan tim yang luar biasa.
Kang Abay melanjutkan, film Cinta Dalam Ikhlas kemungkinan besar akan menuai reaksi beragam, terutama dari pembaca novel aslinya. Namun menurutnya, hasil terjemahan novelnya sangat bagus dan melebihi ekspektasinya.
Kang Abay berkata, “Saya merasa film ini lebih seperti novel karena sangat bagus dan melebihi ekspektasi saya.”
Istri sekaligus inspirator film tersebut, Nia Agustina, berharap film ini dapat memberi manfaat bagi semua orang yang menontonnya. “Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Saya berharap apa yang tercipta bisa bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Film Cinta Dalam Ikhlas akan tayang perdana di bioskop pada 27 November 2024. Selain Adhisty Zara dan Abun Sungkar, film ini juga dibintangi oleh Omar Daniel, Zoe Abbas Jackson, Maizura, Cut Mini, Donny Damara, Dude Herlino, Alif Rivelino dan Eksanti. dan lainnya.
Artikel Cinta Dalam Ikhlas, Alih Wahana Novel yang Melebihi Ekspektasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Sutradara Fajar Bustomi Garap Film Cinta Dalam Ikhlas, Bawa Pesan Ini untuk Anak Muda pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Fajjar menyatakan, saat produser Chand Parwez memperkenalkan nama novel tersebut kepadanya, dia langsung tertarik. Fajar mengatakan, konsep cinta sejati memiliki makna yang dalam yaitu seseorang mencintai orang lain tanpa pamrih dan pasrah sepenuhnya pada takdir.
“Saat aku membuat film, aku biasanya menggunakan intuisiku. Kata ‘cinta’ dan ‘kebenaran’ sangat menggangguku. Aku menganggapnya sebagai konsep cinta yang tenang, karena jika orang mau menerima apa adanya ditakdirkan untuk menjadi orang yang bertakwa, niscaya mereka akan menjalani kehidupannya dengan lebih damai, begitu pula jika mencintai lawan jenis.” Pak Fajar mengunjungi kantor Republika.co.id pada Kamis (24 Oktober 2024). di Jakarta.
Ia menjelaskan, film tersebut bukan sekedar sentimen romantis, melainkan menghadirkan konsep cinta yang mengajarkan tentang penerimaan dan kejujuran. Menurut Fajjar, konsep cinta ini perlu diperkenalkan kepada generasi muda yang seringkali masih kebingungan dalam mencintai seseorang.
“Pemuda jaman sekarang harusnya tahu tentang cinta, tapi takut ditinggal, atau takut berpisah, jadi berbuat salah. , karena kalau punya sahabat pasti bareng lagi,” kata Fajjar.
Meski menyampaikan pesan mendalam, Fajjar memastikan ia mengemas ‘Sinta Dharam Ikhlas’ menjadi film yang menghibur tanpa menggurui. Oleh karena itu, ia berharap film tersebut dapat diterima dengan baik dan menjadi bahan perbincangan, khususnya di kalangan anak muda.
Fajjar berkata, “Film ini kami buat untuk bersenang-senang, bukan untuk pembelajaran. Jadi kalau ditonton orang, seperti Dylan atau Mariposa, tapi pesan yang disampaikan berbeda.”
Fajjar juga mengatakan, film tersebut mencoba fokus pada kehidupan anak-anak rohani yang jarang ditampilkan dalam film layar lebar. Menurutnya, inilah daya tarik terbesar dari film tersebut.
“Anak rohani jarang sekali muncul di film. Hidupnya seru, mereka juga punya hati, karena mereka ada,” kata Fajjar.
Selain itu, Fajjar mengatakan film tersebut tidak hanya cocok untuk kalangan muda saja, tapi juga untuk orang dewasa. “Film ini menampilkan karakter Katmini yang berperan sebagai seorang ibu. Perannya terlihat dari cara orang tua menghadapi anak yang mulai jatuh cinta.” Ta.
Film Cinta Dalam Ikhlas berkisah tentang tokoh bernama Athar (Abun Sunkar) yang jatuh cinta pada teman sekolahnya Ara (Adisti Zara). Tapi mereka masih muda dan harus mengejar impian mereka. Attar dan Ara berpisah untuk menenangkan diri dan belajar melepaskan satu sama lain.
Selain Abun Sunkar dan Zara, film ini juga dibintangi oleh Omar Daniel, Zoe Abbas Jackson, Mayzra, Kat Mini, Donny Damara, Arif Rivelino dan lainnya. Diproduksi oleh Starvision, film ini akan tayang di bioskop pada 28 November 2024.
,
Artikel Sutradara Fajar Bustomi Garap Film Cinta Dalam Ikhlas, Bawa Pesan Ini untuk Anak Muda pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Adhisty Zara Belajar Pakai Hijab untuk Perannya di Film Cinta dalam Ikhlas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Zara menjelaskan, karakter Ara adalah remaja putri yang pendiam, santun dan benar-benar mencerminkan sosok perempuan muslim. Diakui Zara, hal tersebut sangat berbeda dengan sifat aslinya di dunia nyata.
Jadi untuk mendalami peran Ara, lebih ke sehari-hari berjilbab, masuk kerja, kata Zara saat berkunjung ke kantor Republika.co.id di Jakarta, Kamis (24/10/2024).
Selain itu, Zara juga berlatih berbicara dengan nada lembut untuk menggambarkan karakter Ara. Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Zara bersyukur telah mendapat banyak bantuan dan bimbingan sepanjang proses ini dari Fajar Bustomi sebagai sutradara dan Kang Abay sebagai novelis.
Jadi ya, aku harus latihan ngomong biar bisa kayak Ara. Tapi untung Kang Abay (novelis) dan Pak Fajar (sutradara) juga ada. “Bantu aku,” kata Zara.
Zara mengatakan Love in İhlas merupakan proyek film drama religi pertamanya. Zara mengaku bisa belajar banyak melalui film produksi Starvision ini; salah satunya adalah bagaimana menjalin hubungan baik dengan Allah SWT.
“Kadang-kadang saya selalu menyalahkan dia, ‘Dia seperti Tuhan, kenapa begini?’ Setelah melalui semua itu, terlihat jelas bahwa niat Tuhan itu baik, Zara berkata, “Dan berkat film ini, aku juga belajar untuk selalu berbaik hati kepada Tuhan.”
Film Cinta Dalam Ikhlas bercerita tentang tokoh Athar (Abung Sungkar) yang jatuh cinta dengan teman sekelasnya Ara (Adhisty Zara) di sebuah sekolah Islam. Namun, karena mereka masih muda, mereka harus mengejar impian mereka. Athar dan Ara dibiarkan berumah tangga dan belajar melepaskan satu sama lain.
Diproduksi oleh Starvision, film ini dibintangi oleh Zara serta Abun Sungkar, Omar Daniel, Zoe Abbas Jackson, Maizura, Cut Mini, Donny Damara, Alif Rivelino dan lainnya. Film produksi Starvision ini akan rilis di bioskop mulai 28 November 2024.
Artikel Adhisty Zara Belajar Pakai Hijab untuk Perannya di Film Cinta dalam Ikhlas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>