Artikel Kredit Macet Menurun, Direktur Utama BRI Ungkap Strategi Tingkatkan Kualitas Aset pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan tingkat degradasi debitur juga mengalami penurunan. Jumlah pinjaman yang diturunkan peringkatnya menjadi “kurang lancar” dan “non-performing” mengalami penurunan sekitar Rp750 miliar setiap triwulan atau triwulanan.
Ia kemudian membeberkan bagaimana bank pemerintah berhasil mengelola kualitas asetnya dengan lebih baik. Menurut Sunarso, BRI bisa menggunakan beberapa cara untuk menurunkan tingkat NPL dan memperkecil portofolio kredit.
“Pertama, departemen pemasaran kami menekankan pertumbuhan pinjaman yang berkelanjutan, namun selektif, dan kami memperkuat kriteria penerimaan risiko dan proses penjaminan dengan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang ketat,” kata Sunarso dalam segmen Money Talks Power Lunch CNBC, Selasa (11,5). 2024).
Kemudian pada bagian tengah, Sunarso menjelaskan bahwa portofolio pinjaman yang ada di neraca BRI harus dipersiapkan untuk menjaga kualitas kredit. Hal ini akan dicapai melalui peningkatan pemantauan dan kesadaran risiko. Selain itu, bank yang fokus pada pembiayaan usaha kecil dan menengah secara berkala melakukan stress test untuk mengetahui arah volatilitas portofolio kreditnya.
Menurut dia, restrukturisasi akan dilakukan dengan latar belakang portofolio kredit macet yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
“Kalau tidak bisa dipertahankan, bakalan turun terus, terus kenapa? Itu backend yang berfungsi. Lalu kita bangun kembali, kalau perlu kita bangun kembali lebih awal,” jelas Sunarso.
Jika pinjaman yang direstrukturisasi masih gagal bayar, dia mengatakan BRI akan mempercepat proses pemulihan.
“Itu menjadi model bisnis di segmen mikro. Jadi di depannya harus agresif mencari kargo, lalu kargonya disortir, ada yang bisa dijaga kondisinya baik, dan itu bisnis menengah. ,” kata Sunarso.
“Tapi kemudian, kalau yang tidak sehat itu dimundurkan, ke latar belakang, dan biasanya dibangun kembali, kalau masih ada harapan dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan, maka dihapuskan,” ujarnya.
Penghapusan atau penghapusan kredit macet dilakukan, namun penagihan tetap dilakukan. Sunarso mengatakan, hasil dari pembayaran tersebut adalah pendapatan pemulihan.
“Karena sebenarnya uang itu yang kita sisihkan dan kita ambil. Jadi dalam bentuk recovery income. Jadi ini model bisnis yang perlu dipahami semua pemangku kepentingan,” ujarnya.
Artikel Kredit Macet Menurun, Direktur Utama BRI Ungkap Strategi Tingkatkan Kualitas Aset pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Alasan Dibalik Pergantian Nama Bank BTPN Jadi SMBC Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Dengan gembira kami umumkan bahwa BTPN telah menjadi SMBC Indonesia. Kami berkomitmen dalam pembaruan ini untuk semakin meningkatkan kenyamanan Anda sebagai nasabah. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan Anda selama ini. Kami akan terus membantu menciptakan #. Kehidupan yang berarti ,” tulis SMBC Indonesia pada Selasa (19/11/2024) dalam pengumuman resmi yang dikutip.
Pernyataan resmi yang diperoleh Republika, Selasa, menjelaskan bahwa perubahan tersebut mencerminkan integrasi yang lebih erat dengan Grup SMBC dan upaya memperkuat posisi bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meskipun terjadi transformasi, banyak data seperti nomor rekening pelanggan, produk dan layanan, serta lokasi cabang tetap tidak berubah. Hingga tahun 2024 pada bulan September SMBC Indonesia mencatatkan 16,08 persen. pertumbuhan kredit tahunan (year-on-year) yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan kredit sektor perbankan nasional sebesar 10,85 persen. (laporan BI).
Total aset meningkat 16,72 persen. menjadi Rp 228,58 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 4,43 persen. menjadi Rp 113,39 triliun didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 28,06 persen.
Meski laba bersih mengalami penurunan sebesar 4,19 persen karena kenaikan biaya operasional. menjadi Rp 2,29 triliun, rasio kecukupan modal (CAR) meningkat sebesar 28,61 persen, menunjukkan permodalan yang kuat. Kualitas kredit juga membaik dengan rasio kredit bermasalah (NPL bruto) sebesar 1,45 persen, jauh di bawah ambang batas 5 persen.
Artikel Alasan Dibalik Pergantian Nama Bank BTPN Jadi SMBC Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kredit Bermasalah BPR Tembus 11,67 Persen, OJK Siapkan Regulasi Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pengurus Besar Bank Dunia (KEPP) Dian Ediana Rae mengatakan kenaikan kredit bermasalah sebagian besar didorong oleh berakhirnya pelonggaran kebijakan yang dilakukan selama pandemi Covid-19. Setelah bulan Maret 2024, BPR mulai melakukan penyesuaian kualitas kredit sesuai ketentuan yang berlaku sehingga menyebabkan jumlah kredit macet semakin meningkat.
Upaya OJK dalam perbaikan pengelolaan aset yang senantiasa berpegang pada prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, termasuk penyelesaian permasalahan dan penyelesaian kredit pascapandemi, akan terus didukung melalui ketentuan baru ini. Tanggapan tertulis Oktober 2024 Konferensi pers RDKB diterima pada Kamis (14/11/2024).
OJK juga berkomitmen mendukung BPR dalam pengelolaan risiko kredit dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) terbaru, POJK No. 1 Tahun 2024 tentang Kualitas Aset BPR. Peraturan tersebut diharapkan dapat membantu BPR lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit dan meningkatkan kualitas asetnya.
Sementara itu, peningkatan kredit bermasalah di industri BPR menunjukkan pentingnya upaya regulasi yang kuat dalam penyaluran kredit. Banyak BPR yang sebelumnya mengandalkan kebijakan relaksasi kredit selama epidemi, namun kini menghadapi kenyataan bisnis yang lebih sulit. OJK juga mengingatkan BPR agar lebih teliti dalam melakukan penilaian risiko kredit, terutama pada sektor yang paling rentan.
Artikel Kredit Bermasalah BPR Tembus 11,67 Persen, OJK Siapkan Regulasi Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>