Artikel Review Film Wicked: Hangat, Manjakan Mata, Cocok untuk Pencinta Musikal! pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Episode pertama “Wicked” dibuka dengan berita bahwa Elphaba, Penyihir Jahat dari Barat (diperankan oleh Cynthia Erivo), telah meninggal dunia. Warga Munkinland menyambut pengumuman ini dengan sorak-sorai gembira.
Segera setelah itu, penyihir baik Glinda (diperankan oleh Ariana Grande) muncul dalam gelembung terbang dan mendekati sekelompok warga. Banyak yang masih tidak percaya kalau Penyihir Jahat sudah mati, namun Glinda kembali membenarkannya.
Di antara sekian banyak pertanyaan warga, ada satu yang menjadi “pintu masuk” cerita film “Wicked” yaitu “Apakah Glinda berteman dengan Penyihir Jahat?”. Glinda menjawab “ya” untuk pertanyaan ini. Plot film ini kembali ke masa ketika Glinda dan Elphaba pertama kali bertemu di Universitas Shiza.
Karakter Glinda dan Elphaba sangat bertolak belakang. Glinda adalah gadis cantik, populer, naif dan dicintai banyak orang. Sedangkan Elphaba merupakan sosok yang tertutup dan terisolasi karena warna kulitnya yang hijau.
Awalnya Elphaba hanya mengantar adiknya Nessaros (diperankan Marissa Bode) untuk belajar di Universitas Shiza. Namun, suatu kejadian akhirnya menyebabkan Profesor Madame Morrible (diperankan oleh Michelle Yeoh) meminta Elphaba untuk belajar di sana.
Elf dan Glinda menjadi teman sekamar. Berbagai konflik pun bermunculan. Namun beberapa “kebaikan” akhirnya membuat mereka berteman. Hubungan tegang Glinda dan Elphaba berkembang menjadi interaksi yang hangat.
Berkat sihir Elphaba, dia bertemu dengan Wizard of Oz (diperankan oleh Jeff Goldblum). Elphaba memanggil Glinda, yang bercita-cita menjadi penyihir. Sayangnya, saat bertemu dengan Wizard of Oz, Elphaba kecewa. Momen inilah yang menjadi awal mula Elphaba disebut sebagai Penyihir Jahat. Inilah klimaks emosional dari film tersebut. Ekspresi kesedihan berubah menjadi ekspresi perlawanan. Apa yang telah terjadi
Artikel Review Film Wicked: Hangat, Manjakan Mata, Cocok untuk Pencinta Musikal! pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Aktor Bryan Domani Belajar Arti Keikhlasan dari Film Pantaskah Aku Berhijab pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Film ini menunjukkan segalanya ada waktunya. Sabar dan jujur saja. Terkadang apa yang kita anggap terbaik, belum tentu yang terbaik,” kata Epi Brian dari Jakarta dalam konferensi pers film Pantaskar Ak Belhijab yang digelar di Centrum. , Rabu (13/11/2024).
Dalam film ini, Brian akan dipasangkan bersama Nadia Arena yang berperan sebagai Sophie. Berkaca pada kisah Sophie dan Axa, Brian mengatakan hubungan mereka benar-benar mencerminkan persahabatan sejati seumur hidup.
“Menurutku, Axa dan Sophie adalah sahabat sejati seumur hidup. Mereka berteman sejak sekolah hingga dewasa, sudah saling mengetahui kelemahan masing-masing dan menerima segala yang dimiliki masing-masing.”
Brian menilai film yang disutradarai Hadra Deen Ratu ini mengandung pesan moral dan nilai-nilai kebaikan yang bisa diterima semua kalangan, termasuk non-Muslim. Oleh karena itu, ia berharap film “Pantaskah Aku Berhijab” mendapat respon positif dari para pecinta film tanah air.
“Alasan kenapa menurutku ini cocok untuk semua orang adalah karena aku tahu banyak orang juga punya kesulitannya masing-masing, Sophie. Kita semua punya masalah, kita semua pernah terpuruk, kita semua berusaha untuk bangkit kembali. . “Kadang-kadang,” kata Brian.
