Artikel Dukung Program untuk Petani, Yayasan GSN dan Atthaya Kemi Mandiri Berkolaborasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu petani Indonesia sekaligus mendukung visi ketahanan pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, kedua belah pihak menekankan pentingnya kerja sama ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengatasi masalah kemiskinan yang masih relevan di sektor pertanian.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian mencatat angka kemiskinan tertinggi di Indonesia, mencapai 40 persen dari total penduduk miskin. GSN Foundation dan PT Atthaya Kemi Mandiri berkomitmen menyikapi permasalahan ini dengan memberikan bantuan berupa pupuk sebanyak 10 ton per bulan yang akan disalurkan langsung ke petani.
“Kami berharap langkah ini menjadi awal dari perubahan nyata dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani serta mencapai tujuan utama ketahanan pangan Indonesia,” kata Nanik.
Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung sektor pertanian sebagai tumpuan perekonomian Indonesia.
Artikel Dukung Program untuk Petani, Yayasan GSN dan Atthaya Kemi Mandiri Berkolaborasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel IFAD Tinjau Program UPLAND di Garut Untuk Pastikan Tingkatkan Produktivitas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Anggota Tim Mission Monitoring IFAD, Rahmi Khalida menjelaskan, evaluasi difokuskan pada hal-hal untuk mengefektifkan dan mendukung fasilitas yang telah dilakukan. “Kami ingin memastikan infrastruktur, pengelolaan lahan, serta fasilitas seperti gudang, pertanian, dan alat angkut seperti truk berfungsi dengan baik dan dimanfaatkan oleh penerima manfaat,” kata Rahmi, Selasa (26/11/2024). ).
Proyek UPLAND difokuskan pada peningkatan penghidupan petani dataran tinggi, khususnya melalui budidaya tanaman seperti kentang. Namun banyak tantangan penting yang muncul, salah satunya adalah perubahan pola tanam dari petani kentang menjadi tanaman kacang-kacangan. Proses ini memerlukan komitmen untuk mengikuti prosedur operasi (SOP) yang telah ditetapkan.
Selain itu, stabilitas harga masih menjadi persoalan. “Meski koperasi sudah berjalan setahun, namun perlu waktu untuk membangun kepercayaan di kalangan petani agar mau menjual produknya ke koperasi,” tambah Rahmi.
Dengan fokus pemerintah pada ketahanan pangan dan swasembada, Rahmi menyoroti potensi besar pertanian dataran tinggi. “Dengan dukungan cuaca dan kesuburan tanah, kawasan ini berpotensi untuk ditanami tanaman pangan dan hortikultura. Sayang sekali jika proyek ini tidak melibatkan proses pemerintah,” ujarnya.
Rahmi juga berbicara tentang alasan dipilihnya Indonesia sebagai tujuan pelaksanaan proyek tersebut. “Indonesia sudah lama menjadi anggota IFAD. Beliau mengatakan “Sebagai negara berkembang yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, proyek ini sejalan dengan visi IFAD untuk meningkatkan kesehatan konsumsi masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Di kesempatan lain, Direktur Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, mengumumkan proyek UPLAND telah mengembangkan total lahan seluas 200 hektar di empat desa: Sukawargi (100 hektar), Cikanang (30 hektar), Simpang (40 hektar). ), dan Margamulya (40 hektar). Proyek ini dirancang untuk memproduksi kacang kentang dan meningkatkan taraf hidup petani.
Dukungan infrastruktur seperti pertanian, fasilitas penyimpanan, penampungan air, dan peternakan domba menjadi penopang suksesnya proyek ini. “Proyek UPLAND meningkatkan pendapatan para petani, sehingga kini mereka lebih leluasa,” kata Haeruman.
Ia berharap program ini dapat diperluas ke desa-desa lain pada tahun 2025. Namun, ia juga menekankan betapa pentingnya penguatan kelompok tani agar memiliki aset yang stabil, seperti rumah kaca, yang dikelola dengan pengelolaan sesuai peraturan daerah (Perdes).
