Artikel OJK Sebut Perlu Ada Inovasi Produk yang Iurannya Fleksibel untuk Sasar Pekerja Informal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Disebutkan Ogi, potensi pekerja informal terbilang besar, yakni mencapai sekitar 57-58 persen dari 277 juta penduduk Indonesia. Sementara jumlah peserta pensiun baru mencapai 28 juta orang, sebagian besar bersifat wajib, antara lain ASN, TNI, Polri, dan pekerja tetap.
OJK juga mencatat kontribusi industri dana pensiun terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 5-6 persen yakni total aset Rp 1.500 triliun per September 2024. Ogi meyakini dengan masuknya pekerja informal ke industri , iuran pensiun terhadap perekonomian diyakini akan meningkat.
“Jika kita bertanya kepada pengelola skema pensiun: ‘Apakah pihak luar (pekerja informal) ikut dalam skema pensiun?’ (Jawabannya) adalah ‘tidak ada pasar’,” Organisasi Dunia untuk Dana Pensiun Swasta di Bali pada Rabu (20/11/2024) ) dan diklik usai Pertemuan Tahunan Administrator Pensiun (IOPS) dan Konferensi Dunia OECD/IOPS/ kata OJK.
Terkait hal tersebut, Ogi mengaku telah menerima masukan dari negara-negara lain yang saling berdiskusi dalam agenda Global Forum OECD/IOPS/OJK yang digelar di OJK. Ide yang muncul adalah melakukan inovasi pada produk pensiun yang diberi nama Kontribusi Fleksibel.
“Katanya berubah itu bisa diubah, jadi berubah artinya kalau punya uang simpan, kalau tidak ambil. Jadi pasar harus lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, menarik untuk mencoba menerapkan konsep intervensi fleksibel di Indonesia. Dana Pensiun Badan Usaha (DPLK) dan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) diharapkan dapat mengkaji, mendalami dan melaksanakannya.
Ogi mengatakan, “Pekerja non tetap itu 57-58 persen, masih sangat (potensial), kalau mereka bergabung (masuk ke perusahaan dana pensiun), kita akan langsung terjun,” kata Ogi.
Artikel OJK Sebut Perlu Ada Inovasi Produk yang Iurannya Fleksibel untuk Sasar Pekerja Informal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Ekonom Ingatkan Prabowo Atasi Masalah Penurunan Kelas Menengah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Saya kira hal pertama yang harus diatasi adalah keruntuhan kelas menengah. Saya kira itu yang harus menjadi fokus utama,” kata Aviliani dalam debat virtual Indef, Selasa (22/10/2024). Kabinet Prabowo-Gibran,” kata di Jakarta
Permasalahan pertama yang perlu dipertimbangkan adalah lapangan kerja di sektor informal. Aviliani berpendapat, pemerintah seharusnya fokus tidak hanya pada pengalihan pekerja informal ke sektor formal, namun juga memastikan pekerja informal mendapatkan penghasilan yang layak.
“Selanjutnya, kelompok masyarakat miskin dan kurang beruntung menghabiskan lebih dari 64 persen untuk makanan. Kecenderungan untuk makan yang lain sangat sulit sehingga kita perlu meningkatkan pendapatannya agar mereka bisa mengonsumsi yang lain juga,” jelasnya.
Ia juga menyoroti rencana program yang diajukan pemerintahan Prabowo untuk membangun tiga ribu rumah dalam setahun. Stimulus perumahan yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) adalah bagian dari upaya untuk mendukung kelas menengah, karena properti diyakini menyumbang sebagian besar pengeluaran kelompok tersebut.
“Pertanyaannya, apakah pihak yang menuntut mampu membayar cicilan? Mungkin ada tiga ribu rumah dengan pembeli potensial, tapi sebenarnya tidak ada daya beli. Jadi harus realistis juga,” jelasnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Aviliani meminta pemerintah memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat.
Dengan digitalisasi yang mendorong efisiensi dan banyak usaha yang tutup akibat dampak Covid-19, peluang kerja kini relatif terbatas.
Situasi ini juga dibarengi dengan minimnya munculnya wirausaha baru. Menurut dia, kreditur usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) diisi oleh orang yang sama, hal ini menunjukkan lambatnya pertumbuhan wirausaha muda. Jabatan ini merupakan salah satu tugas pokok Kementerian UKM.
“Jadi itu pekerjaan rumah yang menurut saya perlu diselesaikan sejak dini,” ujarnya.
Artikel Ekonom Ingatkan Prabowo Atasi Masalah Penurunan Kelas Menengah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>