Artikel Raksasa Tekstil PT Sritex Dinyatakan Pailit, Disnaker Sukoharjo akan Panggil Manajemen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Personalia Kabupaten Sukoharjo Sumarno menyatakan akan segera menghubungi manajemen PT Sritex menyusul kabar pailit tersebut. Karena itu, dia mengaku belum mendapat informasi resmi.
“Ini hanya sementara, kami ingin menelepon manajemen Sritex besok pagi untuk memberikan penjelasan dan informasi lengkap. Kami belum menerima informasi resmi baru dari pemberitaan tersebut. Kami masih belum punya salinannya dari PT Sritex atau pengadilan,” kata Sumarno saat diwawancara awak media. , Kamis (24/10/2024).
Artikel Raksasa Tekstil PT Sritex Dinyatakan Pailit, Disnaker Sukoharjo akan Panggil Manajemen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Melihat Lebih Jauh Sritex dan Lini Bisnisnya Usai Dinyatakan Pailit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Namun siapa sangka, Lukminto yang sukses membesarkan Sritex memulai perjalanan bisnisnya sebagai pedagang di Pasar Klewer, Solo. Di tangan Lukminto, Sritex yang didirikan pada tahun 1966 telah sukses mengekspor produknya ke berbagai negara, termasuk memproduksi pakaian militer di beberapa negara.
Semakin besar pabrik, semakin banyak pekerja yang dipekerjakan. Saking banyaknya karyawannya, pabrik ini mengadakan upacara kemerdekaan sekaligus karnaval yang diikuti karyawan pada waktu-waktu tertentu seperti perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Nama PT Sri Rejeki Isman Tbk atau yang dikenal dengan Sritex mulai populer ketika menangani produksi seragam tentara di berbagai belahan dunia.
Sepeninggal HM Lukminto pada tahun 2014, perusahaan dilanjutkan oleh kedua putranya yaitu Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto yang merupakan generasi kedua dalam keluarga tersebut. Di bawah kepemimpinan saudara-saudaranya tersebut, Sritex tetap stabil dan mampu mempertahankan nama besarnya di pasar global.
Faktanya, pandemi Covid-19 tidak terlalu mengganggu operasional pabrik. Terbukti PT Sritex mampu mendistribusikan 45 juta masker hanya dalam waktu tiga minggu. Selain itu, Sritex tetap mengekspor produknya ke Filipina meski situasi masih pandemi.
Perusahaan mengoperasikan beberapa lini produksi mulai dari produksi pemintalan, tenun, finishing, dan garmen. Dengan menggunakan kelompok perusahaan ini, proses produksi menjadi lebih cepat dan efisien.
Namun, meski produksi dan penjualan masih terus berjalan, Sritex rupanya memiliki utang yang terus meningkat selama bertahun-tahun. Utang Sritex sekitar Rp 25 triliun menurut laporan keuangan terbaru. Sebaliknya, kerugian yang dialami perseroan hingga pertengahan tahun ini mencapai Rp 402,66 miliar.
Hutang dan kerugian tersebut diperparah dengan lesunya perdagangan akibat pandemi Covid-19 dan ketatnya persaingan antar negara dalam memperebutkan tekstil dan produk tekstil (TPT).
Produksi masih berjalan..
Artikel Melihat Lebih Jauh Sritex dan Lini Bisnisnya Usai Dinyatakan Pailit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pailit Hingga Prabowo Instruksikan Penyelamatan, Ini Daftar Triliunan Utang Sritex ke Bank pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sritex bangkrut karena akumulasi utang sebesar USD 1,6 miliar atau Rp 25,01 triliun. Berdasarkan laporan keuangan semester I-2024, Sritex mengalami defisit modal yang parah dengan aset mencapai negatif USD 980,56 juta atau Rp 15,34 triliun. Artinya perusahaan mempunyai lebih banyak kewajiban dibandingkan aset.
Liabilitas jangka panjang Sritex juga tergolong tinggi, yakni sebesar US$1,47 miliar atau sekitar Rp 23,02 triliun, sedangkan liabilitas jangka pendeknya tercatat US$131,42 juta atau sekitar Rp 2,05 triliun. Dari sisi finansial, sebagian besar utang Sritex merupakan utang jangka panjang.
Dalam laporan keuangan, utang bank masih menjadi alasan utama tingginya utang jangka panjang Sritex. Total utangnya mencapai $809,99 juta atau sekitar Rp12,66 triliun.
