Artikel Investasi AS di Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Laporan terbaru AmCham Indonesia dan Kamar Dagang AS yang bertajuk “Investasi di AS: Mitra Inovasi untuk Indonesia” memaparkan ruang lingkup dan dampak investasi AS di Indonesia selama satu dekade terakhir, serta menyoroti berbagai isu yang mungkin lebih penting. berkelanjutan. Iklim Investasi menarik
“Perekonomian Indonesia yang dinamis sedang mengalami evolusi baru, beralih dari pertumbuhan yang didorong oleh infrastruktur di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo ke masa depan yang dibentuk oleh teknologi, kerja sama global, dan berbagai isu yang menjadi agenda utama Presiden Prabo Subianto,” demikian laporan yang dikutip pada Selasa (11 /26/2024 ).
Di bawah kepemimpinan Jokowi, diyakini telah terjadi kemajuan signifikan dalam menghubungkan berbagai wilayah nusantara melalui berbagai inisiatif seperti Jalan Tol Trans-Jawa, Kereta Cepat Whoosh antara Jakarta dan Bandung, perluasan kawasan industri, dan lagi. Bandara. Tahapan infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan konektivitas dan integrasi ekonomi.
Sementara itu, Presiden Pravo mempunyai banyak tujuan di bawah kepemimpinannya untuk lima tahun ke depan, mulai dari tujuan swasembada pangan dan energi hingga pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tengah iklim geopolitik global yang tidak menentu.
Selain itu, terdapat inisiatif untuk menerapkan program makanan bergizi gratis untuk memerangi stunting pada anak, meningkatkan koneksi internet gratis di desa-desa dan membangun proyek perumahan yang terjangkau. Selain itu, mantan menteri pertahanan ini juga menyatakan komitmen kuat terhadap pembangunan keamanan, yang menandakan strategi yang kuat bagi keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi.
Indonesia telah melewati puncak jendela dividen demografis, sebuah fase penting yang dapat mempercepat atau menghambat ambisi pemerintah yang baru. Pergeseran demografis ini memerlukan perencanaan strategis untuk memastikan angkatan kerja yang kompetitif dan siap, terutama seiring dengan kemajuan dalam bidang ekonomi. teknologi dan otomasi mengubah pasar tenaga kerja.” “Untuk memanfaatkan peluang terbatas ini, Indonesia harus memprioritaskan investasi pada sumber daya manusia,” menjelaskan.
Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca-Covid-19 tetap stabil namun tidak terlalu kuat selama dua tahun terakhir, belanja konsumen – yang mencakup lebih dari separuh aktivitas perekonomian Indonesia – telah menurun. Pengangguran mencapai 7,47 juta pada Agustus 2024, lebih rendah dibandingkan puncak pandemi Covid-19 namun masih lebih tinggi dibandingkan angka sebelum pandemi pada tahun 2019.
Kelas menengah juga menyusut hampir 10 juta selama lima tahun, dari 57,3 juta pada tahun 2019 menjadi 47,8 juta pada bulan Maret 2024, menurut angka resmi pemerintah. “Untuk mempercepat momentum perekonomian dan mencapai tujuan negara untuk menjadi perekonomian yang sejahtera pada tahun 2045, pemerintah juga harus mengatasi tantangan lingkungan dan keberlanjutan. Momentum pembangunan yang pesat harus diimbangi dengan tujuan keberlanjutan Indonesia dan komitmen untuk mencapai emisi net zero, khususnya seiring dengan semakin sadarnya investor terhadap lingkungan”, lanjutnya.
Laporan tersebut diketahui didukung oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan didasarkan pada penelitian awal yang dilakukan oleh Ernst & Young Indonesia. Laporan tersebut diterbitkan dalam rangka US-Indonesia Investment Summit 2024 dengan tema “Pathways menuju Indonesia Emas 2045″.
Direktur Misi USAID Indonesia Jeffrey P. Cohen mengatakan laporan tersebut memberikan gambaran pemetaan sejarah investasi AS dan kualitas investasi AS. Perusahaan-perusahaan AS, lanjutnya, berinvestasi dengan cara yang meningkatkan kelestarian lingkungan, memberikan kondisi terbaik bagi tenaga kerja dan memberikan dampak sosial.
“Saya rasa yang penting dalam laporan ini untuk tahun depan adalah menunjukkan cara-cara yang bisa dilakukan perusahaan-perusahaan Amerika untuk berinvestasi di Indonesia dan juga memberikan rekomendasi agar investasi tersebut dapat terus tumbuh berdasarkan kemitraan antara perusahaan-perusahaan Amerika dan pemerintah Indonesia.” kata Jeffrey.
