Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

pestisida anggur shine muscat Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/pestisida-anggur-shine-muscat/ berita dari seluruh kalangan dunia Sun, 03 Nov 2024 01:56:00 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://jahangircircle.org/wp-content/uploads/2024/10/cropped-jc-32x32.png pestisida anggur shine muscat Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/pestisida-anggur-shine-muscat/ 32 32 Kepala Badan Pangan: Anggur Shine Muscat di Peredaran Aman Dikonsumsi https://jahangircircle.org/kepala-badan-pangan-anggur-shine-muscat-di-peredaran-aman-dikonsumsi/ https://jahangircircle.org/kepala-badan-pangan-anggur-shine-muscat-di-peredaran-aman-dikonsumsi/#respond Sun, 03 Nov 2024 01:56:00 +0000 https://jahangircircle.org/kepala-badan-pangan-anggur-shine-muscat-di-peredaran-aman-dikonsumsi/ Jika Republik aman dikonsumsi, Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi meminta OKKP dan OKKPD terus memperkuat pemantauan keamanan pangan segar yang beredar.   

Artikel Kepala Badan Pangan: Anggur Shine Muscat di Peredaran Aman Dikonsumsi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
Jika Republik aman dikonsumsi, Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi meminta OKKP dan OKKPD terus memperkuat pemantauan keamanan pangan segar yang beredar.   

Artikel Kepala Badan Pangan: Anggur Shine Muscat di Peredaran Aman Dikonsumsi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/kepala-badan-pangan-anggur-shine-muscat-di-peredaran-aman-dikonsumsi/feed/ 0
Badan Pangan Rapid Test Residu Pestisida Anggur Shine Muscat di 100 Kota, Ini Hasilnya https://jahangircircle.org/badan-pangan-rapid-test-residu-pestisida-anggur-shine-muscat-di-100-kota-ini-hasilnya/ https://jahangircircle.org/badan-pangan-rapid-test-residu-pestisida-anggur-shine-muscat-di-100-kota-ini-hasilnya/#respond Sat, 02 Nov 2024 20:04:58 +0000 https://jahangircircle.org/badan-pangan-rapid-test-residu-pestisida-anggur-shine-muscat-di-100-kota-ini-hasilnya/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (NFA) bersama Dinas Pengelolaan Pangan Provinsi dan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) melancarkan penyelidikan cepat terhadap residu pestisida pada anggur muscat yang sudah diperiksa Silakan Deputi Keanekaragaman dan Perlindungan Konsumen Pangak Yusra Igyanthi...

Artikel Badan Pangan Rapid Test Residu Pestisida Anggur Shine Muscat di 100 Kota, Ini Hasilnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (NFA) bersama Dinas Pengelolaan Pangan Provinsi dan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) melancarkan penyelidikan cepat terhadap residu pestisida pada anggur muscat yang sudah diperiksa Silakan Deputi Keanekaragaman dan Perlindungan Konsumen Pangak Yusra Igyanthi mengatakan, pemeriksaan cepat dilakukan di sekitar 100 titik kabupaten/kota. 

Sebagian besar atau 90 persen hasilnya negatif, dan 10 persennya mengandung residu dalam jumlah yang aman sehingga aman untuk dikonsumsi. “Hasil rapid test yang dilakukan OKKP menunjukkan bahwa anggur Muscat saat ini aman dikonsumsi karena dalam jumlah yang aman dari semua rapid test. Kami masih mengirimkan beberapa sampel ke laboratorium untuk memastikan kandungannya,” kata Yusra. dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024). 

Sebelumnya, Ketua NFA Arif Prasetio Adi menegaskan dalam pernyataannya, Rabu (30/10/2024) bahwa dirinya akan menyelidiki lebih lanjut pemberitaan media yang melibatkan anggur muscat bersinar di Thailand. Pihaknya telah meminta OKKP dan OKKPD provinsi memperketat pengawasan keamanan pangan segar untuk menjamin keamanan produk yang beredar di pasar Indonesia.

Sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional, kami akan terus memperkuat pengawasan keamanan produk pangan segar yang beredar di masyarakat melalui pengambilan sampel dan uji laboratorium secara berkala, kata Yusra. 

Kasus tersebut bermula dari Thailand, dimana dilaporkan anggur red muscat yang diimpor dari Tiongkok ditemukan mengandung residu pestisida di atas batas aman. Terkait hal tersebut, Food and Drug Administration (FDA) Thailand telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa produk Shine Muscat Grape aman untuk dikonsumsi. https://oryor.com/media/newsUpdate/media_news/3025. 

Meski hasil rapid test menunjukkan buah anggur aman untuk dikonsumsi, namun badan nasional juga mendorong masyarakat untuk menerapkan praktik yang baik sebelum mengonsumsi buah anggur. Hal ini termasuk memilih wine yang memiliki izin edar; Cuci dengan air bersih sebelum digunakan.

Badan Pangan Nasional juga menggalakkan konsumsi buah-buahan lokal. Buah-buahan lokal juga memiliki keunggulan dalam hal kesegaran dan kualitas, karena kami menggunakan buah-buahan sesuai musim, menurut Reena Syaval, direktur keanekaragaman konsumsi pangan di NFA. 

“Buah lokal tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke konsumen, jadi lebih segar dan rasanya lebih enak,” kata Reena. 

Menurut dia, ajakan mengonsumsi buah-buahan lokal sejalan dengan Perpres 81 Tahun 2024 yang mengacu pada peningkatan keanekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal.

“Mengonsumsi buah-buahan lokal merupakan bagian dari mencintai produk lokal, khususnya di bidang pangan. Kita harus bersama-sama melaksanakan Perpres 81 Tahun 2024 untuk memperkuat kebebasan pangan kita,” kata Reena.

 

Artikel Badan Pangan Rapid Test Residu Pestisida Anggur Shine Muscat di 100 Kota, Ini Hasilnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/badan-pangan-rapid-test-residu-pestisida-anggur-shine-muscat-di-100-kota-ini-hasilnya/feed/ 0
Isu Residu Bahaya Anggur Muscat, Wamentan: Kita Lagi Cek https://jahangircircle.org/isu-residu-bahaya-anggur-muscat-wamentan-kita-lagi-cek/ https://jahangircircle.org/isu-residu-bahaya-anggur-muscat-wamentan-kita-lagi-cek/#respond Fri, 01 Nov 2024 14:15:44 +0000 https://jahangircircle.org/isu-residu-bahaya-anggur-muscat-wamentan-kita-lagi-cek/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementen) angkat bicara soal impor anggur muscat kilap yang mengandung residu kimia lebih dari yang diperbolehkan. Wakil Menteri Pertanian Sudharyono mengaku sedang menyelidiki kabar tersebut. “Kami sedang memeriksa,” kata Sudaryono di kantor Kementerian Pertanian di...

Artikel Isu Residu Bahaya Anggur Muscat, Wamentan: Kita Lagi Cek pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementen) angkat bicara soal impor anggur muscat kilap yang mengandung residu kimia lebih dari yang diperbolehkan. Wakil Menteri Pertanian Sudharyono mengaku sedang menyelidiki kabar tersebut.

“Kami sedang memeriksa,” kata Sudaryono di kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Sudaryono mengaku kaget dengan kabar tersebut. Sudaryono kerap menyantap anggur Shine Muscat impor. Sudaryono meminta Direktorat Hortikultura segera mengkonfirmasi kabar tersebut. Sudaryono mengatakan keamanan produk pertanian menjadi prioritas Kementerian Pertanian.

“Hasil pertanian ini kita cek keamanannya. Saya juga suka makan, termasuk di kamar saya, jujur ​​saya minum dan makan. Jadi, saya cek dulu. Warnanya hijau,” kata Sudaryono.

Kementerian Kesehatan Malaysia sebelumnya menyatakan bahwa anggur muscat impor yang beredar di Malaysia tidak mengandung residu kimia melebihi batas yang diizinkan. Program Kualitas dan Keamanan Pangan Malaysia menguji 234 sampel anggur, kata kementerian itu.

