Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

psikolog Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/psikolog/ berita dari seluruh kalangan dunia Sun, 13 Oct 2024 13:53:53 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://jahangircircle.org/wp-content/uploads/2024/10/cropped-jc-32x32.png psikolog Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/psikolog/ 32 32 JAHANGIR CIRCLE Psikolog Beberkan 3 Pemicu Kasus Pemerkosaan yang Libatkan Anak Meningkat https://jahangircircle.org/psikolog-beberkan-3-pemicu-kasus-pemerkosaan-yang-libatkan-anak-meningkat/ https://jahangircircle.org/psikolog-beberkan-3-pemicu-kasus-pemerkosaan-yang-libatkan-anak-meningkat/#respond Sun, 13 Oct 2024 13:53:53 +0000 https://jahangircircle.org/psikolog-beberkan-3-pemicu-kasus-pemerkosaan-yang-libatkan-anak-meningkat/ REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta – Kasus kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur semakin marak muncul di media massa. Kasus-kasus tersebut tentu saja menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan masyarakat dan menimbulkan banyak pertanyaan mulai dari penyebab hingga upaya pencegahan yang efektif....

Artikel JAHANGIR CIRCLE Psikolog Beberkan 3 Pemicu Kasus Pemerkosaan yang Libatkan Anak Meningkat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta – Kasus kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur semakin marak muncul di media massa. Kasus-kasus tersebut tentu saja menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan masyarakat dan menimbulkan banyak pertanyaan mulai dari penyebab hingga upaya pencegahan yang efektif.

Tari Sandjojo M.PSI, Psikolog Anak dan Keluarga sekaligus Kepala Sekolah Sekolah Sabit mengatakan, dari segi psikologis ada tiga pemicu utama yang menyebabkan hal tersebut terjadi dan semakin parah, antara lain sebagai berikut:

1. Kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak pada masa remaja

Dalam mengasuh remaja, Tari menekankan pentingnya kehadiran dan keterikatan keluarga serta keterbukaan orang tua untuk melakukan percakapan terbuka dengan anak tentang seksualitas. Namun sayangnya, saat ini banyak orang tua yang menganggap bahwa pola asuh remaja tidak sepenting tahap perkembangan sebelumnya.

“Keterikatan dengan keluarga merupakan faktor yang penting sejak awal, namun sayangnya yang terjadi saat ini adalah para orang tua merasa bahwa mengasuh anak remaja tidak sepenting mengasuh anak di usia yang lebih dini”. Demikian keterangan tertulis yang diperoleh Republika.co.id, Senin (7/10/2024).

Ia mengatakan, salah satu bentuk kurangnya kehadiran dan keterbukaan peran orang tua adalah perasaan hanya perlu mendoakan anak dan menunda diskusi penting terkait seksualitas. (karena adanya persepsi bahwa masa tumbuh kembang remaja tidak sepenting dulu) Orang tua merasa seperti “Anakmu sudah besar, doakan saja dia” atau “Baiklah, dia harusnya bersama kita sekarang.” , rasa ingin tahu anak tentang seksualitas, berbagai percakapan yang melatih mereka mengambil keputusan, atau diskusi yang menumbuhkan empati,” jelas Tari. Tidak bisa disiarkan.

2. Gadget dan informasi yang tidak terbatas menjadi cara remaja menemukan jawaban

Dengan sikap orang tua yang demikian, Tari mengatakan, dari sini remaja didorong untuk mencoba mencari tahu apa yang ingin mereka ketahui melalui teknologi dan berinteraksi dengan orang asing. “Dalam situasi saat ini dimana teknologi menjadi nafas setiap orang, tentunya remaja mencari bimbingan melalui gadget yang ada di tangannya. Ini namanya keinginan untuk mengetahui, eksplorasi suatu tempat, bukan sekedar mencari informasi tentang seksualitas dan tentunya tidak ada di rumah, jadi dia mencari percakapan lain lewat gawai dengan orang asing atau orang lain,” ucapnya. 

Ia mengatakan, kondisi yang muncul dalam kasus pelanggaran terhadap anak di bawah umur adalah bukti terpaparnya informasi seksualitas dari sumber yang tidak pantas dan tidak adanya keluarga yang seharusnya menjadi tempat perbincangan pertama di rumah.

3. Empati yang mati mendorong kekerasan

Selain dua faktor di atas, Tari juga mengatakan, status ekonomi juga erat kaitannya dengan kondisi psikologis keluarga. Artinya kerasnya hidup berdampak pada kemampuan regulasi dan rasa empati anak.

“Situasi di atas (yang sudah saya uraikan) bisa menjadi faktor yang lebih besar lagi bagi keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Bagi sebagian keluarga dengan status sosial ekonomi rendah, kesulitan hidup dapat mengeraskan dan melumpuhkan empati lintas tingkat sosial-ekonomi sulit untuk marah dan menghancurkan orang lain melalui kekerasan. “, katanya.

