Artikel Kementan – TNI AD Kerjasama Kawal Program Swasembada Pangan di 12 Provinsi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Inspektur pertama Kementerian Pertanian (Setio dari Menteri Pertanian Kementerian dan Menteri Bantuan (Mantan) (Mantan) diikuti dan membantu memastikan optimasi optimasi di daerah.
“Kami akan dapat menemani menteri memperluas pertanian dan akan dapat menemani dan memberikan tanggung jawab,” kata Setyo.
Tentara juga berpartisipasi dalam penerapannya dalam penerapannya. Bahu bahu dari bahu untuk membantu petani bersama dengan pekerja penyuluhan pertanian Babinsa. Oleh karena itu, bahkan dalam pendamping dengan bantuan, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan Angkatan Darat.
Aceh, North Sumatra, Riu, South Sumatra, Jambi, Bangka, West Kalimantan, West Kalimantan, West Kalimantan, South Sulawesi and South Papua, Ophah, Ophah, Ophah, Ophah, Ophah, Ophah, was born at 12 Provisional Ophah, Ophah, Ophah, was born in 12 provision Ophah, Ophah, Ophah, Ophah, lahir di 12 provinsi Ophah, Ophah, Ophah, Ophah.
Program ini disertai oleh Kementerian Pertanian dan Inspeksi Pertanian Angkatan Darat (ITJEYAD) dan Angkatan Darat dan Angkatan Darat dalam Kode Codam. Jika ada hambatan, setiap kelompok pengawalan provinsi memberikan tips untuk mengatasi masalah, “katanya.
2024 Tentara Indonesia untuk tahun keuangan melakukan pemantauan dan evaluasi 23-28 September 2024.
Kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Tentara Indonesia berlanjut dalam situasi pangan. 2024 Rekomendasi untuk hasil iringan dan evaluasi fiskal tahun ini akan menjadi dukungan penting dalam implementasi program akses-makanan pada tahun 2025, dll.
“Kami berharap bahwa akses ke hasil penilaian ini dapat meningkatkan kemajuan program untuk mencapai maksimalisasi target.” Setyo.
Sebagai informasi, Menteri Pertanian Amran, bergerak dengan cepat untuk memperluas dan memperkuat tanah untuk mengimplementasikan bagian nasional mitra nasional. Ini juga sejalan dengan presiden Prabewo menjalani, yang mencari hidangan berdaulat di Indonesia.
Adalah optimis bahwa makanan dapat datang ke mandiri, seperti amran, bagian, beras, mekanisme dan petani muda untuk meningkatkan kekuatan petani muda.
“Kami tidak hanya ingin bergerak dalam waktu yang cepat dan” Amran “untuk terus menikmati memasuki makanan yang mudah dan terjangkau pada orang -orang Indonesia.
Artikel Kementan – TNI AD Kerjasama Kawal Program Swasembada Pangan di 12 Provinsi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Zulhas Tegaskan Tahun Depan Pemerintah tak Impor Beras pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Harga diri sendiri dari makanan ini adalah program prioritas terbaik pemerintah sejak awal tujuan tahun 2029, tetapi telah berkembang pada tahun 2027. Ini adalah pertemuan hari Sabtu dengan koordinasi makanan di lampu lampu lampu -gaya basallampung, kita harus bekerja keras dan mewujudkan pekerjaan ini (12/28/2024).” (28.12.2024).
Dia berjanji untuk mewujudkan dirinya yang diajari dengan mengurangi ketergantungan pendapatan makanan, yang dimulai pada tahun 2025.
Pemerintah tidak akan mengimpor garam karena petani cukup untuk menghasilkan garam. Maka jangan mengimpor jagung untuk pakan ternak dan jangan mengimpor gula.
“Sudah ada empat produk yang belum diimpor tahun depan, dan kadang -kadang kami akan memiliki produk lain yang akan dioptimalkan untuk diproduksi di negara ini yang akan menguntungkan kami. Sejauh ini, kami mengimpor hingga 30 juta ton makanan, impor gandum, gula, beras, buah, kopi, dan diri sendiri, energi, energi, dan ke bawah.
