Artikel Wujudkan Swasembada Pangan dengan Gotong Royong pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kapasitas tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Menteri Pertanian Amran mengatakan, program swasembada bukan hanya soal pangan, tapi juga cara masyarakat adat mencari nafkah dari pertanian.
“Tuan-tuan, kami bergandengan tangan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Kampung Wanam, masyarakat Merauke. “Kita bersaudara, kita semua sama, jadi kita saling membantu dan bekerja sama untuk meningkatkan taraf hidup kita,” kata Menteri Pertanian Amran saat memimpin pasukan Wanam Food Festival, Minggu.
Dalam kunjungannya, Menteri Pertanian Amran meninjau langsung persawahan di Desa Wanam dan kesiapan prajurit Batalyon Pangan Wanam.
Ia mengatakan Kementerian Pertanian bersedia memberikan bantuan dan bantuan untuk mendukung pengolahan lahan untuk daerah penghasil padi.
“Traktor ini kita sumbangkan dalam bentuk Brigade Pangan. Traktor akan kita sumbangkan, kemudian bibit dan pupuk akan kita berikan, kita akan bersama-sama membangun negara ini”, kata Menteri Amran.
Ia memperkirakan Kampung Wanam akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar, sebelum Kementerian Pertanian memulai di Kabupaten Kurik dengan hasil produksi yang baik.
“Kita sudah mulai di daerah Kurik, dulu produksinya 2 ton, Pak langsung tanya. Dulunya ada satu tanaman, tapi sekarang ada tiga tanaman, dan ada gabungan pemanen yang bisa menghasilkan 6 juta per bulan. “Jadi kami berharap hal ini juga terjadi di desa Wanam untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sini,” kata Menteri Amran.
Untuk kawasan Kampung Wanam, kelompoknya tidak hanya mendorong penanaman padi, tetapi juga produk pertanian dan produk lain yang ditanam masyarakat.
Pihaknya memastikan penanaman didukung dengan berbagai peralatan pertanian, baik traktor roda empat maupun roda dua, sehingga diharapkan pengolahan tanah yang selama ini mengandalkan tenaga kerja manual bisa dipermudah.
“Kami kirimkan traktor roda empat, traktor roda dua, kami bantu bibitnya, lalu kami bantu batako. Secara teknologi, hidup menjadi sulit karena tidak mungkin mendayung,” kata Menteri Amran.
Dijelaskannya, program ini benar-benar merupakan upaya untuk meningkatkan hasil kegiatan pertanian dan mendorong pertumbuhan negara, sehingga diharapkan Merauke dapat menjadi pusat pengembangan kegiatan pertanian tanah air.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran meninjau lokasi Petak Tanam Padi (DemPlot) seluas 20 hektar di Wanam.
Ia yakin penanaman padi akan tumbuh baik dengan dukungan teknologi pertanian yang tepat.
“Saya melihat tanaman padi mampu tumbuh dengan baik. “Ini pertanda baik ketahanan pangan yang kita cita-citakan,” kata Menteri Pertanian Amran.
Sebelumnya, pada awal November 2024, Presiden Prabowo Subianto melihat persiapan rencana demonstrasi beras untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah timur Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto melihat para petani dengan cermat mempersiapkan lahan untuk musim tanam.
Ia berharap pameran padi ini dapat menjadi contoh bagi petani lokal, dengan praktik pertanian yang dapat meningkatkan hasil dan kualitas beras.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto melihat secara langsung pengolahan tanah dan penanaman dolomit merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas tanah.
Artikel Wujudkan Swasembada Pangan dengan Gotong Royong pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pendapatan Bica Capai Rp 10 Juta per Bulan, Begini Cara Daftar Brigade Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Dari sana (Departemen) akan mengirimkan ke pemberi pinjaman atau mentor dari kami (Kementerian Pertanian),” kata Ida saat ditemui Menteri Pertanian Andy Imran Sulaiman pada pembukaan Bantuan Swasembada Pangan Departemen. Seminar di Auditorium Utama Kementerian Pertanian, Rabu 20 November 2024, diambil dari pengumuman resminya, Kamis (21 November 2024).
