Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

pengobatan kanker Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/pengobatan-kanker/ berita dari seluruh kalangan dunia Thu, 28 Nov 2024 18:27:31 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://jahangircircle.org/wp-content/uploads/2024/10/cropped-jc-32x32.png pengobatan kanker Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/pengobatan-kanker/ 32 32 Kanker Serviks Berpeluang Sembuh Lebih Besar Jika Terdeteksi dari Awal https://jahangircircle.org/kanker-serviks-berpeluang-sembuh-lebih-besar-jika-terdeteksi-dari-awal/ https://jahangircircle.org/kanker-serviks-berpeluang-sembuh-lebih-besar-jika-terdeteksi-dari-awal/#respond Thu, 28 Nov 2024 18:27:31 +0000 https://jahangircircle.org/kanker-serviks-berpeluang-sembuh-lebih-besar-jika-terdeteksi-dari-awal/ Republik Jakarta – Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita. Meski terdengar menakutkan, penyakit ini memiliki peluang besar untuk disembuhkan, apalagi jika diketahui sejak dini. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular...

Artikel Kanker Serviks Berpeluang Sembuh Lebih Besar Jika Terdeteksi dari Awal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
Republik Jakarta – Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita. Meski terdengar menakutkan, penyakit ini memiliki peluang besar untuk disembuhkan, apalagi jika diketahui sejak dini.

Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, mengatakan kanker serviks atau kanker serviks memiliki peluang lebih tinggi untuk disembuhkan, apalagi jika terdeteksi sejak dini. Namun yang menjadi permasalahan di Indonesia, sebagian besar pasien kanker terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga 70% kanker, terutama kanker serviks, menyebabkan kematian, kata Nadia. Di sisi lain, kanker yang didiagnosis pada stadium lanjut juga membutuhkan biaya pengobatan yang lebih mahal.

Oleh karena itu, tujuan Organisasi Kesehatan Dunia adalah menghilangkan kanker serviks. Karena kanker ini, kombinasi targetnya adalah 90-75-90, artinya kita benar-benar bisa menghilangkannya. Nadia, Kamis (28 November 2024) “Kita sebenarnya bisa. hentikan kasusnya,” ujarnya, dalam konferensi pers di Jakarta.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan target 90-70-90 untuk menghilangkan kanker serviks pada tahun 2030, yang berarti 90% anak perempuan di bawah 15 tahun akan menerima vaksin HPV, dan 70% wanita berusia 35 tahun. Setelah mendapatkan vaksinasi dengan vaksin HPV, yang seharusnya digunakan pada pemeriksaan skrining high-throughput berusia 45 tahun, 90% wanita dengan lesi prakanker menerima pengobatan standar. Menanggapi tujuan Organisasi Kesehatan Dunia, Nadia mengatakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk memberantas kanker serviks. sebuah kanker Hal ini merupakan tulang punggung pemberian layanan untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan.

Khusus untuk skrining, pemerintah menargetkan untuk melakukan skrining DNA HPV pada 70% wanita berusia 30-69 tahun pada tahap pertama dan 75% wanita berusia 30-69 tahun setiap 10 tahun sekali. Untuk tahap kedua. Nadia percaya bahwa kombinasi langkah-langkah seperti peluang skrining, cakupan vaksin HPV dan pengobatan tepat waktu terhadap wanita dengan lesi pra-kanker dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kanker serviks di Indonesia.

“Dengan skrining, kita bisa melihat apa yang terjadi di dalam rahim. Jadi kalau dini, kerusakannya masih 10 persen saja, dan kita bisa mengatasinya, jadi pasti tidak ke tahap selanjutnya. Dites lalu dirawat, jadi dengan kombinasi itu kita benar-benar bisa menghilangkannya,” kata Nadia.

Bulan ini, tepatnya 17 November, diperingati sebagai Hari Kanker Serviks Sedunia. Nadia mengenang, peringatan tersebut sebenarnya untuk mengedukasi masyarakat dan mewaspadai penyakit kanker, khususnya kanker serviks yang merupakan kanker kedua terbanyak pada perempuan Indonesia.

Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan budaya dalam hal skrining kanker serviks, karena perempuan lanjut usia sering merasa malu saat melakukan prosedur pengambilan sampel di sekitar rahim dan cenderung meminta izin dari pasangannya sebelum melakukan tes. Nadia juga menegaskan, perempuan berhak memutuskan apakah akan memeriksakan diri dan melanjutkan pengobatan kanker serviks tanpa bergantung pada izin suami untuk itu.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa penyakit tidak menular semakin (meningkat) trennya dari waktu ke waktu, salah satunya kanker. Hal ini tentunya perlu dilakukan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada seluruh perempuan dalam hal bersuara.” Soal gender, salah satu hak yang harus diperjuangkan perempuan adalah hak atas kesehatan,” kata Nadia.