“Sampel tersebut tidak memenuhi Kadar Residu Maksimum (MRL), namun tidak termasuk buah anggur muscat,” demikian keterangan Kementerian Kesehatan, Senin (28/10/2024) seperti dikutip laman The Star.

Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (THAI-PAN) telah mengumumkan lusinan residu kimia berbahaya dalam anggur muscat yang diimpor ke Thailand. Mereka menunjukkan bahwa 23 dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang diambil dari 15 toko di Bangkok memiliki residu pestisida di atas batas normal.

Artikel Isu Residu Bahaya Anggur Muscat, Wamentan: Kita Lagi Cek pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/isu-residu-bahaya-anggur-muscat-wamentan-kita-lagi-cek/feed/ 0
Terkait Anggur Shine Muscat, Badan Pangan Nasional Siap Investigasi https://jahangircircle.org/terkait-anggur-shine-muscat-badan-pangan-nasional-siap-investigasi/ https://jahangircircle.org/terkait-anggur-shine-muscat-badan-pangan-nasional-siap-investigasi/#respond Thu, 31 Oct 2024 22:55:24 +0000 https://jahangircircle.org/terkait-anggur-shine-muscat-badan-pangan-nasional-siap-investigasi/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (NFA) menanggapi pemberitaan terkait hasil pemeriksaan anggur Shine Muscat yang diimpor dari China oleh otoritas Thailand. Presiden NFA Arief Prasetio Adi mengungkapkan Badan Pangan Nasional selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) berkomitmen melindungi keamanan...

Artikel Terkait Anggur Shine Muscat, Badan Pangan Nasional Siap Investigasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (NFA) menanggapi pemberitaan terkait hasil pemeriksaan anggur Shine Muscat yang diimpor dari China oleh otoritas Thailand. Presiden NFA Arief Prasetio Adi mengungkapkan Badan Pangan Nasional selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) berkomitmen melindungi keamanan pangan di Indonesia dan terus melakukan kontrol ketat terhadap produk pangan segar impor yang diperdagangkan di pasar lokal, termasuk wine.

Terkait pemberitaan media mengenai Shine Muscat asal Tiongkok, NFA dan OKKP akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan produk tersebut di pasar Indonesia,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10/2024). komitmen untuk “Memastikan pangan, khususnya pangan segar yang diperdagangkan di Indonesia, aman untuk dikonsumsi.” 

Arif mengatakan, berdasarkan Keputusan Republik Nomor 66 Tahun 2021 yang merupakan penerus UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012, salah satu amanah Badan Pangan Nasional adalah menjamin keamanan pangan segar yang diedarkan. Hal ini dilaksanakan melalui dua cara: penerbitan izin dan pemantauan distribusi. 

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Badan Pangan Nasional akan terus memberikan informasi keamanan pangan baru secara transparan, sesuai dengan prosedur pemantauan keamanan pangan baru yang telah ditetapkan. “ucap Arif.

Selain itu, Yusra Ejayanti, Pj Wakil Presiden Bidang Keanekaragaman Konsumen dan Keamanan Pangan Federasi Nasional Keamanan Pangan, mengungkapkan pihaknya terus memperkuat aturan maksimal residu pestisida demi keamanan pangan.

“Standar MMR pestisida diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 53 Tahun 2018. Saat ini Badan Pangan Nasional sedang berupaya menyempurnakan standar BMR dalam Peraturan Badan Pangan Nasional yang saat ini sedang dalam tahap harmonisasi dengan memperhatikan pangan. Penjelasan konsumsi dan praktik di Indonesia. 

Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor. Undang-Undang Nomor 2023 tentang Pelabelan Pangan Segar. 

“Khusus wine, kita membutuhkan ungkapan ‘cuci sebelum dikonsumsi’. Ia menambahkan, “proses pencucian sangat penting untuk mengurangi risiko residu atau kontaminasi yang mungkin tertinggal pada permukaan buah, mengingat anggur merupakan salah satu komoditas. yang sebagian besar dikonsumsi langsung tanpa kulitnya”. 