Ia menjelaskan, setiap petani bisa memperoleh penghasilan lebih dari 10 juta euro per bulan. Perhitungan tersebut merupakan hasil pembagian keuntungan antara pelaku usaha dengan petani secara swakelola, baik pendapatan produksi maupun hasil penjualan, yaitu sebesar Rp 6.000 (GKG) per kg gabah kering giling. bukan gaji yang muncul di berita.
“Bukan gaji, tapi penghasilan dari harga jual GKG yang mencapai Rp 6.000 per kg. Ada pula pembagian lain seperti 20 persen bidang usaha. “Jadi kita hitung kalau untuk 15 anggota wiraswasta bagian pangan, pendapatan per orangnya bisa Rp 10 juta,” kata Ida.
Menurutnya, seluruh pendapatan tersebut tidak lepas dari peran pemerintah yang telah menyiapkan rencana pertanian modern untuk menekan biaya produksi hingga 50 persen. Pemerintah memberikan hibah berupa alat mesin pertanian kepada setiap kelompok unit yang mampu swasembada pangan.
“Dukungan pemerintah juga mencakup benih siap pakai dan pupuk untuk mendukung produksi sektor swasembada pangan,” kata Ideha.
Artikel Pendapatan Bica Capai Rp 10 Juta per Bulan, Begini Cara Daftar Brigade Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Ini Optimisme BRI Pada Kebijakan Ekonomi di Era Pemerintahan Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sumber daya mineral dan produk pertanian, seperti minyak sawit, mengalami penurunan. Kemudian pemerintah juga akan melihat kebijakan yang mengarah pada pangan dan energi.
Terkait kebijakan pemerintah tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso memaparkan dua rencana tersebut saat menjawab pertanyaan media pada Konferensi Pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2024 di Jakarta (30/10/2024). Pertama, sistem sasaran nasional, dimana Bank selalu melakukan analisis terkait. Tahap kedua, BRI melihat peluang bisnis terkait kebijakan pemerintah.
“Dan berdasarkan analisis kami, seharusnya data yang kami analisis, hasilnya adalah sebagai berikut. Minimal 6 persen, menurut perhitungan BRI,” kata Sunarso dalam konferensi pers, Rabu (30/10/10) memaparkan kinerja BRI tahun ketiga. . /2024).
Saat ini, target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen sudah melampaui hasil survei BRI. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan keduanya selaras dalam mencapai tujuan keluar dari jebakan tengah.
Sunarso mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, faktor penentu terpenting adalah sumber daya manusia.
“Setelah kita simpulkan tentang human capital, apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kualitas human capital? Itu sumber pangan, ketersediaannya, dan kualitasnya. Kalau program pemerintah, baru lihat pangannya,” tutupnya. mendengarkan
Untuk mendukung swasembada, Sunarso mengatakan, menjamin ketersediaan dan kecukupan pangan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemudian masyarakat dapat memperoleh pendidikan, dalam upaya mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang baik.
Nah, terkait pengurangan di sektor energi, Sunarso menyebut akan sangat meningkatkan perputaran perekonomian.
“Jadi menurut kami di BRI, apakah itu disumbangkan oleh BRI atau diberikan oleh pemerintah, tidak ada bedanya.
Tahap kedua, BRI melihat peluang bisnis terkait kebijakan pemerintah. Hilirisasi merupakan proses penciptaan nilai tambah bagi produk pertambangan dan pertanian dalam negeri.
“Setiap proses penciptaan nilai tambah menghasilkan kemampuan untuk meningkatkan penyerapan kerja. Pada tingkat yang lebih tinggi karena tersentuh oleh teknologi, pekerjaan dan sebagainya,” kata Sunarso.
Oleh karena itu, lanjutnya, akan memperkuat penyerapan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan merangsang pertumbuhan. “Bank akan sangat menikmati bisnis dari peningkatan pendapatan, dan pertumbuhan ekonomi yang berasal dari aktivitas yang menghasilkan produk pertambangan dan produk pertanian.
Sunarso mencontohkan proses pemanenan produk minyak sawit, yang kemudian diolah menjadi minyak sawit, oleokimia, atau kosmetik. Jika tersedia di dalam negeri, maka proses perekonomian di negara tersebut. Soonerso mengatakan penjualan, ekspor, atau konsumsi lokal akan meningkat. Demikian pula pengurangan asupan makanan juga terkait dengan distribusi makanan berlemak.