Artikel Kanker Serviks Berpeluang Sembuh Lebih Besar Jika Terdeteksi dari Awal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/kanker-serviks-berpeluang-sembuh-lebih-besar-jika-terdeteksi-dari-awal/feed/ 0
JAHANGIR NEWS Empat Kebiasaan Sehat yang Dipercaya Bisa Kurangi Risiko Kanker https://jahangircircle.org/empat-kebiasaan-sehat-yang-dipercaya-bisa-kurangi-risiko-kanker/ https://jahangircircle.org/empat-kebiasaan-sehat-yang-dipercaya-bisa-kurangi-risiko-kanker/#respond Fri, 11 Oct 2024 10:16:58 +0000 https://jahangircircle.org/empat-kebiasaan-sehat-yang-dipercaya-bisa-kurangi-risiko-kanker/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Meski beberapa jenis kanker disebabkan oleh faktor genetik, namun penelitian menunjukkan separuh kasus kanker disebabkan oleh faktor risiko dari kebiasaan yang dapat dicegah. Dokter menyarankan beberapa perubahan gaya hidup umum untuk mencegah kanker, seperti tidak merokok, mengonsumsi...

Artikel JAHANGIR NEWS Empat Kebiasaan Sehat yang Dipercaya Bisa Kurangi Risiko Kanker pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Meski beberapa jenis kanker disebabkan oleh faktor genetik, namun penelitian menunjukkan separuh kasus kanker disebabkan oleh faktor risiko dari kebiasaan yang dapat dicegah. Dokter menyarankan beberapa perubahan gaya hidup umum untuk mencegah kanker, seperti tidak merokok, mengonsumsi makanan bergizi, memakai tabir surya, dan membatasi paparan karsinogen.

Sekarang, para peneliti di Brigham General Mass. mengembangkan empat strategi spesifik yang didukung penelitian untuk mengurangi risiko kanker. Berikut detailnya seperti dilansir Fox News, Kamis (3/10/2024):

1. Lakukan skrining preventif secara rutin

Penundaan adalah salah satu alasan utama orang tidak melakukan pemeriksaan kanker. Misalnya, kanker usus besar adalah penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan pria kulit hitam di AS, namun banyak yang tidak menjalani pemeriksaan yang direkomendasikan.

Adjoa Anyane-Yeboa, ahli gastroenterologi di Massachusetts General Hospital (MGH), menemukan bahwa penundaan adalah alasan utama orang tidak menjalani pemeriksaan. Penundaan ini sering kali disebabkan oleh masalah keuangan, kekhawatiran akan Covid-19, dan ketakutan akan ujian.

“Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah semua penyedia layanan kesehatan harus mendiskusikan skrining kanker kolorektal secara rutin dengan semua pasien, karena deteksi dini melalui skrining dapat menyelamatkan nyawa,” kata Anyane – Yeboa.

2. Meningkatkan kualitas tidur

Tidur yang kurang atau berkualitas buruk dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi. Heming Wang, PhD, asisten profesor kedokteran di Brigham and Women’s Hospital (BWH), memimpin tim peneliti yang meneliti pengaruh insomnia terhadap risiko kanker ovarium.

“Insomnia adalah gangguan tidur yang umum terjadi pada pasien kanker ovarium. Penelitian kami menunjukkan bahwa insomnia meningkatkan risiko subtipe kanker ovarium tertentu dan dikaitkan dengan berkurangnya kelangsungan hidup pasien,” kata Wang.

3. Jangan asal minum obat

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat-obatan secara teratur seperti aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya dapat mengurangi risiko kanker kolorektal. Namun, hal ini dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya, seperti pendarahan dan pembengkakan.

Menurut MGH, tidak seorang pun boleh sembarangan mengonsumsi narkoba. Penting untuk mengetahui apakah Anda menginginkan manfaat atau efek berbahaya dari mengonsumsi aspirin atau NSAID lainnya.

4. Kurangi minuman manis

Penelitian American Cancer Society (ACS) menemukan bahwa pria dan wanita yang minum dua atau lebih minuman manis sehari memiliki risiko 5 persen lebih tinggi meninggal akibat kanker terkait obesitas. “Meskipun rasanya manis, minuman manis memiliki risiko kesehatan yang signifikan. Para peneliti telah mengaitkan minuman ini dengan obesitas, diabetes, dan penyakit jantung,” kata Longgang Zhao, peneliti di Brigham and Women’s Hospital.

 

Artikel JAHANGIR NEWS Empat Kebiasaan Sehat yang Dipercaya Bisa Kurangi Risiko Kanker pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/empat-kebiasaan-sehat-yang-dipercaya-bisa-kurangi-risiko-kanker/feed/ 0
CIRCLE NEWS Kanker Usus Besar Intai Anak Muda, Kebiasaan Kayak Gini Bisa Jadi Penyebabnya https://jahangircircle.org/kanker-usus-besar-intai-anak-muda-kebiasaan-kayak-gini-bisa-jadi-penyebabnya/ https://jahangircircle.org/kanker-usus-besar-intai-anak-muda-kebiasaan-kayak-gini-bisa-jadi-penyebabnya/#respond Fri, 11 Oct 2024 06:04:50 +0000 https://jahangircircle.org/kanker-usus-besar-intai-anak-muda-kebiasaan-kayak-gini-bisa-jadi-penyebabnya/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kanker dulunya merupakan salah satu penyakit yang biasa menyerang orang lanjut usia. Hal ini mulai mempengaruhi generasi baru. Kasus terbaru dan patut diperhatikan adalah kasus Carly Barrett, seorang wanita berusia 24 tahun dari Amerika Serikat. yang didiagnosis...