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti praktik keamanan pangan seperti membaca label dan berhati-hati sebelum membeli sehingga masyarakat dapat lebih teredukasi tentang pentingnya keamanan pangan,” kata Yusra.  

Ia menambahkan, produk pangan baru yang mendapat izin edar telah melalui proses evaluasi persyaratan keamanan pangan. Salah satu caranya adalah melalui pengujian laboratorium. Namun demi meningkatkan keamanan pangan, produk pangan yang beredar terus dipantau oleh Badan Pangan Nasional bersama Dinas Pangan yang disebut OKKPD, secara berkala dan dilaporkan melalui PSAT (pangan segar asal tumbuhan). ) sistem informasi. 

“Hasil pengambilan sampel yang dilakukan pada tahun 2023 dan 2024 menunjukkan wine yang beredar berada di bawah ambang batas BMR sehingga aman dikonsumsi, namun terkait permasalahan di Thailand seperti yang diungkapkan Kepala Badan Pangan Nasional Yusra. mengonfirmasi bahwa kami akan terus menyelidiki lebih lanjut.” 

 

Artikel Terkait Anggur Shine Muscat, Badan Pangan Nasional Siap Investigasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/terkait-anggur-shine-muscat-badan-pangan-nasional-siap-investigasi/feed/ 0
Pestisida Anggur Shine Muscat, Ahli Bagikan Kiat Konsumsi Buah yang Aman https://jahangircircle.org/pestisida-anggur-shine-muscat-ahli-bagikan-kiat-konsumsi-buah-yang-aman/ https://jahangircircle.org/pestisida-anggur-shine-muscat-ahli-bagikan-kiat-konsumsi-buah-yang-aman/#respond Thu, 31 Oct 2024 13:44:26 +0000 https://jahangircircle.org/pestisida-anggur-shine-muscat-ahli-bagikan-kiat-konsumsi-buah-yang-aman/ Republik Jakarta — Buah-buahan yang mengandung pestisida sebenarnya bukan hal baru di dunia. Namun, ada cara yang lebih aman untuk mengonsumsi buah tanpa membahayakan kesehatan Anda. Dokter Ciputo Mangunkusumo Jakarta Fitri Hudayani, ahli gizi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN),...

Artikel Pestisida Anggur Shine Muscat, Ahli Bagikan Kiat Konsumsi Buah yang Aman pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
Republik Jakarta — Buah-buahan yang mengandung pestisida sebenarnya bukan hal baru di dunia. Namun, ada cara yang lebih aman untuk mengonsumsi buah tanpa membahayakan kesehatan Anda.

Dokter Ciputo Mangunkusumo Jakarta Fitri Hudayani, ahli gizi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN), menjelaskan risiko mengonsumsi buah-buahan yang mengandung residu pestisida. Kami juga memberikan tips konsumsi buah yang sehat dan aman.

“Risiko tertelannya pestisida merupakan masalah kesehatan. Pestisida merupakan bahan kimia yang tidak memiliki fungsi pangan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan,” kata Fitri, Kamis (31/10/2024).

Baru-baru ini, tiga organisasi besar Thailand menemukan bahwa Shine Muscat yang berbahaya dengan residu pestisida melebihi nilai standar masih dijual secara bebas. Penemuan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama di negara-negara yang mengimpor Shine Muscat dari Tiongkok.

Sejauh ini, tidak ditemukan residu pestisida berbahaya pada buah anggur Shine Muscat Indonesia. Namun pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian melalui BPOM melakukan uji pengambilan sampel di berbagai toko dan pasar untuk memastikan keamanan produk yang diedarkan.

Fitri juga menjelaskan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi residu pestisida yang mungkin masih ada di lapisan buah. Mulai dari mencuci sebelum makan hingga mengupas kulitnya.

“Apabila mengonsumsi makanan yang diduga mengandung pestisida, perlu dilakukan pengobatan untuk mengurangi risikonya,” kata Fitri.

