Artikel Amran Copot 11 Pegawai Kementan Diduga Terlibat Proses Pengadaan Pupuk Palsu pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Secara spesifik, empat perusahaan tidak memenuhi persyaratan. Kadar NPK hanya nol persen dari standar 15 persen. Kementerian Pertanian mengirimkan dokumen tersebut ke lembaga penegak hukum. Kemudian diproses di sana.
Pupuk dari 23 perusahaan sisanya tidak memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Saat ini sedang dalam proses internal yaitu di Irjen Kementerian Pertanian. Jika terbukti bersalah, mereka akan diserahkan ke aparat penegak hukum.
“Ada pegawai Kementerian Pertanian yang memproses semua lelang ini. Mohon maaf, ada 11 orang yang kami disabilitas. Hari ini kami minta suratnya, 11 orang penyandang disabilitas,” kata Amran dalam siaran persnya. Konferensi di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (26/11/2024).
Ia mempersilakan perwakilan media untuk meminta informasi detail kepada Irjen Kementerian Pertanian. Dia mengisyaratkan, yang ada hanyalah direktur, disusul pejabat eselon II, eselon III, dan juga staf yang menangani pembelian pupuk. Menurut Mentan, pihaknya merespons laporan tersebut melalui kontak bersama.
Nomor kontak 081235397615. Amran mengucapkan terima kasih kepada awak media yang turut andil dalam pendistribusian nomor tersebut. Oleh karena itu, beberapa dugaan pelanggaran di wilayah Kementerian Pertanian, termasuk yang baru saja terjadi, mulai bermunculan.
“Soal pertanian, sampaikan langsung kepada kami, rakyat kecil, apa saja yang akan merugikan pertanian kita. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung menyelidiki direktur tersebut dan memecatnya. Kita keluarkan lalu dicek lagi, barang yang masuk, sampelnya benar, jadi kita periksa sampelnya di lab, awalnya benar, semuanya benar, tapi yang dikirim ke petani ternyata salah. . Tidak sesuai spesifikasi, ada yang abal-abal, bukan pupuk, sudah kita konfirmasi, kita proses penegakan hukum,” kata Bone, Sulawesi Selatan.
Amran mencatat, proses verifikasi sampel dilakukan sesuai prosedur. Mereka mengirimkannya ke laboratorium pengujian Institut Pertanian Bogor (IPB), pusat pengujian standar tanah dan pupuk, dll. Sebanyak tiga laboratorium digunakan. Semuanya menunjukkan empat perusahaan memiliki pupuk palsu.
Hal ini menjamin transparansi seluruh proses di Kementerian Pertanian. Semua pihak bisa mengikuti dinamika apa pun yang ada di dalamnya. Termasuk mengambil tindakan terhadap dugaan pelanggaran.
Artikel Amran Copot 11 Pegawai Kementan Diduga Terlibat Proses Pengadaan Pupuk Palsu pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Amran Tindak 27 Perusahaan Pengadaan Pupuk yang Rugikan Negara dan Petani pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Secara spesifik, terdapat 4 perusahaan yang tidak memenuhi syarat. Departemen Pertanian telah mengirimkan catatan tersebut ke penegak hukum. Kemudian diproses di sana.
“Karena yang dikirim bukan pupuk, maka kandungan NPKnya hanya 0% dibandingkan normalnya 15%,” kata Imran dalam konferensi pers di Kementerian. Jadi kami memasukkannya ke dalam daftar hitam, sekali lagi kami mengirimkan catatannya ke penegak hukum.” Dinas Pertanian, Jakarta, Selasa (26 November 2024).
Sedangkan 23 perusahaan sisanya pupuknya belum memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Saat ini masih ditangani internal khususnya di Irjen Kementerian Pertanian. Jika terbukti bersalah, mereka akan dirujuk ke penegak hukum.
Apa dampak dari tindakan yang berbeda? Amran menyatakan potensi kerugian negara sekitar Rp316 miliar. Pengujian sedang berlangsung.
