Artikel Bank Sentral AS Turunkan Suku Bunga, Sesuai Prediksi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Ketika Presiden terpilih Donald Trump mulai menjabat tahun depan, para pembuat kebijakan mulai membayangkan skenario ekonomi yang lebih kompleks.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan hasil pemilihan presiden hari Selasa tidak akan berdampak “jangka pendek” pada kebijakan moneter AS. Hasilnya dikatakan menguntungkan CEO Amerika.
Powell mengatakan bank sentral akan terus meninjau data untuk menentukan kecepatan dan target suku bunga, seiring para pejabat mengatur ulang kebijakan moneter ketat saat ini di tengah inflasi yang turun tajam tahun lalu dan target bank sentral AS sebesar 2 persen. .
Namun, seiring dengan terbentuknya usulan pemerintahan baru, gubernur mengatakan bank sentral akan mulai menilai dampaknya terhadap tujuan ganda yaitu inflasi yang stabil dan lapangan kerja yang tinggi.
“Ini adalah proses yang memerlukan waktu,” kata Powell pada konferensi pers setelah The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga menjadi 4,50 persen-4,75 persen.
“Semua perubahan kebijakan itu terjadi. Apa dampak bersihnya? Apa dampak totalnya terhadap perekonomian pada suatu waktu? Itu proses..setiap pemerintahan selalu kita lalui,” lanjutnya.
Pada tahun-tahun awal pemerintahan Presiden Joe Biden, misalnya, beberapa rancangan undang-undang infrastruktur dan belanja lainnya disahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, menurut banyak ekonom, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih cepat pada tahun 2022 dan 2023, sehingga berkontribusi terhadap inflasi yang lebih tinggi.
Sejak saat itu, inflasi telah menurun dan begitu pula dengan suku bunga kebijakan bank sentral, sebuah proses yang diharapkan Powell akan tetap mengarah pada suku bunga netral yang tidak menstimulasi atau menghambat perekonomian.
Artikel Bank Sentral AS Turunkan Suku Bunga, Sesuai Prediksi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 6,00 Persen untuk Stabilitas Ekonomi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Berdasarkan hasil pembahasan RDG pada 15-16 Oktober 2024, kami memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI pada level 6,00%. Demikian pula suku bunga fasilitas simpanan dipertahankan pada 5,25% dan suku bunga pinjaman dipertahankan. dipertahankan di 6,75%,” kata Perry, Rabu (16 Oktober 2024) dalam konferensi pers RDG yang digelar di Kompleks BI.
Perry menyatakan keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter dan bertujuan untuk mengendalikan inflasi antara tahun 2024 hingga 2025 menjadi 2,5±1 persen dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia menambahkan, fokus kebijakan jangka pendek adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupee di tengah ketidakpastian pasar global.
Perry juga menegaskan BI akan terus memantau lokasi penurunan suku bunga dengan tetap fokus pada prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan kebijakan makroprudensial akan tetap mendukung bidang-bidang prioritas seperti usaha kecil, menengah, mikro dan ekonomi hijau, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
Untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan, BI merekomendasikan beberapa langkah. Pertama, memperkuat layanan moneter dengan mempertahankan produk-produk menarik di pasar uang rupiah untuk menarik aliran modal asing dan mengoptimalkan surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia. ,
Kedua, menstabilkan nilai tukar dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing dan transaksi keamanan nasional. Ketiga, kebijakan makroprudensial memperkuat insentif likuiditas, mendorong kredit bagi sektor korporasi yang menciptakan lapangan kerja, dan mempertahankan tingkat penyangga modal yang sesuai. Keempat, digitalisasi pembayaran dan penerapan kebijakan QRIS 0% pada transaksi pedagang kecil dan mikro untuk mendukung daya beli masyarakat.
“Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencapai stabilitas makroekonomi melalui program pengendalian inflasi pangan di berbagai bidang dan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas dan merangsang pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
,
Artikel JAHANGIR CIRCLE BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 6,00 Persen untuk Stabilitas Ekonomi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Gubernur BI Sampaikan Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Triwulan IV 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Investasi tetap kuat, terutama seiring dengan selesainya berbagai investasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Konsumsi, terutama oleh rumah tangga kelas menengah atas, juga tetap tinggi.” kata Perry dalam jumpa pers RDG di Kompleks BI, Rabu (16/10/2024).
Perry menambahkan, meski terjadi perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas, ekspor di luar migas tumbuh positif. Dari sisi sektor usaha, pertumbuhan ditopang oleh sektor industri pengolahan, konstruksi, serta perdagangan besar dan eceran.
“Secara lokal, indikator perekonomian di seluruh wilayah tetap terjaga. Pada kuartal keempat tahun 2024, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan didorong oleh peningkatan investasi, konsumsi rumah tangga yang lebih baik, dan belanja pemerintah yang lebih tinggi di akhir tahun.” katanya.
Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berkisar antara 4,7 dan 5,5 persen pada tahun 2024, dan diharapkan dapat meningkat pada tahun 2025. Berbagai upaya harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan baik dari sisi permintaan maupun penawaran.
“Bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi akan kami perkuat dengan koordinasi yang erat dengan kebijakan stimulus fiskal pemerintah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kebijakan reformasi struktural untuk mendorong sektor ekonomi yang menyerap tenaga kerja. Upaya tersebut didukung dengan optimalisasi insentif kebijakan makroprudensial dan percepatan digitalisasi transaksi pembayaran yang dilaksanakan BI.
Namun, Perry memperingatkan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global, khususnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan konvergensi kebijakan moneter di negara-negara maju. “Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat menjadi 3,2 persen pada tahun 2024, dengan tren inflasi global yang cenderung lebih rendah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perkembangan ini memerlukan kehati-hatian dalam membentuk respons kebijakan untuk memitigasi dampak limpahan global. Hal ini termasuk mendorong masuknya modal asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Gubernur BI Sampaikan Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Triwulan IV 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>