Misalnya, dapat ditingkatkan dengan mencuci (buah) secara menyeluruh dengan air mengalir atau menggunakan sabun yang aman untuk makanan. Atau, jika Anda mengupas makanan atau buah, kupaslah.

Selain memperhatikan kebersihan buah-buahan, Fitri juga menyarankan agar Anda dapat menyesuaikan asupan buah-buahan, khususnya anggur, dengan kebutuhan sehari-hari. Anggur mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga batasi asupannya pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penderita diabetes.

“Rata-rata nilai gizi buah anggur berdasarkan daftar bahan Food Exchange adalah energi 50 kilokalori dan karbohidrat 12 gram per 20 biji anggur ukuran sedang atau 165 gram,” kata Fitri.

“Kalau buah anggurnya lebih besar, misalnya anggur Muscat, bisa diubah menjadi 10 buah anggur per porsi, atau jenis anggur lain yang ukurannya sangat besar,” lanjutnya.

Meski sebagian orang dengan kondisi tertentu mungkin perlu membatasi asupan buah anggur, namun buah anggur tetap baik dikonsumsi karena mengandung vitamin dan antioksidan. Selain anggur, konsumsilah jenis buah-buahan lain agar tubuh Anda mendapat manfaat dari beragam buah-buahan seperti pepaya, jeruk, melon, dan pisang.

“Mengkonsumsi buah yang aman berarti memilih buah yang segar, mencuci buah dengan baik sebelum dimakan, dan buah tertentu boleh dikupas terlebih dahulu,” kata Fitri.

“(Namun), buah yang sudah dikupas sebaiknya segera dikonsumsi untuk mencegah kontaminasi dari peralatan makan dan udara,” ujarnya.

Artikel Pestisida Anggur Shine Muscat, Ahli Bagikan Kiat Konsumsi Buah yang Aman pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/pestisida-anggur-shine-muscat-ahli-bagikan-kiat-konsumsi-buah-yang-aman/feed/ 0
Rendam Anggur 15 Menit dalam Larutan Soda Kue untuk Kurangi Kontaminasi Pestisida https://jahangircircle.org/rendam-anggur-15-menit-dalam-larutan-soda-kue-untuk-kurangi-kontaminasi-pestisida/ https://jahangircircle.org/rendam-anggur-15-menit-dalam-larutan-soda-kue-untuk-kurangi-kontaminasi-pestisida/#respond Wed, 30 Oct 2024 23:14:24 +0000 https://jahangircircle.org/rendam-anggur-15-menit-dalam-larutan-soda-kue-untuk-kurangi-kontaminasi-pestisida/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Belakangan ini santer beredar informasi mengenai buah anggur impor yang diduga mengandung residu pestisida berbahaya. Hal tersebut mengacu pada hasil pengujian laboratorium Thai Pesticide Alert Network (Thailand-PAN) yang menemukan residu 14 bahan kimia pada anggur musk dengan...

Artikel Rendam Anggur 15 Menit dalam Larutan Soda Kue untuk Kurangi Kontaminasi Pestisida pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Belakangan ini santer beredar informasi mengenai buah anggur impor yang diduga mengandung residu pestisida berbahaya. Hal tersebut mengacu pada hasil pengujian laboratorium Thai Pesticide Alert Network (Thailand-PAN) yang menemukan residu 14 bahan kimia pada anggur musk dengan konsentrasi melebihi batas aman.

Meski belum ada laporan resmi di Indonesia mengenai buah anggur kesturi mengkilap yang mengandung pestisida berbahaya, masyarakat tetap disarankan untuk mencuci buah anggur dengan benar. Pembina kesehatan sekaligus pendiri Harmony Healthy Indonesia, Dr. Kasim Rasjidi menyarankan untuk merendam buah dalam larutan baking soda selama 15 menit sebelum disajikan.

Setelah direndam, sebaiknya buah anggur dicuci hingga bersih sebelum diolah atau dimakan. Semua proses ini penting dalam mengurangi risiko residu pestisida.