Dia menjelaskan bahwa sektor pertanian jauh lebih buruk karena perkembangan negara sejauh ini. Oleh karena itu, ini adalah saat yang tepat untuk mewujudkan makanan dengan menerima dukungan presiden dengan program prioritas, penduduk setempat, distrik dan pemerintah.
Artikel Zulhas Tegaskan Tahun Depan Pemerintah tak Impor Beras pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Para Pengusaha AS Bidik Potensi Investasi Sektor Pangan dan Energi di Indonsia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto saat ini fokus mewujudkan swasembada pangan dan energi. Jadi investor menargetkan peluang di sektor-sektor ini.
“Kami sedang berbicara dengan sejumlah anggota kami di kedua sektor (pangan dan energi) tentang bagaimana melangkah maju, di mana mereka melihat peluang dan di mana mereka melihat beberapa hambatan,” kata Lydia kepada wartawan di US-Indonesia Investment Summit. Konferensi pers 2024, Selasa (26 November 2024).
Namun sejauh ini, kata dia, laporan terbaru AmCham belum memuat temuan atau rekomendasi spesifik mengenai potensi investasi di kedua sektor tersebut.
Senada dengan itu, partner Ernst & Young Indonesia Anugerah Pratama mengungkapkan, selama ini menurut pantauannya, sektor teknologi menjadi salah satu investasi AS yang paling potensial di Indonesia.
“Saya kira semangatnya adalah untuk mendukung dan mendorong kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dan seperti yang kami sebutkan dalam laporan, teknologi adalah salah satu manfaat terpenting yang dapat diperoleh investor Amerika,” jelasnya.
Diketahui, laporan terbaru “US Investment: A Partner in Innovation for Indonesia” oleh AmCham Indonesia dan Kamar Dagang AS menunjukkan investasi AS di Indonesia mencapai 67 miliar dollar AS atau Rp 1,066 triliun (kurs Rp 15.921 per KITA). dolar) pada tahun 2014–2023.
Laporan tersebut menyebutkan ada empat konfigurasi investasi AS di Indonesia pada tahun 2014-2023. Rinciannya, investasi yang mengalir ke Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) sebesar USD 17,151 miliar dan Minyak dan Gas Bumi (Migas) sebesar USD 37,430 miliar.
Selain itu, sektor merger dan akuisisi bernilai $7,8 miliar, dan investasi tambahan oleh perusahaan-perusahaan AS berjumlah $5 miliar. Menurut laporan tersebut, angka investasi dalam satu dekade terakhir telah menimbulkan dampak ekonomi hingga 130 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.070 triliun (nilai tukar saat ini Rp 15.921 per dolar AS).
Artikel Para Pengusaha AS Bidik Potensi Investasi Sektor Pangan dan Energi di Indonsia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Merauke Menyala! Swasembada Pangan Bangkit dari Timur Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kita mulai dari kiri. Cahaya dari timur menyinari barat,” kata Mentan Amran, Senin (25/11/2024). saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kurik Papua Selatan.
Mentan Amran mengaku bangga dengan perkembangan pertanian di Merauke, karena telah disusun program strategis optimalisasi lahan (pemanfaatan) dan pengembangan sawah. Ia mengungkapkan potensi Merauke sebagai keranjang pangan karena kaya akan sumber daya alam, lahan pertanian yang luas dan subur, serta didukung generasi muda yang inovatif dan berjiwa inovatif.
“Kita lihat perkembangan lahan di Merauke seluas 40.000 hektare, IP (indeks perkebunan) naik dua kali lipat dari sebelumnya 1 kali lipat. Produksinya 2-3 ton. Saat Presiden bertanya langsung ke petani saat sedang bekerja, mereka menjawab produktivitasnya sudah mencapai 7 ton. “Kalau melihat antusiasme warga Merauke di bagian timur, sepertinya kita bisa swasembada pangan empat. bertahun-tahun yang lalu,” katanya.
Menteri Pertanian Amran pun merasa bangga dengan semangat para petani muda di Merauke. Kegigihan petani dalam menggarap lahannya tidak hanya membangun sektor pertanian, namun juga berdampak pada kesejahteraannya.