“Dengan kerja sama petani dan pembangunan berkelanjutan, potensi kentang di Garut dapat menunjang konsumsi pangan negara itu sendiri,” ujarnya.
Artikel IFAD Tinjau Program UPLAND di Garut Untuk Pastikan Tingkatkan Produktivitas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Wujudkan Swasembada Pangan dengan Gotong Royong pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kapasitas tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Menteri Pertanian Amran mengatakan, program swasembada bukan hanya soal pangan, tapi juga cara masyarakat adat mencari nafkah dari pertanian.
“Tuan-tuan, kami bergandengan tangan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Kampung Wanam, masyarakat Merauke. “Kita bersaudara, kita semua sama, jadi kita saling membantu dan bekerja sama untuk meningkatkan taraf hidup kita,” kata Menteri Pertanian Amran saat memimpin pasukan Wanam Food Festival, Minggu.
Dalam kunjungannya, Menteri Pertanian Amran meninjau langsung persawahan di Desa Wanam dan kesiapan prajurit Batalyon Pangan Wanam.
Ia mengatakan Kementerian Pertanian bersedia memberikan bantuan dan bantuan untuk mendukung pengolahan lahan untuk daerah penghasil padi.
“Traktor ini kita sumbangkan dalam bentuk Brigade Pangan. Traktor akan kita sumbangkan, kemudian bibit dan pupuk akan kita berikan, kita akan bersama-sama membangun negara ini”, kata Menteri Amran.
Ia memperkirakan Kampung Wanam akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar, sebelum Kementerian Pertanian memulai di Kabupaten Kurik dengan hasil produksi yang baik.
“Kita sudah mulai di daerah Kurik, dulu produksinya 2 ton, Pak langsung tanya. Dulunya ada satu tanaman, tapi sekarang ada tiga tanaman, dan ada gabungan pemanen yang bisa menghasilkan 6 juta per bulan. “Jadi kami berharap hal ini juga terjadi di desa Wanam untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sini,” kata Menteri Amran.
Untuk kawasan Kampung Wanam, kelompoknya tidak hanya mendorong penanaman padi, tetapi juga produk pertanian dan produk lain yang ditanam masyarakat.
Pihaknya memastikan penanaman didukung dengan berbagai peralatan pertanian, baik traktor roda empat maupun roda dua, sehingga diharapkan pengolahan tanah yang selama ini mengandalkan tenaga kerja manual bisa dipermudah.
“Kami kirimkan traktor roda empat, traktor roda dua, kami bantu bibitnya, lalu kami bantu batako. Secara teknologi, hidup menjadi sulit karena tidak mungkin mendayung,” kata Menteri Amran.
Dijelaskannya, program ini benar-benar merupakan upaya untuk meningkatkan hasil kegiatan pertanian dan mendorong pertumbuhan negara, sehingga diharapkan Merauke dapat menjadi pusat pengembangan kegiatan pertanian tanah air.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran meninjau lokasi Petak Tanam Padi (DemPlot) seluas 20 hektar di Wanam.
Ia yakin penanaman padi akan tumbuh baik dengan dukungan teknologi pertanian yang tepat.
“Saya melihat tanaman padi mampu tumbuh dengan baik. “Ini pertanda baik ketahanan pangan yang kita cita-citakan,” kata Menteri Pertanian Amran.
Sebelumnya, pada awal November 2024, Presiden Prabowo Subianto melihat persiapan rencana demonstrasi beras untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah timur Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto melihat para petani dengan cermat mempersiapkan lahan untuk musim tanam.
Ia berharap pameran padi ini dapat menjadi contoh bagi petani lokal, dengan praktik pertanian yang dapat meningkatkan hasil dan kualitas beras.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto melihat secara langsung pengolahan tanah dan penanaman dolomit merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas tanah.