“Pertanian narkoba adalah sebuah masalah. “Yang bisa dilakukan adalah merendam sayur dan buah dalam larutan baking soda selama 15 menit lalu dibilas hingga bersih,” kata dr Kasim kepada Republika.co.id pada Rabu, 30 Oktober 2024.

Aji Muhavarman, Kepala Komunikasi Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), juga menyarankan agar masyarakat mencuci sayur dan buah seperti anggur untuk mengurangi residu pestisida. Larutan yang bisa digunakan antara lain garam dan cuka.

“Mencuci buah secara menyeluruh dengan air mengalir atau merendamnya dalam larutan garam dan cuka dapat mengurangi residu pestisida,” kata Aji saat memberikan sambutan, Rabu (30/10/2024).

Aji juga mengimbau masyarakat untuk memilih produk buah organik. Menurut Aji, buah-buahan tersebut mampu melindungi dan mencegah penyakit akibat pestisida. “Pilihlah produk buah organik yang tidak menggunakan pestisida. “Pilihlah buah-buahan yang bisa dikupas untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Pada saat yang sama, menanggapi pengungkapan Thai-Pan, Badan Karantina Indonesia juga melaporkan bahwa pihaknya memantau secara ketat setiap barang yang masuk ke Indonesia.

 

Artikel Rendam Anggur 15 Menit dalam Larutan Soda Kue untuk Kurangi Kontaminasi Pestisida pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/rendam-anggur-15-menit-dalam-larutan-soda-kue-untuk-kurangi-kontaminasi-pestisida/feed/ 0
Heboh Anggur Shine Muscat, Apa yang Terjadi Jika Menelan Pestisida? https://jahangircircle.org/heboh-anggur-shine-muscat-apa-yang-terjadi-jika-menelan-pestisida/ https://jahangircircle.org/heboh-anggur-shine-muscat-apa-yang-terjadi-jika-menelan-pestisida/#respond Wed, 30 Oct 2024 16:14:58 +0000 https://jahangircircle.org/heboh-anggur-shine-muscat-apa-yang-terjadi-jika-menelan-pestisida/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia sedang melakukan penyelidikan terhadap buah pala mengkilat yang diduga terkontaminasi pestisida berbahaya. Langkah ini diambil menyusul laporan laboratorium dari Pesticide Alert Network of Thailand (Thai-PAN) yang mengungkapkan adanya 14 residu kimia pada buah pala dengan...

Artikel Heboh Anggur Shine Muscat, Apa yang Terjadi Jika Menelan Pestisida? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia sedang melakukan penyelidikan terhadap buah pala mengkilat yang diduga terkontaminasi pestisida berbahaya. Langkah ini diambil menyusul laporan laboratorium dari Pesticide Alert Network of Thailand (Thai-PAN) yang mengungkapkan adanya 14 residu kimia pada buah pala dengan konsentrasi melebihi batas aman yaitu 0,01 mg per kg.

Pestisida merupakan zat beracun yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati, menimbulkan resistensi, kebangkitan kembali, munculnya hama baru dan gangguan kesehatan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga harus digunakan dengan sangat hati-hati. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa lebih dari 1.000 jenis pestisida digunakan di seluruh dunia. Di bidang pertanian, termasuk budidaya anggur, pestisida sering digunakan untuk membunuh hama yang merusak tanaman.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh PMC, residu pestisida yang umum ditemukan pada tanaman anggur antara lain fungisida seperti boscalid dan insektisida seperti methoxyfenozide. Seperti jenis pestisida kimia lainnya, fungisida dapat mencemari sumber air minum yang sangat penting bagi kesehatan manusia.

Toksisitas akut fungisida terhadap manusia umumnya dianggap rendah, namun dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Menghirup uap atau debu semprotan pestisida ini dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, bersin, dan batuk, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Pennsylvania State University. Paparan fungisida konsentrasi rendah secara kronis dapat menyebabkan efek buruk bagi kesehatan.

