Artikel Presiden dan Dewan Ekonomi Nasional Bahas Pertumbuhan Kuartal IV pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Diskusi lebih lanjut bagaimana cara memberikan pertumbuhan di kuartal keempat. Karena angka kuartal ketiga sudah diumumkan, memang benar angkanya sedikit di bawah 5 persen. “Jadi bagaimana kita bisa mengambil langkah di kuartal keempat untuk mempertahankan pertumbuhan. ,” kata Wakil Presiden DEN Mari Elka Pangestu di Istana Kepresidenan Jakarta.
Elka Mari mengatakan, pihaknya telah memberikan beberapa rekomendasi untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah yang kini melemah. Berdasarkan analisis DEN, melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah menyebabkan penurunan konsumsi pada kuartal III.
“Peningkatan konsumsinya sebesar 4,9 persen, relatif rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, kata dia, ini terendah dalam 13 tahun terakhir. Jadi menjaga daya beli menjadi salah satu rekomendasi kami,” jelasnya.
Selain itu, Elka Mari yang juga merupakan utusan khusus presiden untuk perdagangan internasional dan kerja sama multilateral mengatakan DEN juga merekomendasikan optimalisasi belanja pemerintah yang dapat mendorong pertumbuhan.
Dan yang terakhir, dalam jangka pendek dan menengah, bagaimana memperbaiki dan memperbaiki lingkungan investasi. Karena tentu saja harus tumbuh. – Kita butuh investasi lebih banyak – jelas Mari Elka.
Sementara untuk kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat, Mari Elka mengatakan DEN akan mencari program insentif seperti bantuan langsung tunai (BLT) yang selama ini digunakan.
“Masalahnya, harga pangan masih tergolong tinggi dan kita khawatir inflasi akan meningkat jika harga minyak dunia naik. Dan yang penting, dari semua angka, daya beli sepertinya melemah. Jadi di level menengah sebagian besar adalah bagus, di tingkat bawah sudah ada bansos, itu BLT. Beginilah seharusnya kelas menengah diperlakukan. “Nanti bisa kita diskusikan programnya seperti apa,” ujarnya.
Lebih lanjut, terkait pengalihan subsidi ke BLT, Elka Mari mengatakan hal tersebut masih perlu dikaji guna mewujudkan tujuan utama subsidi untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa dukungan yang diberikan, yaitu membantu masyarakat berpenghasilan rendah, sesuai dengan peruntukannya. Baik itu penurunan harga melalui subsidi, bantuan langsung, atau kombinasi keduanya. dipelajari,” jelasnya.
Artikel Presiden dan Dewan Ekonomi Nasional Bahas Pertumbuhan Kuartal IV pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Menko Berikan Sinyal Positif Meski Ada Penurunan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Saya tidak bicara angka, tunggu sampai besok, kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Senin (4/11/2024).
Ditegaskan secara spesifik, kata Ekonom Josua Pardede, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 akan berkisar 5,02% year-on-year (yoy), turun tipis dibandingkan 5,05% yoy pada kuartal sebelumnya. Menurut dia, penggerak utama perekonomian berasal dari konsumsi dalam negeri yang diperkirakan tumbuh 5,03% yoy, meningkat dari 4,93% yoy pada kuartal II-2024.
Peningkatan jumlah masyarakat yang menggunakan rumah yang ditunjukkan pada produk komersial menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,7% pada akhir kuartal III 2024, dibandingkan 2,72% yoy pada kuartal II 2024, kata Republika.
Josua juga menyampaikan, Indeks Keyakinan Konsumen pada akhir kuartal III menunjukkan peningkatan, yaitu tumbuh 1,5 persen yoy. Selain itu, jelasnya, meski tanpa adanya acara tahunan seperti hari raya keagamaan atau pemilu, trafik penumpang masih menunjukkan pertumbuhan yang baik.
“Meskipun penjualan mobil menurun, penjualan sepeda menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 12,0% yoy,” katanya.
Di sisi lain, investasi merupakan hal yang paling penting, dengan Perkembangan Modal Tetap Bruto (PMTB) dilaporkan tumbuh sebesar 4,23% yoy. Namun Joshua mengingatkan, ada tanda-tanda pelemahan di sektor konstruksi yang tercermin dari pertumbuhan penjualan semen yang hanya tumbuh 1,1 persen pada kuartal III 2024.
Saat ini, belanja pemerintah diperkirakan meningkat sebesar 4,13% setiap tahunnya, berdasarkan belanja barang dan tenaga kerja. Lebih lanjut Joshua mengatakan, ekspor diperkirakan meningkat sebesar 9,38% setiap tahunnya, sedangkan impor diperkirakan meningkat sebesar 10,55% setiap tahunnya yang mencerminkan kuatnya perekonomian negara.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi pada tahun fiskal 2024 diperkirakan berada pada kisaran 5,04% yoy. Angka tersebut sedikit turun dibandingkan 5,05 persen yoy pada tahun 2023.