Artikel Wujudkan Swasembada Pangan dengan Gotong Royong pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dukung Ketahanan Pangan Indonesia, IsDB dan IFAD Kembangan Pertanian Dataran Tinggi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Rahmanto, Koordinator Tim Pengawasan dan Pengelolaan Program UPLAND menjelaskan, UPLAND sudah hadir di berbagai daerah dengan fokus pada produk pertanian unggulan. Salah satu produk terbaiknya adalah bawang merah di Malang, Jawa Timur.
“UPLAND hadir untuk meningkatkan produksi, menjaga ketahanan pangan, dan memastikan komoditas pokok seperti bawang merah tetap stabil meski menghadapi tekanan inflasi,” kata Rahmanto saat menerima kunjungan perwakilan Bank Islamic Development Bank (ISDB) dan International Fund. for Agricultural Development (IFAD) di Malang, dikutip Kantor Berita Antara, Minggu (24/11/2024).
Malang merupakan salah satu contoh keberhasilan pengembangan bawang merah yang mempunyai hubungan langsung dengan fluktuasi harga akibat inflasi. Rahmanto menegaskan, tujuan program UPLAND adalah menjamin stabilitas produksi bawang merah untuk menjaga daya beli petani dan pasokan pasar.
“Jika produksi bawang merah meningkat, petani akan lebih sejahtera dan inflasi bisa lebih terkendali,” imbuhnya.
Selain bawang merah, di daerah lain UPLAND juga mengembangkan berbagai produk lainnya, seperti manggis, kopi dan beras organik, bawang putih dan produk lainnya. Segala kualitas produk terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar domestik dan internasional.
Rahmanto mengatakan, selain untuk meningkatkan produksi, program UPLAND juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.
“Kita harus memastikan petani mendapat penghasilan yang baik agar tidak beralih ke barang lain. Salah satu caranya adalah dengan menekan biaya produksi dengan menyediakan mesin, membangun infrastruktur, serta mendukung irigasi dan pemasaran,” ujarnya.
Program pemasaran juga menjadi fokus utama, dimana petani dilatih untuk menjual produk pertaniannya dengan harga yang lebih baik. “Produk yang kita tanam harus bisa laku, makanya kita libatkan petani dalam mencari pembeli yang tepat,” ujarnya.
Menurut Rahmanto, keberhasilan program UPLAND dapat diukur dari kualitas produk yang dihasilkan. Jika produk unggulan mempunyai kualitas yang baik, maka akan lebih mudah bersaing di pasar. “Dengan kualitas yang terjaga, produk kami dapat diterima dengan baik, di pasar nasional dan internasional,” ujarnya.
Malang merupakan salah satu daerah percontohan program UPLAN yang sukses dengan komoditas utama bawang merah. Namun setiap daerah akan menerima pendekatan yang berbeda tergantung potensi dan kebutuhan setempat.
Misalnya di Tasikmalaya dan Magelang, kami fokus pada beras organik, kata Rahmanto.
Country Director Asia Tenggara dan Pasifik, Sub-Regional IFAD, Hani A Elsadani Salem menjelaskan, tujuan kerja sama ini adalah untuk memperkuat ketahanan pangan.
Selain itu, IFAD berkomitmen untuk mendukung petani miskin di Indonesia. Elsadani Salem meyakini dukungan yang diberikan langsung kepada petani di berbagai aspek akan meningkatkan produksi pertanian secara signifikan.
“Program ini memiliki dua tujuan utama, pertama meningkatkan ketahanan pangan, dan kedua meningkatkan taraf hidup petani dan pemangku kepentingan pertanian lainnya,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Resident Representative sekaligus Direktur ISDB, Amer Bukvic, menekankan besarnya potensi Indonesia dalam pengembangan sumber daya alamnya yang kaya.
Amer juga menegaskan bahwa tujuan utama Proyek UPLAND adalah untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia. Program ini juga berupaya meningkatkan efisiensi pemasaran produk pertanian, baik lokal maupun internasional.
