Artikel Kinerja Keuangan Positif Prodia pada Kuartal III-2024, Tunjukkan Perbaikan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Meskipun terjadi penurunan sebesar 0,9%. dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Prodia mencatatkan kenaikan sebesar 3,8%. dibandingkan triwulan sebelumnya. Laba bersih yang dilaporkan mencapai Rp 194 miliar mencerminkan ketahanan perseroan dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu.
“Kami optimis Prodia akan membukukan hasil yang lebih baik di kuartal keempat, terutama berkat penerapan program khusus seperti Hari Kesehatan Nasional yang akan membantu meningkatkan pendapatan,” ujar Dewi Muliaty, CEO Prodia, beberapa waktu lalu.
Proyek ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pelanggan, terutama dari segmen korporasi, yang meski relatif kompetitif namun menunjukkan potensi pertumbuhan positif. Sementara itu, Liana Kuswandi, CFO Prodia, menambahkan membaiknya hasil keuangan pada kuartal III 2024 menunjukkan strategi bisnis yang diterapkan mulai membuahkan hasil.
“Pendapatan kami menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya, baik triwulanan maupun tahunan. Ini menunjukkan bahwa kita berada di jalur yang benar,” kata Liana.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, Prodia juga sedang mempersiapkan model bisnis baru yang akan diterapkan di 89 dari 152 cabang. Melalui model ini, Prodia berencana menyesuaikan layanan dengan kebutuhan spesifik masing-masing wilayah untuk meningkatkan relevansi layanan terhadap masyarakat setempat.
Prodia terus melakukan digitalisasi layanan dengan mengembangkan aplikasi U by Prodia yang memudahkan pelanggan mengakses layanan diagnostik online. Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses layanan bagi pelanggan.
Selain upaya meningkatkan hasil operasional, Prodia juga melakukan kegiatan ilmiah dan inovatif. Pada triwulan III tahun 2024, perseroan akan menyelenggarakan seminar ilmiah kedokteran regeneratif yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU). Prodia juga membuka cabang baru di kota wisata Cibubur yang dilengkapi dengan peralatan diagnostik canggih, dan menyelenggarakan Prodia Science Day 2024 yang berfokus pada pengobatan presisi canggih. Acara ini bertujuan untuk mendorong para ilmuwan, peneliti, dan dokter untuk bekerja sama mengatasi tantangan penyakit kompleks.
Artikel Kinerja Keuangan Positif Prodia pada Kuartal III-2024, Tunjukkan Perbaikan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Investasi di Terapi Regeneratif dan Teknologi Medis Canggih Jadi Sorotan Investor pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kunjungan ini menegaskan komitmen Prodia dan Prostem dalam mengubah paradigma pelayanan kesehatan, khususnya di bidang terapi sel induk. Komisaris Andy Vijaya, pendiri dan presiden Prodia Group, dalam paparannya menjelaskan bahwa Prodia Group tidak hanya fokus pada inovasi layanan diagnostik melalui Prodia, tetapi juga berinvestasi besar pada terapi sel induk melalui Prostem.
“Sebagai perusahaan yang telah berbisnis selama lebih dari 50 tahun, Prodia selalu berkomitmen terhadap inovasi. Melalui ProSTEM, kami mengembangkan terapi sel induk yang berpotensi besar dalam pengobatan penyakit degeneratif dan kronis. Kami yakin investasi kami di bidang ini akan membuahkan hasil. off. Ini memberikan dampak jangka panjang bagi industri yang akan berdampak positif bagi pemangku kepentingan dan masyarakat,” kata Andy Vijaya beberapa waktu lalu.
Dalam acara tersebut, investor diajak mengunjungi laboratorium mutakhir di Prodia dan laboratorium manufaktur canggih untuk terapi sel di ProSTEM. Dikenal dengan inovasinya di bidang diagnostik medis, Prodia kini fokus pada pengembangan terapi regeneratif berbasis mesenchymal stem cell (MSC). Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah terapi tetes hidung untuk pengobatan stroke iskemik, yang akan membuka peluang baru dalam dunia medis.
Presiden Prodia Devi Mulitayi menambahkan, pihaknya terus mengembangkan teknologi dan layanan kesehatan melalui lebih dari 3.000 pemeriksaan laboratorium yang dilakukan Prodia. “Inovasi mutakhir kami dalam personalisasi obat melalui Prodia Genomics akan membawa nilai tambah yang signifikan bagi pasar layanan kesehatan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Prostem Cynthia Retna Sartika menegaskan, pihaknya fokus pada peningkatan kapasitas produksi terapi sel induk sesuai standar Good Manufacturing Practice (cGMP) yang berlaku saat ini. “Kami bekerja sama dengan mitra internasional untuk mempercepat penelitian dan komersialisasi produk terapi sel induk serta memperluas pasar global. Kami yakin inovasi ini akan membuka peluang besar bagi industri wisata medis di masa depan,” ujarnya.
Salah satu investor, Lucas Setia Atmaja yang turut memprakarsai pertemuan tersebut mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi besar yang dimiliki Grup Prodia. “Melihat fasilitas dan teknologi milik Prodia dan Prostem, saya yakin investasi ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi para pemegang saham kami. Terapi sel induk adalah masa depan dunia kedokteran dan Prodia Group berada di garda depan dalam inovasi ini,” ujarnya. berharap.
Artikel Investasi di Terapi Regeneratif dan Teknologi Medis Canggih Jadi Sorotan Investor pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>