Artikel Memilih Childfree? Pertimbangkan Hal Ini Terlebih Dulu pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Pengertian (memutuskan untuk tidak punya anak) Iya atau kalau pemahaman khusus ingin saya utamakan, kenapa? Kalau pemahaman saya sendiri, sekarang pemahaman itu bisa saya ubah, karena kita hidup berkeluarga, itulah yang disebut sistem ekologi, harus ada tanggung jawab sosial agar pembangunan berkelanjutan,” kata Direktur Bina Keluarga Untuk Anak dan Anak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Jumat (15/11/2024) saat dihubungi di Sukabumi.
Hal itu disampaikannya menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 yang menyebutkan prevalensi perempuan tanpa anak yang tinggal di Indonesia berkisar delapan persen.
Menurut Irma, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, perlu dipastikan generasi mendatang mampu mengubah rumah tangga.
“Pertanyaannya adalah, apakah kita menginginkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan atau tidak? Pada titik tertentu kita akan melihat penurunan populasi tanpa anak,” katanya.
Menurut dia, rata-rata jumlah anak perempuan yang dilahirkan pada masa reproduksi perempuan atau angka fertilitas netto secara nasional adalah 2,1.
Artikel Memilih Childfree? Pertimbangkan Hal Ini Terlebih Dulu pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS Bali Hadapi Tantangan Baru di Tengah Booming Properti pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Badan Pusat Statistik Bali dan Dinas Pariwisata Bali merilis pada Agustus 2024, sebanyak 2.910.679 wisman tiba di Bali pada enam bulan pertama tahun ini, meningkat 23,59% dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Sedangkan jumlah pengunjung domestik pada Juni 2024 tercatat sebanyak 898.355 orang. Jumlah tersebut melebihi jumlah pengunjung domestik pada tahun 2020 hingga 2023.
Evgeny Obolentsev, Direktur Jenderal NPG Indonesia, mengatakan Bali telah menjadi destinasi wisata yang sangat populer. “Meningkatnya jumlah wisatawan domestik dan mancanegara mendorong permintaan properti di Bali semakin tinggi”
Pertumbuhan sektor real estate memberikan dampak positif terhadap perekonomian Bali. Namun di sisi lain, pembangunan yang terlalu cepat menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan lingkungan dan hilangnya keunikan budaya Bali.
“Muncul pertanyaan penting bagaimana mengembangkan sektor real estate tanpa merusak alam dan budaya Bali,” kata Obolenchev.
Mengatasi tantangan ini memerlukan keseimbangan antara pembangunan dan keamanan. Pemerintah berperan penting dalam mengatur pengembangan real estate sedemikian rupa sehingga tidak merugikan lingkungan dan budaya Bali.
Sebagai salah satu pengembang real estate di Bali, NPG Indonesia berkomitmen dalam melaksanakan proyek ramah lingkungan. “Kami berupaya membangun properti yang menguntungkan secara komersial, namun juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” kata Obolenchev.
Contoh proyek berkelanjutan NPG Indonesia adalah Ecoverse. Proyek ini menggabungkan desain modern dengan konsep ramah lingkungan.
“Kami menggunakan energi terbarukan, mengelola limbah dengan baik, dan menjaga kawasan hijau di sekitar proyek,” jelas Obolenchev.
Mengembangkan real estate di Bali merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan. Menjaga keindahan dan kelestarian Bali memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat.
Pembangunan berkelanjutan adalah kunci untuk memastikan Bali terus menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan dari seluruh dunia.
Artikel JAHANGIR NEWS Bali Hadapi Tantangan Baru di Tengah Booming Properti pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>