“Kita bangga punya generasi muda yang sangat termotivasi untuk menggarap lahan. Penghasilannya bisa Rp 10-15 juta per bulan. Jadi kita harus bangunkan lahan tidur Merauke, kita harus bangunkan generasi milenial Merauke. , ”katanya.
Menurut Menteri Pertanian Amran, prospek Merauke sebagai daerah penyangga pangan harus ditingkatkan dengan teknologi pertanian. Program optimalisasi (budidaya) lahan basah atau usaha sawah harus menggunakan pendekatan komprehensif, top-down, dan berbasis teknologi.
“Pendekatan kita dari atas, dimulai dari bibit paling atas, kemudian pengolahan dengan traktor, kemudian penanaman dengan rice grafter, panen dengan mesin pemanen, kemudian pengeringan dengan pengering, lalu ke gudang.” dia menjelaskan.
Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) siap terus mendukung pertanian di Merauke dan seluruh Indonesia dengan memberikan bibit, pompa, alat dan mesin pertanian (alsintan) gratis hingga bekerja sama dengan perbankan.
“Kita semua sama saudara-saudara. Saya penolong rakyat, kita dukung penuh pertanian Merauke. Hidup Merauke! Swasembada pangan, Merauke berkarya!” dia menutup
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Kurik menghadiri rapat Brigade Pangan di kabupaten tersebut dan memantau kesiapan kelompok Brigade Pangan 214 yang dibentuk untuk mengembangkan pertanian Merauke. Kegiatan ini turut serta dalam kegiatan tersebut Gubernur Papua Selatan, anggota Komisi IV DPRK, Wakil Aster Kasad, Danrem 174, dan Danlanthamal.
Artikel Merauke Menyala! Swasembada Pangan Bangkit dari Timur Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Desa di Serang Jadi Percontohan Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Desa di Serang Jadi Percontohan Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Wujudkan Swasembada Pangan dengan Gotong Royong pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kapasitas tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Menteri Pertanian Amran mengatakan, program swasembada bukan hanya soal pangan, tapi juga cara masyarakat adat mencari nafkah dari pertanian.
“Tuan-tuan, kami bergandengan tangan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Kampung Wanam, masyarakat Merauke. “Kita bersaudara, kita semua sama, jadi kita saling membantu dan bekerja sama untuk meningkatkan taraf hidup kita,” kata Menteri Pertanian Amran saat memimpin pasukan Wanam Food Festival, Minggu.
Dalam kunjungannya, Menteri Pertanian Amran meninjau langsung persawahan di Desa Wanam dan kesiapan prajurit Batalyon Pangan Wanam.
Ia mengatakan Kementerian Pertanian bersedia memberikan bantuan dan bantuan untuk mendukung pengolahan lahan untuk daerah penghasil padi.
“Traktor ini kita sumbangkan dalam bentuk Brigade Pangan. Traktor akan kita sumbangkan, kemudian bibit dan pupuk akan kita berikan, kita akan bersama-sama membangun negara ini”, kata Menteri Amran.
Ia memperkirakan Kampung Wanam akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar, sebelum Kementerian Pertanian memulai di Kabupaten Kurik dengan hasil produksi yang baik.
“Kita sudah mulai di daerah Kurik, dulu produksinya 2 ton, Pak langsung tanya. Dulunya ada satu tanaman, tapi sekarang ada tiga tanaman, dan ada gabungan pemanen yang bisa menghasilkan 6 juta per bulan. “Jadi kami berharap hal ini juga terjadi di desa Wanam untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sini,” kata Menteri Amran.
Untuk kawasan Kampung Wanam, kelompoknya tidak hanya mendorong penanaman padi, tetapi juga produk pertanian dan produk lain yang ditanam masyarakat.
Pihaknya memastikan penanaman didukung dengan berbagai peralatan pertanian, baik traktor roda empat maupun roda dua, sehingga diharapkan pengolahan tanah yang selama ini mengandalkan tenaga kerja manual bisa dipermudah.
“Kami kirimkan traktor roda empat, traktor roda dua, kami bantu bibitnya, lalu kami bantu batako. Secara teknologi, hidup menjadi sulit karena tidak mungkin mendayung,” kata Menteri Amran.