Film Pantaskah Aku Berhijab menggambarkan kisah Sophie yang menjalani kehidupan penuh tantangan dan cobaan. Tumbuh tanpa sosok ayah, Sophie merasa kehilangan. Dia terlibat dalam hubungan yang beracun dan menghadapi kenyataan pahit tentang kehamilan yang tidak diinginkan yang menghancurkan kariernya.
Namun melalui segala liku-liku dan cobaan dalam hidup Sophie, ada satu sahabat yang selalu mendukungnya: Axa. Axa adalah sosok penting yang selalu menguatkan dan mendukung Sophie agar ia bisa melanjutkan hidupnya meski harus melalui proses penerimaan diri yang panjang.
Selain Nadia Arena dan Brian Domani, film “Pantaskar Ak Belhijab” juga dibintangi Dini Aminulti, Anjira Shafa, Indra Bilowo, Tike Priatna, Hifuzi Koia, Chakrawala Airawan, Askya Mahila, Dafa Wardana dan Denmark Sharifa juga tampil. Film tersebut akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai 21 November 2024.
Artikel Aktor Bryan Domani Belajar Arti Keikhlasan dari Film Pantaskah Aku Berhijab pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dhini Aminarti Ungkap Pengalaman Pertama Akting Jadi Ibu 3 Anak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Jujur, ini pertama kalinya aku berperan sebagai seorang ibu yang memiliki tiga anak yang sudah besar. Di film-film sebelumnya aku juga berperan sebagai seorang ibu, namun dengan anak yang masih kecil,” ujar Dhini dalam acara tersebut berbicara tentang film Pantaskah Aku Berhijab di Epicentrum, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Untuk mengkaji peran Hamidah, Dhini mencoba mempelajari tentang ciri-ciri seorang ibu yang harus merayakan kelahiran tiga orang anaknya. Setelah belajar, Dhini menyadari bahwa menjadi seorang ibu membutuhkan kebebasan – menerima keadaan dan kesalahan anaknya tanpa menghakimi, namun membimbing dan penuh kasih sayang.
“Saya mencoba mengenal ibu tiga anak ini. Dan ternyata kalau anak punya masalah, dia akan lari banget ke keluarga. Orang tua harus benar-benar menerima dan menyayangi anaknya,” kata Dhini.
Untuk menunjang peran Dhini sebagai Bu Hamidah, tim tata rias pun mengedit penampilannya. Kulit Dhini dirona agar sesuai dengan usia dan penampilan Hamidah.
“Aku juga terlihat berbeda di sini, tim makeup bilang kulitku seperti ini. Katanya aku akan terlihat lebih tua,” kata Dhini.
Film Pantaskah Aku Berhijab mengikuti kisah Sofi (Nadya Arina) yang menghadapi kehidupan penuh tantangan dan cobaan berat. Tumbuh tanpa ayah, Sofi merasa kehilangan. Terjebak dalam hubungan yang beracun, menghadapi kemungkinan terburuk, kehamilan yang tidak diinginkan yang menghancurkan kariernya.
Namun dibalik semua perubahan hidup Sofi, ada satu sahabat yang selalu mendukungnya, Aqsa (Bryan Domani). Aqsa adalah sosok hebat yang selalu menyemangati dan mendukungnya, sehingga Sofi bisa tetap melanjutkan hidupnya meski harus melalui masa penerimaan diri yang panjang. Film produksi Narasi Semesta ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 21 November 2024.
Artikel Dhini Aminarti Ungkap Pengalaman Pertama Akting Jadi Ibu 3 Anak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Morgan Oey Bintangi Film Terbaru Joko Anwar Pengepungan di Bukit Duri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Saya penggemar berat Bang Jok, saya suka film-film yang dibintanginya. Jadi ketika saya baru saja melakukan casting, saya seperti, ‘Apakah kamu serius?!’ “Dan sampai pemilu berakhir, saya merasa tidak percaya,” kata Morgan dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (21/10/2024).
Morgan mengatakan ini merupakan proyek film pertamanya bersama Joko Anwar. Oleh karena itu, ia merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari film aksi thriller Pengepungan di Bukit Duri.
“Ketika mereka bertanya kepada saya, saya merasa sangat senang. Apalagi naskahnya bagus sekali, yang menurut Bang Joko juga butuh waktu 17 tahun untuk akhirnya menjadi sebuah film. “Jadi ini adalah kesempatan yang tak terlupakan,” kata Morgan.