PT Bank Asia Central Tbk (BCA) tercatat memiliki 28 bank yang memiliki klaim kredit jangka panjang di Sritex, dengan PT Bank Asia Central Tbk (BCA) menjadi kreditur terbesar. Utang jangka panjang Sritex ke BCA mencapai US$71,30 juta atau setara Rp1,11 triliun. Hal ini menunjukkan sebagian besar beban utang Sritex berasal dari pinjaman dari berbagai bank.
Rincian utang Sritex kepada 28 bank adalah sebagai berikut:
1. Nilai PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar USD 71,31 juta atau 1,11 triliun. Setara dengan Rp.
2. State Bank of India Cabang Singapura 43,88 juta. dolar atau 685,62 miliar dolar. Setara dengan Rp.
3. PT Bank QNB Indonesia Tbk USD 36,94 juta atau setara Rp 577,75 miliar.
4. Citibank N.A., Indonesia $35,83 juta atau setara Rp558,66 miliar.
5. PT Bank Mizuho Indonesia USD 33,71 juta atau setara Rp 525,56 miliar.
6. Bank Pembangunan Daerah PT Jawa Barat dan Banten Tbk sebesar USD 33,27 juta atau setara Rp 519,07 miliar.
7. PT Bank Muamalat Indonesia USD 25,45 juta atau setara Rp 397,67 miliar.
8. PT Bank CIMB Niaga Tbk senilai USD 25,34 juta atau setara Rp 395,60 miliar.
9. PT Bank Maybank Indonesia Tbk USD 25,16 juta atau setara Rp 392,50 miliar.
10. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah PT $24,80 juta atau setara Rp387,50 miliar.
11. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar USD 23,81 juta atau setara Rp 371,56 miliar.
12. Bank of China (Hong Kong) Limited $21,78 juta atau setara Rp340,15 miliar.
13. PT Bank KEB Hana Indonesia USD 21,53 juta atau setara Rp 336,35 miliar.
14. Taipei Fubon Komersial Bank Co., Ltd. Jumlahnya sebesar 20 juta dollar AS atau setara dengan 312,50 miliar dollar AS.
15. Woori Bank cabang Singapura setara USD 19,87 juta atau Rp 309,66 miliar.
16. Standard Chartered Bank memiliki $19,57 juta atau Rp305,59 miliar.
17. PT Bank DBS Indonesia USD 18,24 juta atau setara Rp 284,55 miliar.
18. PT Bank Permata Tbk USD 16,71 juta atau setara Rp 260,77 miliar.
19. PT Bank China Construction Indonesia Tbk USD 14,91 juta atau setara Rp 232,54 miliar.
20. PT Bank DKI 9,13 juta. dolar atau 142,71 miliar dolar. Setara dengan Rp.
21. Emirates Bank NBD $9,61 juta atau setara Rp150,30 miliar.
22. ICICI Bank Ltd., Cabang Singapura USD 6,96 juta atau setara Rp 108,75 miliar.
23. PT Bank CTBC Indonesia USD 6,95 juta atau setara Rp 108,44 miliar.
24. Deutsche Bank AG menyumbang $6,82 juta atau Rp106,25 miliar.
25. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk senilai USD 4,97 juta atau setara Rp 77,63 miliar.
26. PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 4,52 juta atau setara Rp 70,55 miliar.
27. PT Bank SBI Indonesia USD 4,38 juta atau setara Rp 68,50 miliar.
28. MUFG Bank, Ltd. Sebesar USD 23,78 juta atau setara Rp 370,19 miliar.
Artikel Pailit Hingga Prabowo Instruksikan Penyelamatan, Ini Daftar Triliunan Utang Sritex ke Bank pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel KSPI Sorot Pailitnya Perusahaan Besar di Jateng, Mulai Nyonya Meneer hingga Sritex pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Di Jateng ini kali kedua perusahaan besar kolaps. Yang pertama Nyonya Meneer, yang kedua Sritex. Ini tidak akan dibiarkan kalau tidak ada solusinya,” kata Aulia saat dihubungi Republik, Jumat (25). /10/2024)
Aulia mengungkapkan, PT Sritex baru-baru ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga (PN) Semarang, menurut KSPI Jawa Tengah. Perusahaan ini memiliki lebih dari 10.000 karyawan “Sritex telah menjalankan bisnisnya selama 53 tahun dan merupakan perusahaan yang menurut kami sangat besar. Kita perlu mencari tahu alasan utama mengapa kelas Sritex pun gagal atau bangkrut. Kami sangat ingin duduk dan berbicara dengan pemerintah untuk mencari solusi,” ujarnya.