Semprotan insektisida juga berbahaya bagi manusia. Banyak pestisida yang dapat menyebabkan keracunan jika tertelan, terhirup, atau terserap melalui kulit. Gejalanya mungkin termasuk mata berair, batuk, masalah jantung, dan kesulitan bernapas.

Apakah ada pestisida yang aman?

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa pestisida, berdasarkan sifatnya, berpotensi menjadi racun bagi organisme lain, termasuk manusia. Tidak ada pestisida yang benar-benar aman bagi manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, penggunaan pestisida yang aman hanya dapat dicapai jika batasannya dipatuhi dan pestisida tersebut dibuang dengan tepat untuk mencegah pencemaran lingkungan.

“Pestisida merupakan penyebab utama kematian akibat keracunan diri, dan beban ini dirasakan secara tidak proporsional di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah,” demikian dilansir laman resmi WHO, Rabu (30/10/2024). .

Selain itu, pestisida yang lebih tua dan lebih murah (yang sudah tidak dipatenkan) seperti dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT) dan lindane dapat bertahan di tanah dan air selama bertahun-tahun. Hal ini berdampak buruk pada sebagian besar ekosistem dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Bahan kimia ini dilarang oleh negara-negara yang menandatangani Konvensi Stockholm tahun 2001.

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan pengurangan penggunaan pestisida sebanyak mungkin. Pertama-tama tentukan sejauh mana penggunaan pestisida sebenarnya diperlukan. Carilah cara untuk memecahkan masalah dengan pengendalian hama non-kimia jika memungkinkan. Jika pestisida diperlukan, pilihlah produk yang risikonya paling kecil terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Artikel Heboh Anggur Shine Muscat, Apa yang Terjadi Jika Menelan Pestisida? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/heboh-anggur-shine-muscat-apa-yang-terjadi-jika-menelan-pestisida/feed/ 0
Respons Isu Pestisida Anggur Shine Muscat, Ini Kata Kemenkes https://jahangircircle.org/respons-isu-pestisida-anggur-shine-muscat-ini-kata-kemenkes/ https://jahangircircle.org/respons-isu-pestisida-anggur-shine-muscat-ini-kata-kemenkes/#respond Tue, 29 Oct 2024 18:50:47 +0000 https://jahangircircle.org/respons-isu-pestisida-anggur-shine-muscat-ini-kata-kemenkes/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan bekerja sama dengan Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk merespons permasalahan keracunan pestisida pada buah anggur Muscat di Thailand dan Malaysia. Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29 Oktober 2024), Direktur Komunikasi...

Artikel Respons Isu Pestisida Anggur Shine Muscat, Ini Kata Kemenkes pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan bekerja sama dengan Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk merespons permasalahan keracunan pestisida pada buah anggur Muscat di Thailand dan Malaysia. Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29 Oktober 2024), Direktur Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan, setiap jenis pestisida memiliki risiko kesehatan yang berbeda-beda bagi masyarakat tergantung bahan kimianya. Senyawa dalam pestisida, asupannya, yaitu residu yang ada dalam makanan dan durasi paparan.

Aji mengalami beberapa dampak kesehatan akibat paparan pestisida dan dosis yang cukup tinggi, seperti gangguan endokrin serta gangguan fungsi hati dan ginjal akibat pestisida sistemik. “Pestisida sistemik diserap oleh tanaman dan beredar melalui jaringan tanaman, sehingga residunya mungkin tertinggal pada buah atau bagian tanaman lain bahkan setelah dicuci,” ujarnya.

Karena pestisida non-sistemik adalah pestisida yang bekerja pada permukaan tanaman, residunya menempel di luar dan lebih mudah dihilangkan dengan pencucian. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan neurologis dan hormonal, ujarnya.

Ia juga mengimbau agar dilakukan beberapa tindakan pencegahan saat mengolah sayuran dan buah-buahan, seperti mencuci buah secara menyeluruh dengan air mengalir atau merendamnya dalam larutan tertentu seperti garam atau cuka untuk mengurangi residu pestisida.

“Pilih produk buah organik yang tidak menggunakan pestisida, dan pilih buah yang dikupas,” ujarnya.