Dalam film ini, Morgan akan memerankan karakter Edwin, seorang guru pengganti di SMA DURI yang khusus diperuntukkan bagi siswa bermasalah. Morgan mengatakan bahwa karakter Edwin sangat berbeda dengan dirinya di dunia nyata, sehingga diperlukan pendekatan dan penelitian yang cukup panjang untuk memahami karakter Edwin.
“Untuk bisa memerankan Edwin, Bang Joko juga banyak membantu saya. Jadi dia punya cara untuk membuat aktornya menyatu dengan perannya. “Saat aku di lokasi syuting, aku bukan Morgan lagi, aku Edwin,” kata Morgan.
Joko Anwar mengaku sangat terkesan dengan kemampuan akting Morgan di film tersebut. “Jika Anda menontonnya nanti, Anda pasti akan terkesan dengan penampilan Morgan di film ini. “Karena dia memang berbeda, berbeda,” kata Joko.
Pengepungan di Bukit Duri merupakan film ke-11 Jok Anwar yang menandai babak baru dalam karier filmnya. Genre action thriller menjadi film non-horor pertama Joko Anwar sejak menggarap Gundale (2019) enam tahun lalu.
Menariknya, film ini juga dibuat bekerja sama dengan studio Hollywood, Amazon MGM Studios. Ini merupakan kolaborasi pertama Amazon MGM Studios dengan perusahaan film Asia Tenggara Come and See Pictures untuk rilis di bioskop. Joko mengungkapkan, proses syutingnya akan dilakukan pada tahun 2024. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2025.
Artikel Morgan Oey Bintangi Film Terbaru Joko Anwar Pengepungan di Bukit Duri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Jakarta Film Week 2024 Resmi Dibuka dengan Pemutaran Sampai Jumpa, Selamat Tinggal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Film Goodbye, Farewell merupakan karya yang sangat pribadi bagi saya dan saya bangga bisa menjadi bagian pembuka Jakarta Film Week tahun ini, kata Adriyanto.
Ia berkata: “Saya berharap film ini dapat memikat penonton, sesuai dengan tema Resonansi yang diajukan Jakarta Film Week.”
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2021, Jakarta Film Week telah berkolaborasi dengan mitra nasional dan internasional. Tahun ini festival ini didukung oleh Direktorat Film, Musik dan Media, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Pengelola Bakat Nasional (MTN) Seni dan Budaya, Asosiasi Penerbit Film Indonesia (INAFEd), Akademi Penghargaan Film Asia, Platform Busan dan banyak aktor lainnya.
“Melalui festival ini, kita dapat membimbing film Indonesia untuk terus berkembang dan dikenal dunia, sekaligus menciptakan kemitraan internasional yang dibutuhkan para sineas lokal,” kata Nuzul Kristanto, Ketua Kelompok Kerja Apresiasi dan Literasi Film Direktorat Sinema Kementerian Perfilman. Pendidikan dan Kebudayaan Musik dan Media (PMM).
Tahun ini, Pekan Film Jakarta menampilkan beragam film kurasi, yakni 140 film dari 55 negara yang menampilkan keberagaman. Misalnya saya menonton TV Glow karya sutradara Jane Schoenbrun, Exuma karya Jang Jae-hyun, In The Belly of a Tiger karya Jatla Siddartha dan film lainnya.
Film-film tersebut dapat disaksikan di luar CGV Grand Indonesia dan Taman Ismail Marzuki, serta layanan Vidio online. Selain pemutaran film-film pilihan, ada kegiatan menarik lainnya di Jakarta Film Week 2024. Mulai dari JFW Net, penghargaan kepada sutradara terpilih, hingga workshop editing khusus bersama editor ternama Hong Kong, Cheung Kai Fai.
“Kehadiran JFW NET memperkuat komitmen kami dalam membangun ekosistem industri film yang berkelanjutan,” kata Direktur Festival Pekan Film Jakarta Rina Damayanti.
Jakarta Film Week 2024 berlangsung hingga Minggu, 27 Oktober 2024. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan acara Jakarta Film Week 2024, kunjungi situs resmi www.jakartafilmweek.com dan Instagram @jakartafilmweek.
