Artikel Survei: 94 Persen Publik Puas Kinerja Erick di PSSI yang Bawa Timnas Kian Berprestasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Burhanuddin Muhtadi, pendiri dan kepala peneliti Indikator Politik Indonesia, mengatakan survei yang dilakukan pada 10 hingga 15 Oktober 2024 mengungkap beberapa temuan menarik.
“Mayoritas responden yakni 59,6% mengetahui bahwa Eric Thohir adalah Ketua Umum PSSI. Yang puas dengan kinerja Eric sebagai Ketua PSSI sangat tinggi yaitu 94,4%,” kata Burhanuddin saat mempublikasikan hasil survei tersebut. survei nasional. Survei bertajuk “Sikap Masyarakat Terhadap Kebijakan Naturalisasi Pemain Timnas” pada Selasa (5/11/2024) di Jakarta.
Burhanuddin menjelaskan, sebanyak 29,6% responden menyatakan sangat puas dan 64,6% menyatakan sangat puas dengan kepemimpinan Eric di PSSI. Burhanuddin menyebut hanya 4,5% yang merasa tidak puas dengan kinerja eks presiden Inter itu di PSSI.
“Sayangnya kita belum pernah melakukan polling terhadap Ketua Umum PSSI, jadi kita tidak punya perbandingannya, tapi menurut saya rating penerimaan Eric adalah yang tertinggi di PSSI,” kata Burhanuddin.
Burhanuddin mengatakan mayoritas responden yang diwawancarai menerima kebijakan naturalisasi Eric. Burhanuddin mengatakan 71,5% responden setuju dan sangat setuju dengan langkah Eric yang melakukan naturalisasi sejumlah pemain keturunan berbagai negara untuk melindungi timnas.
Soal jumlah pemain, Burhanuddin mengatakan 54,5% responden tidak merasa terganggu dengan banyaknya pemain alami. Sedangkan 31,5% responden yang setuju dengan naturalisasi tidak setuju dengan sebagian besar pemain naturalisasi.
“Dengan melonjaknya timnas di ranking FIFA, sebagian besar masyarakat sangat mengapresiasi peningkatan kualitas permainan timnas. Sebanyak 80,3% mayoritas menyatakan kualitas timnas saat ini bagus dan sangat bagus. Secara keseluruhan, mereka merasa level timnas sudah jauh meningkat,” jelas Burhanuddin.
Menariknya, lanjut Burhanuddin, responden yang setuju dan tidak setuju dengan kebijakan naturalisasi tetap memuji kinerja Eric di PSSI. Burhanuddin mengatakan, 95,2% responden yang setuju dengan program naturalisasi merasa puas dengan kepemimpinan Eric dan 93,3% responden yang tidak setuju dengan naturalisasi juga merasa puas dengan kinerja Eric.
Jadi responden yang setuju atau tidak setuju dengan pemain natural, tetap setuju bahwa kinerja Pak Eric baik-baik saja, lanjut Burhanuddin.
Burhanuddin mengatakan, kebijakan naturalisasi mendorong tingkat apresiasi masyarakat yang positif. Burhanuddin mengatakan masyarakat yakin kualitas permainan timnas akan meningkat dengan adanya pemain natural.
“Dampak dari apresiasi warga terhadap kualitas permainan timnas saat ini semakin meningkatkan dukungan terhadap kebijakan naturalisasi,” kata Burhanuddin.
Burhanuddin menginformasikan, survei nasional tersebut dilakukan pada 10 hingga 15 Oktober 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 orang dengan menggunakan metode multi stage random sampling. Burhanuddin mengatakan, jajak pendapat tatap muka memiliki margin of error sekitar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Artikel Survei: 94 Persen Publik Puas Kinerja Erick di PSSI yang Bawa Timnas Kian Berprestasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Mayoritas Publik Dukung Naturalisasi, Arya Tegaskan Komitmen PSSI Benahi Sepak Bola Kita pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami terkejut karena survei ini mewakili seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya mereka yang menyukai dan mengetahui sepak bola. Kami juga terkejut karena 60 persen penonton mengetahui bahwa Pak Erick adalah Ketum PSSI. Tahu itu Ketum PSSI bernama Pak Erick,” kata Arya dalam rilis hasil survei nasional bertajuk “Sikap Masyarakat Terhadap Kebijakan Naturalisasi Pemain Timnas” di Jakarta, Selasa (5/11/) 2024).