Periksa juga label negara asal dan informasi sertifikasi keamanan pangan untuk mengukur kualitas pengelolaan pestisida oleh produsen buah.

Artikel Respons Isu Pestisida Anggur Shine Muscat, Ini Kata Kemenkes pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/respons-isu-pestisida-anggur-shine-muscat-ini-kata-kemenkes/feed/ 0
Malaysia Nyatakan Anggur Shine Muscat di Negaranya Aman, tak Ada Pestisida Berlebihan https://jahangircircle.org/malaysia-nyatakan-anggur-shine-muscat-di-negaranya-aman-tak-ada-pestisida-berlebihan/ https://jahangircircle.org/malaysia-nyatakan-anggur-shine-muscat-di-negaranya-aman-tak-ada-pestisida-berlebihan/#respond Tue, 29 Oct 2024 07:14:33 +0000 https://jahangircircle.org/malaysia-nyatakan-anggur-shine-muscat-di-negaranya-aman-tak-ada-pestisida-berlebihan/ REPUBLIKA.CO.ID, PETALING JAYA – Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan anggur muscat impor yang beredar di dalam negeri tidak mengandung residu kimia melebihi kadar yang diizinkan. Kementerian mengungkapkan bahwa 234 sampel anggur dianalisis oleh Program Kualitas dan Keamanan Pangan Malaysia. “Empat sampel tidak...

Artikel Malaysia Nyatakan Anggur Shine Muscat di Negaranya Aman, tak Ada Pestisida Berlebihan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, PETALING JAYA – Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan anggur muscat impor yang beredar di dalam negeri tidak mengandung residu kimia melebihi kadar yang diizinkan. Kementerian mengungkapkan bahwa 234 sampel anggur dianalisis oleh Program Kualitas dan Keamanan Pangan Malaysia.

“Empat sampel tidak memenuhi kadar residu maksimum (MRL), namun tidak termasuk muscat,” demikian keterangan Kementerian Kesehatan, Senin (28/10/2024) yang dikutip situs Star.

Muatan anggur muscat berkilau berikutnya akan diperiksa menggunakan mekanisme uji, tahan dan pelepasan. Berdasarkan prosedur ini, pengiriman makanan harus dihentikan dan sampel diambil oleh pihak berwenang. Persetujuan hanya diberikan jika hasil analisis memenuhi MRL dan dikenakan larangan impor jika terjadi pelanggaran berulang.

Sebagai pedoman bagi konsumen, setiap pangan yang diimpor dan dikemas harus memuat informasi dasar, termasuk negara asal produk. Sejak tahun 2020 hingga September tahun ini, Kementerian Kesehatan Malaysia menganalisis 5.561 sampel sayuran dan buah-buahan untuk mengetahui adanya residu pestisida.

Sebanyak 165 sampel tidak memenuhi MRL berdasarkan Peraturan Pangan 1985. Tindakan yang diambil terhadap buah dan sayuran impor yang tidak patuh termasuk penarikan, pemusnahan, ekspor ulang, atau tindakan hukum. Kementerian setempat juga menyarankan warga Malaysia untuk membaca label makanan, dan meyakinkan masyarakat bahwa pemeriksaan ketat sedang dilakukan di perbatasan negara untuk memastikan keamanan pangan.

Sebelumnya, Jaringan Peringatan Pestisida Thailand mengeluarkan peringatan untuk anggur muscat berwarna cerah, mengungkapkan bahwa sebagian besar sampel mengandung residu kimia berbahaya yang melebihi tingkat yang diizinkan. Thai-PAN dan Dewan Konsumen Thailand meminta Kementerian Kesehatan Thailand mengambil tindakan, termasuk mewajibkan importir dan distributor memberi label negara asal wine tersebut.

 

Artikel Malaysia Nyatakan Anggur Shine Muscat di Negaranya Aman, tak Ada Pestisida Berlebihan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/malaysia-nyatakan-anggur-shine-muscat-di-negaranya-aman-tak-ada-pestisida-berlebihan/feed/ 0