Artikel Mendiktisaintek Bolehkan Penerima Beasiswa LPDP tak Balik ke Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Mereka memang kita beri kesempatan bekerja di mana saja. Sekalipun mereka tidak mudik, mereka mempunyai prestasi yang gemilang, bekerja di perusahaan-perusahaan besar di luar negeri, atau mereka menemukan inovasi-inovasi. Kita bilang Indonesia yang menciptakan Inovasi ini. di luar negeri, “negerinya masih merah putih,” kata Satryo usai rapat tingkat menteri di Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2024).
Satryo mengatakan, para penerima beasiswa LPDP tidak perlu kembali mengabdi di Indonesia karena kondisi negara yang belum optimal memberikan wadah dan kesempatan bekerja dan mengabdi berdasarkan keahliannya. Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya bersinergi untuk membangun industri dalam negeri yang mampu menampung keahlian dan kualifikasi pendidikan alumni LPDP dari perguruan tinggi luar negeri.
Satryo juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak memandang pemberian beasiswa pendidikan tinggi di luar negeri seperti skema LPDP sebagai hal yang merugikan. Pasalnya, investasi di bidang pendidikan tidak pernah merugi.
“Menghabiskan uang? Tidak benar. Investasi pendidikan tidak akan pernah merugi. Jangan hitung pulang atau tidak. Dia punya karir, dia punya prestasi, dia tidak menganggur, dia bekerja, dia punya ilmu, dia memiliki kehidupan yang baik .
Sementara itu, pada Rabu (30 Oktober 2024), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie mengatakan pihaknya saat ini sedang mengkaji secara cermat penggunaan dana LPDP berbasis data. Stella mengaku melakukan analisis biaya-manfaat atau cost-benefit analysis.
“Kita perlu mengkaji kembali alokasi dana (LPDP) dan apakah dana yang digunakan saat ini sudah optimal, seperti apakah sebagian besar dana digunakan untuk program magister,” kata guru besar Tsinghua University itu.
Stella menegaskan, prinsip optimalnya adalah keadilan dan kualitas, sehingga kedua faktor tersebut juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam ulasan ini. “Kami akan segera mempublikasikan temuan dan rekomendasi bagaimana mengoptimalkan pendanaan LPDP untuk mendapatkan kejelasan,” kata Stella.
Artikel Mendiktisaintek Bolehkan Penerima Beasiswa LPDP tak Balik ke Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Wamen Stella Christie Berpesan ini untuk Genjot Kualitas Pendidikan Tinggi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Jangan membebani guru, jangan berpikir guru akan santai kalau birokrasinya diperkecil. Tidak, guru-guru ini pasti ingin melakukan pekerjaan itu, jadi mereka menghabiskan waktunya untuk melakukan hal lain. “Sangat bermanfaat untuk bersama-sama melakukan penelitian dan pengajaran,” ujarnya dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu.
Stella yang juga seorang guru mengaku beban terberat seorang guru adalah administrasi.
Namun, kata dia, karena kusutnya hubungan ASN yang bukan merupakan kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemendiktiscientek) RI, beban administratif tersebut tidak bisa dengan mudah dihilangkan atau dialihkan.
Padahal, kata Stella, ada upaya yang memberikan sedikit harapan kepada guru ASN, seperti berbagai insentif dan kebijakan lain untuk menyeimbangkan upaya guru.
“Oleh karena itu, setiap guru besar dapat menjadi pribadi yang memadai dalam tiga keutamaan yaitu pendidikan tinggi, penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kata Stella, seluruh perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Negeri yang berbadan hukum (PTN-BH), berhak menerapkan kebijakan internal.
Melalui prosedur internal tersebut, lanjutnya, setiap universitas dapat membantu fakultasnya menemukan yang terbaik.
Selain itu, sebagai seorang guru, Stella menuturkan, segala sesuatu yang dilakukan seorang guru harus dihormati, baik itu penelitian, pengajaran, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Oleh karena itu, kita perlu mendengar dari Kemendikbudristek hasil kajian dan juga pendapat para guru, terutama kebijakan atau pengalaman para rektor perguruan tinggi (sebagai kontribusi terhadap upaya peningkatan kesejahteraan guru). siswa). guru)”, kata Estela Cristi.
Artikel Wamen Stella Christie Berpesan ini untuk Genjot Kualitas Pendidikan Tinggi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>