Artikel Tekanan Boikot Pro-Palestina, Starbucks Pertimbangkan Jual Saham Lokal di China pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Starbucks, yang mengoperasikan sekitar 7.600 toko di Tiongkok, melaporkan penurunan penjualan sebesar 14 persen selama tiga kuartal berturut-turut. Padahal, China merupakan pasar Starbucks terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS). Perusahaan kini menghadapi persaingan ketat dari merek lokal seperti Lakhan Coffee. Bahkan, pada tahun lalu, Lakin Coffee berhasil mengalahkan Starbucks dalam hal penjualan tahunan di China.
CEO Starbucks Brian Nichol mengatakan perusahaannya sedang mencari cara untuk tumbuh lagi di pasar yang sangat kompetitif ini. “Lingkungan persaingan di Tiongkok sangat ekstrem. Kita perlu menemukan cara baru untuk tumbuh, dan itu mungkin mencakup kemitraan strategis dengan mitra lokal,” kata Nicole dalam panggilan telepon dengan investor pada akhir Oktober, seperti dilansir Reuters (24/1). 11). /2024).
Sebagai bagian dari upaya restrukturisasi, Starbucks sedang mempertimbangkan untuk menjual sebagian saham operasionalnya kepada investor lokal atau perusahaan ekuitas swasta yang tertarik berinvestasi di Tiongkok. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran Starbucks di pasar ini dan memenuhi kebutuhan konsumen lokal yang terus meningkat.
Selain tantangan persaingan, Starbucks juga menghadapi boikot karena dugaan dukungannya terhadap Israel, meskipun perusahaan tersebut membantahnya. Boikot tidak berdampak langsung terhadap penjualan di Tiongkok, namun persepsi negatif terhadap suatu perusahaan dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, Starbucks mempertimbangkan untuk menjual sahamnya kepada mitra lokal di Tiongkok sebagai langkah strategis untuk mengurangi dampak boikot tersebut.
Selain fokus mengurangi penjualan di China, Starbucks juga fokus mengurangi daya beli konsumen secara global. Dalam upaya memulihkan kinerjanya, perusahaan berencana mencari kemitraan strategis yang akan membantu memperkuat daya saingnya di pasar yang sedang berkembang ini.
“Strategi kami adalah mengembangkan kemitraan yang kuat untuk menciptakan nilai jangka panjang. Hal ini termasuk menjajaki opsi kemitraan yang akan membantu kami berkembang pesat di Tiongkok dan pasar global lainnya,” kata Nicole.
Meski menghadapi tantangan besar di Tiongkok, pasar ini masih memiliki potensi besar. Starbucks ingin memastikan relevan dan mampu bersaing dengan merek lokal yang lebih dominan di pasar. Menjual saham ke mitra lokal merupakan salah satu solusi untuk memperkuat posisi Anda di pasar berkembang ini. Melalui kemitraan strategis, Starbucks dapat memperoleh wawasan mendalam mengenai preferensi lokal dan merancang strategi yang paling memenuhi kebutuhan konsumen di Tiongkok.
Artikel Tekanan Boikot Pro-Palestina, Starbucks Pertimbangkan Jual Saham Lokal di China pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Hippindo Sebut Dampak Boikot Israel Masih Terasa pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Masih ada dampaknya pada beberapa merek asing,” kata Budi Hardjo saat dihubungi Republica melalui telepon di Jakarta, Jumat (27 September 2024).
Budi Hardjo bersyukur sentimen dan sanksi yang terjadi di Indonesia tidak sehebat di negara lain. Budihardjo mencontohkan Starbucks yang masih beroperasi.
“Tidak terlalu buruk bagi Starbucks,” kata Budihardjo.
Bodhihardjo mengatakan, tindakan boikot akhir-akhir ini sudah berkurang. Budihardjo meyakini hal ini disebabkan oleh pernyataan dari banyak pihak, termasuk pihak brand sourcing produk lokal di Indonesia.
“(Dampak embargo) secara bertahap mulai berkurang karena merek tersebut mengklaim memiliki banyak produsen dan karyawan lokal, seperti pengadaan ayam dan telur,” lanjut Budihardjo.
Budihardjo mengatakan, merek-merek ini selalu memperhatikan penggunaan bahan baku lokal. Hal ini berdampak positif terhadap penopang bahan baku dalam negeri.
“Kami berharap dapat terus mencintai produk-produk buatan Indonesia. Meski tidak semua merek global diimpor, banyak bahannya juga lokal,” kata Budihardjo.
Artikel CIRCLE NEWS Hippindo Sebut Dampak Boikot Israel Masih Terasa pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>