Berdasarkan hasil survei, Arya menyebut mayoritas masyarakat juga merasa puas dengan kebijakan naturalisasi dan juga peningkatan level permainan timnas. Arya menilai hal tersebut merupakan bukti nyata komitmen PSSI dalam meningkatkan daya saing timnas di kancah dunia.
Arya mengatakan, kebijakan naturalisasi sebenarnya bukan hal baru ketika terjadi. Menurut Arya, kebijakan naturalisasi sudah ada jauh sebelum zaman Erick. Meski demikian, Arya menyebut Erick memastikan pemain naturalisasi itu berkualitas dan mengangkat level permainan timnas.
Artinya, kinerja kami dalam mencari pemain berkualitas disetujui oleh masyarakat Indonesia. Artinya, kami bekerja dengan baik. Dulu ada naturalisasi, tapi kualitasnya tidak diketahui masyarakat. Sekarang kami memilih pemain yang tidak main-main. , kata Arya.
Arya mengatakan, PSSI di masa Erick sangat terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk jumlah pemain naturalisasi yang dinilai beberapa pihak terlalu banyak. Arya pun menanggapi kritik yang menyebut PSSI dianggap mengutamakan pembinaan generasi muda.
Ada yang bilang kami hanya fokus di timnas senior, padahal kami juga sudah memberikan pembinaan pemain muda, lanjut Arya.
Sebagai gambaran konkrit, Arya mengatakan Indonesia baru saja mengukir sejarah dengan mengirimkan timnas U-17, U-20, U-23, dan senior ke putaran final Piala Asia. Piala Asia U-23 berlangsung tahun ini. Piala Asia U-17 dan U-20 akan digelar tahun depan, sedangkan Piala Asia senior akan digelar pada 2027.
Arya mengatakan, Indonesia merupakan satu dari sembilan negara yang mengirimkan tim nasional seluruh level ke putaran final Piala Asia.
“Ini pertama kalinya Indonesia ikut Piala Asia AFC dari semua umur, berarti kita berada di level yang tepat. Kalau naturalisasi, kita senior sekali. Hanya sembilan negara, jadi kita sejajar dengan Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan dan Uzbekistan,” ujarnya kepada Aryan.
Tak hanya di level timnas semua umur, Arya menyebut Erick juga meningkatkan kualitas kompetisi liga, pelatih, dan wasit. Arya mengatakan, jumlah pelatih di Indonesia hanya berkisar 10 ribu orang atau tertinggal jauh dibandingkan Jepang yang memiliki 90 ribu pelatih.
Pun dengan jumlah hakim Indonesia yang masih di bawah 10 ribu hakim atau tertinggal dari Jepang yang memiliki 30 ribu hakim. Arya mengatakan angka tersebut sangat rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar.
Jadi dari liga hingga pembinaan anak usia dini, selama dua tahun kita buktikan bersama (timnas) bahwa kelompok umur kita ada di level Asia, kata Arya.
Artikel Mayoritas Publik Dukung Naturalisasi, Arya Tegaskan Komitmen PSSI Benahi Sepak Bola Kita pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Akmal Marhali: Prestasi Timnas dan Terobosan Erick Thohir Buat Kepuasan Publik 94 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Akmal Markhali, pengamat sepak bola sekaligus koordinator Save Our Soccer (SOS), menilai tingkat kepuasan 94 persen masyarakat disebabkan oleh prestasi timnas Indonesia dan prestasi Eric di sepak bola Indonesia.