Dijelaskannya, program ini benar-benar merupakan upaya untuk meningkatkan hasil kegiatan pertanian dan mendorong pertumbuhan negara, sehingga diharapkan Merauke dapat menjadi pusat pengembangan kegiatan pertanian tanah air.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran meninjau lokasi Petak Tanam Padi (DemPlot) seluas 20 hektar di Wanam.
Ia yakin penanaman padi akan tumbuh baik dengan dukungan teknologi pertanian yang tepat.
“Saya melihat tanaman padi mampu tumbuh dengan baik. “Ini pertanda baik ketahanan pangan yang kita cita-citakan,” kata Menteri Pertanian Amran.
Sebelumnya, pada awal November 2024, Presiden Prabowo Subianto melihat persiapan rencana demonstrasi beras untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah timur Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto melihat para petani dengan cermat mempersiapkan lahan untuk musim tanam.
Ia berharap pameran padi ini dapat menjadi contoh bagi petani lokal, dengan praktik pertanian yang dapat meningkatkan hasil dan kualitas beras.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto melihat secara langsung pengolahan tanah dan penanaman dolomit merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas tanah.
Artikel Wujudkan Swasembada Pangan dengan Gotong Royong pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Mentan Kejar Target Swasembada Sekaligus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Adat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Amran baru saja mengunjungi Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Ia mengajak masyarakat untuk bahu-membahu mewujudkan konsep nasional tersebut. Menurut dia, proyek produksi pangan bergizi tidak hanya soal pangan. Proyek ini juga membantu penduduk asli merasakan kemakmuran gerakan Seni.
Ia berkata: “Mari kita bekerja sama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Vanam, masyarakat Melake. Hal tersebut disampaikan Mentan saat memimpin Wanam Pangan Tentara Pangan, Minggu (24/11/2024), demikian dilansir laman resmi Kementerian Pertanian (Kementan), Senin. (25/11/2024).
Dalam kunjungannya tersebut, ia meninjau langsung distribusi sawah di Vanam dan kesiapan Wanam Food Group. Ia mencatat, Kementerian Pertanian siap memberikan bantuan dan pendampingan untuk mendukung kerja pertanian percetakan di lapangan.
“Kami menyumbangkan traktor ini ke bank makanan.” Katanya: “Kita kasih traktor, nanti kita kasih bibit gratis, pupuk, untuk pengembangan lahannya. Lahan ini ada jalan,” ujarnya.
Menteri Pertanian Amran mengharapkan Wanam menjadi pusat pertumbuhan ekonomi melalui partisipasi masyarakat sekitar. Sebelumnya Kementerian Pertanian melakukan rintisan di Kurik dan hasilnya bagus.
“Kita mulai di Kurik, sebelumnya kita produksi dua ton,” tanya Presiden langsung. 7 ton saat ini. Dulu penanaman pohon 3 kali dan ada pemanen yang mendapat penghasilan 6 juta per bulan. “Jadi kami berharap hal ini terjadi di Wanam juga untuk kemaslahatan masyarakat. Akan meningkat,” jelasnya.
Untuk wilayah Vang Nam, Menteri Pertanian tidak hanya mendorong budidaya padi, tetapi juga tanaman lain dan produk lain yang ditanam secara umum. Peternakan tersebut didukung oleh sejumlah peralatan pertanian, antara lain traktor roda empat dan traktor roda dua. Alat ini diharapkan dapat mempermudah penutupan lahan yang sebelumnya membutuhkan tenaga manual
“Kami kirimkan traktor roda dua, traktor roda dua, dan tambah bibit, lalu tambah brigade.” “Karena kalau tidak ditindaklanjuti dengan brigade dan tidak ditindaklanjuti dengan teknologi maka akan sulit bertahan karena tidak bisa dilakukan dengan sekali klik,” kata Amran.
Mentan menyebut proyek ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan produksi pertanian dan mendorong perekonomian di wilayah tersebut. Proyek ini diharapkan menjadikan Merauke sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di India.