Artikel Jakarta Film Week 2024 Resmi Dibuka dengan Pemutaran Sampai Jumpa, Selamat Tinggal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Adhisty Zara Belajar Pakai Hijab untuk Perannya di Film Cinta dalam Ikhlas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Zara menjelaskan, karakter Ara adalah remaja putri yang pendiam, santun dan benar-benar mencerminkan sosok perempuan muslim. Diakui Zara, hal tersebut sangat berbeda dengan sifat aslinya di dunia nyata.
Jadi untuk mendalami peran Ara, lebih ke sehari-hari berjilbab, masuk kerja, kata Zara saat berkunjung ke kantor Republika.co.id di Jakarta, Kamis (24/10/2024).
Selain itu, Zara juga berlatih berbicara dengan nada lembut untuk menggambarkan karakter Ara. Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Zara bersyukur telah mendapat banyak bantuan dan bimbingan sepanjang proses ini dari Fajar Bustomi sebagai sutradara dan Kang Abay sebagai novelis.
Jadi ya, aku harus latihan ngomong biar bisa kayak Ara. Tapi untung Kang Abay (novelis) dan Pak Fajar (sutradara) juga ada. “Bantu aku,” kata Zara.
Zara mengatakan Love in İhlas merupakan proyek film drama religi pertamanya. Zara mengaku bisa belajar banyak melalui film produksi Starvision ini; salah satunya adalah bagaimana menjalin hubungan baik dengan Allah SWT.
“Kadang-kadang saya selalu menyalahkan dia, ‘Dia seperti Tuhan, kenapa begini?’ Setelah melalui semua itu, terlihat jelas bahwa niat Tuhan itu baik, Zara berkata, “Dan berkat film ini, aku juga belajar untuk selalu berbaik hati kepada Tuhan.”
Film Cinta Dalam Ikhlas bercerita tentang tokoh Athar (Abung Sungkar) yang jatuh cinta dengan teman sekelasnya Ara (Adhisty Zara) di sebuah sekolah Islam. Namun, karena mereka masih muda, mereka harus mengejar impian mereka. Athar dan Ara dibiarkan berumah tangga dan belajar melepaskan satu sama lain.
Diproduksi oleh Starvision, film ini dibintangi oleh Zara serta Abun Sungkar, Omar Daniel, Zoe Abbas Jackson, Maizura, Cut Mini, Donny Damara, Alif Rivelino dan lainnya. Film produksi Starvision ini akan rilis di bioskop mulai 28 November 2024.
Artikel Adhisty Zara Belajar Pakai Hijab untuk Perannya di Film Cinta dalam Ikhlas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS Pengalaman Pemain Film The Shadow Strays Belajar Bela Diri, Akui Sulit dan ‘Heran’ pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Salah satu pemain yang paling banyak menjalani latihan bela diri adalah Aurora Ribeiro. Dalam Shadows, Aurora memainkan karakter utama #13. “Lokakarya aksi empat bulan, begitulah rasanya,” ujarnya dalam konferensi pers di Pusat Gempa XXI Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Di antara pemain lainnya, Aurora pertama kali berlatih seni bela diri. Sebulan kemudian, aktor dan aktris lain bergabung. “Awal musim sungguh berat, satu bulan saja dan berikutnya tidak,” ucapnya.
Shadow Strays adalah film aksi pertama Aurora. Ia mengaku masih “baru” dalam dunia aksi sehingga harus banyak belajar. “Yang dasar-dasarnya lebih sulit, seperti koneksi otak kanan-kiri,” kata Arora.
Artikel JAHANGIR NEWS Pengalaman Pemain Film The Shadow Strays Belajar Bela Diri, Akui Sulit dan ‘Heran’ pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Wawancara Haru Aktor Spider-Man Andrew Garfield Soal Palestina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Saat tampil di podcast “Happy Sad Confused” yang direkam langsung Kamis di 92nd Street Y di New York City. Garfield ditanya oleh pembawa acara Josh Horowitz, “Apa manfaat 500 orang yang bertepuk tangan bagi Anda?” Aktor tersebut kemudian menjawab dengan mengalihkan perhatiannya ke warga Palestina di Gaza.