“Presiden PSSI Eric Tahir hampir 94 persen puas dengan kinerjanya saat ini, belum dua tahun benar-benar ada prestasi dalam mengubah sepakbola nasional, mereka membawa hasil seiring dengan prestasi timnas,” ujarnya. Hal itu diungkapkan di Jakarta, Selasa (5/11/2024) dalam hasil survei nasional bertajuk “Sikap Masyarakat Terhadap Kebijakan Naturalisasi Pemain Timnas”.
Juara SEA Games lainnya, lanjut Akmal, pertama kali lolos ke babak play-off Piala Asia senior, lolos ke semifinal Piala Asia U23 sebagai debutan, dan hampir lolos ke Olimpiade. Tahun ini, PSSI meloloskan tiga timnas, U17, U20, dan Piala Asia. Pencapaian ini konsisten dengan delapan negara besar Asia lainnya – Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, Australia, Korea Utara, Tiongkok, Iran, dan Uzbekistan.
“Kami satu-satunya negara di ASEAN yang mengirimkan tiga tim nasional ke Piala Asia. Satu-satunya negara di Asia Tenggara yang lolos ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Hal ini menunjukkan perhatian masyarakat terhadap sepak bola sangat tinggi. Trennya, publik puas dengan kepemimpinan “Eric Tahir sangat luar biasa di bidang timnas, saat tim putri mulai menguat,” ujarnya.
Akmal menambahkan, penggunaan VAR meningkatkan kinerja wasit meski ada beberapa kesalahan teknis yang bisa dilakukan di lapangan. Indikator-indikator inilah yang membuat publik sangat puas dengan kepemimpinan Eric Tahir sebagai Presiden PSSI yang mencapai 94 persen. Sebab, kata dia, sepak bola secara logika dinilai oleh timnas dan dua kompetisinya. Baru setelah itu konstruksi akan dimulai.
“Yang mungkin masih menjadi pekerjaan rumah bagi PSSI adalah perkembangannya karena kompetisi kelompok umur kurang berjalan dengan baik. Sisanya yang 6 persen mungkin seperti Liga 2, Liga 3, Liga Nusantara dan kelompok umur baik-baik saja. “ucap Akmal.
Naturalisasi yang tidak bisa dihindari
Akmal mengatakan hal ini tidak bisa dihindari dalam sepak bola global karena semua negara melakukannya karena FIFA juga mengizinkan setiap negara untuk memiliki kewarganegaraan.
Berdasarkan Pasal 19 Statuta FIFA, persyaratan kewarganegaraan adalah pemain lahir di negara yang bersangkutan, orang tua kandungnya lahir di negara yang bersangkutan, kakek dan neneknya lahir di negara yang bersangkutan, dan pemain tersebut mempunyai kewarganegaraan. menyelesaikan usia 18 tahun di negara yang bersangkutan selama lima tahun tinggal. Jadi, jika salah satu dari empat syarat terpenuhi, FIFA akan mengizinkan kewarganegaraan.
“Sepak bola adalah olahraga yang banyak naturalisasinya. Sejak masa Cristian Gonzalez, sudah ada 108 pemain naturalisasi. , ada yang keturunan Indonesia, ada yang keturunan Tionghoa, ada yang Belanda, ada yang keturunan Belanda Maluku,” kata Akmal.
Namun Akmal mengingatkan, jika suatu saat performa tim kita turun, bisa jadi bom waktu. Ketika prestasi ini berkurang, banyak pihak yang mengkritik proses naturalisasi ini.
“Kami sebenarnya mengikuti strategi Jepang, dulu mereka juga menerima kewarganegaraan, tapi hanya sebentar untuk meningkatkan performa timnas Jepang. Karena Jepang adalah tim yang sebelumnya tidak punya apa-apa,” ujarnya.
Artikel Akmal Marhali: Prestasi Timnas dan Terobosan Erick Thohir Buat Kepuasan Publik 94 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>