Ia juga meninjau lokasi penanaman padi seluas 20 hektar di kawasan Vanam. Mentan Amran berharap budidaya padi berkembang baik dengan teknologi tepat guna. “Saya melihat padi bisa tumbuh dengan baik.” “Itu pertanda baik makanan bergizi yang kita inginkan,” kata pria terlahir dengan tulang ini.
Sebelumnya, pada awal November 2024, Presiden Prabowo melihat persiapan rencana demonstrasi beras untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah timur Indonesia.
Sesampainya di lokasi, Presiden Prabowo menuju pusat pelatihan teknik budidaya padi terkini. Di sana ia menyaksikan bagaimana lahan disiapkan untuk para petani sesuai dengan panen tahun berikutnya. Diharapkan dapat menjadi percontohan bagi petani lokal melalui teknik pertanian yang dapat meningkatkan hasil dan kualitas beras.
Presiden juga menyaksikan penanaman dan penaburan benih dolomit sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesuburan tanah. Para petani melihat penyebaran dolomit di tanah, bahan alami yang mengurangi keasaman tanah, memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan unsur hara.
Artikel Mentan Kejar Target Swasembada Sekaligus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Adat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pidato di Brasil, Prabowo Ajak Pelaku Usaha Perkuat Sektor Pertanian pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pidato di Brasil, Prabowo Ajak Pelaku Usaha Perkuat Sektor Pertanian pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Jajaran Kementan Diminta Bekerja Keras, Kawal Program Optimalisasi Lahan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Jajaran Kementan Diminta Bekerja Keras, Kawal Program Optimalisasi Lahan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel SGN Dorong Generasi Muda Jadi Agripreneur Profesional Perkebunan Tebu pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Terlepas dari tantangan yang harus dihadapi, terdapat peluang besar bagi generasi muda untuk berpartisipasi langsung di sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan industri tebu. Sebuah program inovatif bernama Pusat Inkubasi Pertanian Tebu diciptakan untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Program ini diluncurkan oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang bergerak di bidang gula, sebagai solusi untuk menghubungkan dan memadukan permasalahan produktivitas dengan peran generasi muda di industri gula. sektor. sektor. sektor pertanian. Hadir juga Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
“Kami akan melatih dan membantu generasi muda yang ingin menjadi wirausahawan pertanian profesional yang mengelola lahan tebu secara modern, produktif, dan berkelanjutan. Bisnis tebu merupakan bisnis yang menguntungkan dan berisiko rendah,” ujarnya Mahmudi, Direktur Senior SGN .
Mahmudi menambahkan, para peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan teknis, dukungan bisnis dan pendampingan dari para ahli. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan peserta dalam membangun usaha pertanian yang berdampak positif bagi sektor pertanian Indonesia.
“Peserta yang lolos seleksi akan mengelola lahan tebu antara 50 hingga 100 hektar sebagai lahan mini, mengelolanya secara perusahaan dan memanfaatkan teknologi,” lanjutnya.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian melihat program ini merupakan bagian dari rencana SGN untuk melatih para pendamping tebu masyarakat untuk melayani produsen tebu. “Saya sangat mengapresiasi SGN karena telah melatih 2 ribu pegawai yang berperan sebagai pelatih atau pendamping para produsen tebu di kota tersebut. Kami sangat berharap SGN menjadi mesin bagi pelaku lain yang berkembang melalui ETERA dan sekarang Tebu. Wakil Direktur Jenderal Perkebunan Heru “Program inkubasi petani tebu,” kata Tri Widarto.
Inkubator Pertanian Tebu telah menarik perhatian besar di kalangan generasi muda. Tercatat, dalam tiga hari ada 1.110 peserta yang mendaftar dan sedang dalam proses seleksi.
Berbagai tahapan tersebut meliputi seleksi awal, bootcamp, pelatihan lapangan, pendampingan tenaga ahli, inkubasi bisnis, serta pembiayaan dan kemitraan. Dimana seluruh tahapan tersebut saling mendukung untuk melahirkan petani muda yang siap bersaing dan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.
Artikel SGN Dorong Generasi Muda Jadi Agripreneur Profesional Perkebunan Tebu pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>