Artikel Pengacara P Diddy Protes Penjara Kliennya Digeledah: Ini Pelanggaran Hak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pengacara ini mengatakan, hal-hal tersebut disiapkan untuk persiapan sidang tahun 2025. “Penggeledahan dan penyitaan ini melanggar hak kliennya berdasarkan bagian keempat, kelima, dan keenam konstitusi. Pengacara Agnifilo pada Selasa, 19 November 2024 mengatakan: “Ini jelas melanggar proses hukum.”
Untuk itu, pengacara meminta bukti untuk mengusut siapa yang mengeluarkan surat perintah penggeledahan, bagaimana surat perintah tersebut diperoleh, dan harta benda yang disita. Jaksa sempat mengaku memiliki catatan P Diddy. Jaksa mengatakan dokumen-dokumen tersebut diperoleh oleh penyelidik Biro Penjara AS (BOP) selama operasi pencarian nasional. Namun, teks isi masing-masing artikel direproduksi dari salinannya.
Tindakan tersebut mulai muncul di filter terhadap tuntutan pembebasan Diddy. Jaksa menuduh Diddy berbicara dengan saksi kunci dan berusaha menyuapnya, menurut penyadapan telepon Diddy, yang mengatakan bahwa dia berbicara dengan Saksi 1 setelah panggilan tersebut.
Pembela mengatakan hal itu setelah jaksa menuduh Diddy bertemu dengan para saksi. “Sejak pemohon dipenjara di penjara New York, dia terus berusaha menghindari penyelidikan penegakan hukum, merusak kesaksian saksi, dan terus merusak integritas kasus ini,” kata jaksa.
Artikel Pengacara P Diddy Protes Penjara Kliennya Digeledah: Ini Pelanggaran Hak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel P Diddy Minta Dibebaskan dari Penjara Untuk Persiapan Sidang pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Diketahui, Diddy ditangkap pada September lalu atas tuduhan kekerasan seksual, perdagangan seks, dan pesta seks ilegal. Sejak itu, dia ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn, New York.
Tiga permintaan jaminan Diddy sebelumnya ditolak, dan hakim mengatakan dia menimbulkan risiko bagi para saksi.
Diddy saat ini berada dalam tahanan federal di Brooklyn menunggu persidangan pada 5 Mei. Dia mengaku tidak bersalah atas tuduhan bahwa dia memaksa dan melecehkan perempuan selama bertahun-tahun dengan bantuan rekan kerja dan karyawannya. Perbuatan tersebut disebut dilakukan sambil membungkam para korban melalui pemerasan dan kekerasan, termasuk penculikan dan kekerasan fisik.
Dalam pengajuan terbaru, kuasa hukum Diddy menawarkan paket jaminan senilai $50 juta atau sekitar Rp 782 miliar. Paket tersebut mencakup pengawasan ketat 24 jam dan akses terbatas terhadap komunikasi Diddy, kecuali tim kuasa hukumnya.
Kuasa hukum Diddy pun menghadirkan bukti-bukti baru yang menurut mereka bisa memperkuat pembelaan. “Kami memiliki bukti baru yang dapat membantah tuduhan pemerintah,” kata pengacara tersebut, seperti dilansir Sky News, Sabtu (9/11/2024).
Artikel P Diddy Minta Dibebaskan dari Penjara Untuk Persiapan Sidang pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>