Artikel Fans Tim Basket Panathinaikos Bentangkan Spanduk Dukung Palestina Saat Lawan Maccabi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dukungan terhadap Palestina ditunjukkan dalam laga Euroleague antara Panathinaikos kontra Maccabi Tel Aviv di Athena di OAKA Indoor Hall Athena pada Selasa malam (11/12/2024) atau Rabu (13/11/2024) pagi. . pagi WIB.
Menurut media Yunani, suporter Panathinaikos mengibarkan bendera Palestina dan Lebanon saat pertandingan di Stadion OAKA pada Selasa malam. Selain itu, fans juga membentangkan spanduk besar bertuliskan “Hentikan Genosida, Kebebasan untuk Palestina” selama pertandingan melawan Maccabi Tel Aviv.
Hal ini sebagai solidaritas terhadap Palestina yang dihancurkan oleh Israel dan Lebanon yang saat ini berperang melawan IDF Israel.
Pertandingan putaran kesembilan Euroleague ini berakhir dengan skor 93-87 untuk kemenangan para atlet.
Selang 18 menit, Timnas Israel memimpin dengan 12 poin (47-35), namun Timnas Yunani bekerja keras di pertahanan. Mereka mulai memperkecil ketertinggalan dan akhirnya berhasil membalikkan keadaan di pertengahan babak final dan mengalahkan Maccabi.
Dukungan terhadap Palestina oleh para penggemar Panathinaikos bukanlah hal baru. Sebelumnya, aksi serupa pernah digelar pada tahun 2012 dan 2017. Pesannya pun sama, seruan untuk kemerdekaan Palestina. Namun kini ada pesan tambahan untuk menghentikan genosida Israel terhadap Palestina.
Yunani telah meningkatkan keamanan untuk pertandingan tersebut setelah penggemar sepak bola Maccabi Tel Aviv melakukan kerusuhan di Amsterdam pekan lalu, menyerang pengemudi taksi Arab, merusak properti dan meneriakkan hinaan rasial.
Sumber kepolisian mengatakan sekitar 1.500 petugas polisi telah dikerahkan untuk menjaga keamanan Olimpiade Athena.
Dukungan terhadap Palestina dan kritik terhadap Israel tahun ini juga terjadi di Spanyol pada Februari lalu. Suporter tim basket Spanyol Saski Baskonia menunjukkan solidaritasnya terhadap Palestina saat pertandingan melawan Maccabi Tel Aviv dengan mengibarkan bendera Palestina.
Laga Euroleague yang dimainkan di Fernando Buesa Arena Spanyol berakhir dengan kemenangan 92-82 untuk Saski Baskonia.
Artikel Fans Tim Basket Panathinaikos Bentangkan Spanduk Dukung Palestina Saat Lawan Maccabi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Suporter PSG Kibarkan Spanduk Raksasa ‘Bebaskan Palestina’, UEFA tak Jatuhkan Sanksi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Salah satu yang mendukung kemerdekaan negara kita dari “Tanah Nabi” datang dari kelompok penggemar “PSG First Kop”. Mereka membentangkan spanduk besar bertuliskan “Bebaskan Palestina” jelang laga Liga Champions Timnas Prancis melawan WIB, Kamis (7/11/2024), sepekan sebelum mereka melawan Israel di UEFA Nations League.
“Perang di darat, perdamaian di dunia” tertulis di bawah bendera raksasa.
Saat pertandingan, mereka bertanya, “Bukankah nyawa seorang anak di Gaza lebih penting dibandingkan nyawa orang lain?” menyampaikan pesan lain yang menyentuh hati.
Tindakan mereka terjadi ketika Israel melanjutkan serangan militernya di Jalur Gaza, yang telah menewaskan hampir 43.400 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Konflik tersebut terjadi setelah serangan pimpinan Hamas di Israel selatan yang menewaskan hampir 1.200 orang.
Celtic didenda €17.500 atau sekitar Rp296 juta setelah fans mengibarkan bendera Palestina saat pertandingan Liga Champions tahun lalu.
PSG lolos dari sanksi UEFA
Badan sepak bola Eropa UEFA mengatakan Paris Saint-Germain tidak akan menghadapi konsekuensi apa pun karena mengibarkan spanduk raksasa “Bebaskan Palestina” menjelang pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid.
Juru bicara UEFA mengatakan PSG tidak akan menghadapi tindakan disipliner karena hanya melarang pesan-pesan politik yang dianggap menyinggung atau provokatif.
PSG mengatakan mereka tidak mengetahui adanya “rencana untuk menampilkan pesan seperti itu”. “Paris Saint-Germain mengingatkan kita bahwa Parc des Princes adalah dan harus tetap menjadi tempat berkumpulnya semangat bersama terhadap sepak bola, dan dengan tegas menentang pesan politik apa pun di stadionnya,” tambah klub itu dalam sebuah pernyataan.
Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retelo menyebut pemasangan spanduk itu “tidak dapat diterima” dan ketika ditanya apakah ia akan meminta sanksi terhadap PSG, Retelo mengatakan kepada Radio Sud: “Saya tidak mengesampingkan apa pun. Saya menuntut penjelasan dari PSG,” katanya.
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Philippe Diallo telah dipanggil ke pertemuan di Kementerian Dalam Negeri pada pukul 9 pagi waktu Paris pada hari Jumat, sebuah sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, tetapi belum mengonfirmasi kehadirannya. FFF tidak berhak menjadi tuan rumah kompetisi antarklub Eropa.
Penyiar Prancis BFM melaporkan bahwa CEO PSG Victoriano Melero juga diundang. PSG tidak menanggapi permintaan komentar.
Prancis menghadapi Israel Kamis depan di Stade de France, yang memiliki kapasitas penonton 80.000 orang.
Pertanyaan telah muncul mengenai keamanan pertandingan di komunitas Yahudi terbesar di Eropa – terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Israel – serta populasi Muslim terbesar di Eropa.
Pejabat kepolisian Paris mengatakan bulan lalu bahwa pertandingan tersebut “tentu saja akan terbuka untuk umum”.
Italia bermain melawan Israel di Udi, tetapi Belgia memainkan pertandingan kandang mereka di Debrecen, Hongaria, yang federasinya “berpendapat bahwa tidak ada pemerintah regional di Belgia yang boleh menjadi tuan rumah pertandingan kandang Setan Merah melawan Israel.”
Artikel Suporter PSG Kibarkan Spanduk Raksasa ‘Bebaskan Palestina’, UEFA tak Jatuhkan Sanksi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>