Artikel CIRCLE NEWS Kanker Usus Besar Intai Anak Muda, Kebiasaan Kayak Gini Bisa Jadi Penyebabnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kanker dulunya merupakan salah satu penyakit yang biasa menyerang orang lanjut usia. Hal ini mulai mempengaruhi generasi baru. Kasus terbaru dan patut diperhatikan adalah kasus Carly Barrett, seorang wanita berusia 24 tahun dari Amerika Serikat. yang didiagnosis menderita kanker usus besar stadium 4

Berbicara mengenai masalah tersebut, pakar Penyakit Dalam Dr. Qasim Rasjidi mengatakan bahwa gaya hidup merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya kanker termasuk kanker usus besar di kalangan generasi baru. Menurutnya, penggunaan makanan cepat saji dan buah-buahan serta sayur-sayuran yang mengandung pestisida akan berdampak serius dampaknya terhadap kesehatan generasi muda.

“Alasan kanker usus besar didiagnosis pada usia muda adalah karena pola yang sama juga terlihat pada penyakit lain seperti serangan jantung, diabetes, dan penyakit lainnya. Itu sedikit. Dr. Kasim dari Republic.co.ed. mengatakan pada Senin (7/10/2024), “Saat itu buah dan sayur impor masih sulit ditemukan dan sulit menghilangkan pestisida, biji-bijian, dan lain-lain.”

Dr Qasim mengatakan, faktor risiko kanker usus besar dibagi menjadi dua, yaitu kondisi yang dapat dihindari dan tidak dapat diubah, seperti usia, tidak dapat diubah tetapi faktor risiko dapat diatasi.

Kemungkinan penyebabnya adalah gaya hidup atau rutinitas sehari-hari. Cobalah untuk menghindari daging olahan rendah serat, alkohol, dan rokok, yang umum terjadi di kalangan anak muda saat ini. Kurangnya aktivitas fisik dan diabetes membuat generasi muda berisiko terkena kanker usus besar.

“Saya pikir ini adalah cara untuk menghilangkan perubahan yang tidak diinginkan yang diyakini sebagian orang disebabkan oleh faktor genetik. Karena berakar pada sistem kebiasaan dan keyakinan yang dapat diubah dengan pemahaman dan dukungan program yang komprehensif,” kata Dr. Kasem.

Penyebab yang jarang dibicarakan adalah xenoestrogen. Terinspirasi dari Indonesia Sehat dalam Harmoni, xenoestrogen merupakan senyawa sintetis yang bekerja sama seperti estrogen alami dan bereaksi dalam sistem hormonal alami tubuh. Namun banyak dampak negatifnya. Pada buah-buahan dan sayur-sayuran yang menggunakan pestisida, plastik, bahan kimia pada kosmetik seperti 4MBC pada tabir surya, produk perawatan tubuh. dan estrogen sintetik yang memiliki banyak manfaat

“Hal ini sering diabaikan,” kata Dr. Qasim.

Mengenai gejalanya, dr Qasim menjelaskan berbagai gejalanya. Itu bisa menyebabkan kanker usus besar. Ini termasuk diare atau sembelit yang tidak diketahui penyebabnya. Termasuk sakit perut dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

“Apalagi kalau ada kehilangan darah Dampaknya terganggunya nutrisi sel kanker bisa membuat penurunan berat badan menjadi sulit,” ujarnya.

Inilah sebabnya mengapa generasi muda di Indonesia diminta untuk tidak mengurangi risiko terkena kanker usus besar. Dari informasi di Indonesia Kanker di daerah ini merupakan kanker terparah keempat setelah kanker payudara. Kanker serviks dan paru-paru, disusul kanker hati.

Karena Dr. Qasim mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap gaya hidup. Oleh karena itu wajar jika pemahaman dasar tentang kanker usus besar, pengobatan, dan pencegahannya disesuaikan dengan gaya hidup keluarga. “Meningkatkan kesehatan dan pengetahuan bangsa membutuhkan waktu dan pendekatan nasional yang komprehensif. Meski pembangunan berbagai puskesmas tidak diperlukan, namun hanya bersifat sementara dan bukan menjadi persoalan besar,” ujarnya.

 

Artikel CIRCLE NEWS Kanker Usus Besar Intai Anak Muda, Kebiasaan Kayak Gini Bisa Jadi Penyebabnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/kanker-usus-besar-intai-anak-muda-kebiasaan-kayak-gini-bisa-jadi-penyebabnya/feed/ 0