Artikel Skincare Etiket Biru Hanya Boleh Dipakai dengan Resep Dokter pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Eka Rosmalasari, Humas BPOM, mengatakan produk perawatan kulit label biru sebaiknya disesuaikan dengan individu dan pasien tertentu sesuai diagnosis dokter kulit. “Sayangnya, produk perawatan kulit berlabel biru yang tidak memenuhi regulasi saat ini sehingga dapat membahayakan kulit kini banyak dijual,” kata Eka baru-baru ini.
Mereka menemukan bahwa produk perawatan kulit berlabel biru yang tidak mematuhi peraturan tersebut mengandung bahan obat yang kuat tetapi tersedia tanpa resep atau di bawah pengawasan dokter, atau diproduksi secara massal dan dijual secara online. “Risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan produk perawatan kulit jenis ini sangat serius dan sebanding dengan bahan obat kuat yang dikandungnya, artinya dapat menimbulkan banyak efek samping dan komplikasi kesehatan,” – katanya.
Ia juga menyebutkan beberapa hal lain yang ditemukan BPOM, seperti kosmetik tanpa izin edar (TIE). Menurutnya, TIE Cosmetics juga menimbulkan risiko kesehatan bagi penggunanya karena tidak dapat menjamin kesehatan, manfaat, dan kualitas produknya. “Produk-produk tersebut sudah kadaluwarsa, tidak dapat dijamin keamanan dan mutunya, sehingga penggunaannya sangat berisiko.
Artikel Skincare Etiket Biru Hanya Boleh Dipakai dengan Resep Dokter pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Profil Mira Hayati, Si Ratu Emas yang Diduga Terjerat Kasus Skincare Berbahaya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Mira Hayati dikenal sebagai Ratu Emas karena kerap memakai perhiasan berukuran besar dan memukau di akun Instagramnya. Selain itu, ia juga viral usai memamerkan tas berbahan emas yang mencapai Rp 550 juta.
Sebelum dirusak emas, perempuan kelahiran 1996 ini berjualan kulit dan berjualan bensin. Namun berbagai upaya dan usaha tersebut tidak terwujud.
Dan hingga terjadi pandemi Covid-19 akibat terpuruknya perekonomian, Mira kembali mencoba tantangannya di industri kulit. Dalam sebuah perbincangan, Mira bercerita bahwa saat itu ia berprofesi sebagai penyanyi dan menghadapi pengangguran karena sakit.
Saat memulai kembali bisnis perawatan kulitnya, Mira, dengan modal terbatas, memutuskan untuk berjualan online dan beriklan saja. Untuk mempromosikan dan memasarkan perawatan kulitnya, Mira pun sengaja menyiapkan produk kulit gratis untuk dicoba langsung oleh masyarakat. Cara pemasaran yang dilakukan Mira berhasil menyebarkan kulitnya dan mempromosikannya secara luas.
Artikel Profil Mira Hayati, Si Ratu Emas yang Diduga Terjerat Kasus Skincare Berbahaya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Yang Perlu Diperhatikan Ketika Beli Kosmetik dan Skincare pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dokter Darma mengatakan ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum membeli kosmetik atau produk perawatan kulit. Cek dulu persetujuan edar BPOM secara detail, jangan hanya mengandalkan klaim kemasan saja.
“Pastikan produk tersebut memiliki nomor registrasi BPOM yang dapat dicek langsung melalui website resmi atau aplikasi BPOM. “Hal ini menjamin produk tersebut telah lolos uji keamanan dan mutu,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (14/11/2024).
Kedua, memahami pengertian kosmetik. Dokter Darma menjelaskan kosmetik tidak digunakan untuk pengobatan, melainkan hanya untuk menjaga dan memperbaiki penampilan kulit. Jika suatu produk mengklaim dapat mengobati atau mengobati suatu penyakit, produk tersebut diklasifikasikan sebagai produk obat dan memerlukan izin terpisah.