“Entahlah, aku senang sekali. Kita harus memfokuskan energi kita pada hal yang benar-benar penting,” tulis Huffington. mengutip dia
Pembawa acara bertanya lagi: “Apa yang lebih penting sekarang?”
Garfield menjawab: “Mungkin inilah kehidupan warga Palestina di Gaza saat ini. Mungkin disitulah kita menaruh hati dan tenaga. Siapa pun yang menderita Siapa pun yang tertindas Siapa pun yang menderita di bawah beban kengerian dunia kita saat ini Siapa pun yang tidak punya pilihan lain untuk menjalani kehidupan yang bermartabat. Ke sanalah energi kita harus diarahkan,” kata Garfield.
Garfield menerima tepuk tangan dari penonton selama rekaman langsung. tahun lalu Aktor tersebut adalah salah satu dari beberapa selebriti yang menandatangani surat tersebut. Artists4Gencatan Senjata menyerukan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk memfasilitasi gencatan senjata di Jalur Gaza; Hingga Oktober 2023, lebih dari 41.000 warga Palestina tewas dalam perang di Gaza.
Selama wawancara podcast Garfield juga berbicara tentang kariernya. Ini termasuk bekerja dengan mendiang aktor Heath Ledger pada tahun 2009 di The Imaginarium of Doctor Parnassus.
Garfield bilang dia punya banyak memorabilia dari Ledger. Terutama kacamata hitam yang ia berikan kepada Garfield setelah bintang Spider-Man itu memujinya.
“Dia adalah orang yang murah hati, cantik, dan kreatif,” kata Garfield tentang Ledger.
Artikel CIRCLE NEWS Wawancara Haru Aktor Spider-Man Andrew Garfield Soal Palestina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS Dikta Wicaksono Main Film Bareng Prilly Latuconsina, Ngaku tak Kesulitan Bangun Chemistry pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Untuk membangun chemistry, Dikta mengaku tidak mengalami kendala karena sering berbincang dan terbuka satu sama lain, bahkan syuting di luar ruangan. Menurutnya, keterbukaan tersebut membuat mereka cepat membangun kemesraan di layar kaca.
Berapa lama, dua hari itu yang sering dibicarakan, kata Dikta dalam jumpa pers di 21 Plaza Indonesia, Batavia, Kamis (10/10/2024).
Dikta pun membahas bagaimana Baskara tidak seperti dirinya, seperti pemain. Sebaliknya, Baskara bercita-cita menjadi pebasket namun gagal, sedangkan Dikta mengaku menjadi petenis karena dorongan orang tuanya.
“Iya betul saya atlet dan tidak gagal. Tapi jangan salah, orang tuaku memaksaku. “Sekarang tokoh Baskara memang ingin jadi atlet, tapi gagal,” kata Dikta.
Ketidakmampuan Baskara mencapai cita-citanya sebagai atlet berdampak pada pikirannya. Melalui tokoh Baskara, Dikta ingin menunjukkan bagaimana kelelahan mental bisa diderita siapa saja, termasuk manusia.
“Melalui Baskara, saya juga ingin menunjukkan bahwa kita semua membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat yang sedang menghadapi kesulitan,” kata Dikta.
Musim 1 Mei Modo Kumenangis mengikuti kisah Tari (oleh Prilly Latuconsina), yang, ketika kakak laki-lakinya meninggalkan rumah, harus berjuang sendirian untuk menyelamatkan ibunya (Dominique Sanda) dari ayahnya yang kejam (Surya Saputra). Para penari yang sudah begitu menderita sejak kecil, tidak sanggup lagi menanggung beban tersebut. Bersama Baskara (Dikta Wicaksono), pria angker yang juga tergabung dalam kelompok pendukung yang sama, Tari berusaha mengatasi rasa sakitnya.
Film karangan Reka Wijaya ini juga menghadirkan Widi Mulia (sebagai Nina), seorang support group counselor, Ummi Quary (Ica), Kristo Immanuel (Agoy), Gracia JKT48 (Sarah), dan Antonio Blanco (Dimas). “I Can Win Just Once” akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 Oktober 2024.