“Memiliki sejarah yang panjang, mulai dari bidang tujuan pembangunan nasional yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tuntutan antara lain swasembada pangan dan energi, komoditas dan produk pertanian untuk menumbuhkan dan menyeimbangkan perekonomian. Bagi bank pendapatan, ada peluang,” jelas Sunarso.
Artikel Ini Optimisme BRI Pada Kebijakan Ekonomi di Era Pemerintahan Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Prabowo Diyakini Bisa Wujudkan Swasembada dan Kedaulatan Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menurut Said, untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah harus menerapkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuannya.
“Tentu saja harapan harus tetap ada. Oleh karena itu, diperlukan strategi dan model intervensi yang berbeda dari sebelumnya, kata Said, Rabu (23/10/2024).
Said menegaskan, visi besar Presiden Prabowo harus bisa diwujudkan oleh para kolaboratornya, khususnya menteri yang membidangi pangan. Jika Anda gagal menerapkan strategi dan kebijakan yang tepat, kemungkinan besar Anda akan gagal mencapai tujuan Anda.
“Dengan strategi, program, dan kebijakan yang tepat, bukan tidak mungkin hal tersebut bisa dicapai dalam satu periode kepemimpinan, meski secara realistis swasembada di semua bidang akan memakan waktu lebih dari lima tahun,” jelasnya.
Lebih lanjut Said mengatakan, selain kebijakan yang baik, pemerintah juga harus fokus pada pencapaian swasembada bahan baku yang ingin digarap.
“Tujuan swasembada 4 sampai 5 tahun itu valid. Namun tentu saja, hal tersebut juga harus realistis dan intervensi yang dilakukan harus mampu mengatasi permasalahan atau hambatan yang menjadi hambatan secara tepat. “Kita juga harus jelas dulu bahan mentah atau pangan yang ingin kita gunakan untuk swasembada, apakah itu beras atau produk pangan lainnya,” ujarnya.
Said juga menegaskan, upaya pemerintah mencapai swasembada pangan tidak boleh sia-sia dan tidak efektif.
Ia mengatakan, pemerintah sebaiknya tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pangan, namun juga memperhatikan kesejahteraan petani.
“Upaya peningkatan produksi mutlak diperlukan, namun harus menjawab permasalahan dan kebutuhan petani,” ujarnya.
Selain itu, Said mendorong produksi tidak hanya mengandalkan produk pertanian tertentu, tetapi juga mendorong petani untuk mengembangkan produk pertanian unggulan lain yang menjadi ciri khas daerahnya masing-masing.
“Peningkatan produksi juga perlu diubah dan tidak hanya fokus pada bahan baku yang terbatas. “Kita mempunyai keanekaragaman pangan yang besar, hal ini sepertinya tidak bisa dihindari jika kita terus mendorong diversifikasi produksi berdasarkan konteks sumber daya yang dimiliki masing-masing daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut Said mengatakan, berdasarkan kajian yang dilakukan KKRP bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEB) Institut Pertanian Bogor (IPB), ada lima hal yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani.
Pertama, memperkuat infrastruktur pendukung; kedua, melakukan penelitian dan pengembangan; ketiga, difusi inovasi teknologi di tingkat petani; keempat, pendampingan dan peningkatan kapasitas petani; dan kelima, penataan pasar yang menguntungkan petani.
“Lima hal ini telah disimulasikan untuk membawa perubahan nyata pada tingkat produksi dan pendapatan petani. Kelima hal ini perlu dilakukan secara paralel,” ujarnya.
Said juga mengatakan pemerintah harus siap berinvestasi tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada teknologi pertanian yang lebih modern.
“Dari segi infrastruktur, bukan hanya fisik bangunan saja, misalnya irigasi, jalan, dan lain-lain, tapi juga keamanan lahan pertanian, input, teknologi, dan pengetahuan,” ujarnya.
Artikel Prabowo Diyakini Bisa Wujudkan Swasembada dan Kedaulatan Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Festival Jejak Pangan Lestari Dorong Sistem Pangan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Hal ini telah dipromosikan oleh Koalisi Sistem Pangan Berkelanjutan sejak tahun 2017 dan dirayakan pada Konferensi Pangan Berkelanjutan di Jakarta.
Koalisi Sistem Pangan Berkelanjutan (KSPL) merupakan inisiatif kolaboratif masyarakat yang berupaya menerapkan sistem pangan yang memenuhi kebutuhan manusia, lingkungan, dan iklim.