“Kami ingin mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Artikel Dukung Ketahanan Pangan Indonesia, IsDB dan IFAD Kembangan Pertanian Dataran Tinggi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dibuka Lowongan Kerja Jadi Brigade Pangan, Gaji Rp 10 Juta Per Bulan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dibuka Lowongan Kerja Jadi Brigade Pangan, Gaji Rp 10 Juta Per Bulan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BPS: Seluruh Lapangan Usaha Tumbuh Positif pada Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kalau dari dunia usaha, pada triwulan III tahun 2024 semua sektor usaha akan positif,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adingar Widyasanti dalam jumpa pers, Selasa (5/11/2024).
Sektor ekonomi utama yang memberikan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) adalah manufaktur; perdagangan pertanian Amalija mengatakan konstruksi dan pertambangan.
“Total partisipasi lima sektor ekonomi sebesar 64,94 persen terhadap PDB,” jelasnya.
Bidang usaha yang terus ditingkatkan Amalia antara lain peningkatan lalu lintas barang, termasuk pengangkutan dan pergudangan seiring dengan peningkatan jumlah penumpang, serta makanan dan minuman dalam negeri seiring pertumbuhan negara. dan acara di tingkat internasional. Seperti ajang Moto GP Mandalika dan Senin XXI.
Dilihat dari sumber pertumbuhannya, bisnis operasional akan menjadi sumber pertumbuhan terbesar pada kuartal III 2024 sebesar 0,96 persen, kata Amalija. Selain itu, tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,71 persen; Sektor ekonomi seperti konstruksi dan informasi dan komunikasi memberikan kontribusi perdagangan sebesar 0,63 persen dan pembangunan sebesar 0,45 persen.
“Jika dicermati sumber pertumbuhan dan perkembangan pembangunan ekonomi terbesarnya, pertama, industri makanan dan minuman yang tumbuh berkat pembelian dalam dan luar negeri, tumbuh sebesar 5,82 persen berkat dukungan dalam negeri; Ekspor produk makanan dan minuman mengalami peningkatan,” jelasnya.
Kemudian, industri logam dasar tumbuh sebesar 12,36 persen seiring dengan meningkatnya permintaan investasi asing khususnya besi dan baja. Selain itu, metalurgi komputer, produk elektronik; Peralatan penerangan dan kelistrikan tumbuh 7,29 persen berkat pembelian material konstruksi logam dan komponen elektronik asing.
“Selain itu, kegiatan konstruksi akan ditingkatkan melalui pengembangan proyek infrastruktur sektor publik dan swasta. “Pembangunan ini akan sejalan dengan terus berkembangnya IKN (ibukota nusantara) dan kegiatan pembangunan infrastruktur lainnya seperti jalan, jalan, dan jembatan,” ujarnya.
Pada saat yang sama, perdagangan besar dan eceran, Sektor Ekonomi tumbuh seiring dengan peningkatan produksi dan impor dalam negeri oleh industri reparasi mobil dan sepeda motor. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan produk dalam negeri dan impor, khususnya nonmigas.
“Saat itu, perekonomian sektor informasi dan komunikasi tumbuh seiring dengan pertumbuhan aktivitas telekomunikasi, seperti peningkatan trafik data Internet,” kata Amalija.
Artikel BPS: Seluruh Lapangan Usaha Tumbuh Positif pada Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Ini Optimisme BRI Pada Kebijakan Ekonomi di Era Pemerintahan Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sumber daya mineral dan produk pertanian, seperti minyak sawit, mengalami penurunan. Kemudian pemerintah juga akan melihat kebijakan yang mengarah pada pangan dan energi.
Terkait kebijakan pemerintah tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso memaparkan dua rencana tersebut saat menjawab pertanyaan media pada Konferensi Pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2024 di Jakarta (30/10/2024). Pertama, sistem sasaran nasional, dimana Bank selalu melakukan analisis terkait. Tahap kedua, BRI melihat peluang bisnis terkait kebijakan pemerintah.