Artikel JAHANGIR NEWS Dikta Wicaksono Main Film Bareng Prilly Latuconsina, Ngaku tak Kesulitan Bangun Chemistry pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS Film Tebusan Dosa Suguhkan Horor Misteri ‘Segar’ dengan Drama Menyentuh pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Republika.co.id berkesempatan untuk meninjau film tersebut melalui siaran pers pada Rabu (9/10/2024). Dengan durasi 116 menit, Angie Noen membuat film ini berbeda dari film horor lainnya. Redemption tidak sekedar menjual jumpscare atau visual seram, ia menawarkan cerita tak biasa dengan plot yang sulit diprediksi.
Film ini mengikuti karakter Ven (diperankan oleh Khushal Salma), seorang ibu yang mengalami peristiwa tragis ketika putrinya yang berusia 11 tahun, Nirmala, hilang dalam kecelakaan sepeda motor di jembatan. Ibu Wenning, Uti Yah, juga tewas dalam kecelakaan itu. Ven merasa sangat bersalah karena ibunya telah meninggal dan putranya dibawa ke sungai, namun ia yakin Nirmala masih hidup. Tirta (diperankan Putri Marino), podcaster Seiki Tirta tertarik menayangkan kehidupan tragis Wenning secara online.
Penuh usaha dan harapan, pencarian Wen untuk Nirmala termasuk meminta bantuan penjelajah Jepang Tetsuya (diperankan oleh Shogen). Wenning pun meminta bantuan dukun misterius Mbah Gowa. Namun di tengah pencarian, Venning sering didatangi hantu Uti Yah.
Atonement merupakan film horor misteri yang menawarkan kisah mendebarkan tentang cinta keibuan, ketangguhan wanita, dan misteri kehidupan. Melalui tokoh Wenning, penonton diajak merasakan naik turunnya kehilangan, kegelisahan akan ketidakpastian, dan harapan yang tak pernah pudar. Dalam pencarian putranya, Wen tidak hanya menguji kekuatan fisiknya, tetapi juga kekuatan emosionalnya sebagai seorang ibu.
Sutradara Joseph Angie Noen menciptakan suasana misteri horor yang menegangkan dan realistis dibalut drama yang intens. Di Suburbs, Angie Noen mengambil pendekatan horor yang tidak hanya menangkap wujud monsternya, tapi juga tekanan kehidupan yang kompleks.
Angie Noen dalam jumpa pers di Epicentrum XXI Jakarta, Rabu (9/10/) mengatakan, saya berharap penonton bisa merasakan kompleksnya emosi karakter Wen. Perjuangannya mewakili perjuangan banyak perempuan dalam hidup.” 2024). ).
Angie menjelaskan bahwa ia sengaja memilih kota kecil di mana masyarakatnya mulai menunjukkan modernitas namun masih percaya pada praktik okultisme atau perdukunan. Menariknya, tokoh sentral film ini adalah para imigran yang pindah ke desa dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Jadi hampir semua karakternya adalah pendatang. Tirta, Venning, dan Tetsuya tiba di desa dengan cerita berbeda, namun mereka berharap dapat mempercayainya. “Jadi saya menggabungkan jarak dan perbedaan budaya itu menjadi sesuatu yang menarik,” kata Angie.
Produser Horror Sir Ransom Sins Mohammad Zaidi mengatakan film tersebut merupakan terobosan baginya dan Palari Films dalam mengeksplorasi genre tersebut. Ia pun merasa terberkati bisa bekerja sama dengan orang-orang terbaik dan berharap Ransom Sins menjadi misteri horor tersendiri bagi penonton Indonesia.
“Angie Noen adalah sutradara dengan visi yang kuat dan cara bercerita yang unik. Pengerjaan Indemnity tentu sangat sulit karena tidak mudah, dan banyak tuntutan teknis yang harus dipenuhi. Kami berusaha menyeimbangkan unsur drama dan horor. dan menjadikannya sebuah sajian istimewa bagi para penonton. Kami berharap demikian,” ujar Mohammad Zainun.
Selain Happy Salma dan Putri Marino, film ini juga dibintangi oleh Bisma Mulia, aktor Jepang Shogen, Keiko Ananta, Lakshmi Notokusumo, dan Haru Sandra. Ransom akan tayang di bioskop pada 17 Oktober 2024.
Artikel JAHANGIR NEWS Film Tebusan Dosa Suguhkan Horor Misteri ‘Segar’ dengan Drama Menyentuh pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>