KSPL merupakan bagian dari jaringan Integrasi Pangan dan Tata Guna Lahan (FOLU) di tujuh negara: Indonesia, Kolombia, Ethiopia, India, Tiongkok, Kenya, dan Brasil.
“Hari ini, kami sangat senang untuk menyampaikan kepada publik bahwa kami dan mitra kami telah mendukungnya selama tujuh tahun terakhir. “Saya berharap para pengunjung juga dapat mengenali keanekaragaman kuliner daerah Tanah Air dan melestarikan khasanah tersebut,” kata Sekretaris Jenderal KSPL Gina Karina pada konferensi pers Taman Anggrek, Gelora Bung Karno (GBK). , Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Gina mengatakan KSPL memiliki 12 mitra utama yang bekerja sama untuk menciptakan perubahan sistem pangan di Indonesia: CIFOR-ICRAF, CIPS, EntreVA, Garda Pangan, Humanis Foundation, IBCSD, Yayasan KEHATI, KRKP, Parongpong RAW Lab, Systemiq dan WRI Indonesia. Menurut Gina, Festival Makanan Segar ini meliputi demo memasak yang dilakukan Romo Terry sebagai menteri, juru masak dan pendidik, serta pelatihan bagi UKM pangan lokal di Labuan Bajo, NTT; “Makan Pola Makan yang Sehat, Beragam dan Harmonis: Mungkinkah?” kuliah umum bertemakan, booth national tasting dengan jajanan khas Indonesia Barat hingga Timur, workshop urban farming, booth dan inspirasi dari kawan-kawan KSPL. Penampilan Endah N Rhesa.
“Festival ini akan dikunjungi oleh ratusan orang, termasuk pemerintah, organisasi sosial, dan komunitas.
Dan masyarakat umum,” kata Gina.
Koordinator Bidang Pangan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Ifan Martino kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan.
Nasional (PPN)/Bappenas berperan penting dalam menjamin nilai investasi dan
Keberlanjutan diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan nasional yang terkait dengan sistem pangan. Ifan mengatakan KSPL menjadi mitra pembangunan strategis Bappenas di bidang pangan.
“KSPL sudah memberikan berbagai fasilitas yang lebih baik dan baik pelaksanaannya karena mereka sudah melihat hal-hal yang mikro yang belum kita lihat dari pemerintah. Jadi kita lihat saja apa yang bisa kita lakukan. Untuk belajar dan berpartisipasi dalam kebijakan sistem pangan di Indonesia,” tuturnya. . Ifan.
Badan Pangan Nasional juga berperan penting dalam mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pangan sehat masyarakat. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi dampak negatif sisa makanan, kata Nita Yulianis, Direktur Pangan dan Edukasi Badan Pangan Nasional.
“Kami sangat berterima kasih kepada KSPL dan mitranya yang berupaya mendukung pengelolaan sistem pangan di Indonesia dengan memberikan berbagai rekomendasi kebijakan dan kajian implementasi,” kata Nita.
Artikel Festival Jejak Pangan Lestari Dorong Sistem Pangan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Soal Target Prabowo, Zulhas: Tentu Kita Sudah Punya Strategi Menuju Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Salah satunya terkait swasembada pangan. Hal itu ditanggapi Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan di media sosial pribadinya. Tanggung jawab besar menanti Anda.
“Tentu kita sudah mempunyai arah strategisnya, mudah-mudahan lima tahun ke depan bisa kita kembangkan dengan cepat sehingga bisa mandiri,” kata Zulhas di Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Mohon doa dan dukungan dari semua pihak. Mengkoordinasikan sejumlah lembaga/kementerian. Ada Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Saatnya bertindak cepat. Profil menteri siap bekerja sama untuk mencapai tugas Presiden. Kementerian Pertanian juga mulai menjalin kerja sama dengan Kementerian Badan Usaha Dagang dalam hal ini.
“Memang tidak mudah, namun tidak ada yang tidak mungkin bagi orang optimis yang selalu berusaha,” kata Zulhas.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan komitmen Indonesia terhadap swasembada pangan dan energi merupakan langkah besar dalam mengatasi tantangan global yang semakin kompleks. Komitmen tersebut disampaikannya dalam pidato pertamanya usai dilantik sebagai Presiden RI di Gedung MPR/DPR/DPD Nusantara, Jakarta pada Minggu 20 Oktober 2024.