“Dan berdasarkan analisis kami, seharusnya data yang kami analisis, hasilnya adalah sebagai berikut. Minimal 6 persen, menurut perhitungan BRI,” kata Sunarso dalam konferensi pers, Rabu (30/10/10) memaparkan kinerja BRI tahun ketiga. . /2024).
Saat ini, target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen sudah melampaui hasil survei BRI. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan keduanya selaras dalam mencapai tujuan keluar dari jebakan tengah.
Sunarso mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, faktor penentu terpenting adalah sumber daya manusia.
“Setelah kita simpulkan tentang human capital, apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kualitas human capital? Itu sumber pangan, ketersediaannya, dan kualitasnya. Kalau program pemerintah, baru lihat pangannya,” tutupnya. mendengarkan
Untuk mendukung swasembada, Sunarso mengatakan, menjamin ketersediaan dan kecukupan pangan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemudian masyarakat dapat memperoleh pendidikan, dalam upaya mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang baik.
Nah, terkait pengurangan di sektor energi, Sunarso menyebut akan sangat meningkatkan perputaran perekonomian.
“Jadi menurut kami di BRI, apakah itu disumbangkan oleh BRI atau diberikan oleh pemerintah, tidak ada bedanya.
Tahap kedua, BRI melihat peluang bisnis terkait kebijakan pemerintah. Hilirisasi merupakan proses penciptaan nilai tambah bagi produk pertambangan dan pertanian dalam negeri.
“Setiap proses penciptaan nilai tambah menghasilkan kemampuan untuk meningkatkan penyerapan kerja. Pada tingkat yang lebih tinggi karena tersentuh oleh teknologi, pekerjaan dan sebagainya,” kata Sunarso.
Oleh karena itu, lanjutnya, akan memperkuat penyerapan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan merangsang pertumbuhan. “Bank akan sangat menikmati bisnis dari peningkatan pendapatan, dan pertumbuhan ekonomi yang berasal dari aktivitas yang menghasilkan produk pertambangan dan produk pertanian.
Sunarso mencontohkan proses pemanenan produk minyak sawit, yang kemudian diolah menjadi minyak sawit, oleokimia, atau kosmetik. Jika tersedia di dalam negeri, maka proses perekonomian di negara tersebut. Soonerso mengatakan penjualan, ekspor, atau konsumsi lokal akan meningkat. Demikian pula pengurangan asupan makanan juga terkait dengan distribusi makanan berlemak.
“Memiliki sejarah yang panjang, mulai dari bidang tujuan pembangunan nasional yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tuntutan antara lain swasembada pangan dan energi, komoditas dan produk pertanian untuk menumbuhkan dan menyeimbangkan perekonomian. Bagi bank pendapatan, ada peluang,” jelas Sunarso.
Artikel Ini Optimisme BRI Pada Kebijakan Ekonomi di Era Pemerintahan Baru pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kartini Tani Pupuk Indonesia Sukses Panen Padi Organik 9 Ton per Hektare pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh menyampaikan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pencapaian swasembada beras. Tri mengatakan, Kartini Thani merupakan program bersama untuk mendukung akselerasi diri dan salah satu inisiatif Pupuk Indonesia, serta bertujuan untuk memperkuat peran perempuan di sektor pertanian sehingga dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan. .
“Kartini Thani dari Mulyaharja dapat membuktikan bahwa peran perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan dengan meningkatkan hasil panen. Melalui skema pemberdayaan, kelompok perempuan di Mulyaharja didorong untuk meningkatkan adopsi pertanian berkelanjutan,” kata Tri sa Kartini Thani Pupuk, Indonesia.Organik acara panen padi di Mulyaharja Organic Eduwisata, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/10/2024).
Di Mulyaharja, tambahnya, Pupuk Indonesia memimpin Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas. Di sini, Kartini Thani menerima pelatihan lanjutan dalam budidaya padi organik, pengaturan hidroponik, dan tanaman pekarangan.