Dia mengatakan, banyak analisis yang menunjukkan kebangkrutan PT Sritex akibat konflik di Ukraina dan Timur Tengah. “Tapi setidaknya Pemprov Jateng perlu mempersiapkan diri lebih baik. Karena kami juga mempunyai tanggung jawab untuk melindungi investor agar tidak berpikir “Ini Jawa Tengah. dimana gajinya rendah Banyak yang PHK. Benar sekali, kata Aulia.
Sedangkan untuk PT Sritex, Aulia sudah mendapat informasi bahwa pihaknya akan mengajukan banding atas keputusan pailit tersebut. “Saya berharap Sritex tidak terburu-buru untuk menutupnya. Artinya masih ada tahapan proses hukum terkait kasasi dan segala macamnya,” ujarnya.
Aulia mengingatkan, ini merupakan industri padat karya. Terutama pakaian, tekstil dan pakaian. menyerap banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, ia menilai industri ini perlu mendapat perhatian.
Pada Senin (21 Oktober 2024), Pengadilan Negeri Semarang Niaga menyatakan PT Sritex pailit. 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg
Dalam hal ini, PT Indo Bharat Rayon juga menjadi pemohon. Respondennya tidak hanya PT Sritex namun juga anak perusahaannya seperti PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya.
Menyatakan PT Sri Rejeki Isman, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries dan PT Primayudha Mandirijaya pailit dengan segala akibat hukumnya, demikian bunyi permohonan yang terpampang di sistem informasi Pengadilan Negeri Semarang.
Dalam putusan tersebut, PT Sri Rejeki Isman, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya dinyatakan wanprestasi atas kewajiban pembayarannya kepada para pemohon dalam putusan serupa. (Persetujuan Rencana Perdamaian) tanggal 25 Januari 2022.
Pada tahun 2017, Nyonya Meneer dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang Seperti halnya PT Sritex, Nyonya Meneer juga bangkrut karena tidak mampu melunasi utangnya kepada kreditur sebesar Rp 7,04 miliar.
Artikel KSPI Sorot Pailitnya Perusahaan Besar di Jateng, Mulai Nyonya Meneer hingga Sritex pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Raksasa Tekstil PT Sritex Dinyatakan Pailit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sidang penjatuhan hukuman digelar di ruang Pendeta Purvoto Suhadi Gandasubrata, S. pada Senin (21/10/2024). Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Moch Ansar. respondennya tidak hanya PT Sritex tetapi juga anak perusahaannya yaitu PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries dan PT Primayudha Mandirijaya.
Menyatakan pailit PT Sri Rejeki Isman, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries dan PT Primayudha Mandirijaya dengan segala akibat hukumnya, demikian bunyi petisi yang dimuat di Sistem Informasi Pengadilan Negeri Semarang.
Dalam putusan tersebut, PT Sri Rejeki Isman, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya menyatakan tidak memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemohon berdasarkan keputusan homolog (persetujuan rencana perdamaian) tanggal 25 Januari. 2022.
“Pencabutan Putusan Pengadilan Niaga Semarang Nomor 12/Pdt.Sus-PKPU/2021.PN.Niaga.Smg tanggal 25 Januari 2022 menyetujui rencana perdamaian (homologasi),” bunyi petisi lain dari kasus antara PT Sritex dan PT Wawancara Indo Bharat.
Humas Khusus Kelas IA Pengadilan Negeri Semarang Haruno Patriadi menguatkan putusan pailit terhadap PT Sritex. “Kebetulan saya diangkat menjadi hakim pengawas,” kata Horono saat dihubungi melalui telepon, Kamis (24/10/2024).
Haruno menjelaskan, setelah keputusan pailit tersebut, para pihak masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. “Selanjutnya akan ada acara, ada pertemuan untuk mengecek kelayakan pinjaman atau ceknya. Cek kredit, cek pajak,” ujarnya.
Namun Haruno belum mengetahui berapa jumlah utang PT Sritex. “Kalau ditanya (berapa utang PT Sritex), saya harus buka informasi lagi,” ujarnya.
“Terlepas dari apakah terdakwa atau terdakwa (pergi) ke pengadilan, kemungkinan besar mereka akan mengajukan banding,” kata Haruno.
Artikel Raksasa Tekstil PT Sritex Dinyatakan Pailit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>