Irjen memanggil semua perusahaan yang terlibat, kata Amran.
Ia menegaskan, jika pupuk dinyatakan palsu dan tidak memenuhi standar, maka petanilah yang paling dirugikan. Hal ini disebabkan karena para petani tersebut telah mengeluarkan uang untuk menggarap lahan tersebut, sejak a.
Baik pupuk yang salah maupun pupuk yang tidak sesuai spesifikasi. Total potensi kerugian bagi petani,” kata Imran.
Mentan menegaskan, apa yang terjadi merupakan bagian dari komitmen partainya untuk memberantas mafia. Pasalnya, hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Itu tujuan yang bagus.
Apalagi jika kita tidak mencapai swasembada dalam beberapa tahun ke depan. Jalannya tidak selalu mulus. Pada setiap tahap terdapat tantangan potensial.
“Untuk mencapai swasembada tentunya banyak program yang kita mainstreamkan atau cegah, termasuk korupsi di Kementerian Pertanian,” kata Imran. Ada juga mafia, jika ada, yang beroperasi di sektor pertanian.”
Dia memastikan seluruh proses di Kementerian Pertanian transparan. Semua pihak bisa mengikuti dinamika apa pun yang ada di dalamnya. Termasuk menindak dugaan pelanggaran hukum.
Artikel Amran Tindak 27 Perusahaan Pengadaan Pupuk yang Rugikan Negara dan Petani pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel UPLAND Dinilai Serius Garap Teknologi UPPO-Biogas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Demikian disampaikan Dosen Media Universitas Mataram (Unram) I Gusti Lanang. Dikatakannya, langkah yang dilakukan tim UPLAND Project untuk mengembangkan pertanian merupakan langkah yang tepat untuk mengembangkan pertanian Indonesia.
“Teman-teman Proyek UPLAND sangat serius dalam mengelola program UPPO-Biogas, baik dari segi kepemimpinan maupun penyediaan fasilitasnya,” kata I Gusti Lanang, dosen ilmu sumber daya hewan, dilansir Rabu (20/11/2024). ).
Ia menilai UPPO-Biogas merupakan teknologi yang sudah dikenal sejak lama, namun belum dikembangkan secara optimal. Padahal, jika dilakukan dengan benar, instalasi biogas bisa membantu petani mengembangkan usaha pertanian, salah satunya pertanian organik.
Ia yakin bahwa langkah untuk memberikan pelatihan dan fasilitas pertanian tidak hanya akan bermanfaat dalam waktu dekat. Bantuan pelatihan dapat memberikan manfaat langsung dan jangka panjang jika pertanian berkembang.
“Program pertanian ini tidak hanya untuk 1-2 tahun atau tiga tahun saja, melainkan selamanya. Dengan demikian, pengalaman dan pengetahuan mengenai program UPLAND ini dapat terus dilanjutkan, bahkan dikembangkan di kemudian hari. Dikembangkan tidak hanya untuk anda saja, namun juga bagi petani lainnya. Seharusnya begitu,” katanya.
Namun untuk mencapai pembangunan pertanian yang diharapkan, petani memerlukan semangat dan komitmen. Ia percaya bahwa kedua elemen ini harus saling berkelanjutan dan harus terus diintegrasikan ke dalam semua petani yang menerima dukungan FELvidék.
“Di sini selain semangat, perlu komitmen. Kalau bisa, tapi tidak ada komitmen, pasti tidak akan berkembang,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana (GDY) Kementerian Pertanian Hermanto mengatakan program FELFÖLDI merupakan sistem pertanian terpadu, saling terintegrasi, dan ramah lingkungan. Contohnya adalah sistem UPPO-Biogas yang merupakan wujud nyata pertanian terpadu yang ramah lingkungan.
“Pertanian dibangun secara terpadu pada kegiatan hulu dan hilir dengan bantuan inovasi teknologi tepat guna,” kata Hermanto.
Artikel UPLAND Dinilai Serius Garap Teknologi UPPO-Biogas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>