“Saya nyatakan Indonesia harus segera mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh bergantung pada sumber pangan luar,” kata Prabowo.
Presiden mencatat, dalam kondisi krisis dunia, negara lain akan mengutamakan kepentingan internalnya. Untuk itu, Indonesia harus mampu secara mandiri memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan nasionalnya.
“Saya belajar dengan para ahli yang membantu saya, saya yakin dalam 4-5 tahun kita sudah bisa swasembada pangan. Bahkan kita siap menjadi keranjang makanan dunia,” kata Prabowo.
Selain ketahanan pangan, Presiden juga menekankan pentingnya mencapai swasembada energi. Ia memperingatkan bahwa ketergantungan terhadap sumber energi asing merupakan ancaman serius di tengah ketegangan geopolitik global.
Artikel Soal Target Prabowo, Zulhas: Tentu Kita Sudah Punya Strategi Menuju Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS Rembuk Pemuda Optimistis Amran Dapat Bantu Prabowo Wujudkan Swamsembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Misalnya saja peningkatan luas tanam, upaya cepat mengatasi kekeringan melalui penggunaan pompa, dan optimalisasi lahan basah yang berkontribusi besar terhadap peningkatan produksi padi. Selain itu, Minggu (6/10/2024) lalu, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP membantu lulusan pertanian dan petani milenial mengembangkan pertanian modern di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Pendiri Rembuk Pemuda Aidil Pananrang mengatakan, kini Rembuk Pemuda optimis kehadiran Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian akan membantu Indonesia mencapai Swasembada Pangan sejalan dengan visi dan visi pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Kami sangat yakin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dapat mewujudkan swasembada Indonesia seutuhnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Amran terus memberdayakan petani milenial di berbagai bidang untuk mewujudkan visi pasangan Prabowo-Gibran, khususnya di bidang pertanian. sektor pertanian,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, saat ini Amran Sulaiman sedang fokus mengubah sistem pertanian konvensional menjadi pertanian modern yang menggunakan teknologi dan produksi di bidang pertanian, sehingga ia berharap hal tersebut dapat dilanjutkan oleh Menteri Pertanian Amran jika diberikan kembali. sebagai calon Menteri Pertanian.
“Saat saya mengikuti banyak rencana beliau khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan pada 10-11 Oktober 2023, kami melihat sendiri bahwa Pak Amran sangat optimis, dengan sumber daya yang kaya, kita bisa menjadikan Indonesia sebagai pangan bagi seluruh dunia,” katanya. .
“Saya sampaikan bahwa kita sebagai generasi muda akan terus mengikuti program ini, juga hari ini langkah yang dilakukan oleh Bapak Amran Sulaiman selaku penanggung jawab pertanian dengan menempatkan generasi muda pada sektor pertanian, dapat membuat generasi muda tertarik. berpartisipasi dalam dunia pertanian dan saya sangat baik untuk masa depan petani Indonesia,” ujarnya.
Aidil pun yakin dengan rekam jejaknya, ia yakin Amran Sulaiman bisa melanjutkan program tersebut di Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, Ketua Konferensi Pemuda ini yakin pada pemerintahan Prabowo – Gibran berikutnya, Amran Sulaiman akan kembali terpilih menjadi Menteri Pertanian.
Senada dengan itu, Rayhan Ibrahim Mantiri, salah satu generasi muda yang saat ini mengikuti program Petani Milenial Kementerian Pertanian mengatakan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman selalu terlibat dalam pemberdayaan generasi muda di bidang pertanian. pertanian. sektor. Hal itu terlihat saat Amran mengajak generasi muda pecinta pertanian untuk turut serta mengidentifikasi pangan untuk Indonesia.
“Saya mewakili Kongres Pemuda Nasional yang dihadiri 10 delegasi, mendukung dan mengapresiasi program yang digagas Pak Amran. Pertanian puas dengan pangan dan harapannya program ini terus berlanjut di masa pemerintahan Pak Prabowo, untuk mencapai ketahanan pangan di Indonesia dan dunia,” ujarnya.