Kartini Thani juga mendapat bantuan rekomendasi penanaman dan pemupukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Kelompok ini juga mendapat pemantauan pasca panen dan pendampingan pemasaran hasil pertaniannya.
“Pupuk Indonesia juga ikut memperluas sertifikasi beras organik untuk mendukung lebih banyak nilai tambah dan daya saing melalui produk organik, yang kini kami berikan sertifikat. Pertanian organik saat ini memiliki potensi yang besar, karena permintaan terhadap produk organik juga semakin meningkat seiring dengan semakin besarnya permintaan terhadap beras organik. tumbuhnya kesadaran hidup sehat,” kata Tri Wahyudi.
Tri Wahyudi mengatakan Pupuk Indonesia telah menciptakan ekosistem produk organik dan hayati untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Hal ini penting untuk pemanfaatan jangka panjang guna menjaga kesehatan ekosistem pertanian secara keseluruhan.
“Pupuk Indonesia yakin dengan menyediakan beragam pupuk organik untuk pertanian sehat dapat mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia,” lanjut Tri.
Pupuk Indonesia menggunakan pupuk NPK Phonska Alam untuk budidaya Mulyaharja. Pupuk ini terbuat dari bahan mineral alami yang dapat digunakan dalam sistem pertanian organik. Mengandung unsur hara N, P dan K, mudah dicerna, seimbang dan terstandar, sehingga terjamin mutunya.
“Pupuk Indonesia bersama PIKA (Himpunan Istri Karyawan) Pupuk Indonesia memberikan bantuan kepada Kartini Thani. Kami mengajak mereka untuk membuktikan kualitas NPK Phonska Alam. Kami berharap penanaman ini juga dapat menginspirasi petani organik lainnya di Indonesia,” kata Tri. .
Sementara itu, Ketua Umum PIKA Pupuk Indonesia Tata Rahmad Pribadi menjelaskan, program Kartini Thani di Mulyaharja dimulai pada 3 Februari 2024. Di sini, Kartini Thani banyak memberikan pelatihan antara lain budidaya tanaman, pengelolaan tanaman dan penerapan pupuk organik oleh perempuan petani untuk pertanian berkelanjutan. .
Di tingkat nasional, menurut Tata, Kartini Thani menyasar lima lokasi di wilayah tersebut, yakni Mulyaharja-Bogor, disusul Indramayu, Banyuasin, Banyuwangi, dan Magelang. Kartini Thani di daerah ini khusus menggarap sesuai kebutuhan masing-masing KWT, seperti buah naga, melon, paprika dan produk lainnya.
“Pupuk Indonesia bergerak di bidang pertanian, kami ingin mendukung semua program perusahaan sehingga kami terlibat langsung dengan membentuk Kartini Tani Indonesia. Di Mulyaharje, kami memperkuat peran Kartini Tani dengan menggalakkan di bidang pertanian organik,” kata Tata.
Menurut Tata, peran perempuan di bidang pertanian sangat penting. Kartini Thani sendiri merupakan program pemberdayaan perempuan yang bertujuan untuk memfasilitasi pencapaian swasembada pangan.
“Jumlah petani perempuan tergolong tinggi yaitu 14,4 persen dari seluruh petani di Indonesia. Kartini Thani menjadi inspirasi bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar,” lanjut Tree.
Menurut Tata, inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat peran perempuan melalui langkah nyata yang mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan agribisnis, peningkatan kapasitas, dan digitalisasi agribisnis berkelanjutan.
Menanggapi program Kartini Thani, Ketua KWT Ciharashas Uum mengaku mendapat banyak manfaat dengan mengikuti Kartini Thani. Yang terpenting, hal ini meningkatkan taraf hidup keluarga. Karena dengan ilmu yang didapat maka pendapatan dari menanam padi organik akan lebih baik.