Artikel Investasi AS di Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Investasi AS di Indonesia Capai Rp 1.066 Triliun dalam Satu Dekade Terakhir pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Angka investasi AS di Indonesia berasal dari laporan terbaru AmCham Indonesia-Kamar Dagang AS, Investasi AS: Mitra Inovasi Indonesia.
CEO AmCham Indonesia Lydia Ruddy 2024 Pada US-Indonesia Investment Summit, “Golden Indonesia: Charts” mengatakan kehadiran perusahaan-perusahaan AS penting tidak hanya untuk investasi keuangan besar, namun juga sebagai katalis inovasi di berbagai bidang. Jalan Menuju 2045, Selasa, Jakarta Pusat (26/11/2024).
Laporan tersebut mencatat bahwa pada tahun 2014-2023 Ada empat investasi AS di Indonesia. Rinciannya, investasi di Badan Koordinasi Kementerian Investasi dan Penanaman Modal (BPKM) sebesar 17,1151 miliar. Dolar AS, minyak dan gas (migas) – 37,430 miliar.
Selain itu, merger dan akuisisi menyumbang $7,8 miliar. Juga, investasi tambahan oleh perusahaan-perusahaan AS – 5 miliar.
“Jadi sebagian besar masalahnya adalah pada sumber daya alam, pertambangan, lalu mesin-mesin besar.” “Tetapi khususnya dalam dekade terakhir, terdapat lebih banyak investasi di bidang ekonomi digital, jasa dan obat-obatan.
Lydia mengatakan, untuk meningkatkan investasi Amerika di Indonesia, perlu dilakukan perbaikan iklim investasi di Indonesia. Hal ini merupakan tantangan bagi perusahaan, terutama yang merupakan bagian dari rantai pasokan global.
Angka investasi dalam laporan tersebut dikatakan lebih tinggi dibandingkan angka resmi pemerintah Indonesia karena mencakup semua sektor serta merger dan akuisisi.
Laporan dari KTT AmCham Kamar Dagang dan Investasi AS menyoroti pentingnya kelanjutan kerja sama AS-Indonesia untuk mendukung tujuan Indonesia bergabung dengan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dan pada tahun 2045. menjadi salah satu negara dengan perekonomian terdepan.
Artikel Investasi AS di Indonesia Capai Rp 1.066 Triliun dalam Satu Dekade Terakhir pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Investasi Melonjak era Jokowi, Kepala BKPM: Investor Percaya dengan Iklim Investasi RI pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Pertumbuhan investasi sepuluh tahun terakhir karena stabilnya kepercayaan investor. Alhamdulillah kita bisa mendapatkan kepercayaan investor,” kata Rozan dalam siaran persnya. “Kuartal III tahun 2024 dan 10 tahun capaian investasi di bawah Presiden Jokowi di Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Rosen mengatakan investasi merupakan komitmen jangka panjang, sehingga kepercayaan sangatlah penting. Oleh karena itu, Rozan mengatakan tren positif investasi di bawah kepemimpinan Jokowi akan terus berlanjut pada era Prabowo Subianto.
Intinya adalah bagaimana kita dapat terus memperbaiki kebijakan, regulasi, dan perizinan agar investor percaya bahwa kita serius dalam melakukan reformasi kebijakan seperti Omnibuslaw yang akan berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja, kata Rozan.
Rozan mengatakan, selama 10 tahun pemerintahan Jokowi, total pelaksanaan investasi mencapai 9.117,4 triliun birr. Rosen mengatakan tren pelaksanaan investasi sejak 2014 selalu lebih tinggi dari target atau rencana strategis (Renstra) awal.
Selain itu, Rozan mengatakan peningkatan pelaksanaan investasi berdampak signifikan terhadap lapangan kerja. Rozan menjelaskan, dalam 10 tahun terakhir, penerapan investasi telah menciptakan lapangan kerja bagi 13,8 juta warga.
“Pada tahun 2023 daya tarik angkatan kerja sebesar 1,823 juta pekerja, namun pada Januari hingga September 2024 mencapai 1,875 juta pekerja,” lanjut Rosen.
Rozan mengatakan di akhir masa pemerintahan Jokowi terdapat tren positif dalam pelaksanaan investasi. Menurut Rozan, Indonesia mencatatkan pertumbuhan investasi sebesar Rp431,5 triliun pada kuartal III-2024, naik 15,3 persen year-on-year (YoY).
Pendapatan terbesar berasal dari penanaman modal asing (FDI) sebesar Rp232,7 triliun atau 53,9 persen dari total investasi, lanjut Rozan.
Roseanne mengungkapkan Singapura menjadi negara dengan nilai investasi tertinggi antara Januari hingga September 2024. Rozan menyatakan, nilai investasi di Singapura sebesar 5,5 miliar dolar yaitu 85,44 triliun rupiah (kurs 15.536 rupiah AS). dolar).