“Penggunaan rumah dan penggunaan pemerintah diperkirakan tumbuh baik, namun PMTB diperkirakan menurun,” kata Joshua.
Artikel Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Menko Berikan Sinyal Positif Meski Ada Penurunan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Konsumsi Rumah Tangga pada Kuartal III 2024 Tumbuh Melambat, Begini Penjelasan BPS pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dibandingkan triwulan II tahun 2024, pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,93 persen, sedangkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III tahun 2024 sebesar 4,91 persen, turun tipis hanya 0,02 persen. kata Direktur BPS. Amalia Adeninger hadir dalam jumpa pers pada Selasa (5/11/2024).
Menurut Amalia, secara triwulanan, beberapa komponen konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan pertumbuhan yang terjadi pada kelompok sandang, sepatu, dan jasa pemeliharaan. Selain itu, rumah dan peralatan, kesehatan dan pendidikan.
Sementara itu, YoY, sektor perumahan dan peralatan rumah tangga, transportasi dan komunikasi, restoran dan hotel termasuk di antara komponen konsumsi rumah tangga yang mengalami perlambatan pertumbuhan.
Perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III tahun 2024 diyakini disebabkan oleh faktor musiman setiap tahunnya. Pada triwulan II tahun 2024, konsumsi rumah tangga berada pada titik tertinggi sepanjang masa karena adanya peristiwa besar seperti Hari Raya atau hari libur nasional.
Berdasarkan catatannya, misalnya pada triwulan III tahun 2024, sektor pengangkutan dan komunikasi mencatat pertumbuhan sebesar 6,54 persen. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan II tahun 2024 yang sebesar 6,84 persen.
Selanjutnya, konsumsi makanan dan hotel mencatat pertumbuhan sebesar 6,8 persen pada triwulan II-2024 dan hanya 6,61 persen pada triwulan III-2024.
Lalu perhatikan kenapa agak lambat, karena pada triwulan II tahun 2024 akan terjadi puncak energi masyarakat terkait Idul Adha dan Idul Fitri yang akan meningkatkan transmisi komunikasi, dan penggunaan. di restoran dan hotel,” tegasnya.
Namun konsumsi makanan dan minuman di luar restoran tumbuh jauh lebih cepat pada triwulan III 2024 dibandingkan triwulan II 2024. Begitu pula dengan pakaian jadi, alas kaki, dan jasa perawatan yang meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, lanjutnya.
Amalia menegaskan, keluarga merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar. Dari sisi perekonomian, ia menjelaskan seluruh faktor menunjukkan pertumbuhan positif pada kuartal III-2024.
“Sektor ekonomi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,08 persen. Unsur ini tumbuh sebesar 4,91 persen menunjukkan tingkat energi masyarakat masih terjaga,” ujarnya.
Artikel Konsumsi Rumah Tangga pada Kuartal III 2024 Tumbuh Melambat, Begini Penjelasan BPS pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat di Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Perkiraan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perlambatan konsumsi rumah tangga swasta. Menurut Bhima, penurunan tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang berada di bawah angka 50 sehingga mengindikasikan adanya perlambatan di sektor industri.
“Konsumen, khususnya kelas menengah, berada dalam tekanan karena kemungkinan kenaikan biaya hidup sehingga lebih banyak menghemat pengeluaran untuk barang-barang sekunder dan tersier,” kata Republica, Senin malam (11/4/2024).
Data indeks penjualan ritel menunjukkan penurunan di beberapa sektor, termasuk suku cadang mobil dan belanja rekreasi. Pertumbuhan sektor makanan dan minuman juga melambat, sementara penjualan barang-barang rumah tangga seperti alat elektronik juga menurun.
Dari sisi ekspor, Bhim mencatat konflik global, khususnya di Timur Tengah, tidak menyebabkan kenaikan harga. Menurut dia, bahan baku seperti nikel dan batu bara masih mengalami tekanan harga sehingga mempengaruhi permintaan produk Indonesia di pasar internasional.
Sekalipun investasi tampak jauh lebih tinggi, kualitas lapangan kerja masih rendah, sehingga mempengaruhi porsi investasi terhadap produk domestik bruto (PDB). Bhim juga mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkrit seperti menunda kenaikan pajak dan menurunkan PPN hingga 12 persen.
Ia merekomendasikan kenaikan upah minimum sebesar 8 hingga 10 persen untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri. Ia berharap kebijakan yang tepat dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan kinerja perekonomian secara keseluruhan sehingga pertumbuhan ekonomi dapat kembali ke jalur yang lebih positif.
Artikel Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat di Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>