Oleh karena itu, kami berharap program ini terus berlanjut pada pemerintahan selanjutnya. Kami menilai Pak Amran layak mengisi posisi Menteri Pertanian pada pemerintahan berikutnya. Dari Pertanian akan terselamatkan dan tentunya sekali lagi kami yakin bahwa Mentan bisa membantu Pak Prabowo agar Indonesia menjadi Keranjang Pangan Dunia,” kata Dis.
Andi Amran Sulaiman termasuk salah satu yang mengundang Prabowo ke rumahnya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024) lalu. Banyak pihak yang menilai, semua yang disebut Menteri Pertahanan dinilai bisa mengisi jabatan di pemerintahan bersama Wakil Presiden yang dilantik Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pertemuan tersebut, Amran menceritakan bahwa Prabowo meminta dukungan di bidang pertanian dan pangan untuk pemerintahan selanjutnya.
“Bicara tentang sektor pertanian kita,” ujarnya kepada wartawan. Saat ditanya apakah dirinya diterima di luar Kementerian Pertanian, Amran memilih tak menjawab pasti. Ia menegaskan, pembicaraan dengan Prabowo fokus pada bidang pertanian dan upaya mencapai ketahanan pangan.
“Cukup diskusi tentang pertanian. Fokus pada konten. Dia berkata, “Kami membutuhkan makanan, kami perlu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.”
Artikel JAHANGIR NEWS Rembuk Pemuda Optimistis Amran Dapat Bantu Prabowo Wujudkan Swamsembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Pembinaan untuk Kelompok Tani dari Kampus Diharap Pelopori Pangan Berkualitas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Memberikan bimbingan dan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KVT) Cempaka, Batan Indah di Tangerang Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dan menjamin keberlanjutan usaha dengan menerapkan konsep rantai nilai pada proses produksi, pengolahan dan pemasaran pertanian yang sebelumnya sederhana dan manual.
Tim dosen UMB yang dipimpin oleh Dr. Tukhas Shilul Imaroh mengembangkan program pelatihan komprehensif untuk mengajukan hibah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Tim ini terdiri dari tiga guru besar lainnya, Dr. Rosalendro Edi Nugroho, Dr. Mafizatun Nurhaiati dan Dr. Eng. Imam Hidayat. Mereka dibantu oleh para pelajar khususnya Beliarosa Cinta Nourafni dan Mohammad Zaki Rahmansiah.
Tujuan dari kegiatan ini terkait dengan rantai pasok untuk meningkatkan kinerja produksi dan kualitas produk, pemasaran dan rantai nilai untuk menjadikan bisnis berkelanjutan. Pendampingan dan pendampingan peralatan produksi kemudian memberikan bantuan tersebut, meningkatkan profitabilitas dan stabilitas dengan bantuan mesin pengemas atau penguji vertikal otomatis.
Dr Tukhas Shilul Imaro mengatakan, dengan adanya peralatan dan dukungan produksi, harapan kelompok wanita tani Cempaka dapat terwujud karena produksi bisa meningkat tiga kali lipat. Keberhasilan KVT-Cempak mencerminkan potensi luar biasa yang dimiliki masyarakat kita. Melalui upaya bersama ini, kami berharap keberlanjutan pertanian di Tangsel dapat terwujud dan KVT-Cempaka menjadi pionir dalam produksi pangan sehat dan berkualitas bagi masyarakat. kami yakin mereka dapat mencapai keberlanjutan dan meningkatkan kesejahteraan.
Kegiatan Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat merupakan hibah yang didanai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) T/A 2024 yang dilaksanakan pada Rabu, 18 September 2024. Seri implementasi. kegiatan PKM.
Setelah mengikuti program pelatihan, anggota KVT-Cempak mulai merasakan dampak positif dari berbagai pelatihan yang mereka terima. Candravati, sebagai ketua kelompok perempuan tani, mengatakan, “Dulu kami kesulitan memasarkan produk kami. Namun setelah mengikuti kursus ini, kami semakin percaya diri dalam menjual produk kami. “Kami juga belajar membuat kemasan yang menarik,” ujarnya.
Kami berharap hasil produksi KVT-Cempak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Setelah pelatihan, kami berharap produk mereka semakin populer di kalangan konsumen. Anggota kelompok diharapkan lebih memahami pentingnya kolaborasi dan perannya dalam meningkatkan keberlanjutan usaha.
Artikel CIRCLE NEWS Pembinaan untuk Kelompok Tani dari Kampus Diharap Pelopori Pangan Berkualitas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>