Faktanya, Singapura menjadi investor nomor satu di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir, kata Rozan.
Bukan hanya nilainya yang tertinggi, namun nilai investasi di Singapura juga semakin meningkat dari tahun ke tahun, tambah Rozan. Investasi Rozan Singapura di Indonesia meningkat dua kali lipat dibandingkan empat tahun lalu.
“Kita lihat trennya, pada kuartal III 2021 investasi Singapura mencapai $2,5 miliar, kemudian menjadi $3,8 miliar (2022), lalu menjadi $4,4 miliar (2023) dan alhamdulillah sekarang (Januari-September 2024) mencapai $5,49 miliar. . kata Roseanne.
Muhammad Nursyamsi
Artikel JAHANGIR CIRCLE Investasi Melonjak era Jokowi, Kepala BKPM: Investor Percaya dengan Iklim Investasi RI pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Realisasi Investasi Era Jokowi Tembus Rp 9.117 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Tahun 2014 hingga 2019 investasinya sebesar Rp3.294,3 triliun, kemudian tahun 2020 hingga 2024 sebesar Rp5.823,1 triliun. Total realisasi investasi dalam 10 tahun mencapai Rp9.117,4 triliun,” kata Rossan dalam konferensi pers realisasi investasi triwulan III 2024 dan 10 Tahun Pencapaian Investasi Era Presiden Jokowi di Kementerian Investasi/BKPM di Jakarta. Selasa ( 15/10/2024).
Rossan mengatakan, realisasi investasi sejak 2014 selalu melebihi tujuan awal atau rencana strategis (renstra). Rossan mencontohkan realisasi investasi tahun 2023 sebesar Rp 1.418,9 triliun melebihi rencana strategis sebesar Rp 1.099,8 triliun.
Menariknya, 10 tahun lalu investasi lebih terkonsentrasi di Pulau Jawa, kemudian pada tahun 2020 dan seterusnya akan terjadi perubahan di luar Pulau Jawa yang tumbuh lebih cepat, kata Rozan.
Selain itu, Rossan mengatakan peningkatan realisasi investasi juga berdampak signifikan terhadap lapangan kerja. Rossan mengatakan, realisasi investasi dalam 10 tahun terakhir berhasil menciptakan 13,8 juta lapangan kerja.
“Penyerapan angkatan kerja pada tahun 2023 sebanyak 1,823 juta pekerja, sedangkan pada Januari hingga September 2024 mencapai 1,875 juta pekerja,” lanjut Rossan.
Rossan mengatakan tren positif ini akan berlanjut pada kuartal III 2024 dengan realisasi investasi sebesar Rp431,48 triliun, meningkat 15,24 persen dari tahun sebelumnya, dan serapan angkatan kerja mencapai 650 ribu orang.
Rossan mengatakan, lima subsektor yang memberikan sumbangan investasi pada triwulan III 2024 adalah pengangkutan, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp58,04 triliun atau 13,45 persen, metalurgi dasar, produk logam selain mesin dan peralatan sebesar Rp55,87 triliun atau 12,95 persen; nilai pertambangan Rp44,64 triliun atau 10,34 persen; industri kimia dan farmasi Rp31,61 triliun atau 7,33 persen; pada industri makanan Rp31,30 triliun atau 7,26 persen.
“Peningkatan investasi ini juga karena program hilirisasi yang berjalan dengan baik,” lanjut Rossan.
Rossan menjelaskan, realisasi investasi pada Januari-September 2024 mencapai Rp1.261,43 triliun atau 76,45 persen dari target Presiden yang sebesar Rp1.650 triliun. Rosan mengatakan, total nilai realisasi hilirisasi selama sembilan bulan tersebut sebesar Rp 272,91 triliun atau 21,6 persen dari total realisasi investasi Januari-September 2024.
Rosan mengatakan hilirisasi memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan investasi. Dengan Kanavoima, investasi hilir dapat memberikan nilai tambah dan juga mendorong penciptaan lapangan kerja.
“Nilai realisasi investasi pada rantai hilir selalu di atas 20 persen. Artinya, kebijakan Presiden Jokowi ini sudah sangat nyata hasilnya, sehingga hilirisasi kebijakan tersebut kita lanjutkan di bidang lain agar lebih memberikan nilai tambah,” lanjut Rossan.
Rossan mengatakan peningkatan realisasi investasi juga menunjukkan bahwa Indonesia berhasil menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Hal ini penting untuk menarik lebih banyak investor ke Indonesia.
“Data menunjukkan tren investasi terus meningkat. Hal ini karena kita mampu membangun kepercayaan investor lokal dan asing karena iklim investasi kita ke depan akan semakin membaik,” kata Rossan.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Realisasi Investasi Era Jokowi Tembus Rp 9.117 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>