Lalu yang ketiga, hati-hatilah terhadap produk yang tidak dikemas. Darma menjelaskan, produk topikal (seperti suntikan) memiliki risiko yang signifikan, seperti infeksi, alergi, atau masalah lainnya.
“Penggunaan produk tersebut harus di bawah pengawasan tenaga medis yang berkompeten agar tidak berdampak tidak hanya pada kulit, tetapi juga lapisan yang lebih dalam,” kata Ketua Departemen Dermatologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana itu.
Keempat, selalu waspada terhadap keluhan yang bersifat instan. Darma mengimbau masyarakat untuk tidak membeli produk yang hasilnya cepat atau instan, karena seringkali mengandung bahan berbahaya yang dapat membahayakan kulit dan kesehatan.
Jika ragu dengan keamanan produk kosmetik, ia menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kulit. Dokter akan memperhatikan baik-baik kondisi kulit, termasuk riwayat kesehatan, pemeriksaan kulit, dan faktor lain yang mempengaruhi kondisi seseorang.
“Jangan percaya informasi yang tersebar di media sosial, meski dari dokter, apalagi jika dokter tersebut menjual produk terkait,” ujarnya.
Untuk diketahui lebih lanjut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia telah mencabut izin peredaran 16 produk kosmetik yang digunakan atau digunakan sebagai obat melalui jarum suntik atau mikroinjektor. BPOM mencatat produk suntik atau suntik tidak termasuk dalam kategori kosmetik. Suntikan yang dilakukan dengan menggunakan produk yang tidak tepat dan dilakukan oleh tenaga non-medis menimbulkan risiko kesehatan.
Artikel Yang Perlu Diperhatikan Ketika Beli Kosmetik dan Skincare pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dokter: Ibu Hamil Pakai Skincare Bermerkuri Seoles Aja Berisiko Keguguran pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Jika ibu hamil menggunakan perawatan kulit yang mengandung merkuri, sekali sentuh saja, ada risiko keguguran,” kata Abelina dalam jumpa pers Sociola Beauty Wonderland di Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Perawatan kulit dengan menggunakan steroid, terutama dalam jangka panjang, dapat menyebabkan kerusakan kulit yang sulit diperbaiki. Demikian pula produk perawatan kulit yang mengandung hidrokuinon dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan atau eritema, iritasi, dan ochronosis (kelainan kulit dengan pigmentasi biru kehitaman atau biru abu-abu pada wajah).
“Jadi jangan karena ingin putih, maaf, efeknya berbahaya lho. Jangan memutihkan atau tidak, tapi akan merusak kulitmu. Juga steroid, heroinon, itu Efeknya sulit untuk dibalik,” katanya. .
Ia pun menghimbau masyarakat, khususnya para beauty lovers, untuk hanya memikirkan skin goal saja. Menurutnya, penting juga untuk membeli produk perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing individu.
“Boleh punya skin goal, tapi jangan berhenti fokus. Pikirkan juga kebutuhan kulitmu. Kalau punya jerawat, belilah produk yang menenangkan, jangan gunakan produk yang mencerahkan,” kata dr Abelina.
Ia juga mengimbau masyarakat cerdas dalam memilih dan membeli produk perawatan kulit. Pastikan Anda tidak terjebak dengan perawatan kulit yang sedang viral atau terkena FOMO, dan jangan tertipu dengan review yang efektif atau kredibel.
“Oh, sekarang aku banyak lihat FOMO, gitu. Enggak boleh, pokoknya jangan percaya reviewnya. Pastikan kamu cek bahan-bahan yang ada di skin care-nya, cocok atau tidak di kulitmu, itu sudah pasti.” . Atau tidak, “katanya. berkata
Dalam memilih produk perawatan kulit atau kosmetik, dr Abelina mengimbau masyarakat untuk memilih produk yang berizin BPOM. Selain itu, pastikan produk tersebut dibeli dari platform atau toko terpercaya.
Artikel Dokter: Ibu Hamil Pakai Skincare Bermerkuri Seoles Aja Berisiko Keguguran pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>