“Kami hanya ibu rumah tangga. Dahulu pengetahuan kita hanya sedikit, didikan kita diturunkan dari generasi ke generasi. Setelah mengikuti pelatihan bersama Kartini Tanya, banyak ilmu yang kami peroleh, kami menjadi lebih baik dalam pengendalian hama, cara membuat kemasan yang baik. “, kata Um.
Berkat dukungan Pupuk Indonesia dan PIKA Pupuk Indonesia, Uum dan anggota KWT Ciharashas termotivasi untuk mengembangkan pertanian di Bogor tanpa melepaskan perannya sebagai ibu rumah tangga.
“Anggota KWT tidak hanya ibu-ibu rumah tangga, tapi juga pejuang pangan Indonesia. Kami sangat antusias dengan pengembangan pertanian karena didukung oleh Pupuk Indonesia dan PIKA Pupuk Indonesia,” kata Uum.
Artikel Kartini Tani Pupuk Indonesia Sukses Panen Padi Organik 9 Ton per Hektare pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Terapkan Teknologi Pertanian Presisi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Penggunaan teknologi pertanian presisi PreciX dalam meningkatkan produktivitas pertanian padi kembali berhasil. Hasil positif ini terlihat pada operasional PreciX Research Harvest – AgroSolution di Desa Sukamandi, Kecamatan, Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat”, ungkapnya. SVP Indonesia. Balai Penelitian Pupuk (IFRI) Pupuk Indonesia Gita Bina Nugraha di Jakarta, Jumat (25/10/2024) dalam keterangan tertulisnya.
Geetha mengatakan, demplot di Sukhamandi tersebar di lahan seluas 11,68 hektare. Geetha mengatakan teknologi pertanian presisi telah meningkatkan hasil panen hingga 5,6 ton per hektar.
“Tujuan utama dari teknologi pertanian presisi ini adalah untuk mendukung rencana pemerintah dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan di Indonesia,” kata Keita.
Dengan menerapkan pertanian presisi dalam proyek AgroSolution Gita, Bubuk Indonesia bertujuan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui kegiatan Gita Bubuk Indonesia ini tidak hanya memaksimalkan nilai tambah dengan meningkatkan hasil panen, namun juga memberikan pendapatan bagi para petani.
“AcroSolution adalah agroekosistem top-down yang mencakup bank, perusahaan asuransi, dan pembeli,” lanjut Geetha.
Alhasil, Geetha memastikan pendapatan petani juga meningkat sekitar 11 persen. Dengan teknologi dan kolaborasi ini, tambah Geetha, petani tidak hanya akan memperoleh hasil yang lebih tinggi tetapi juga memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Geeta menjelaskan PreciX merupakan teknologi yang dikembangkan untuk mendeteksi kandungan atau status unsur hara N, P dan K pada tanaman padi. Teknologi dengan menggunakan drone dapat memberikan saran pemupukan dengan cepat dan akurat.
“Ketika diterapkan, teknologi ini akan mendukung layanan Soil Testing Car (MUT), yang juga tersedia dengan Magmoore/AgroSolution Cultivation Assistance. PreciX mendeteksi kebutuhan nutrisi tanaman, sedangkan MUT mendeteksi nutrisi di dalam tanah,” tambah Geeta.
Bubuk Indonesia menggunakan teknologi pertanian presisi untuk memetakan 592 hektar lahan di Sukamandi, kata Keeta. Geeta memaparkan rekomendasi pupuk yang diberikan adalah NPK 373 kg, urea 189,61 kg, dan KCl 64,53 kg per hektar.
“Sebagai perbandingan, petani sebelumnya menggunakan pupuk NPK 300 kg, urea 200 kg, dan KCl 100 kg,” tambah Geeta.
Keita mengatakan pengembangan teknologi pertanian presisi dimulai di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Eric Tohir, dimana unit penelitian Kelompok Pangan dan Pupuk dapat berkolaborasi, yang dituangkan dalam Lembaga Penelitian Pangan dan Pupuk Indonesia (IFFRI). Anggotanya adalah IFRI Pupuk Indonesia, Balai Penelitian Pangan RNI (RFRI) dan Balai Penelitian Pangan Bulog (BFRI).