Tari mengatakan, pada akhirnya tidak mudah untuk mengetahui pemicu mana yang bisa diperbaiki. Dalam situasi apa pun, semua pihak harus mengambil tindakan untuk mencegah perbaikan hubungan dan keterikatan pada anak yang sedang tumbuh.

“Jadi pada akhirnya tidak mudah untuk menjawab siapa yang harus disembuhkan terlebih dahulu. Jika kita mengutamakan pencegahan, seperti yang selalu kita dengar, hal itu akan mengarah pada hubungan yang lebih baik dengan remaja. “Lebih sering ngobrol” (Ngobrol, jangan ngobrol, jangan bicara). , kalau ngobrol ada faktor mendengarkannya) dan lebih banyak melakukan observasi untuk melihat perubahan perilaku atau emosi atau indikator lainnya,” ujarnya.

Artikel JAHANGIR CIRCLE Psikolog Beberkan 3 Pemicu Kasus Pemerkosaan yang Libatkan Anak Meningkat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/psikolog-beberkan-3-pemicu-kasus-pemerkosaan-yang-libatkan-anak-meningkat/feed/ 0
JAHANGIR CIRCLE Jangan Sampai Anak Jadi Korban, Ayah-Ibu Perlu ke Psikolog Ketika Alami Gangguan Mental https://jahangircircle.org/jangan-sampai-anak-jadi-korban-ayah-ibu-perlu-ke-psikolog-ketika-alami-gangguan-mental/ https://jahangircircle.org/jangan-sampai-anak-jadi-korban-ayah-ibu-perlu-ke-psikolog-ketika-alami-gangguan-mental/#respond Sun, 13 Oct 2024 01:28:49 +0000 https://jahangircircle.org/jangan-sampai-anak-jadi-korban-ayah-ibu-perlu-ke-psikolog-ketika-alami-gangguan-mental/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ayah dan ibu penderita gangguan jiwa sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau ahli yang disediakan oleh lembaga pemerintah dan masyarakat. Hal ini penting untuk mencegah kekerasan terhadap anak. “Orang tua yang merasakan perubahan perilaku terutama saat berkomunikasi dengan...

Artikel JAHANGIR CIRCLE Jangan Sampai Anak Jadi Korban, Ayah-Ibu Perlu ke Psikolog Ketika Alami Gangguan Mental pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ayah dan ibu penderita gangguan jiwa sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau ahli yang disediakan oleh lembaga pemerintah dan masyarakat. Hal ini penting untuk mencegah kekerasan terhadap anak.

“Orang tua yang merasakan perubahan perilaku terutama saat berkomunikasi dengan pasangan atau anak, mudah marah atau cenderung sakit hati, berkurangnya rasa empati, sangat lelah secara emosional, sangat disarankan untuk menghubungi psikolog yaitu. Pelayanan Tol (Pusat Belajar Keluarga),” kata Deputi Khusus Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Nahar, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/4/2024).

Nahar mengatakan, orang tua juga bisa melibatkan keluarga inti jika dirasa proses pengasuhan anak mengalami kendala. Dengan demikian ayah dan ibu akan mendapat dukungan dari lingkungan terdekatnya.

Nahar mengingatkan, gangguan jiwa bisa disebabkan oleh banyak faktor dan bisa menimpa siapa saja, termasuk orang tua. Ia juga mendorong perusahaan atau tempat kerja juga menyediakan tenaga kesehatan mental.

Nahar juga menilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Ia juga mengingatkan betapa pentingnya mengurangi stigma orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak.

“Pelaku kekerasan dengan gangguan jiwa dapat mendapatkan rehabilitasi serta penanganan fisik dan psikis agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.

Selain itu, Nahar menilai perlunya penanaman nilai-nilai agama pada orang tua. Oleh karena itu, upaya mengetahui kesiapan orang tua, calon orang tua, dan calon pasangan untuk mengasuh anaknya secara optimal juga penting.

Sebelumnya, seorang ayah bernama Rendra Adi Prasetyo (29) menganiaya anak tunggalnya dengan huruf M (3). Korban kemudian meninggal dunia di Tulungagung, Jawa Timur pada Minggu malam (12/05/2024).

Pembunuhan itu dilakukan setelah tersangka kembali dari Taiwan. Tersangka diduga mengalami depresi saat bekerja sebagai buruh migran dan tega membunuh anaknya.

Artikel JAHANGIR CIRCLE Jangan Sampai Anak Jadi Korban, Ayah-Ibu Perlu ke Psikolog Ketika Alami Gangguan Mental pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/jangan-sampai-anak-jadi-korban-ayah-ibu-perlu-ke-psikolog-ketika-alami-gangguan-mental/feed/ 0