Gita mengatakan Bubuk Indonesia Group telah melakukan penelitian pertanian presisi dengan menggunakan bahan baku berbeda di berbagai lokasi di Indonesia. Terdapat 46 titik penyajian (template) yang tersebar di 12 provinsi dengan bahan baku seperti beras, kelapa sawit, tebu, dan jagung.
Berdasarkan survei keseluruhan Gita, Bubuk Indonesia telah melakukan demplot pertanian presisi pada lahan seluas 8.265 hektar dan melakukan pemetaan pada lahan seluas 252.647 hektar. Hasil penelitian ini meningkatkan produktivitas sekitar 13,5 persen.
“Harapannya, sistem tanam ini dapat digunakan secara berkelanjutan. Selain mencapai produktivitas pertanian, negara ini juga dapat mendukung hasil pertanian berkelanjutan tidak hanya untuk generasi saat ini tetapi juga untuk generasi mendatang,” kata Geeta.
Artikel Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Terapkan Teknologi Pertanian Presisi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Target Ambisius Prabowo Swasembada Pangan Dalam Empat Tahun, Mentan Angkat Bicara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Amran berharap hal itu bisa terealisasi. Ini mengacu pada sesuatu yang terjadi di masa lalu. “Kami sangat yakin ini bisa dilakukan, sebelumnya kami sudah cukup untuk tiga tahun. Wartawan lho, kita dapat penghargaan dari FAO (Food and Agriculture Organization),” ujar Mentan dalam Morning Coffee. acara bersama wartawan di kantornya di Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Dijelaskannya, awalnya sasarannya adalah beras. Pasalnya, nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Lalu jagung. Yang penting beras, kalau tidak ada masalah di negeri ini, kata Amran.
Beberapa pekan lalu, Prabowo menegaskan gagasan kebebasan pangan. Pemberian diri menjadi suatu hal yang sangat penting. Tujuan tersebut ditargetkan tercapai paling lambat empat tahun setelah diluncurkan pada 20 Oktober 2024.
“Negara harus mampu memproduksi dan memberi makan rakyatnya, negara yang ingin mandiri tidak boleh bergantung pada impor. Saya berniat untuk mandiri,” kata Presiden terpilih itu pada Konferensi Investor Day 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (9/10/2024).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia masih memproduksi beras. Tercatat, volume impor luar negeri pada Januari-September 2024 mencapai 3,23 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 80,68 persen secara total (c-to-c) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,78 juta ton.
Nilai impor luar negeri pada Januari-September 2024 mencapai 2,01 miliar dolar AS. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, total kenaikannya sebesar 105 persen menjadi 980,44 juta dolar AS. Impor beras Indonesia berasal dari Thailand sebesar 1,14 juta ton, Vietnam 998.040 ton, dan Pakistan 463.396 ton.
Data BPS juga menunjukkan bahwa El Niño turut berkontribusi terhadap berkurangnya luas panen pada tahun 2024. Proyeksi penurunan produksi padi tersebut sejalan dengan proyeksi berkurangnya luas lahan (panen) padi dan gabah kering giling (GKG). Tahun ini, produksi beras pangan diperkirakan hanya mencapai 30,34 juta ton, turun 0,76 juta ton dibandingkan tahun lalu.
Pasalnya, penurunan produksi padi terjadi pada Januari-April (subputaran I) yakni sebesar 1,91 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Namun pada periode Mei-April (subputaran II) dan September-Desember Pada periode ini (subputaran III) produksi beras diperkirakan akan mencapai masing-masing sekitar 0,16 juta ton dan 1 juta ton.
Artikel CIRCLE NEWS Target Ambisius Prabowo Swasembada Pangan Dalam Empat Tahun, Mentan Angkat Bicara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>